{"id":3131,"date":"2017-04-06T17:00:48","date_gmt":"2017-04-06T10:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=3131"},"modified":"2017-04-06T17:00:48","modified_gmt":"2017-04-06T10:00:48","slug":"hukum-allah-harus-dijalankan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2017\/04\/06\/hukum-allah-harus-dijalankan\/","title":{"rendered":"Hukum Allah Harus Dijalankan"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Pada masa pembebasan kota Mekah [Fathu Mekah] dan kemenangan umat Islam, sampailah sebuah kabar kepada Rasulullah Saw bahwa salah seorang wanita Quraisy mencuri. Rasulullah Saw berkata, berdasarkan hukum Allah tangan pencuri harus dipotong. Bawa kepadaku perempuan itu agar aku laksanakan hukum Allah terkait dengannya.\u201d<\/p>\n<div class=\"item-text\">\n<p>Namun para sahabat dan orang-orang yang berada di sekitar beliau masing-masing mengatakan sesuatu. Seseorang berkata, \u201cSekarang bukan waktu yang tepat untuk melaksanakan hal ini. Kita baru saja datang ke kota ini. Kita harus mengambil hati masyarakat.<\/p>\n<p>Yang lainnya berkata, \u201cPerempuan ini adalah putrinya seseorang yang terkenal. Sebaiknya Anda abaikan saja kesalahannya.\u201d Dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>Tapi Rasulullah Saw berkata, \u201cApakah kalian mengatakan, aku harus mengabaikan undang-undang Islam? Bila perempuan ini adalah perempuan yang tidak punya siapa-siapa, kalian juga akan mengatakan seperti ini? atau kalian mengatakan, aku harus menghukumnya supaya menjadi pelajaran bagi yang lainnya?\u201d<\/p>\n<p>Kemudian beliau bersabda, \u201cKetahuilah bahwa undang-undang Allah tidak bisa ditafsirkan dan tidak bisa diliburkan.\u201d Dan beliau memerintahkan agar tangan perempuan itu dipotong.<\/p>\n<p><strong>Salam Dari Surga<\/strong><\/p>\n<p>Agama Islam sangat memperhatikan adab pergaulan. Rasulullah senantiasa mengatakan, \u201cBila dua orang muslim berjumpa atau masuk pada sebuah perkumpulan sebaiknya mengucapkan salam. Supaya rajutan kasih sayang semakin kokoh di antara mereka.\u201d<\/p>\n<p>Dan di tempat lain beliau bersabda, \u201cMengucapkan salam bisa menjauhkan seseorang dari takabbur [kesombongan]&#8230;Bila ada seseorang mengucapkan salam maka yang orang yang dituju hendaknya menjawab dengan intonasi yang lebih baik&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Tentunya terkait mengucapkan salam ada banyak hadis dan riwayat dan salah satunya adalah \u201cMengucapkan salam hukumnya sunnah dan menjawabnya wajib&#8230;\u201d<\/p>\n<p>Di hari-hari pertama pengutusan kenabian, masyarakat ketika berjumpa dengan yang lainnya, mengucapkan selamat pagi, selamat sore dan selamat malam. Sampai ketika Rasulullah Saw mendatangi mereka dan mengatakan, \u201cJibril turun kepadaku dan menyampaikan ucapan Allah seraya berkata, \u201cJangan mengucapkan salam dengan yang lain dengan cara tradisi Jahiliyah.\u201d<\/p>\n<p>Kemudian bersabda, \u201cAllah telah memberikan hadiah yang lebih baik untuk kita dan memerintahkan kita untuk mengucapkan salam dengan yang lain dengan cara para penghuni surga. Oleh karena itu, untuk selanjutnya, ketika berjumpa dengan saudara-saudara seagama ucapkanlah \u201cSalamun \u2018Alaikum\u201d dan dengan mengucapkan salam dan jawabannya, hadiahkan keselamatan pada saudara-saudara kalian!\u201d<\/p>\n<p><strong>Allah Merindukan Pertemuan Denganmu<\/strong><\/p>\n<p>Di Akhir usianya, Rasulullah Saw sakit parah dan akibatnya adalah beliau meninggal dunia. tiga hari sebelum wafat, Jibril datang menemui beliau dan berkata, \u201cHai Ahmad! Allah mengutusku kepadamu untuk menyampaikan salam-Nya dan kukatakan bahwa Dia mengetahui kondisimu.\u201d<\/p>\n<p>Tapi sekarang katakan bagaimana dengan kondisimu sendiri?<\/p>\n<p>Rasulullah Saw berkata, \u201cHai Jibril, aku sedih dan suntuk.\u201d<\/p>\n<p>Tiga hari kemudian [di detik-detik terakhir usianya] Jibril datang menemui Rasulullah bersama Izrail dan seorang malaikat bernama Ismail dan tujuh puluh ribu malaikan lainnya. Jibril berkata, \u201cHai Ahmad, aku diutus Allah kepadamu untuk menyampaikan salam-Nya kepadamu dan kukatakan bahwa Dia mengetahui kondisimu. Tapi sekarang katakan bagaimana dengan kondisimu sendiri?<\/p>\n<p>Rasulullah Saw berkata, \u201cHai Jibril, aku sedih dan suntuk.\u201d<\/p>\n<p>Jibril berkata, \u201cHai Ahmad, ini adalah malaikat maut. Dia datang untuk mengambil nyawamu dan dia meminta izin kepadamu. Padahal selama ini dia tidak pernah meminta izin kepada seseorang untuk mengambil nyawanya. Setelah ini juga tidak akan meminta izin kepada siapapun.\u201d<\/p>\n<p>Rasulullah Saw berkata, \u201cAtas namaku, izinkan dia!\u201d<\/p>\n<p>Jibril memberikan izin kepada Izrail dan Izrail maju dan berdiri di depan Rasulullah Saw seraya berkata, \u201cHai Ahmad, Allah telah mengutusku kepadamu dan Dia memerintahkanku untuk menjalankan perintahmu. Bila engkau mengizinkan, maka akan aku bawa ruhmu. Bila tidak, maka aku tidak akan melakukannya.\u201d<\/p>\n<p>Kemudian Jibril berkata, \u201cHai Ahmad, Allah merindukan pertemuan denganmu.\u201d<\/p>\n<p>Rasulullah Saw tersenyum dan dengan gembira berkata, \u201cHai malaikat maut, Lalukanlah apa yang diperintahkan kepadamu!\u201d(Emi Nur Hayati)<\/p>\n<p>Sumber: \u201cSad Pand va Hekayat\u201d Nabi Muhammad Saw<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"sharings hidden-xs hidden-sm hidden-print\">\u00a0Source: Pars Today<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Pada masa pembebasan kota Mekah [Fathu Mekah] dan kemenangan umat Islam, sampailah sebuah kabar kepada Rasulullah<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2557,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[11],"tags":[36,104,273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3131"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3131"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3131\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}