{"id":10003,"date":"2019-12-16T06:19:31","date_gmt":"2019-12-16T06:19:31","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=10003"},"modified":"2019-12-16T06:19:33","modified_gmt":"2019-12-16T06:19:33","slug":"bagaimana-nabi-meletakkan-dasar-bangunan-peradaban-manusia-1","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/12\/16\/bagaimana-nabi-meletakkan-dasar-bangunan-peradaban-manusia-1\/","title":{"rendered":"Bagaimana Nabi Meletakkan Dasar Bangunan Peradaban Manusia 1"},"content":{"rendered":"\n<p>Sebelumnya perlu ditanyakan kita itu butuh terhadap Nabi atau tidak? bukankah kita sudah memiliki \u200eakal dan pikiran, apakah akal dan pikiran sudah cukup dan tidak butuh lagi kepada Nabi Saw, atau \u200emalah sebaliknya yaitu dengan perantaraan akal dan pikiran kita menjadi sadar bahwa kita memang \u200ebutuh kepada Nabi Muhammad Saw.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Terjadinya kesalahan serta berbagai ketimpangan yang membuat manusia \u200emenyesal itu semua membuktikan bahwa kita itu memiliki akal namun akal kita tidak bisa \u200emenyelesaikan semua masalah. Karena alasan ketidaksempurnaan akal inilah, Allah memberikan \u200epertolongan dengan mengirimkan manusia sebagai utusan beliau, membawa pesan dan rumusan agar \u200emanusia tidak lagi salah langkah dan akhirnya hanya bisa menyesali apa yang sudah terjadi, kegagalan \u200eyang harus dihadapi.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Di berbagai tempat pembahasan masalah perkembangan kebudayaan suatu kaum, suatu kelompok, \u200eatau suatu negara menjadi catatan penting sebagai sejarah nenek moyang. Pembangunan peradaban adalah sebuah prestasi besar \u200eyang terjadi akibat proses panjang pemikir dan mengaplikasikannya dalam bentuk bangunan demi \u200emenjadi solusi atas masalah-masalah masyarakat secara umum, menyelesaikan masalah dalam \u200ekehidupan sehari-hari dan lain sebagainya.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kesempatan ini penulis ingin mengorek ulang gores sejarah, bagaimana Nabi Muhammad Saw \u200esebagai insan paripurna membangun landasan dasar peradaban bagi seluruh umat manusia. Landasan \u200eyang tidak hanya dibutuhkan manusia di jaman itu, tapi juga dibutuhkan manusia hingga akhir zaman.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Para pedagang emas memiliki timbangan khusus, timbangan yang jelas tidak berguna bagi penjual buah \u200esemangka. Akal pun seperti itu, akal manusia pun memiliki batasan, sehingga apa yang terjadi dalam \u200ekehidupan sering tidak mampu dicerna dan dipahami oleh akal murni. Ini karena akal manusia terbatas, \u200esebagai penyempurna dan merupakan satu pertolongan-Nya. Allah mengirimkan akal sempurna yang \u200ebisa mengatasi semua yang dihadapi manusia. Semua permasalahan bisa diselesaikan oleh akal ini, akal \u200eini adalah berupa seorang Nabi dan Rasul. Di jaman kita Nabi itu adalah Muhammad al Musthafa Saw.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Nabi Muhammad Saw ditempatkan sebagai manusia paling pertama dalam 100 Tokoh paling \u200eberpengaruh di dunia menurut Michael H. Hart. Dalam buku itu disebutkan pengaruh beliau adalah \u200esebagai penyebar agama Islam. Pada kesempatan ini penulis ingin mencoba membuka pengaruh \u200ebeliau dalam meletakkan batu bata pertama bangunan peradaban Islam. Peradaban yang dimulai dari \u200eMadinah dan Mekah ini lalu menyebar ke berbagai negeri di seluruh penjuru dunia.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa hal bisa menjadi gambaran atas prestasi Nabi Muhammad Saw dalam ranah peradaban \u200emanusia. Beliau menjadi pioner di jamannya sebagai orang yang mengeluarkan manusia dari kegelapan \u200emenuju cahaya, kegelapan cara hidup, kegelapan peradaban, kemeolorotan peradaban, rendahnya \u200ecara berpikir, rendahnya penghormatan sesama manusia, rendahnya penghargaan terhadap wanita, \u200emenuju cahaya hidup, peradaban yang lebih maju, cara berpikir yang berorientasi ke masa depan, \u200ekehidupan equal sesama manusia, penghormatan kepada wanita dengan begitu anggun dan elegan.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Mengeluarkan manusia dari salah kaprah dalam menilai hidup, kepada cara pandang hidup \u200eyang lebih berharga dan bernilai. Inilah beberapa uraian rentetan tugas tujuan diutusnya Nabi \u200eMuhammad Saw kepada umat manusia. Merubah suatu masyarakat yang bandel, keras kepala, \u200emaunya menang sendiri, terbiasa melawan aturan bahkan aturan akal pikiran dan kemanusiaan. \u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok masyarakat yang awalnya gamang terhadap ilmu, mereka dibimbing untuk memperhatikan ilmu, bahkan dinasihati untuk \u200ebelajar dari sejak bayi hingga mati. Masyarakat yang terbiasa berpecah belah ke masyarakat yang \u200emementingkan persatuan, dari kebiasaan berperang dan saling membunuh kepada budaya \u200ebersaudara dan bersilaturahmi, budaya damai saling menghormati dan menghargai.\u200e<\/p>\n\n\n\n<p>Dapat dilihat disini bahwa apa yang pertama kali dibangun adalah sumber daya manusia terlebih dahulu. Pembangunan mateiriil bisa dilakukan bahkan dengan teknologi sekarang, hanya butuh waktu beberapa hari, tapi pembangunan karakter seorang manusia, bahkan kadang butuh belasan atau puluhan tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita ketahui bersama bahwa beliau tidak menggagas penemuan listrik, lampu, mobil, pesawat, dan semacamnya. Ketika manusia sudah terbentuk kepribadiannya maka penemuan dan pengembangan adalah suatu kemestian. Namun mengapa hal ini tidak begitu nampak di kalangan masyarakat Islam, mengapa penemu telefon, mobil, kereta, pesawat adalah orang barat? Disini kita tentu tidak bisa menghukumi secara sepihak dengan mengatakan bahwa Nabi telah gagal tidak rahmatan lil \u00e2lamin, ketika kita teliti banyak dari penemuan yang dilakukan oleh ilmuwan barat adalah salah satu buah tangan karya Nabi Muhammad saw walau tidak secara langsung. Penemuan angka 0 dalam ilmu aljabar atau sekarang lebih dikenal dengan matematika oleh ilmuan muslim menjadi dasar banyak penemuan penting dan sangat berguna bagi umat manusia hingga sekarang, dari angka 0 akhirnya muncul kalkulator, komputer, windows dll.<\/p>\n\n\n\n<p>Penemuan ilmuan muslim (penemu aljabar dll) jelas tidak terlepas dari landasan kebudayaan yang sudah dibangun oleh Nabi saw, budaya belajar, budaya membaca, budaya memiliki perencanaan, budaya menghargai waktu, budaya disiplin, budaya berdiskusi dan bermusyawarah dll. Karena alasan ini maka penulis berani berkesimpulan bahwa Nabi Saw sudah tuntas dalam menyiapkan apa-apa yang seharusnya beliau lakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai tambahan, sekarang ilmu tasawuf dan Irfan baik teoritis maupun praktis sangat digandrungi, dijadikan sebagai solusi terutama dalam mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan. Ilmu yang menjadi terapi psikologis bagi masyarakat di jaman ini setelah lelah dengan pekerjaan kantor, setelah lelah mengerjakan pekerjaan yang berat, menjadi media sehingga dalam bekerja, berinteraksi dengan keluarga secara luwes dan pas, bisa mengutamakan yang menjadi prioritas utama secara tepat sehingga tidak berakhir dengan penyesalan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Apa yang menjadi prioritas utama yang dibangun Nabi Muhammad saw adalah pribadi manusia itu sendiri. Membangun peradaban dari dalam. Dari masing-masing manusia itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Bersambung<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelumnya perlu ditanyakan kita itu butuh terhadap Nabi atau tidak? bukankah kita sudah memiliki \u200eakal dan pikiran, apakah<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9914,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4,18],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10003"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10003"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10003\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10004,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10003\/revisions\/10004"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}