{"id":11440,"date":"2020-08-28T03:52:16","date_gmt":"2020-08-28T03:52:16","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=11440"},"modified":"2020-09-03T02:47:18","modified_gmt":"2020-09-03T02:47:18","slug":"peringatan-malam-ke-7-muharram-bersama-ust-hafidh-alkaf-ma","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2020\/08\/28\/peringatan-malam-ke-7-muharram-bersama-ust-hafidh-alkaf-ma\/","title":{"rendered":"Peringatan Malam ke-7 Muharram bersama Ust Hafidh AlKaf, MA"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>ICC Jakarta <\/strong>-Mengenang kesyahidan anak kecil yang masih beliau sayid Ali Asghar membuat air mata berlinang, membayangkan kesedihan sayidu suhada membobong bayi yang sudah tidak bernyawa, akan menyayat hati para pecintanya.<\/p>\n\n\n\n<p>ICC Jakarta dipandu moderator Mujib Munawan dan pembacaan Quran oleh ust Usep Irawan, menghantarkan pada acara puncak ceramah hikmah Asyuro yang disampaikan oleh Ust. Hafidh Alkaf. (26 Agustus 2020)<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut petikan ceramah hikmah Asyuro malam ke-7<\/p>\n\n\n\n<p>Kita patut bersyukur kepada Allah swt karena diberi kesempatan untuk mengadakan malam-malam duka.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa waktu ini,\nmenjelang bulan Muharram, banyak sekali serangan kepada para pengikut Ahlulbait\ndi Indonesia. Mereka mendatangi pemerintah agar menggagalkan peringatan duka\nImam Husain.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengapa mereka begitu gerah ketika digelar majlis duka terhadap Imam Husain?&nbsp; Mereka menuduhkan\nbahwa Syiahlah yang membunuh Imam Husain. Kita perlu tahu bagaimana jawaban\ntuduhan itu. Lalu setelah tahu, apa yang akan kita lakukan? <\/p>\n\n\n\n<p>Apakah ada yang bertentangan dengan syariat Islam ketika\ndigelar majlis aza ini? Apakah ada hal-hal yang menjurus kesyirikan?<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah perang tak seimbang Imam Husain melawan kubu Yazid, ketika 73 orang melawan 30.000. <\/p>\n\n\n\n<p>Seseorang datang kepada Imam\nHusain memberitahu waktu zuhur. Lalu Imam Husain mendirikan salat zuhur di awal\nwaktu. Apa yang ingin disampaikan Imam Husain? Segala kebaikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Contoh, malam ini adalah malam ketujuh. Malam Ali Al-Asghar. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika Imam Husain bertemu pasukan musuh yang kehausan, Imam\nmembagi minum kepada mereka. Namun ingatkah bahwa Imam Husain diblokade dari\nakses air, dibiarkan kehausan.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah penyelenggaraan majlis ini mengganggu, membuat macet\njalan?<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mengatakan majlis ini bidah karena tidak pernah\ndiselenggarakan Rasulullah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita akan bertanya, jika ada Nabi, apakah kira-kira beliau akan membubarkan majlis ini atau\nbeliau akan menyelenggarakan majlis semacam ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mengatakan bahwa di dalam majlis ini, ada yang\ndilakukan sesuatu yang bertentangan dengan keumuman. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita sampaikan apakah ada dalil Qath&#8217;i yang melarang\nmenangisi orang mati? Nabi Ayub menangis ketika kehilangan Yusuf bahkan sampai\nmemutih dan buta.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah menangis ketika anaknya, Ibrahim meninggal.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mengatakan lagi, mengapa menangisi orang yang sudah\nmati 1400 tahun\nlalu? Kita sampikan apakah ada larangan tentang menangisi orang yang sudah lama\nmeninggal.<\/p>\n\n\n\n<p>Mereka mengatakan, bahwa di majlis Imam Husain ini, orang-orang\nmemukul dada. Kita sampaikan bahwa memukul dada hanyalah ekspresi kesedihan.\nDiriwayatkan bahwa orang yang pertama kali memukul dada sbg ekspresi kesedihan\nadalah sayyidah Zaenab.<\/p>\n\n\n\n<p>Isu yang paling santer adalah, bahwa Orang Syiah sendirilah\nyang membunuh Imam Husain.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita sampaikan, ada\nbeberapa kelompok.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok pertama yang secara tulis beriman kepada Nabi.\nContoh Abu Dzar Al Ghifari.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok kedua, yang beriman ketika Islam sudah kuat. Dan\nketika Islam melemah, bisa jadi mereka akan berbalik memusuhi Islam. <\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok ketiga, yang tidak memusuhi Nabi, tapi tidak mau mengikuti Nabi. Beberapa orang yang tidak ada\nmasalah \/ tidak memusuhi Nabi, tapi tidak mau ikut Nabi. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun nasib mereka berakhir dalam kekufuran.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok keempat, ketika Nabi mendeklarasikan kenabian,\nmereka mengibarkan bendera perlawanan. <\/p>\n\n\n\n<p>Di zaman sekarang, juga ada keempat kelompok ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok pertama ini adalah kelompok Syiah sejati. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita lihat kondisi pada saat Imam Husain. Ada penguasa yang\nbernama Muawiyah yang berkuasa melalui perjanjian yang dipaksakan kepada Imam\nHasan Al-Mujtaba. Kekuasaan\nBani Ummayyah ini pelan-pelan\nmembawa Islam kepada kehancuran. <\/p>\n\n\n\n<p>Kita tidak mengada-ada soal ini. Kita akan bawakan beberapa bukti. Alquran surat\nJumuah, seluruh Muslim mengatakan salat Jumat adalah wajib. Namun Muawiyah\nmengatakan salat Jumat kita laksanakn di hari Rabu saja. <\/p>\n\n\n\n<p>Khutbah-khutbah\nbaik khutbah Jumat, Ied, dsb\ndilakukan dengan berdiri. Namun Muawiyah khutbah dengan duduk.<\/p>\n\n\n\n<p>Khutbah shalat Ied\ndilakukan setelah salat Ied, namun Muawiyah berkhutbah dulu sebelum salat Ied.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kitab Muruju&#8217; dzahab, disebutkan bahwa Mughirah\natsaqafi ayahnya Mutharrab, akrab dengan Muawiyah. Suatu kali aku bertamu dan ayahku dalam keadaan gelisah. Kutunggu sampai selesai makan malam agar lebih tenang, ternyata dia tidak makan\nmalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Mutharraf memberananikan\ndiri untuk bertanya. <\/p>\n\n\n\n<p>Mugjirah berkata, aku baru datang dari orang yang paling\nkafir dan paling keji. Mutharraf tahu\nbahwa ayahnya baru pulang dari\nMuawiyah.<\/p>\n\n\n\n<p>Mutharrah bertanya ada apakah ayah?<\/p>\n\n\n\n<p>Aku barusan berbicara berdua.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Engkau sudah\njadi pemimpin, dan engkau sudah tua. Minimal engkau tobatlah agar paling tidak\nengkau berbuat kebaikan untuk rakyat, karena engkau sudah tua. Bani Hasyim\nmasih ada hubungan kekerabatan denganmu,\nperlakukanlah mereka dengan baik. Kalau engkau lakukan, engkau akan dikenal\nsebagai orang yang baik di sejarah&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Jawab Muawiyah, &#8220;Tidak mungkin hal itu kulakukan. Tidak ada manfaatnya\nagar aku dikenang. Saudaraku dari Bani Tamim (abu Bakar) sudah berlaku adil dan mendekati apa yang\ndilakukan di zaman Rasul. Namun mereka tidak dikenang, kecuali bahwa dulu\npernah ada pemimpin yang namanya Abu Bakar.<\/p>\n\n\n\n<p>Juga ada saudaraku dari bani Adiy, selama 10 tahun dia berkuasa. Namun dia tidak dikenang kecuali hanya pernah ada\npemimpin bernama Umar. <\/p>\n\n\n\n<p>Sementara (putra\nAbul Kafsah) Rasulullah, lain dengan dua orang tadi. Nama mereka dikenang di\nsetiap azan, di setiap salat, di setiap waktu. Lalu bagaimana aku akan\nmengabadikan namaku, setelah ini? Demi Allah, yang harus dilakukan adalah\nMengubur agar tidakk ada lagi Asdhadu anna Muhammadan\nRasulullah.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Di zaman Imam Husain, ada kelompok kedua yang tidak\nbermusuhan dengan Imam\nHusain. Di hati mereka ada Imam Husain, tetapi perbuatannya tidak bersama Imam\nHusain.<\/p>\n\n\n\n<p>Penduduk Kuffah mengatakan Muawiyah salah dan yang pantas\nmenjadi pemimpin adalah Imam Husain. Tetapi ketika mereka diancam akan dihabisi\noleh 30 ribu pasukan Umar bin Saad. Bahkan mereka diiming-imingi untuk ikut bergabung memerangi Imam\nHusain dengan imbalan 30 ribu dinnar (setara puluhan Milyar di zaman sekarang). <\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok ketiga,\nmerasa netral. Tidak masalah siapapun pemimpinnya. Tidak berbeda yang memimpin adalah sebusuk Yazid atau semulia Imam Husain. <\/p>\n\n\n\n<p>Kelompok keempat adalab pasukan Yazid. Jelas-jelas melawan\nImam Husain. Yazid memiliki agenda akan menghapuskan Islam ketika ia berkuasa. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika Imam Husain tidak keluar untuk melawan, maka Imam\nHusain berkata, <em>wa alal Islami salam<\/em>. Islam akan hilang. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita tahu keadaan masyarakat di zaman Imam Husain seperti ini, masihkah kita akan mengatakan bahwa yang membunuh Imam Husain adalah Syiahnya?<\/p>\n\n\n\n<p> <br>Silakan melihat langsung di Chanel Youtube\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=PUFyhxhBbAU\">ICC Jakarta TV\u00a0<\/a><\/strong>atau\u00a0\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.facebook.com\/groups\/231051527075791\/\">Group\u00a0FB\u00a0ICC\u00a0Jakarta<\/a><\/strong> <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/s12-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11443\" srcset=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/s12-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/s12-150x113.jpeg 150w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/s12-350x263.jpeg 350w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/s12-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/s12.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/re4-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11444\" srcset=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/re4-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/re4-150x113.jpeg 150w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/re4-350x263.jpeg 350w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/re4-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/re4.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/as44-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-11445\" srcset=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/as44-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/as44-150x113.jpeg 150w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/as44-350x263.jpeg 350w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/as44-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/as44.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta -Mengenang kesyahidan anak kecil yang masih beliau sayid Ali Asghar membuat air mata berlinang, membayangkan kesedihan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11440"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11440"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11440\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11497,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11440\/revisions\/11497"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11440"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11440"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11440"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}