{"id":4911,"date":"2017-10-09T09:41:50","date_gmt":"2017-10-09T02:41:50","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=4911"},"modified":"2017-10-09T09:41:50","modified_gmt":"2017-10-09T02:41:50","slug":"lama-waktu-turunnya-al-quran-secara-bertahap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2017\/10\/09\/lama-waktu-turunnya-al-quran-secara-bertahap\/","title":{"rendered":"Lama Waktu Turunnya al-Qur&#8217;an Secara Bertahap"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Turunnya al-Quran secara serentak (daf\u2019i) berlangsung di bulan Ramadhan, di malam Lailatul Qadar. Sebagian riwayat memperkuat anggapan seperti ini bahwa\u00a0 malam Lailatul Qadar ialah malam turunnya keseluruhan al-Quran secara sekaligus dan hal itu terjadi di malam keduapuluh tiga Ramadhan\u00a0 di hari kelimapuluh enam pasca bi\u2019tsat (diangkatnya Nabi Saw secara resmi).<\/p>\n<p>Ulama berbeda pendapat \u00a0tentang turunnya al-Quran secara bertahap.\u00a0\u00a0 Namun tampaknya perbedaan ini bermuara pada dua pandangan besar. Pertama turunnya al-quran secara bertahap bersamaan waktunya dengan diangkatnya Muhammad sebagai Nabi dan Rasul\u00a0 (bi\u2019tsah)\u00a0 dan wahyu tersebut terus berlangsung sampai wafatnya Nabi Muhammad Saw.\u00a0 Menurut pendapat yang mashur Rasulullah pada tanggal 27, bulan \u00a0Rajab bertepatan dengan awal Februari tahun 610 masehi diutus untuk menjalankan misi menyampaikan risalah Allah\u00a0 dan kemudian beliau wafat pada tanggal 28 shafar tahun ke sebelas hijrah.<\/p>\n<p>Pendapat kedua, sekalipun waktunya bersamaan dengan bi\u2019tsah, namun sudah ada beberapa ayat yang diturunkan. Nuzulnya al-Quran secara bertahap sebagai kitab samawi\u00a0 terjadi tiga tahun pasca bi\u2019tsah. Dimulai dari malam laylatul qadar hingga akhir dari kehidupan Nabi Muhammad Saw.<\/p>\n<p>Tentang turun al-Quran secara sekaligus secara pasti itu terjadi di malam Lailatul Qadar.<a name=\"_ednref1\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn1\">[1]<\/a>\u00a0 Sebab al-Quran sendiri menandaskan<a name=\"_ednref2\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn2\">[2]<\/a>\u00a0bahwa al-Quran ini turun secara sekaligus turun di malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.<\/p>\n<p>Adapun yang menjadi ikhtilaf adalah di malam keberapa dari malam Lailatul Qadar tersebut al-Quran diturunkan secara sekaligus.<a name=\"_ednref3\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn3\">[3]<\/a>\u00a0Hanya saja kemungkinan yang paling kuat malam itu adalah malam ke duapuluh tiga Ramadhan, sebab banyak riwayat yang menukil tentang malam ini.<a name=\"_ednref4\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn4\">[4]<\/a><\/p>\n<p>Yang kedua, juga masih belum jelas itu terjadi tahun berapa?<a name=\"_ednref5\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn5\">[5]<\/a>\u00a0Malam Lailatul Qadar juga adalah malam mikrajnya Nabi Muhammad Saw.\u00a0 Sebab al-Quran ada dalam ummul kitab (lauh mahfuz) di sisi Allah Swt<a name=\"_ednref6\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn6\">[6]<\/a>\u00a0dan selama manusia belum melakukan mikraj tidak mungkin ia dapat meraih al-Quran pada ummul kitab tersebut.\u00a0 Kita dapat menyimpulkan bahwa\u00a0 turunnya al-Quran dalam sekali waktu di zaman nabi itu terjadi ketika nabi sudah mencapai maqam paling sempurna, jadi kemungkinan besar bahwa turunnya\u00a0 terjadi di awal-awal tahun kerisalahan Nabi Muhammad Saw yaitu sekitar hari ke 56 sejak diangkat sebagai nabi oleh Allah Swt.<\/p>\n<p>Ini adalah waktu yang tepat jika memperhitungkan momen-momen\u00a0 bi\u2019tsah (27 rajab), Lailatul\u00a0Qadar ( 23 ramadhan), dengan jumlah hari Ramadhan 30 hari dan\u00a0 bulan-bulan Rajab dan Sya\u2019ban.<\/p>\n<p>Terdapat ikhtilaf terkait dengan proses turunnya al-Quran secara bertahap (tadriji)<a name=\"_ednref7\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn7\">[7]<\/a>\u00a0karena ada perbedaan mengenai kapan terjadinya pengangkatan nabi.<a name=\"_ednref8\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn8\">[8]<\/a>\u00a0Pendapat yang paling terkenal adalah\u00a0 nabi Muhamad saw pada hari senin\u00a0 tanggal 27 rajab\u00a0 bertepatan dengan awal bulan februari tahun 610 masehi\u00a0 menerima mandat dari Allah Swt.<a name=\"_ednref9\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn9\">[9]<\/a>\u00a0Saat itu turun lima ayat pertama dari surah al-\u2018Alaq.<a name=\"_ednref10\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn10\">[10]<\/a>\u00a0Kemudian turun lagi ayat yang lain dan itu terus berlangsung sampai wafatnya nabi Muhammad Saw, yang\u00a0 berlangsung selama dua puluh tiga tahun.<\/p>\n<p>Sebagian ada yang mengatakan bahwa\u00a0 dari zaman bi\u2019tsah hingga zaman turun al-Quran secara bertahap itu adalah ayat-ayat al-Quran yang jika dihimpun akan menjadi satu kitab al-Quran.\u00a0 Tidak ada bedanya meskipun itu\u00a0 hanya turun lima ayat ketika beliau diangkat menjadi nabi.\u00a0 Namun saat itu beliau belum mendapat tugas untuk menyampaikannya secara meluas.<a name=\"_ednref11\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn11\">[11]<\/a><\/p>\n<p>Rasulullah setelah menyampaikan dakwahnya selama tiga tahun secara sembunyi-sembunyi\u00a0 mendapatkan perintah lagi untuk menyampaikan dakwah secara terang-terangan dan saat itulah al-Quran kemudian turun sebagai sebuah satu kitab dari langit.\u00a0 Jadi, walaupun kejadian pengangkatan sebagai nabi itu terjadi di bulan rajab\u00a0 namun yang diturunkan secara bertahap, tiga tahun setelahnya dan itu di malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.<a name=\"_ednref12\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn12\">[12]<\/a><\/p>\n<p>Dalilnya, adalah beberapa riwayat\u00a0 yang menjelaskan bahwa lama waktu yang merentang dalam proses turunnya al-Quran berlangsung selama 20 tahun.<a name=\"_ednref13\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn13\">[13]<\/a>\u00a0Menurut pandangan ini<a name=\"_ednref14\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_edn14\">[14]<\/a>\u00a0masa turunya al-Quran wahyu sebagai\u00a0 sebuah kitab al-Quran turun di tahun keempat dari kenabian; yaitu sekitar\u00a0 tiga tahun lebih lima puluh enam hari paska\u00a0 bi\u2019tsat dan terus turun hingga masa wafatnya Rasulullah saw yaitu tanggal 28 shafar tahun ke 11 hijriyah.<\/p>\n<p>Kesimpulannya,\u00a0 dan mengingat bahwa sekarang kita telah melewati\u00a0 1428 tahun sejak hijrah nabi dan bi\u2019tsah nabi kira-kira 13 tahun sebelum hijrah, maka \u2013 berdasarkan pendapat pertama &#8211; sejak ayat yang pertama turun sampai sekarang telah berlalu 1440 tahun Qamariyah dan kalau mengikuti pendapat kedua kita telah melewati 1437 Qamariyah.<\/p>\n<p>Menurut sebagian para ahli sejarah tahun\u00a0 bi\u2019tsat\u00a0 terjadi di awal\u00a0 Februari tahun 610 hijriyah\u00a0 masehi, atas dasar itu pula kita bisa\u00a0 menghitung awal tahun turunnya wahyu berdasarkan perhitungan tahun masehi. [Islam Quest]<\/p>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<p><a name=\"_edn1\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref1\">[1]<\/a>. \u201cSesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah pemberi peringatan.\u201d (Qs, al-Dukhan\u00a0 [44]:3);\u00a0 \u201cSesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur\u2019an) pada malam Lailatul Qadr al-Qadar.\u201d (Qs. Al-Qadar [97]:1)<\/p>\n<p><a name=\"_edn2\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref2\">[2]<\/a>. (Beberapa hari yang telah ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya Al-Qur&#8217;an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).\u201d\u00a0\u00a0(Qs. Al-Baqarah [2]:185)<\/p>\n<p><a name=\"_edn3\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref3\">[3]<\/a>. Tarikh Thabari, jil. 2:300.<\/p>\n<p><a name=\"_edn4\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref4\">[4]<\/a>.\u00a0 Wasail Syiah, bab 32, Ahkam syahr Ramadhan<\/p>\n<p><a name=\"_edn5\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref5\">[5]<\/a>. \u201cDan sesungguhnya Al-Qur\u2019an itu dalam induk al-Kitab (Lauh Mahf\u00fbzh) di sisi Kami adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.\u201d (Qs. Al-Zukhruf [43]:4)<\/p>\n<p><a name=\"_edn6\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref6\">[6]<\/a>.\u00a0 Ayatullah Jawadi Amuli,\u00a0 Tafsir Ma\u2019udhui, jil. 3, hal. 139-153.<\/p>\n<p><a name=\"_edn7\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref7\">[7]<\/a>. \u201cDan Kami telah memisah-misahkan ayat-ayat Al-Qur\u2019an itu agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya dengan berangsur-angsur.\u201d (Qs. Isra [17]:106)<\/p>\n<p><a name=\"_edn8\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref8\">[8]<\/a>.\u00a0 T\u00e2rikh Ya\u2019qubi jil. 2, hal. 17. T\u00e2rikh al-Khamis, jil. 1, hal. 280-281. T\u00e2rikh Abi al-Fad\u00e2, jil. 1, hal. 115.<\/p>\n<p><a name=\"_edn9\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref9\">[9]<\/a>.\u00a0 Pazuhesyi dar T\u00e2rikh al-Qur\u2019an hal:36. Jil. 18, hal. 189, hadits ke-21; Furu\u2019 al-K\u00e2fi, jil. 4, hal. 149, hadis ke-1 dan 2; Was\u00e2il al-Syiah, jil. 7, hal. 329, bab 15. Al-Sirah al-Halabiyah, jil. 1, hal. 238; al-Tamhid fii \u2018Ulum al-Qur\u2019\u00e2n, hal. 100-107.<\/p>\n<p><a name=\"_edn10\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref10\">[10]<\/a>. Bih\u00e2rul Anw\u00e2r jil. 18, hal. 206, hadis ke-36.<\/p>\n<p><a name=\"_edn11\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref11\">[11]<\/a>. \u201cMaka sampaikanlah secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.\u201d (Qs. Al-Hijr [15]:94). \u00a0Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r, jil. 18, hal. 53, hadis ke-7 dan hal. 179, hadis ke-10, hal. 177, hadis ke-4, dan hal. 193, hadis ke-29; Tarjameh Ayati, jil. 1, hal. 379. T\u00e2rikh Ya\u2019qubi, jil. 1, hal. 343; al-Sirah Ibnu Hisyam, jil. 1, hal. 280; al-Man\u00e2qib, jil. 1, hal. 40; al-Ghaibah, hal. 217.<\/p>\n<p><a name=\"_edn12\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref12\">[12]<\/a>. Majma\u2019 Al-Bayan, jil. 2, hal. 276, Al-Itq\u00e2n, jil. 1, hal. 40; Tafsir Kabir Im\u00e2m Razi, jil. 5, hal. 85; al-Man\u00e2qib, jil. 1, hal. 150; Syaikh Mufid dar Syarh-e \u2018Aq\u00e2id Shaduq, hal. 58; Sayid Murtadha pada Jawab al-Masail al-Tarablusiyat al-Ts\u00e2litsa, hal. 403-405.<\/p>\n<p><a name=\"_edn13\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref13\">[13]<\/a>. Al-Ushul min al-K\u00e2fi,\u00a0 jil. 2, hal. 628, Tafsir \u2018Ayy\u00e2syi, jil. 1, hal. 80, hadis ke-184. Shaduq, al-I\u2019tiq\u00e2dat, hal. 101; Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r, jil. 18, hal. 250, hadis ke-3, dan hal. 253; al-Itq\u00e2n, jil. 1, hal. 40 dan 45; Tafsir Syubbar, hal. 350; Mustadrak al-Hakim, jil. 2, hal. 610; Asbab al-Nuzul, hal. 3; al-Bidayah al-Nihayah, jil. 3, hal. 4; T\u00e2rikh Ya\u2019qubi, jil. 2, hal. 18.<\/p>\n<p><a name=\"_edn14\"><\/a><a href=\"http:\/\/quran.al-shia.org\/id\/lib\/53.htm#_ednref14\">[14]<\/a>. Untuk telaah lebih jauh, silahkan lihat, Tamhid fi Ulum al-Qur\u2019\u00e2n, hal 100-129.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Turunnya al-Quran secara serentak (daf\u2019i) berlangsung di bulan Ramadhan, di malam Lailatul Qadar. Sebagian riwayat memperkuat<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":3951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[22],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4911"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4911"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4911\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4911"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4911"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4911"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}