{"id":10637,"date":"2020-04-06T08:12:33","date_gmt":"2020-04-06T08:12:33","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=10637"},"modified":"2020-04-06T08:12:35","modified_gmt":"2020-04-06T08:12:35","slug":"makna-huruf-muqattaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2020\/04\/06\/makna-huruf-muqattaat\/","title":{"rendered":"Makna Huruf Muqatta&#8217;at"},"content":{"rendered":"\n<p>Tentang huruf-huruf muqatta\u2019at (terpenggal-penggal) dalam Quran terdapat banyak perbedaan pendapat di antara para ahli tafsir.[1]<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama kami akan menjelaskan pendapat Allamah Thabathabai. Beliau mengatakan bahwa terdapat huruf-huruf muqattha\u2019at di awal 29 surah dalam Al-Quran . Sebagian huruf-huruf tersebut penggalan satu huruf seperti, &#8220;shaad&#8221;, &#8220;qaaf&#8221;; sebagian dua huruf, seperti &#8220;tha ha&#8221;, &#8220;thaath siin&#8221;, &#8220;yaa siin&#8221;; sebagian tiga huruf, seperti &#8220;alif lam miim&#8221;, &#8220;alif laam raa'&#8221;, sebagian empat huruf, seperti &#8220;alif lam mim raa'&#8221;, &#8220;alif laam miim shaad&#8221;, dan sebagian lainnya lima huruf, seperti &#8220;kaaf haa&#8217; ya&#8217; &#8216;ain shaad&#8221;, &#8220;haa&#8217; miim &#8216;ain siin qaaf&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan huruf-huruf terpenggal itu pun berbeda-beda. Misalnya hanya satu surah yang menggunakan &#8220;nuun&#8221;. Namun ada beberapa surah yang sama-sama menggunakan huruf-huruf seperti &#8220;alif laam miim&#8221;, &#8220;alif laam miim raa'&#8221;, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memperhatikan adanya beberapa surah yang menggunakan huruf-huruf muqattha\u2019at yang sama di awal surahnya, kita dapat fahami bahwa ada kesamaan kandungan surah-surah tersebut, yang mana kesamaan itu tidak dapat ditemukan dalam surah-surah lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Keserupaan dan kesamaan itu misalnya begini, di surah-surah yang diawali dengan &#8220;haa&#8217; miim&#8221;, &#8220;alif lam raa'&#8221; dan &#8220;alif laam miim&#8221; di ayat-ayat pertama setelah huruf-huruf itu dijelaskan tentang tidak dapat diragukannya Al-Quran karena kebenarannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, dengan memperhatikan kandungan surah, kita dapat memahami bahwa kandungan surah yang diawali dengan &#8220;alif laam miim shaad&#8221; mencakup kandungan surah-surah yang diawali dengan &#8220;alif lam miim&#8221; dan surah Shaad yang diawali dengan huruf &#8220;shaad&#8221;. Begitu pula kandungan surah yang diawali dengan &#8220;alif laam miim raa'&#8221; mencakup apa yang ada dalam surah yang didahului dengan &#8220;alif lam miim&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang jelas huruf-huruf terpenggal adalah rahasia antara Allah Swt dengan Rasul-Nya dan tak dapat kita fahami begitu saja dengan mudahnya. Hanya saja kita yakin huruf-huruf tersebut memiliki arti dan keterikatan antara satu sama lainnya.[2]<\/p>\n\n\n\n<p>Selain pendapat Allamah Thabathabai, mari kita menyaksikan pendapat penafsir lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa tahun yang lalu, ada seorang ilmuan bernama Doktor Rasyad yang tinggal di Amerika dan melakukan penelitian terhadap huruf-huruf muqatta\u2019at Quran . Ia menyimpulkan bahwa dengan menggunakan alat elektronik terbukti bahwa setiap huruf-huruf muqatta\u2019at di awal surah memiliki hubungan dengan huruf-huruf yang ada dalam tiap surah itu. Ia juga membuktikan bahwa dalam semua 29 surah itu, jumlah huruf-huruf muqatta\u2019at di awal tiap surah yang berada di dalam surah lebih banyak dari pada huruf-huruf lainnya di surah itu juga. Hal ini membuktikan keunikan Al-Quran yang dengan sendirinya juga dapat dianggap sebagai mukjizat.<\/p>\n\n\n\n<p>Penemuan itu dapat dijadikan langkah pertama dalam usaha memahami hakikat sebenarnya di balik huruf-huruf terpenggal Al-Quran .[3]<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:<\/p>\n\n\n\n<p>Huruf-huruf itu adalah rahasia antara Tuhan dan Rasul-Nya, dan fakta ini membuktikan bahwa huruf-huruf tersebut tak sia-sia; karena tidak segala yang kita sebut &#8220;sesuatu yang rahasia&#8221; adalah suatu yang sia-sia tak ada gunanya.<br>Sebagaimana yang dijelaskan oleh sebagian ahli tafsir, huruf-huruf itu adalah rahasia antara Tuhan dan Rasul-Nya. Meskipun manusia tidak memahaminya, bukan berarti tak berguna. Karena bagi Rasulullah Saw dan penerusnya memiliki kandungan yang dalam.<br>Memang benar Al-Quran adalah kitab hidayah untuk seluruh umat manusia. Namun bukan berarti Al-Quran tak boleh mengandung penggalan-penggalan yang hanya dapat difahami oleh sebagian orang yang istimewa.<\/p>\n\n\n\n<p>Rahasia-rahasia tersebut meskipun secara langsung tidak berguna bagi kehidupan umat manusia saat ini, namun betapa sering Rasulullah Saw dan manusia-manusia suci mengambil manfaat darinya untuk memberi petunjuk kepada umat manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih dari itu, pembahasan huruf-huruf muqatta\u2019at ini adalah pembahasan internal agama, yang artinya kita dapat memahaminya dengan benar jika bersandar pada prinsip-prinsip agama kita yang sudah jelas. Misalnya kita tahu bahwa Allah swt maha bijaksana yang tidak pernah melakukan perbuatan sia-sia.[4] Lalu dengan melihat adanya huruf-huruf terpenggal tersebut, meski kita tidak tahu apa artinya, namun dengan yakin kita dapat mengatakan bahwa di dalamnya tersimpan hikmah Tuhan yang tak mungkin sia-sia.<\/p>\n\n\n\n<p>[1]. Silahkan merujuk pada permasalahan nomor 2473 tentang &#8220;Makna hurup-hurup muqatta\u2019at.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>[2]. Allamah Thabathabai, Tafsir Al-Miz\u00e2n, Sayid Muhammad Baqir Musawi Hamadani, jil. 18, hal. 7 dan 8, cetakan Jami&#8217;ah Mudarrisin Hauzah Ilmiah Qom, 1374 HS.<\/p>\n\n\n\n<p>[3]. Sayid Mahmud Thaleqani, Partu az Qur&#8217;\u00e2n, jil. 5, hal. 8.<\/p>\n\n\n\n<p>[4]. &#8220;Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?&#8221; (Qs. Al-Mu&#8217;minun [23]:115)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tentang huruf-huruf muqatta\u2019at (terpenggal-penggal) dalam Quran terdapat banyak perbedaan pendapat di antara para ahli tafsir.[1] Pertama kami akan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10638,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[22],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10637"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10637"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10637\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10639,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10637\/revisions\/10639"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}