{"id":3959,"date":"2017-06-12T22:14:46","date_gmt":"2017-06-12T15:14:46","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=3959"},"modified":"2017-06-12T22:14:46","modified_gmt":"2017-06-12T15:14:46","slug":"segudang-kepandaian-imam-ali-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2017\/06\/12\/segudang-kepandaian-imam-ali-as\/","title":{"rendered":"Segudang Kepandaian Imam Ali As"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>\u2060\u2060\u2060Jamaah sangat banyak mengerumuni Imam Ali AS. Seorang laki-laki memasuki masjid. Pada kesempatan yang tepat ia bertanya kepada Imam Ali AS. Wahai Ali! Aku mempunyai pertanyaan: \u201cManakah yang lebih baik? Ilmu atau harta? Imam Ali menjawab, \u201cIlmu karena ilmu adalah warisan para Nabi sedangkan harta adalah warisan Qarun, Fir\u2019aun dan Haman dan Syadad.<\/p>\n<p>Lelaki yang telah mendapatkan jawaban itupun diam. Pada saat itu seorang laki-laki lain memasuki masjid sembari berdiri ia langsung bertanya, \u201cWahai Abal Hasan! Aku mempunyai sebuah pertanyaan, bolehkah aku bertanya?\u201d Imam Ali AS dalam menjawab permintaannya bersabda, \u201cTanyakanlah!\u201d Laki-laki yang berdiri di barisan paling belakang itu pun bertanya, \u201cManakah yang lebih baik: ilmu ataukah harta? Imam Ali bersabda, Ilmu lebih baik dari pada harta karena ilmu akan memeliharamu sedangkan kamu harus menjaga hartamu.\u201d Laki-laki kedua ini tetap berada di Masjid meskipun ia telah telah puas dengan jawaban yang diterimanya.<\/p>\n<p>Pada saat itu juga masuklah penanya ke -3. Ia juga mengulangi pertanyaan yang disampaikan oleh dua penanya sebelumnya. Imam Ali AS dalam menjawab pertanyaannya bersabda, \u201cIlmu lebih baik karena bagi seseorang yang alim akan mempunyai banyak teman sedangkan seseorang yang berharta mempunyai banyak musuh.<\/p>\n<p>Belum selesai Imam Ali menjawab pertanyaan itu, masuklah orang ke -4 ke masjid. Ia duduk disamping temannya dan meletakkan tongkatnya di depan tempat duduknya. Ia mulai melemparkan pertanyaannya, \u201cWahai Ali! Ilmu yang lebih baik ataukah harta? Imam Ali AS dalam memberikan jawaban kepada orang itu bersabda, \u201cIlmu lebih baik karena jika ilmu diajarkan kepada orang lain akan berkembang, sedangkan harta jika dibagi-bagikan akan berkurang.\u201d<\/p>\n<p>Kini tiba penanya ke -5. Ia yang telah lama berada di masjid dan bersandar di salah satu tiang masjid segera mengajukan pertanyaan yang sama setelah Imam Ali AS selesai menjawab penanya sebelumnya. Imam Ali AS bersabda, \u201cIlmu lebih baik sebab orang yang berilmu cenderung untuk menjadi dermawan, sedang orang berharta cenderung untuk menjadi kikir dan pelit.<br \/>\nDengan masuknya orang ke -6, maka pandangan-pandangan hadirin langsung beralih ke belakang. Salah satu hadirin itu pun nyeletuk, \u201cPasti dia juga ingin mengetahui bahwa ilmu lebih baik ataukah harta?\u201d. Orang-orang yang mendengar suaranya pun menyeringai. Seorang laki-laki yang duduk disebelah temannya itu dengan suara lantang menyampaikan pertanyaannya, \u201cWahai Ali! Ilmu yang lebih baik ataukah harta?\u201d Imam Ali AS menatap jamaah di depannya dan berkata, \u201cIlmu lebih baik karena bisa jadi harta akan diambil oleh pencuri, tapi tidak akan ada ketakutan bagi seorang alim dari pencurian terhadap ilmu yang dimilikinya. Laki-laki itu pun diam seketika. Jamaah pun menjadi gaduh. Apakah yang terjadi pada hari ini! Mengapa semua orang mengajukan soal yang sama? Pandangan penuh menakjubkan jamaah itu kadang jatuh kepada Imam Ali AS dan terkadang kepada jamaah yang baru datang.<\/p>\n<p>Pada saat itu, penanya ke -7 yang telah memasuki masjid sebelum Imam Ali AS selesai menjawab pertanyaan sebelumnya duduk di antara jamaah itu. \u201cWahai Abal Hasan! Apakah yang lebih baik? Ilmu ataukah harta?\u201d. Imam Ali kembali mengangkat tangan mulia beliau sebagai isyarat supaya jamaah diam dan bersabda, \u201cIlmu lebih baik daripada harta karena harta akan usang jika dimakan oleh waktu sedangkan ilmu tidak akan usang sedikitpun jika ditelan oleh masa.<\/p>\n<p>Seorang laki-laki bangkit dari tempat duduknya untuk mendekati temannya. Ia membisikkan ke telinga temannya dan sembari membisikkan sesuatu dengan lirih, \u201cPantas saja jika Nabi Muhammad SAW bersabda, \u201cAku kota ilmu dan Ali-lah gerbangnya\u201d Segala sesuatu yang kita tanyakan, maka ia akan memberikan jawaban. Lebih baik kita kabarkan kepada masyarakat jangan lagi kemari sehingga kepintarannya tidak akan banyak diketahui oleh orang-orang. Namun lawan bicaranya itu segera menimpali, \u201cSiapa tahu ia tidak mampu untuk menjawab sisa-sisa pertanyaan yang akan diajukan kepadanya. Dengan begitu, keburukannya akan terbongkar dan kita akan sampai ke tujuan kita. Seorang laki-laki yang agak jauh duduk dari dua laki-laki yang tengah sibuk memperdebatkan tentang kelanjutan pertanyaan itu, dengan cemas berkata, \u201cBagaimana jika ia mampu menjawab?\u201d. Pasti kedok kita sendiri yang akan terbongkar.<\/p>\n<p>Seorang laki-laki lainnya dengan tenang berkata, \u201cGerangan apa yang terjadi?\u201d Secepat inikah kalian akan melanggar janji yang telah kita sepakati? Bukankah kita harus mengatakan segala sesuatu yang berseberangan dengan perkataan Nabi Muhammad SAW?!<\/p>\n<p>Pada saat itulah masuk seorang laki-laki ke -8 memasuki masjid dan ia menanyakan soal yang telah ditanyakan oleh teman-temannya. Imam Ali dalam menjawab pertanyaan itu bersabda, \u201cIlmu lebih baik karena harta hanya akan menemani pemiliknya hingga kematiannya, sedangkan ilmu disamping akan menemani pemiliknya di dunia juga akan menemani pemiliknya setelah kematiannya.<\/p>\n<p>Majelis itu pun semakin larut dalam kesepian. Tidak ada suara apapun dalam masjid itu. Semua heran dengan jawaban yang diberikan oleh Imam Ali AS.<br \/>\nPenanya ke 9 memasuki masjid dan kecemasan mewarnai majelis itu. \u201dWahai Ali! Manakah yang lebih baik? ILmu atau harta? Imam Ali bersadda, \u201cIlmu lebih baik karena harta akan menyebabkan kehasudan pada manusia sedangkan ilmu akan mendatangkan cahaya di hati manusia.\u201d<\/p>\n<p>Pandangan hadirin pun tertuju ke pintu masjid, seolah-olah menunggu penanya ke -10. Pada saat itu juga masuklah seorang laki-laki dengan menggandeng seorang bocah. Ia berdiri dibarisan akhir. Hadirin yang berfikir tidak akan ada lagi penanya lagi, memutar kepalanya ketika mendengar seorang laki-laki bertanya, \u201cWahai Abal Hasan, ilmukah yang lebih baik ataukah harta? Orang-orang melihat ke belakang dengan heran. Orang-orang mengerumuni Imam Ali ketika beliau menjawab, \u201cIlmu lebih baik karena orang kaya itu bisa saja akan sombong bahkan terkadang sampai menganggab dirinya sebagai Tuhan, sedangkan pemilik ilmu, ilmunya selalu akan membuatnya tunduk dan rendah hati.<\/p>\n<p>Majelis itu pun kembali dipenuhi dengan sorakan. Ketika orang-orang hendak meninggalkan masjid, mereka mendengar Imam Ali AS bersabda, Jika semua orang menanyakan hal yang sama, maka aku akan memberikan jawaban yang berbeda untuk setiap penanya. (Kasykul Bahrani, Jil. 1, Hal. 27)<\/p>\n<p>Menyambut hari kesyahadahan Imam Ali As dan malam-malam Lailatul Qadar. Teiring doa semoga kita semua bisa mengambil berkah dari malam-malam Lailatul Qadar. [SZ]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0\u2060\u2060\u2060Jamaah sangat banyak mengerumuni Imam Ali AS. Seorang laki-laki memasuki masjid. Pada kesempatan yang tepat ia<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3963,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3959"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3959"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3959\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3959"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3959"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3959"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}