{"id":3572,"date":"2017-05-09T14:53:42","date_gmt":"2017-05-09T07:53:42","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=3572"},"modified":"2017-05-09T14:53:42","modified_gmt":"2017-05-09T07:53:42","slug":"kapolri-lukisan-ulama-nusantara-penting-untuk-menjaga-semangat-kebangsaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2017\/05\/09\/kapolri-lukisan-ulama-nusantara-penting-untuk-menjaga-semangat-kebangsaan\/","title":{"rendered":"Kapolri: Lukisan Ulama Nusantara Penting Untuk Menjaga Semangat Kebangsaan"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> NU Gallery kembali menggelar pameran lukisan.\u00a0Pameran Lukisan &#8216;Sang Kekasih&#8217;, \u00a0karya pelukis Nabila Dewi Gayatri, ini dibuka sejak, Senin (08\/5), di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta.<\/p>\n<p>Pameran ini dikuratori oleh Kuss Indarto &amp; Yaksa Agus. Sebanyak 52 lukisan dipamerkan di selasar hotel hingga 14 Mei 2017.<\/p>\n<p>Kapolri, H. Tito Karnavian, Ph.D, mengungkapkan pentingnya apresiasi atas perjuangan para Kiai. &#8220;Para kiai yang dilukis dalam pameran ini, memiliki peran besar yang harus diingat sepanjang masa. Para kiai pesantren ini, yang harusnya jadi rujukan generasi muda sekarang,&#8221; jelas Kapolri, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Republika.co.id, Senin (8\/5).<\/p>\n<p>Kapolri menegaskan pentingnya peran para Kiai dalam perjuangan keindonesiaan. &#8220;Yang dilukis Ibu Nabila, jelas merupakan tokoh besar yang berkontribusi penting untuk negara, para kiai yang selama ini terbukti berjuang untuk bangsa,&#8221; jelas Kapolri.<\/p>\n<p>Kapolri berharap NU dan Muhammadiyah solid untuk mengawal bangsa. Peran kiai-kiai nahdliyyin sangat penting untuk menjaga keindonesiaan, di tengah arus radikalisme agama.<\/p>\n<p>Ketua Umum PBNU, Prof. KH. Said Aqil Siroj mengungkapkan betapa lukisan merupakan suara keindahan yang jernih. &#8220;Lukisan itu mengekspresikan keindahan yang sejujurnya. Banyak ulama yang menjadi seniman, sebagai jalan mencapai hakikat spiritual. \u00a0Bahkan, ada ulama yang mengungkapkan, seni dapat menjadi tangga menuju spiritualitas,&#8221; ungkap Kiai Said.<\/p>\n<p>Kiai Said menegaskan pentingnya mengapresiasi lukisan kiai-kiai pesantren, \u00a0untuk mengenang jasa besarnya. &#8220;Seluruh kiai yang dilukis oleh Nabila Dewi Gayatri memiliki jasa besar terhadap bangsa ini. Ini proses untuk mengabadikan jasa penting para kiai, hingga dikenang lintas zaman, &#8221; jelas Kiai Said.<\/p>\n<p>Menurut Kiai Said, \u00a0agama memiliki peran penting dalam menginspirasi perkembangan seni. \u00a0&#8220;Islam itu menginspirasi seni, \u00a0merujuk pada pentingnya keindahan. Banyak kiai yang menjadi seniman, \u00a0dengan prinsip seni sebagai media dakwah untuk mengekspresikan nilai-nilai Islam yang damai, \u00a0sejuk, \u00a0ramah. Ini yang sering disalahtafsirkan oleh kelompok Islam radikal, \u00a0yang memahami Islam secara kaku,&#8221; terang Kiai Said.<\/p>\n<p>Ketua Umum PBNU, Prof. \u00a0Dr. \u00a0KH. \u00a0Said Aqil Siroj bersama Kapolri, membuka pameran lukisan secara resmi. Hadir pada agenda ini, \u00a0Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa &amp; Founder NU Gallery, \u00a0M. \u00a0Nabil Haroen, jajaran Ketua PBNU, \u00a0pengurus partai politik, pejabat Kementrian dan pengusaha.<\/p>\n<p>Source: Republika<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; NU Gallery kembali menggelar pameran lukisan.\u00a0Pameran Lukisan &#8216;Sang Kekasih&#8217;, \u00a0karya pelukis Nabila Dewi Gayatri, ini<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3573,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3572"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3572"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3572\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}