{"id":11727,"date":"2020-10-16T07:26:44","date_gmt":"2020-10-16T07:26:44","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=11727"},"modified":"2020-10-16T07:26:46","modified_gmt":"2020-10-16T07:26:46","slug":"fatwa-fatwa-ulama-syiah-bag-1-tentang-radikalisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2020\/10\/16\/fatwa-fatwa-ulama-syiah-bag-1-tentang-radikalisme\/","title":{"rendered":"Fatwa-Fatwa Ulama Syi\u2019ah bag 1 Tentang Radikalisme"},"content":{"rendered":"\n<h2>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nImam Khomeini ra (Alm)<\/h2>\n\n\n\n<p><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Kita dengan saudara Sunni kita ibarat bangunan yang satu, karena kita semua adalah kaum muslimin yang bersaudara. Karena itu, jika ada seseorang yang hendak memecah belah kita, maka sadarilah bahwa dia melakukan hal itu karena dua hal: <em>pertama, <\/em>apakah karena dia seorang jahil atau <em>kedua, <\/em>karena dia sengaja melakukannya untuk menyebarluaskan persengketaan di dalam barisan kaum muslimin. Sadarilah, kasus pemecahbelahan Sunni dan Syi\u2019ah tidak hanya terjadi sekali, tetapi berkali-kali. Namun, kita semua tetap bersaudara.<a href=\"#_edn1\">[i]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Sudah seyogianya\nbagi semua khatib dan pembicara\u2014baik pada acara-acara publik dan khusus\nmereka\u2014dan semua penulis untuk melaksanakan dengan sepenuh hati kewajiban\nmutlak dan syariat mereka, yaitu untuk selalu bersikap hati-hati dan\nmenghindarkan diri dari ucapan dan tulisan apa pun yang akan menyulut\nperpecahan di kalangan kaum muslimin bahkan meski hanya dengan isyarat atau\nkiasan. Demikian itu karena saat ini perselisihan di kalangan kaum muslimin\nseperti racun yang mematikan. Hendaknya mereka menyadari bahwa memprovokasi\nberbagai perselisihan dalam kondisi ini tiada lain hanyalah mengikuti hawa\nnafsu jahat dan tunduk kepada setan batin. Di samping itu, dengan melakukan\nprovokasi ini maka mereka telah melakukan pelayanan terbesar kepada negara\nadidaya terutama Amerika Serikat. Di antara berbagai kejahatan besar yang\ndilakukan setan atas lisan dan pena-pena adalah menamakan semua kejahatan itu\natas nama Islam. Begitu juga mereka harus mengetahui bahwa revolusi Islam tidak\npernah memberi toleransi sedikit pun terhadap tindakan-tindakan ini dan akan\nmenghukum dengan tegas orang-orang yang melakukan perbuatan ini.<a href=\"#_edn2\">[ii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Hendaknya disadari\nsepenuh hati bahwa tidak ada perbedaan sama sekali antara Sunni dan Syi\u2019ah di\ndalam Islam selamanya; dan tidak seyogianya untuk mengada-ngadakan perbedaan\nitu. Anda semua harus berpegang teguh dengan kalimat yang satu. Para Imam Suci\nkita telah mewasiatkan kepada kita agar menjaga persatuan (Sunni dan Syi\u2019ah)\nkita. Karena itu, jika ada seseorang yang berniat untuk memecah-belah persatuan\nini, maka dia tiada lain hanyalah seorang yang bodoh atau seorang yang berniat\nburuk.<a href=\"#_edn3\">[iii]<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\nImam Ali\nKhamenei ra (Pemimpin Revolusi Islam) <\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Seseorang meminta fatwa\nkepada Rahbar (<em>Istifta\u2019at<\/em>):<\/strong> berdasarkan dalil-dalil yang pasti (<em>qath\u2019i<\/em>)\ndan jelas yang telah menjadikan persatuan kaum muslimin saat ini sebagai hal\nyang sangat urgen, kami ingin mengetahui pendapat Yang Mulia mengenai\nkemutlakan penamaan \u201cUmat Islam\u201d atas para pengikut mazhab-mazhab dalam Islam\nseperti empat mazhab Sunni dan sebagian sekte Zaidiyah dan Ibadhiyah \u2026dan\nlain-lain, yang mereka tetap beriman dengan hal-hal pokok agama (<em>ushuluddin<\/em>)\nyang lurus (<em>hanif<\/em>), apakah dibolehkan bagi kita untuk mengafirkan\nmazhab-mazhab ini dan kelompok-kelompok di atas tadi ataukah tidak? Apakah\nstandar pengafiran pada masa kini? <\/p>\n\n\n\n<p>Kami memohon\nkepada Allah agar selalu meneguhkan langkah-langkah Anda dalam melayani Islam\ndan kaum muslimin.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jawaban\nkantor Sayid Ali Khamene\u2019i ra: <\/strong>semua kelompok (mazhab, sekte) di atas dianggap sebagai\nbagian tidak terpisahkan dari umat Islam sehingga mereka memiliki semua keistimewaan\ndan hak-hak Islami mereka. Karena itu, menumbuhkan perpecahan di dalam barisan\nkaum muslimin merupakan tindakan yang berlawanan dengan ajaran Alquran yang\nmulia dan Sunah suci Nabi saw. Di samping itu, hal ini pun akan menjadi faktor\nyang akan melemahkan kaum muslimin serta akan memberikan peluang bagi\nmusuh-musuh Islam untuk menghancurkan kita. Dengan alasan ini, tidak\ndiperbolehkan untuk mengafirkan berbagai kelompok Islam itu dalam keadaan apa\npun. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Fatwa Imam\nAli Khamene\u2019i ra mengenai pengharaman pelecehan terhadap simbol-simbol yang\ndisucikan oleh mazhab Sunni<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah\njawaban terhadap permintaan fatwa yang diajukan oleh sekelompok ulama dan para\npengajar Syi\u2019ah di daerah Ihsa, Saudi Arabia kepada Yang Mulia Pemimpin&nbsp; Revolusi Islam mengenai \u201cpelecehan kepada\nistri Rasulullah saw\u201d, beliau menjawab: \u201cHaram melecehkan simbol-simbol sakral\nsaudara kita Ahlusunnah, apalagi sampai menuding dengan keji istri Nabi saw\ndengan tudingan yang akan melepaskan kemuliaannya. Bahkan perilaku ini\ndiharamkan atas semua istri Nabi saw dan khususnya kepada Nabi saw. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apresiasi Syekh\nAzhar Mesir atas terbitnya Fatwa Imam Ali Khamene\u2019i ra<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Syekh Ahmad\nThayyib, rektor al-Azhar, menerbitkan pernyataan resmi yang di dalamnya\nmenjelaskan bahwa fatwa ini telah dikeluarkan dalam waktu yang tepat untuk\nmenutup dan menghancurkan pintu-pintu fitnah.<\/p>\n\n\n\n<p>Syekh Ahmad\nThayyib menambahkan dalam pernyataannya itu bahwa, \u201cKami merasa sangat\nberbahagia dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas\ndikeluarkannya fatwa Imam Ali Khamene\u2019i\u2014fatwa yang penuh keberkahan\u2014yang di\ndalamnya diharamkan berperilaku keji (melecehkan) kepada para sahabat (semoga\nrida Allah selalu tercurah kepada mereka) Nabi saw atau sikap permusuhan kepada\nistri-istri Nabi saw yang mulia. Fatwa ini menunjukkan makrifat yang lurus dan\npemahaman yang mendalam atas bahaya dari tindakan yang dilakukan para penyebar\nfitnah. Fatwa ini pun menjelaskan kehendak beliau yang sangat kuat terhadap\npersatuan kaum muslimin. Yang menambah nilai penting terbitnya fatwa ini adalah\nkarena fatwa ini muncul dari salah seorang tokoh terkemuka ulama Islam dan\nmerupakan salah seorang marja Syi\u2019ah terpenting dalam kapasitas beliau sebagai\npemimpin tertinggi Republik Islam Iran.\u201d&nbsp;\n<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pernyataan\nPemimpin Tertinggi Revolusi Islam dalam acara yang lain<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pernyataan\nyang disampaikan beliau pada acara yang diselenggarakan di Provinsi Kurdistan,\ntanggal 13 April 2009 M. Acara ini dihadiri oleh ribuan massa:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setiap perkataan\natau tindakan yang menyulut api perpecahan di kalangan kaum muslimin, dan\nsetiap pelecehan atas hal-hal yang dianggap sakral oleh berbagai kelompok Islam\natau mengafirkan salah satu mazhab Islam merupakan tindakan pelayanan terhadap\nbalatentara kekafiran dan kesyirikan, pengkhianatan terhadap Islam dan\ndiharamkan oleh syariat.<\/p>\n\n\n\n<p>Orang-orang yang\nmengaku-ngaku Sunni (<em>tasannun<\/em>) yang dibantu oleh Amerika dan orang-orang\nyang mengaku-ngaku Syi\u2019ah (<em>tasyayyu\u2019<\/em>) yang muncul dari London yang\nberbicara kepada dunia (dengan mengatasnamakan Islam), ketahuilah sesungguhnya\nkeduanya adalah teman-teman setan dan para pekerja kaum imperialis dan Barat.<\/p>\n\n\n\n<p>Musuh-musuh\nIslam terus-menerus menebar ancaman terhadap inti eksistensi Islam. Karena itu,\nwajib atas seluruh umat Islam dan mazhab-mazhab Islam untuk menyatukan diri\ndalam barisan yang satu dan kokoh dan menjadi \u201ctangan yang satu\u201d untuk mencegah\npengaruh musuh menembus Dunia Islam.<\/p>\n\n\n\n<p>Demi Allah,\norang-orang yang menanam kebencian dan kedengkian di dalam kelompok Syi\u2019ah\nkepada Ahlusunnah dan orang-orang yang menanam kebencian dan kedengkian di\ndalam kelompok Ahlusunnah kepada Syi\u2019ah, mereka bukan termasuk golongan Syi\u2019ah\nataupun Ahlusunnah sejati. Mereka sejatinya tidak menyukai Syi\u2019ah dan tidak\nmenyukai Ahlusunnah; mereka sebenarnya adalah musuh Islam. Tentu saja mereka\ntidak mengetahui hal itu, sebagian besar mereka orang-orang yang tidak\nmengerti. <\/p>\n\n\n\n<p>Begitu juga ada\nsebagian orang Syi\u2019ah yang melecehkan hal-hal sakral kaum Sunni karena\nkebodohan atau kelalaian mereka, atau terkadang karena niat menumbuhkan\nperpecahan. Maka saya katakan kepada Anda semua: kelakuan kedua kelompok ini\ndiharamkan syariat dan berlawanan dengan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pernyataan\nyang disampaikan beliau pada pertemuan tokoh-tokoh dan pelajar Sunni dan Syi\u2019ah\ndi Provinsi Kurdistan, tanggal 13 April 2009 M.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Terkadang ada\noknum Syi\u2019ah yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk menyerang orang Sunni,\nbegitu juga ada seorang oknum Sunni yang berusaha sekuat tenaga menyerang orang\nSyi\u2019ah. Tentu saja, inilah sebenarnya yang diusahakan oleh musuh-musuh Islam\n(pertengkaran Syi\u2019ah dan Sunni). Ketika terjadi pertentangan dan terjadi\nperpecahan; ketika sebagian di antara kita berburuk sangka kepada sebagian yang\nlain; ketika sebagian kita berkhianat kepada sebagian lainnya; tentu saja kita\ntidak akan bekerja sama satu sama lain dan tidak akan saling menyayangi di\nantara kita. Inilah yang diinginkan oleh musuh-musuh kita. Sudah seyogianya\npara ulama Sunni dan Syi\u2019ah memahami fakta ini dan agar mengerti hakikatnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Memang, kedua\nmazhab ini tidak bersepakat dalam beberapa masalah agama. Meski demikian dalam\nbanyak hal ada lebih banyak kesepakatan di antara keduanya. Tetapi ketidaksepakatan\nini tidak harus dipahami sebagai permusuhan. Kenyataannya, kita menemukan\npertentangan yang tajam di dalam beberapa fatwa dari ulama-ulama Syi\u2019ah; begitu\njuga kita menemukan pertentangan tajam beberapa fatwa dari ulama-ulama Ahlusunnah,\nakan tetapi pertentangan ini tidak secara otomatis dianggap sebagai bentuk\npelecehan atau tindak pencacian di antara kita. <\/p>\n\n\n\n<p>Tak seorang pun\nberhak memonopoli kecintaan kepada Ahlulbait as sebagai hanya milik kaum Syi\u2019ah\nsaja. Ahlulbait as adalah milik Dunia Islam. Siapakah yang tidak menyukai\nbahwasanya Hasan dan Husain as keduanya adalah penghulu para pemuda surga?\nSiapakah yang tidak menyenangi para Imam Syi\u2019ah yang mulia (yang merupakan\nAhlulbait Nabi saw)?<br><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref1\">[i]<\/a> <em>Shahifah Nur<\/em>, jilid 5, hal., 77.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref2\">[ii]<\/a> <em>Shahifah Nur<\/em>, jilid 14, hal., 157.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ednref3\">[iii]<\/a> <em>Shahifah Nur<\/em>, jilid 5, hal.38.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Imam Khomeini ra (Alm) ICC Jakarta &#8211; Kita dengan saudara Sunni kita ibarat bangunan yang satu, karena<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11728,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[18],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11727"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11727"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11727\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11729,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11727\/revisions\/11729"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11728"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}