{"id":11853,"date":"2020-11-19T02:46:19","date_gmt":"2020-11-19T02:46:19","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=11853"},"modified":"2020-11-19T02:46:20","modified_gmt":"2020-11-19T02:46:20","slug":"habib-luthfi-tegaskan-nabi-selalu-menjaga-perkataan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2020\/11\/19\/habib-luthfi-tegaskan-nabi-selalu-menjaga-perkataan\/","title":{"rendered":"Habib Luthfi Tegaskan Nabi Selalu Menjaga Perkataan"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>ICC Jakarta &#8211; <\/strong>Rais \u2018Aam Idarah Aliyah Jami\u2019yah Ahlith Thariqah Al-Mu\u2019tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya menegaskan bahwa pertama, Allah SWT menghendaki Nabi Muhammad SAW menjadi hambanya yang terpilih dan menjadi yang terdepan dari nabi-nabi. Kedua, Rasulullah merupakan sosok ma\u2019shum (terpelihara dari dosa). \u201cYang ketiga tidak pernah lahn, yaitu melakukan kesalahan di dalam menerapkan hukum, dalam berdakwah, dan di dalam canda dan gurauannya,\u201d jelas Habib Luthfi. <\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu ditegaskan oleh ulama asal Pekalongan, Jawa Tengah\nini di dalam bukunya, Secercah Tinta (2012: 55). Menurutnya, perilaku Nabi\nMuhammad selalu menjaga perkataan. Hal ini yang menjadi salah satu syarat bagi\nmereka yang mengeluarkan fatwa maupun melontarkan pendapat dan kata-kata.\nPimpinan Majelis Kanzus Sholawat Pekalongan ini menerangkan, orang yang sering\nlahn termasuk tidak boleh mengeluarkan fatwa. \u201cLahn di sini tidak hanya\nmempunyai arti salah mengucapkan kata-kata, tetapi juga menjawab sesuatu\npadahal dia sendiri tidak tahu tahu jawabannya atau tidak mantap,\u201d tutur Habib\nLuthfi. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemisal ada yang bertanya tentang hukum dan jawabannya\n\u2018menurut pendapat saya begini\u2019, itu termasuk lahn. Menjawab hukum kok \u2018menurut\nsaya\u2019,\u201d imbuh Habib Luhtfi. Sementara itu, Dosen UIN Syarif Hidyatullah\nJakarta, Abdul Moqsith Ghazali menjelaskan perkara keturunan nabi atau habaib\ndengan sumber hukum dalam Islam. Pertanyaan mendasar yang dilontarkan Moqsith\nialah apakah para habaib sumber hukum dalam Islam. \u201cRupanya ada yang salah\npaham terhadap status yang saya buat sebelum Jumatan: Apakah Habaib Sumber\nHukum dalam Islam?\u201d tulis Moqsith lewat Facebooknya, Jumat (13\/11) lalu. Kiai\nyang mengasuh pengajian kitab ushul fiqih, fiqih, dan tafsir secara virtual ini\nmenjelaskan bahwa terang benderang ketika dinyatakan bahwa habaib bukan sumber\nhukum dalam Islam, maka di dalamnya tak ada unsur merendahkan anak keturunan\nNabi. <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJustru poinnya adalah untuk menunjukkan ketinggian posisi\nNabi,\u201d terang Kiai Moqsith. <\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, menurutnya, dalam Islam hanya ada satu manusia yang\nperkataan, perbuatan dan taqrirnya menjadi rujukan hukum. \u201cManusia itu bernama\nMuhammad Rasulullah SAW,\u201d jelasnya. \u201cZaman Nabi SAW tak ada ijma&#8217;. Karena Nabi\nadalah sumber hukum satu-satunya (\u0645\u0631\u062c\u0639 \u0627\u0644\u062a\u0634\u0631\u064a\u0639\n\u0648\u062d\u062f\u0647). Dan sekiranya ada aktivitas ijtihad-qiyas oleh para Sahabat,\nmaka hasilnya pun tetap dalam verifikasi Nabi, taqrir Nabi SAW,\u201d tandasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: https:\/\/www.nu.or.id\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Rais \u2018Aam Idarah Aliyah Jami\u2019yah Ahlith Thariqah Al-Mu\u2019tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya menegaskan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11854,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11853"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11853"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11855,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11853\/revisions\/11855"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}