{"id":11988,"date":"2020-12-23T05:07:05","date_gmt":"2020-12-23T05:07:05","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=11988"},"modified":"2021-02-18T08:40:00","modified_gmt":"2021-02-18T08:40:00","slug":"mengenal-tanda-tanda-allah-melalui-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2020\/12\/23\/mengenal-tanda-tanda-allah-melalui-alam\/","title":{"rendered":"Khutbah ke-151, Mengenal Tanda-Tanda Kekuasaan Allah Melalui Alam"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong>Pembahasan kali ini adalah mengenai mengenal Allah Swt. Mengenal Allah ada dua jalan: pertama, jalan melalui diri sendiri atau jalan internal; jalan kedua adalah jalan eksternal. Jalan eksternal atau ajaran kedua ini adalah dengan cara kita melihat apa-apa yang ada di luar diri kita, memerhatikan alam yang ada di sekitar kita. Saat ini kita akan membahas mengenal Allah melalui jalan eksternal.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kita secara sepintas melihat kepada alam tempat\nkita hidup,\nakan kita dapati bahwa alam merupakan sebuah tempat atau ruang yang bukan\nmerupakan tempat yang kacau dan tak beraturan. Ada sebuah sistem yang mengaturnya seakan-akan semuanya\nbergerak pada satu rel untuk mencapai tujuan yang sama. Ke manapun mata kita\nmemandang,\nfenomena apa pun yang kita perhatikan akan kita dapati terdapat keteraturan di\nsitu. Tentunya keserasian yang sedemikian teratur yang kita saksikan di alam\nini, di semua\nfenomena alam ini,\nmenunjukkan bahwasanya alam ini tidak tercipta dengan sendirinya, tetapi ada di belakangnya yang menciptakan adanya, yang membuat alam dan menjadikan ia ada.\nYang membuat alam adalah suatu kekuatan yang besar, kekuatan yang dipenuhi dengan ilmu, kekuatan yang punya rasa dan perasaan, ia bisa\nmemahami apa yang benar, apa yang baik dan apa yang terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun jika dibandingkan dengan zaman yang terdahulu, zaman ini adalah zaman yang merupakan masa ketika ilmu\nmencapai puncak kemajuannya. Walau demikian semua ilmuwan mengakui bahwa\nrahasia-rahasia alam masih belum terungkap. Masih ada alam yang belum bisa\ndipahami dan dicapai oleh manusia. Di luar bumi ini masih ada kehidupan atau fenomena- fenomena alam yang tidak pernah diketahui oleh\nmanusia,\nplanet-planet,\ngalaksi-galaksi yang ada di alam ini tidak pernah dicapai oleh manusia. Bahkan di bumi sendiri, lautan yang sedemikian dalam, manusia belum pernah bisa mengungkap rahasia yang ada\ndi kedalaman lautan itu. Para ilmuwan juga mengatakan dan mengakui kelemahan\nmereka untuk bisa menyingkap rahasia-rahasia alam sampai detik ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah keserasian dan keteraturan alam yang sedemikian\ntinggi?\nApakah rahasia-rahasia alam yang sampai sekarang belum\npernah terungkap membuktikan bahwa alam itu tercipta dengan sendirinya, atau ada pencipta di luar alam yang telah membuat\nalam itu muncul kepada keberadaan dan ternyata yang memunculkan adalah satu\nkekuatan yang tidak memiliki perasaan dan tidak memiliki ilmu dan kekuatan. Untuk\nbisa menjelaskan permasalahan ini ada beberapa poin yang layak untuk dibahas\npada kesempatan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita lihat bahwa di dalam kehidupan ini untuk\nmemunculkan sebuah fenomena atau sesuatu di alam ini perlu ada beberapa\nmukadimah yang harus ada. Misalnya, jika kita\ningin menanam sebuah biji-bijian kemudian kita menghendaki memiliki sebuah\npohon tertentu, ada\nbeberapa unsur yang harus kita siapkan: adanya lahan di situ, adanya air yang cukup, adanya pencahayaan atau sinar matahari yang cukup supaya\nkemudian benih bisa kita tanam dan benih itu bisa hidup dan bisa bernapas\ndengan secukupnya,\ndan memperoleh air yang cukup sehingga ia bisa berkembang. Tentunya\naturan-aturan semacam ini adalah aturan-aturan alam yang tidak mungkin alam\nyang tidak punya ilmu bisa membuatkan ketentuan seperti ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang kedua, kita saksikan di alam ini masing-masing\nbenda di alam atau sesuatu yang maujud di alam ini memiliki pengaruh dan cara\nkerja sendiri. Sebagai\ncontoh, misalnya\nbahwa kita tahu ada api dan ada air. Api wataknya selalu membakar dan air\nmembasahi,\ntidak mungkin tugas masing-masing tugas kedua itu tertukar. Misalnya api menjadikan sesuatu tempat menjadi basah, atau air membuat sesuatu itu terbakar. Masing-masing punya kerja dan lingkup apa yang bisa\ndilakukan. Apakah\nini tidak menunjukkan bahwa di balik alam ini, di balik terciptanya benda-benda yang ada di alam ini, ada suatu kekuatan yang memiliki ilmu yang sedemikian\nkuat sehingga memberikan ketentuan-ketentuan untuk alam?<\/p>\n\n\n\n<p>Yang ketiga, kita melihat adanya unsur-unsur yang\nsaling membantu di dalam alam ini. Sebagai contoh, misalnya dalam badan manusia ketika ada kuman masuk\nke badan manusia, maka seluruh yang ada di badan manusia akan memberikan reaksi\nterhadap masuknya virus yang membahayakan, akan muncul sebuah kekuatan untuk menciptakan\nantibodi pada diri manusia, sel-sel darah putih akan digerakkan untuk bisa\nmelindungi tubuh manusia dari serangan mikroba atau kuman yang mungkin akan\nmembahayakan manusia. Ini semua menunjukkan bahwasanya ada yang mengatur. Itu semua yang mengatur pasti adalah akal yang\nsedemikian luas ilmunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bukan hanya bagian-bagian dari suatu maujud yang\nsaling membantu,\ntetapi kalau kita melihat keseluruhan alam yang ada di alam ini semuanya saling\nmembantu untuk menciptakan sebuah keserasian universal.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang keempat, tentang keserasian yang ada di alam, kita bisa saksikan bagaimana satu bagian alam akan\nbekerja sama dengan bagian lain untuk menciptakan sebuah gerakan yang seirama\ndan senada. Ketika\nsuatu pohon hendak muncul dan hendak tumbuh, matahari akan membantu\npertumbuhannya,\nair akan membantu pertumbuhannya, tanah juga akan membantu pertumbuhannya, angin juga akan meniupkan anginnya dengan sesuatu\nyang cocok untuk bisa menumbuhkan tumbuhan-tumbuhan itu. Jika kita andaikan matahari tidak ada, pohon tidak akan muncul; jika tidak ada air, pohon\nyang tadi kita bicarakan tidak akan pernah muncul; jika lahan juga tidak ada,\npohon pun tidak akan muncul. Karena itu, setiap kali melihat keteraturan dan\nkeserasian, manusia akan melihat bahwa ada yang mengatur di balik itu. Jika melihat suatu keteraturan, suatu keajaiban, maka orang akan mengambil kesimpulan\nbahwa ada akal yang sedemikian kuat yang telah mengaturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, bisa kita katakan dengan yakin bahwa seorang\nyang matanya buta,\ntuna netra yang tidak memiliki keilmuan apa pun juga, tidak mungkin orang seperti itu akan mengambil mesin\nketik atau computer, kemudian dia menyalakan komputer mengetik sebuah tulisan\nartikel ilmiah yang sedemikian berbobot. Kita juga bisa memastikan bahwa\nseorang anak kecil usia dua tahun, misalnya, yang kemudian dia mengambil kuas, mengambil cat berwarna,\nkemudian dia main-mainkan kuas itu di atas selembar\nkertas, tidak\nmungkin hasilnya adalah sebuah lukisan yang sedemikian indah layaknya seorang\nmaestro pelukis yang melukis. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, ketika Anda melihat dan membaca sebuah\nartikel ilmiah yang sangat berbobot, Anda pasti\nakan mengatakan bahwa penulisnya adalah seseorang yang memiliki ilmu yang luas\ndan wawasan yang cukup. Jika Anda pergi ke galeri pameran lukisan lalu melihat\nada lukisan yang sedemikian indah, Anda pasti akan mengatakan bahwa yang\nmembuat adalah seorang pelukis yang memiliki jiwa seni yang tinggi. Jika Anda\nmelihat sebuah bangunan yang tinggi, pencakar langit yang sedemikian indah, Anda pasti akan mengatakan bahwa yang membangun\nbangunan ini adalah seorang insinyur dan arsitek yang mahir. Bisa jadi Anda\ntidak pernah mengenal pelukis itu, bisa jadi Anda tidak pernah mengenal insinyur itu, dan bisa jadi Anda tidak pernah mengenal penulis\nmakalah tadi,\ntapi Anda bisa meyakini dan bisa memastikan bahwa pelukis atau penulis\nmakalahnya atau insinyurnya adalah orang yang mahir di bidangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Andai saja kita tidak mengenal Tuhan yang menciptakan\nalam tapi kita bisa meyakini bahwa keserasian yang sedemikian teliti di alam\nini, sedemikian\nkeajaiban yang kita saksikan di alam ini, pasti dibuat oleh yang maha mengetahui dan yang\nmemiliki kekuasaan dan kekuatan yang besar. Pada Alquran\nsurah Fushshilat ayat 53, Allah Swt berfirman: <em>K<\/em><em>ami akan\nmemperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kebesaran <\/em><em>K<\/em><em>ami di\nseluruh alam ini dan tanda-tanda kebesaran <\/em><em>K<\/em><em>ami pada diri mereka sehingga mereka tahu dan jelas\nbagi mereka apa itu kebenaran<\/em><em>.<\/em><em>\n<\/em><em>B<\/em><em>ukankah\ncukup tuhanmu sebagai saksi atas segala sesuatu yang Dia ciptakan<\/em><em>.<\/em><em> <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Bukankah rahasia-rahasia alam yang kita saksikan di\nalam ini dan rahasia-rahasia yang ada pada diri kita menjadi tanda kekuasaan\ntanda bahwa ada Allah Swt yang menciptakannya?<\/p>\n\n\n\n<p>Kita hidup di zaman ketika kemajuan ilmu sudah mencapai\npuncaknya, dan kita saksikan rahasia demi rahasia alam terungkap. Manusia bisa melihat keajaiban-keajaiban pada diri\nmanusia,\nkeajaiban juga yang ada pada tumbuh-tumbuhan, dan juga orang bisa melihat bagaimana sel-sel kecil\nyang tidak terlihat mata yang ada alam ini adalah sumber dari kehidupan. Bahwa semua kehidupan benda-benda yang ada di alam ini\nberasal dari atom. Kita\nmengetahui itu dan ilmu telah menyingkap kepada kita, sehingga bisa dikatakan bahwa semua ini seharusnya\nmengajak kita dan mengarahkan kita kepada Allah Swt. Bahkan bisa dikatakan bahwa buku-buku yang menyingkap\ntentang rahasia-rahasia alam, kemajuan-kemajuan ilmu yang kita baca, buku-buku itu layak untuk disebut sebagai buku tauhid dan buku akidah.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu contoh yang ingin saya sampaikan pada kesempatan\nini, contoh\nyang berhubungan dengan badan manusia. Kita melihat bahwa badan manusia salah satu anggotanya\nadalah otak. Otak\nyang isinya bermacam-macam sel, bermacam-macam saraf. Ada sebuah cerita, cerita nyata &nbsp;tetang seorang\nanak muda yang mengalami kecelakaan, badannya sehat dan tidak ada permasalahan yang serius\npada badannya. Hanya saja kecelakaan itu telah menghantam satu bagian dari sel\ndi otaknya,\nyang ibaratnya telah memutus dia. Kalau kita bisa ibaratkan seperti kabel yang\nmenghubungkan antara otaknya dengan tempat yang disebut sebagai pusat dari daya\ningatnya,\nsehingga ketika dia kembali dari rumah sakit dia tidak mengenali semua yang ada\ndi rumah itu. Bahkan dia tidak mengenal ayah dan ibunya. Ketika ditunjukkan kamarnya, dia mengingkari bahwa itu adalah kamarnya. Dia berkata,\n\u201cPertama kalinya, saya melihat kamar seperti ini.\u201d Ketika dia melihat hasil prakarya, pekerjaan dia, dia mengatakan, \u201cSaya belum pernah\nmelihat ini dan ini bukan karya-karyaku.\u201d Jika kita bisa melihat tubuhnya, terlihat seperti tidak ada masalah tetapi hanya\ndengan satu goncangan yang mengguncang, maka terputuslah hubungan antara otak\ndia dengan daya memori dia. Sedemikian menakjubkannya apa yang ada pada diri\nmanusia.<\/p>\n\n\n\n<h2>Keajaiban Memori Manusia<\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu bagian terpenting dari otak kita adalah\nmemori. Allah Swt telah membuat memori yang ada pada setiap manusia\nmenjadi sesuatu yang sangat menakjubkan. Kita bisa melihat bagaimana memori bekerja sedemikian\ncepat.\nMemori yang kita miliki telah mencatat dan merekam\nsemua yang kita lihat dari semenjak kita lahir. Sebagai contoh, ketika kita berkenalan dengan seseorang, kita melihat dia wajahnya tinggi, badannya, warna kulitnya, tutur katanya, wawasan keilmuannya, semua yang kita perhatikan dari dia akan tersimpan\npada memori kita sehingga sewaktu-waktu kita bertemu lagi dengan dia semua\nmemori itu langsung keluar dan langsung kita diperlihatkan kepada kita. Dengan &nbsp;begitu kita bisa menunjukkan sikap kita\nkepadanya. Jika\nternyata yang tersimpan dalam memori kita adalah bahwa orang itu merupakan\nmusuh, kita akan\nmenunjukkan kebencian dan mungkin kita akan menghindar saat bertemu dengannya. Tetapi jika yang kita lihat dalam memori yang kita\nmiliki tentang orang itu adalah sahabat, ketika bertemu dengannya kita akan menghormatinya dan\nmemperlakukannya layaknya sahabat. <\/p>\n\n\n\n<p>Itu semua terjadi dengan sangat cepat. Padahal kalau\nkita melihat,\nkalau kita mengumpulkan memori-memori itu tentang seseorang tertentu, kita perlu waktu yang cukup lama untuk bisa\nmemisahkan memori-memori\nyang tak beraturan itu supaya kita bisa menunjukkan bahwa ini berhubungan\ndengan seseorang tertentu. Apalagi jika semua memori yang kita simpan dari\nsemenjak kelahiran kita sampai hari ini dituliskan di atas kertas, maka mungkin kita akan memerlukan satu kotak\ntersendiri untuk menyimpan kertas-kertas itu. Tapi Allah Swt telah menakdirkan bahwa semua memori yang kita miliki\ndari semenjak kelahiran kita sampai saat ini tersimpan dalam sebuah tempat yang\nsangat kecil pada tubuh kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah semua keajaiban tadi dan rahasia-rahasia alam yang barusan disinggung terjadi dengan sendirinya? Apakah semua keserasian dan keteraturan yang ada di alam ini tercipta dengan sendirinya tanpa ada pencipta di baliknya? Apakah itu semua diciptakan oleh alam yang tidak punya akal? Mungkinkah alam yang tidak berakal menciptakan akal? Inilah pertanyaan yang disampaikan oleh Alquran al-Karim. Allah berfirman dalam surah al-Dzariyat, <em>Pada diri kalian ada tanda-tanda kebesaran Allah apakah kalian tidak melihatnya<\/em>. []  <\/p>\n\n\n\n<p>Naskah ini merupakan khotbah Jumat Direktur ICC Dr. Abdulmajid Hakimelahi, Jumat\u00a0 18 Desember 2020, di ICC, Jakarta. Ditranskrip dan disunting seperlunya oleh redaksi Buletin Nur al-Huda. <\/p>\n\n\n<h3>Artikel terakhir di kategori ini:<\/h3><a href='https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2022\/11\/17\/perlunya-kenabian-dalam-kehidupan\/'><div style='display: table; width: 100%; table-layout: fixed; margin-bottom: 10px;'><\/div><div style='display: table-cell; width: 128px; background: url(https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/6bcb3fea00db5158548c25e105f5668f.jpg) no-repeat center center; background-size: cover; -webkit-background-size: cover; -moz-background-size: cover; -o-background-size: cover;'><\/div><div style='display: table-cell; text-align: left; padding-left: 10px;'><h3 style='font-size: 16px; margin: 0px;'>Perlunya Kenabian dalam Kehidupan<\/h3><div style='display: inline-block; font-size: 10px; padding: 3px; margin; 3px; background-color: #9a0000; color: white;'>November 17, 2022<\/div><p style='margin: 0px; font-size: 14px;'>Manusia dengan segala kecerdasannya tidak akan mengetahui secara pastibagaimana jalan menuju Allah SWT.Ketika para Nabi diutus, mereka harus<\/p><\/div><\/a><a href='https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2022\/09\/30\/muhammad-model-sempurna-untuk-menjadi-manusia-terbaik\/'><div style='display: table; width: 100%; table-layout: fixed; margin-bottom: 10px;'><\/div><div style='display: table-cell; width: 128px; background: url(https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/image_editor_output_image1103511237-1664551989130.jpg) no-repeat center center; background-size: cover; -webkit-background-size: cover; -moz-background-size: cover; -o-background-size: cover;'><\/div><div style='display: table-cell; text-align: left; padding-left: 10px;'><h3 style='font-size: 16px; margin: 0px;'>Muhammad Model Sempurna untuk Menjadi Manusia Terbaik<\/h3><div style='display: inline-block; font-size: 10px; padding: 3px; margin; 3px; background-color: #9a0000; color: white;'>September 30, 2022<\/div><p style='margin: 0px; font-size: 14px;'>Adalah suatu yang fitrah seorang manusia mencintai kesempurnaan. Tetapi ketika kita menginginkan sesuatu yang terbaik, apakah kita juga<\/p><\/div><\/a><a href='https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2022\/08\/22\/mengharap-al-husain-memintakan-ampunan-allah-swt-untuk-kita\/'><div style='display: table; width: 100%; table-layout: fixed; margin-bottom: 10px;'><\/div><div style='display: table-cell; width: 128px; background: url(https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/WhatsApp-Image-2022-08-19-at-13.01.13.jpeg) no-repeat center center; background-size: cover; -webkit-background-size: cover; -moz-background-size: cover; -o-background-size: cover;'><\/div><div style='display: table-cell; text-align: left; padding-left: 10px;'><h3 style='font-size: 16px; margin: 0px;'>Mengharap Al-Husain Memintakan Ampunan Allah Swt untuk Kita<\/h3><div style='display: inline-block; font-size: 10px; padding: 3px; margin; 3px; background-color: #9a0000; color: white;'>Agustus 22, 2022<\/div><p style='margin: 0px; font-size: 14px;'>Dalam Majelis Duka Asyura kita dapat mengambil banyak sekali pelajaran, di antaranya tentang komitmen dan kesetiaan kita pada<\/p><\/div><\/a><a href='https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2022\/08\/19\/tiga-pelajaran-penting-dari-peristiwa-asyura\/'><div style='display: table; width: 100%; table-layout: fixed; margin-bottom: 10px;'><\/div><div style='display: table-cell; width: 128px; background: url(https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/IMG-20220819-WA0002.jpg) no-repeat center center; background-size: cover; -webkit-background-size: cover; -moz-background-size: cover; -o-background-size: cover;'><\/div><div style='display: table-cell; text-align: left; padding-left: 10px;'><h3 style='font-size: 16px; margin: 0px;'>Tiga Pelajaran Penting dari Peristiwa Asyura<\/h3><div style='display: inline-block; font-size: 10px; padding: 3px; margin; 3px; background-color: #9a0000; color: white;'>Agustus 19, 2022<\/div><p style='margin: 0px; font-size: 14px;'>Pertama, Perjuangan dan komitmen atas ajaran agama.Imam Husain dan para sahabatnya, menjalankan misi yang bukan untuk menunjukkan kesombongan,<\/p><\/div><\/a><a href='https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2021\/12\/31\/bolehkah-kita-merayakan-tahun-baru\/'><div style='display: table; width: 100%; table-layout: fixed; margin-bottom: 10px;'><\/div><div style='display: table-cell; width: 128px; background: url(https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/IMG_20211231_184807.jpg) no-repeat center center; background-size: cover; -webkit-background-size: cover; -moz-background-size: cover; -o-background-size: cover;'><\/div><div style='display: table-cell; text-align: left; padding-left: 10px;'><h3 style='font-size: 16px; margin: 0px;'>BOLEHKAH KITA MERAYAKAN TAHUN BARU?<\/h3><div style='display: inline-block; font-size: 10px; padding: 3px; margin; 3px; background-color: #9a0000; color: white;'>Desember 31, 2021<\/div><p style='margin: 0px; font-size: 14px;'>Berdasarkan penanggalan, besok adalah tahun baru. Tahun 2022. Ada pertanyaan, &#8220;Apakah kita boleh menyelenggarakan pesta atau acara bersenang-senang<\/p><\/div><\/a>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;Pembahasan kali ini adalah mengenai mengenal Allah Swt. Mengenal Allah ada dua jalan: pertama, jalan melalui<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":11989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[414],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11988"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11988"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11988\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12697,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11988\/revisions\/12697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11988"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11988"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11988"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}