{"id":3255,"date":"2017-04-17T16:21:50","date_gmt":"2017-04-17T09:21:50","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=3255"},"modified":"2017-04-17T16:21:50","modified_gmt":"2017-04-17T09:21:50","slug":"pandangan-amru-bainal-amrain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2017\/04\/17\/pandangan-amru-bainal-amrain\/","title":{"rendered":"Argumentasi Pandangan Amru Bainal Amrain Menurut Al-Qur&#8217;an"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Amru bainal Amrain\u00a0adalah sebuah terminologi ilmu kalam dan merupakan keyakinan khas kalangan madzhab Imamiyyah\u00a0dalam masalah\u00a0<em>determinisme<\/em>\u00a0dan kehendak bebas (ikhtiar) manusia. Ajaran ini berhadapan dengan dua pandangan\u00a0<em>determinisme<\/em>\u00a0(<em>jabr<\/em>) dan pendelegasian (<em>tafwidh<\/em>) dan memaparkan bahwa dalam perbuatan-perbuatan manusia yang bersifat ikhtiar, baik kehendak Allah\u00a0Swt maupun kehendak manusia sama-sama memiliki pengaruh kepada manusia.<\/p>\n<p>Yang dimaksud dengan dua perkara (<em>amrain<\/em>) adalah\u00a0<em>determinisme<\/em>\u00a0(<em>jabr<\/em>) dan pendelegasian (<em>tafwidh<\/em>). Menurut teori determinisme, kehendak bebas manusia tidak berpengaruh dalam perbuatan-perbuatannya dan tindakan-tindakannya tak terelakkan serta berada di luar kendali dan ikhtiarnya sedangkan menurut teori pendelegasian, kehendak bebas manusia berefek dalam perbuatan-perbuatannya dalam segala sisi dan kekuatan Allah tidak berpengaruh di dalamnya, melainkan Tuhan hanya menciptakan manusia dan kekuatannya.<\/p>\n<p>Teori amru bainal amrain menolak kedua teori ini dan menyatakan bahwa dalam perbuatan-perbuatan ikhtiar manusia, baik kehendak Tuhan maupun kehendak manusia sama-sama berpengaruh dan kedua iradah atau kehendak ini berurutan secara vertikal; inilah hakikat ikhtiar manusia dalam setiap tindakan.<\/p>\n<p>Teori \u00a0ini didukung oleh para filosof dan teolog madzhab Syiah Imamiyyah. Maturidiyyah dan Thahawiyah juga menerima teori ini.<\/p>\n<p>Sebagian teolog Asy\u2019ariah juga menerima teori ini kendatipun mereka tidak memakai istilah ini.<\/p>\n<p>Ayat-ayat al-Qur\u2019an yang menjelaskan tentang teori amru bainal Amrain:<\/p>\n<ol>\n<li>QS Al-Fatihah ayat 5<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\">\u00a0\u0625\u0650\u064a\u064e\u0651\u0627\u0643\u064e \u0646\u064e\u0639\u0652\u0628\u064f\u062f\u064f \u0648\u064e\u0625\u0650\u064a\u064e\u0651\u0627\u0643\u064e \u0646\u064e\u0633\u0652\u062a\u064e\u0639\u0650\u064a\u0646\u064f\u201d<\/p>\n<p>Ayat ini tidak sesuai dengan keyakinan pada determinisme; sebab jika pencipta perbuatan-perbuatan kita adalah Allah Swt dan kehendak kita tidak berpengaruh di dalamnya, maka ketika kita menisbahkan ibadah (penghambaan) kepada diri kita dan kita mengatakan, <em>\u201cna\u2019budu\u201d<\/em> (aku beribadah\/menghamba)\u201d; sebagaimana ayat tersebut tidak selaras dengan akidah pendelegasian (tafwidh) yang didasarkan pada tiadanya campur tangan Tuhan dalam perbuatan-perbuatan hamba; karena permohonan bantuan atau \u201c<em>nasta\u2019in<\/em>\u201d (pertolongan) kepada yang tidak punya pengaruh atas terjadinya perbuatan adalah tidak bermakna<sup>.<\/sup><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>QS al-Anfal ayat 17<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\">\u0641\u064e\u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0642\u0652\u062a\u064f\u0644\u064f\u0648\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0640\u0670\u0643\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0640\u0647\u064e \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0631\u064e\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0631\u064e\u0645\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e \u0648\u064e\u0644\u064e\u0640\u0670\u0643\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0640\u0647\u064e \u0631\u064e\u0645\u064e\u0649\u0670<\/p>\n<p><em>\u201cMaka (sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, melainkan Allah yang membunuh mereka, dan bukan engkau yang melempar ketika engkau melempar, tetapi Allah yang melempar&#8230;\u201d.<\/em><\/p>\n<p>Ayat ini pada awalnya membuktikan perbuatan \u201cmembunuh\u201d dan \u201cmelempar\u201d dengan kata-kata \u201ctaqtuluhum\u201d dan \u201cramaita\u201d bagi orang-orang Mukmin serta Nabi Muhammad Saw dan kemudian setelah itu menafikannya dari mereka dan hanya menisbahkannya kepada Tuhan. Penafian dan pembuktian ini bukan dari satu sisi; sebab hal itu bisa bermakna ungkapan yang kontradiksi, melainkan menafikan ketidakbergantungan orang-orang Mukmin dan Nabi Saw dalam perbuatan-perbuatan mereka, namun membuktikan bahwa mereka dalam perbuatan ini punya pengaruh dan campur tangan. Inilah yang disebut dengan amru bainal amrain.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>QS al-Najm ayat 39<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: center;\">\u0648\u064e\u0623\u064e\u0646 \u0644\u064e\u0651\u064a\u0652\u0633\u064e \u0644\u0650\u0644\u0652\u0625\u0650\u0646\u0633\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0651\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0633\u064e\u0639\u064e\u0649\u0670<\/p>\n<p><em>\u201dDan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang diusahakannya\u201d<\/em><\/p>\n<p>Ayat ini pada dasarnya untuk menolak akidah determinisme (jabr)<\/p>\n<p>Pada sekelompok ayat lainnya, izin dan kehendak Tuhan dinyatakan berefek dan berpengaruh serta menentukan dalam setiap perbuatan:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u00a0\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0623\u064e\u0631\u0652\u0633\u064e\u0644\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0631\u064e\u0651\u0633\u064f\u0648\u0644\u064d \u0625\u0650\u0644\u064e\u0651\u0627 \u0644\u0650\u064a\u064f\u0637\u064e\u0627\u0639\u064e \u0628\u0650\u0625\u0650\u0630\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0640\u0647\u0650<\/p>\n<p>\u201c<em>Dan kami tidak mengutus seorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan izin Allah<\/em>&#8230;[ QS al Nisa\u00a0: 64]<\/p>\n<p>Dan ayat ini untuk menolak teori pendelegasian (tafwidh).<\/p>\n<p>Oleh itu kombinasi dan gabungan keduanya adalah bahwa Allah Swt \u00a0memberikan ikhtiar dan kehendak kepada hamba-hamba-Nya, namun ikhtiar dan kehendak ini berurutan secara vertikal dengan kehendak Ilahi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Amru bainal Amrain\u00a0adalah sebuah terminologi ilmu kalam dan merupakan keyakinan khas kalangan madzhab Imamiyyah\u00a0dalam masalah\u00a0determinisme\u00a0dan kehendak<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[18],"tags":[39,273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3255"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3255"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3255\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}