{"id":11618,"date":"2020-10-02T03:34:23","date_gmt":"2020-10-02T03:34:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=11618"},"modified":"2020-10-02T03:36:54","modified_gmt":"2020-10-02T03:36:54","slug":"mengenal-tugas-sebagai-hamba-allah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2020\/10\/02\/mengenal-tugas-sebagai-hamba-allah\/","title":{"rendered":"Mengenal Tugas Sebagai Hamba Allah"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Tanggal 7 Safar merupakan hari kelahiran Imam Musa Kazhim as. Beliau lahir pada tahun 128 H dan merupakan Imam ketujuh dari urutan para Imam Ahlulbait as.\u00a0 Bulan Safar artinya adalah bulan duka keluarga Rasulullah saw, hari-hari ketika para tawanan dari keluarga Imam Husain as diarak dari Kufah menuju Damaskus, Suriah. Hari-hari seperti ini mereka masih berada dalam perjalanan. Karena itu saya berusaha menggabungkan dua momen penting ini. Satu sisi adalah apa yang bisa kita ambil dari Imam Musa Kazhim as dan pada saat yang sama apa yang kita bisa ambil dari kebangkitan Imam Husain yang masih berlanjut pasca-Asyura dengan perjalanan para tawanan Imam Ali Zainal Abidin as, para wanita, dan anak-anak keluarga Imam Husain yang merupakan keluarga Rasulullah saw.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu yang bisa disampaikan adalah sebuah hadis\nyang diriwayatkan dari Imam Musa Kazhim as yang dalam riwayat itu menunjukkan\napa yang menjadi tugas kita sebagai seorang mukmin. Imam Musa Kazhim as menyebutkan dalam sebuah riwayat\nyang disebutkan di dalam surat di dalam kitab <em>Tuhaf al-\u2018Uqul<\/em> halaman 386, Imam Musa Kazhim bersabda, <em>M\u00e2 ba\u2019tsallahu anbiy\u00e2-ahu wa ras\u00fbluhu&nbsp;\nil\u00e2 \u2018ibadihi illa liya\u2019qilu \u2018anillah faahsanuhum istijab\u00e2tan ahsanuhum\nma\u2019rifatan lillah wa \u2018alamuhum bi amrillah ahsanuhum \u2018aqlan wa\u2019aqalahum\n\u2018arfauhum darajatan fi al-dunya wa al-\u00e2khirah<\/em><em>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hadis Imam Musa Kazhim as yang sangat pendek ini\nmengandung berbagai mutiara yang sangat berharga dalam kehidupan kita. Hal itu juga sekaligus pelajaran dari kebangkitan Imam\nHusain as,\nbahwa kita hidup haruslah memahami dan mengenal dengan baik apa tugas kita\ndalam kehidupan ini. Imam Musa Kazhim as bersabda, \u201cAllah Swt tidak mengutus para nabi-Nya dan para rasul-Nya\nkepada hamba-hamba-Nya kecuali hamba itu harus atau untuk mengenal siapa Allah\nSwt. Maka\nsebaik-baik orang yang kemudian memenuhi tujuan adalah mereka yang paling baik\npengenalannya terhadap Allah Swt, dan sebaik-baik mereka yang memiliki pengetahuan\nadalah mereka yang paling baik akalnya, dan paling berakalnya mereka adalah yang paling\ntinggi derajatnya di dunia dan di akhirat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Dan kebangkitan Imam Husain adalah kebangkitan yang\nmengajak manusia untuk sadar terhadap berbagai tugas yang dimiliki oleh manusia.\nKarena itulah kebangkitan Imam Husain tidak mengenal zaman. Benar kejadian itu (Asyura) telah terjadi pada waktu\ntertentu,\ntetapi ia adalah sebuah momentum, sebuah kejadian dalam sejarah yang akan hidup\nsepanjang masa karena membawa nilai-nilai yang universal, nilai-nilai yang mengingatkan kita, khususnya pada hari-hari seperti ini, apa yang\nmenjadi tugas kita sebagai seorang manusia, tugas sebagai hamba Allah Swt. Mereka yang berhasil bersama Imam Husain saat itu\nadalah mereka yang mengenal dengan baik tugas-tugas mereka. Dan mereka yang tidak mampu menundukkan hawa nafsunya\nuntuk mengalahkan berbagai hal lainnya sehingga tidak bersama Imam Husain, bahkan berada di barisan musuh, adalah mereka yang\ntidak mengenal tugas-tugas mereka. Mereka yang tidak tahu apa yang seharusnya mereka\nlakukan sebagai hamba Allah. Karena itu, mengenal tugas adalah sesuatu yang sangat\npenting.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagaimana dalam hadis ini,\nImam Musa Kazhim as menyebutkan kepada kita bahwa\nsetiap kita harus mengenal tugas kita, tugas sebagai hamba Allah harus mengenal\nAllah Swt. Dengan mengenal Allah kita akan mengenal nabi kita, dan dengan mengenal nabi kita, kita juga akan\nmengenal para Imam yang telah ditetapkan oleh Rasulullah saw\nsebagai perintah dari Allah Swt, setelah wafatnya Rasulullah saw, yang harus menjadi\npanutan-panutan\ndi setiap zamannya. Dengan begitu, kita akan tahu apa tugas-tugas keseharian\nkita.<\/p>\n\n\n\n<p>Penting untuk disadari bahwa masing-masing kita punya\ntugas yang sama,\ntetapi juga ada tugas-tugas khusus bagi masing-masing kita. Memang semua kita punya tugas yang sama, mengabdi, menyembah Allah Swt, melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah\ndibebankan oleh Allah Swt kepada kita, baik itu berhubungan dengan fisik kita seperti kewajiban salat lima\nkali sehari semalam, kewajiban berangkat menunaikan umrah dan haji bagi mereka yang mampu, yang berhubungan dengan fisik kita sebagaimana juga\nada kewajiban puasa di bulan suci Ramadan, dan ada juga kewajiban untuk mengeluarkan sebagian\nharta kita dalam bentuk khumus, zakat, infak dan sejenisnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu semua adalah kewajiban yang sama rata bagi setiap\norang setelah memenuhi persyaratan-persyaratannya. Tetapi ada kewajiban-kewajiban yang berbeda sesuai\nprofesi kita, sesuai dengan sejauh mana pengetahuan kita, sesuai dengan apa yang kita pilih untuk kita berada\ndi dalamnya. Karena itu, menyamakan semua orang untuk berkewajiban\nyang sama,\nselain apa yang telah kami sebutkan tadi misalnya sebagai seorang laki-laki\nyang berkewajiban untuk menghidupi keluarganya itu adalah sebagai sesuatu yang\nsalah.\nMasing-masing kita punya kewajiban-kewajiban yang\nberbeda. Jika Anda sebagai seorang polisi, kewajibannya akan berbeda dengan Anda\nsebagai seorang dokter. Begitu juga Anda seorang dokter, berbeda kewajibannya\ndengan Anda sebagai seorang guru atau dosen. Jika Anda sebagai seorang guru\natau dosen, berbeda kewajibannya dengan Anda sebagai seorang pedagang, <em>businessman,<\/em> misalnya, ataupun Anda menjadi pegawai negeri dan pegawai\nswasta di berbagai bidang.<\/p>\n\n\n\n<p>Semua punya kewajiban dan itu akan dimintai\npertanggungjawaban di sisi Allah atas berbagai kewajiban yang harusnya Anda\npenuhi. Tapi jika\nAnda tidak lakukan atau ketika Anda mengabaikan dan berbuat\nyang tidak sempurna pada tugas-tugas Anda, maka itu juga bagian yang akan dimintai pertanggungjawaban\ndi sisi Allah Swt. Ulama kita mengajarkan betapa kewajiban-kewajiban itu\nharuslah ditunaikan. Apalagi ketika berhubungan dengan waktu. Ketika Anda\npunya kewajiban menggunakan waktu dari jam tertentu sampai jam tertentu, maka tidak boleh Anda mengabaikannya. Atau Anda mengisi\ndengan waktu yang lain. (Jika itu terjadi) Anda korupsi dari sisi waktu. Semua itu ada hitungannya di sisi Allah Swt.<\/p>\n\n\n\n<p>Ulama kita bahkan dalam kitab-kitab fikihnya seperti Imam Ali Khamenei, misalnya, dalam jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan\nfatwa, beliau\nmenyebutkan ketika ditanya, \u201cBolehkah kita melakukan, katakanlah, membaca\nAlquran atau melakukan salat-salat sunnah di jam-jam kantor kita?\u201d, beliau menjawab,\n\u201cItu tidak boleh kecuali dilakukan pada waktu istirahat yang memang hak kita\nuntuk tidak berada pada jam kantor kita.\u201d Ini adalah sesuatu yang harus kita pahami dengan baik\nsehingga tidak kita abaikan begitu saja dan, yang kedua, sehingga kita tidak\nmelakukan hal-hal lain yang bukan tugas kita, yang bukan profesi kita, yang bukan\ntanggung jawab kita. <\/p>\n\n\n\n<p>Banyak di antara kita yang karena tidak memahami bahwa\ntugas itu berbeda-beda, menganggap tugas menyampaikan, katakan,\nmenyampaikan dakwah Islam,\ntugas menyampaikan berbagai ilmu dan ajaran Allah Swt yang kita sebut di dalam fikih akidah atau akhlak Islam menjadi tugas tak tentu, juga sebagian menganggap bahwa itu tugas semua orang, sehingga setiap orang berlomba-lomba\u2014dengan apa yang\nsaat ini kita miliki, di tangan setiap kita, dengan <em>handphone<\/em>\nyang kita gunakan\u2014menyampaikan segala sesuatu. Padahal kita tidak dilengkapi\ndengan ilmu yang cukup banyak. Di antara kita dengan <em>f<\/em><em>acebook<\/em>\natau <em>whatsapp<\/em> membahas berbagai\npembahasan,\npadahal kita hanya mengetahui sedikit dan itu bukanlah spesialis kita untuk membahas,\nkatakan apa yang saat ini dihadapi oleh kita semua, kondisi pandemi covid-19, membahas\nbermacam-macam padahal kita bukan ahlinya. Kita bukan dokter, kita bukan ahli di bidang virus.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu juga ketika seseorang membahas hukum-hukum Islam, berdebat dengan yang lain, berdebat dalam berbagai persoalan agama dan bahkan\nmemberikan penilaian-penilaian bahwa yang begitu salah, yang begitu berlebihan, yang begitu adalah ekstrem, dan seterusnya, padahal itu bukan tanggung jawabnya; padahal itu\nbukan bagian dari pengetahuan yang harusnya dia kuasai terlebih dahulu, baru kemudian dia berada di jalur itu. Semua itu akan dimintai pertanggungjawaban di sisi\nAllah Swt. Tidak cukup niat baik sehingga kita akan bebas daripada\ntanggung jawab. Tidak cukup niat baik untuk kemudian kita tidak dipersalahkan. Tidak\ncukup niat baik untuk kemudian kita dianggap akan mendapatkan pahala dengan apa\nyang kita lakukan. Bisa saja berbagai perbuatan yang menurut kita baik tapi\nternyata itu adalah salah, ternyata justru itu menyesatkan, ternyata justru itu\nmenjauhkan kita dari Allah Swt.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam surah Al-Kahfi, Allah Swt menyebutkan bahwa adanya segolongan orang yang\nmenyangka bahwa dia berbuat baik, <em>Yahsab\u00fbna\nannahum yuhsin\u00fbna shun\u2019an<\/em><em>. <\/em>Padahal mereka\njustru berada dalam kesesatan. Mereka menyangka bahwa mereka melakukan kebaikan, padahal justru apa yang mereka lakukan menyesatkan. Apa yang mereka lakukan justru akan menjauhkan diri\nmereka dari Allah Swt.<\/p>\n\n\n\n<p>Marilah kita merenung, marilah kita kembali kepada diri kita masing-masing, marilah siapkan waktu untuk kemudian kita memikirkan\napa yang menjadi tugas kita. Marilah kita berusaha melakukan tugas-tugas kita sekuat\ntenaga, tugas yang\nberhubungan dengan Allah secara langsung, begitu juga tugas sosial yang berhubungan dengan\norang di sekitar kita. Baik kita sebagai ayah, atau kita sebagai ibu, atau kita sebagai anak, ataukah kita sebagai mereka yang punya jabatan\ntertentu di tengah masyarakat. Semua harus kita kenali tugas-tugas kita untuk kita\nlakukan sebaik-baiknya. Pada saat yang sama, kita kenal bukan tugas kita, maka tidak perlu untuk\nbuang-buang waktu kita, yang pasti membuang waktu itu justru akan mengorbankan waktu yang\nseharusnya kita gunakan untuk tugas kita yang semestinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, pada Muharam dan Safar ini, kita memperingati kebangkitan dan kesyahidan Imam Husain yang di dalamnya terdapat berbagai pelajaran penting, yang tidak terbatas oleh tempat dan waktu, di antaranya adalah bagaimana kita seharusnya mengenal tugas-tugas kita dan melaksanakan tugas-tugas kita dengan sebaik-baiknya. Selain itu, memiliki makna bahwa kita harus membumikan, kita harus merefleksikan berbagai nilai yang diperjuangkan oleh Imam Husain dan keluarganya serta sahabat-sahabat setianya, untuk kita juga mengambil peran dalam hidup kita dalam melaksanakan tugas-tugas keseharian.[]  <\/p>\n\n\n\n<p><em>Naskah ini merupakan khotbah Jumat<strong> Ustaz Abdullah Beik<\/strong>, Jumat\u00a0 25 September 2020, di ICC, Jakarta. Ditranskrip dan disunting seperlunya oleh redaksi <strong>Buletin Nur al-Huda <\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Tanggal 7 Safar merupakan hari kelahiran Imam Musa Kazhim as. Beliau lahir pada tahun 128<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11619,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11618"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11618"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11620,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11618\/revisions\/11620"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}