{"id":12094,"date":"2021-01-08T06:28:51","date_gmt":"2021-01-08T06:28:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=12094"},"modified":"2021-01-08T06:28:53","modified_gmt":"2021-01-08T06:28:53","slug":"peringatan-tujuh-hari-wafat-ayatullah-mesbah-yazdi-dan-haul-syahid-qasem-soleimani-dan-abu-mahdi-al-muhandis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2021\/01\/08\/peringatan-tujuh-hari-wafat-ayatullah-mesbah-yazdi-dan-haul-syahid-qasem-soleimani-dan-abu-mahdi-al-muhandis\/","title":{"rendered":"Peringatan Tujuh Hari Wafat Ayatullah Mesbah Yazdi dan Haul Syahid Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al Muhandis"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>ICC Jakarta &#8211; <\/strong>Mendengar nama Syahid Qasim Sulaimani, akan mengingatkan kita kepada perjuangan-perjuangan yang dilakukannya, dari perang yang dipaksakan dengan Irak, memperjuangkan perbatasan Iran dwngan negara tetangganya dari barang-barang haram, termasuk penumpasan ISIS baik di Irak maupun Suriah.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak hanya sisi perjuangannya yang dilihat dari sosok\nQasim, tetapi kepribadiannya yang sudah paripurna sehingga kesyahidannya tidak\nhanya dirasakan oleh rakyat Iran saja, tetapi bahkan rakyat dari negara lain di\nseluruh penjuru dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenderal Qasim dicintai rakyat Iran dan banyak masyarakat\nlain semasa hidupnya. Ia menciptakan arus pemikiran tersendiri. Ia telah\nmelepaskan egonya, menyerahkan diri kepada kepentingan yang berporos pada Allah\nswt. Ia telah lebur kepada apa yang Allah Swt cintai dan ridhoi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa tanda bahwa seseorang telah melebur kepada Allah dan\nmelepaskan keakuannya? <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kriteria yang dimiliki syahid Qasim Sulaimani dan Abu Mahdi\nAl-Muhandis, yang menjadikan mereka lebur kepada Allah dan melepas keakuan\nmereka.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pertama<\/strong>, adalah keikhlasan mereka. Bahwa yang\ndilakukannya tidak pernah dilakukan untuk mendapatkan pujian. Sering kali dia\nmelakukan sesuatu, mereka berusaha agar perbuatan baik yang dilakukannya tidak\nnampak oleh orang lain. Bahkan di pertwmuan para petinggi Iran, beliau berusaha\nagar tidak nampak di hadapan umum.<\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8220;Tidak ada seorang Mukmin yang ikhlas selama 40<\/em><em> hari, melainkan akan ditampakkan hikmah\nuntuknya.&#8221;<\/em> Riwayat Imam Bagir as.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kedua<\/strong>, Kesalehan dan Spiritual mereka. Bukan hnya\nmenjaga ibadah wajibnya, tetapi juga amalan-amalan sunnahnya. Termasuk\nzikir-zikir dan shalat malamnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ketiga<\/strong>, meskipun merupakan pejabat tinggi di Iran,\nbeliau dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja. Ketika beliau\nmembeli meubel, beliau membeli meubel bekas dan sangat murah untuk digunakan di\nrumahnya. Baginya meubel ratusan ribu sama fungsinya dengan yang seharga\nmilyaran. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keempat<\/strong>, beliau sangat tawaddu&#8217; dan akrab dengan rakyat jelata. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Kelima<\/strong>, disiplin. Pernah dalam situasi perang, dia\nterbang kembali ke Iran untuk hadir rapat. Dan setelah selesai, ia kembali lagi ke Suriah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Keenam<\/strong>, kecintaannya pada Ahlulbait. Setiap tahun\nselalu menyelenggarakan\nperingatan untuk Ahlulbait. Ketika datang ke makam Aimmah, ia\nakan melepaskan alas kakinya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ketujuh<\/strong>, selalu mendambakan kesyahidan.<\/p>\n\n\n\n<p>Riwayat Sayidah Fatimah, <em>&#8220;<\/em><em>Siapa saja yang mengangkat ibadahnya yang Ikhlas, maka Allah akan\nmenurunkan hikmahNya utknya.&#8221;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Terkait Ayatullah Misbah Yazdi, saya mengatakan tidak ada\nyang memiliki kedalaman pemahaman tentang filsafat. Ini diakui oleh para\nfilosof dunia. <\/p>\n\n\n\n<p>Ketawadu&#8217;an beliau ditunjukkan juga saat hadir dalam majlis\nyang berkenaan dengan Ahlulbait, terutama majlis aza Imam Husein, beliau selalu\nduduk di belakang dekat dengan rak sepatu.<\/p>\n\n\n\n<p>Kerinduannya kepada Imam Zaman, ditunjukkan juga bahwa tiap\npagi beliau menangis, bahkan sampai siang hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Ceramah kedua,\noleh Ust Musa Kadzim, MA:<\/p>\n\n\n\n<p>Syahid adalah atribut yang paling mulia. Orang yang terbunuh\ndi jalan Allah, sebagaimana disebut dalam surat Al Baqarah dan Ali Imran, bahwa <em>orang\nyang syahid itu tidak mati, ia justru hidup<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Menunjukkan bahwa ini adalah pijakan Aqidah bagi kita. Bahwa\norang yang gugur syahid, ia tidak mati sebagaimana orang biasa mati, namun\nmereka adalah hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Syahadah, adalah syuhud atau menyaksikan sesuatu sebagai\nrealitas. <\/p>\n\n\n\n<p>Syahid, bukan sesuatu yang gampang digapai. Ia adalah\npencapaian seseorang yang salah satu syaratnya adalah keikhlasan dan kemuliaan,\nsebagaimana yang ada pada sosok syahid Qasim dan Abu Mahdi. <\/p>\n\n\n\n<p>Syahid Qasim dan Abu Mahdi, memberi bukti kecerdasan baik\npolitik, maupun militer yaitu membebaskan Suriah dan Irak dari ISIS. Barack\nObama sempat menyampaikan bahwa ISIS tidak bisa dilawan sampai 20 tahun ke\ndepan, tetapi Syahid Qaseem menunjukkan bahwa ancaman itu tidak bertahan lama. <\/p>\n\n\n\n<p>ISIS adalah proxy dan alat saja yang digunakan oleh kekuatan\noligarki dan kapitalis Global. Syahid Qasim tidak hanya membuktikan bahwa ia\nakan, tetapi sudah menghancurkan proxy tersebut. Ia membuktikan kekuatan\nseorang Mukmin di tengah modal dan persenjataan yang terbatas, dapat\nmengalahkan kekuatan besar kaum zalim perusak keadilan.<\/p>\n\n\n\n<p>Musuh menganggap bahwa kematian Qasim dan Abu Mahdi sebagai\nkekalahan dari sebuah bangsa. Mereka tidak melihat bahwa kesyahidan mereka\njustru menambah kecintaan serta semangat para masyarakat dalam melawan kekuatan\narogansi global. <\/p>\n\n\n\n<p>Ulama Ahlulbait, terutama Ayatullah Misbah Yazdi, memberikan contoh kepada kita akan, kedalaman ilmu, keunggulan akhlaknya, yang menjadikan penghias bagi Ahlulbait bukan sebagai perusak. <em>Kunu lana Zainan wala takunu lana Syainan.\u00a0<\/em>(Tim\u00a0Budaya\u00a0ICC Jakarta-\u00a0Mujib)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1015\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/1-1015x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12096\" srcset=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/1-1015x1024.jpeg 1015w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/1-150x150.jpeg 150w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/1-347x350.jpeg 347w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/1-768x775.jpeg 768w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/1.jpeg 1269w\" sizes=\"(max-width: 1015px) 100vw, 1015px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/2-1024x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12097\" srcset=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/2-1024x1024.jpeg 1024w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/2-150x150.jpeg 150w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/2-350x350.jpeg 350w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/2-768x768.jpeg 768w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/2.jpeg 1280w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1600\" height=\"896\" src=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/3-1024x573.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12098\" srcset=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/3-1024x573.jpeg 1024w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/3-150x84.jpeg 150w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/3-350x196.jpeg 350w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/3-768x430.jpeg 768w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/3.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"953\" height=\"1280\" src=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/4-762x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12099\" srcset=\"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/4-762x1024.jpeg 762w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/4-112x150.jpeg 112w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/4-261x350.jpeg 261w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/4-768x1032.jpeg 768w, https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/4.jpeg 953w\" sizes=\"(max-width: 953px) 100vw, 953px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Mendengar nama Syahid Qasim Sulaimani, akan mengingatkan kita kepada perjuangan-perjuangan yang dilakukannya, dari perang yang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":12095,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12094"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12094"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12100,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12094\/revisions\/12100"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12095"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}