{"id":4922,"date":"2017-10-10T04:50:57","date_gmt":"2017-10-09T21:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=4922"},"modified":"2017-10-10T04:50:57","modified_gmt":"2017-10-09T21:50:57","slug":"hukum-mendengarkan-suara-perempuan-bagi-laki-laki","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2017\/10\/10\/hukum-mendengarkan-suara-perempuan-bagi-laki-laki\/","title":{"rendered":"Hukum Mendengarkan Suara Perempuan bagi Laki-laki"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Manusia sebagai makhluk sosial tentu perlu bermuamalah satu sama lain. Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi antara laki-laki dan perempuan\u00a0sering kali terjadi dan tak bisa dihindarkan. Bagaimana sebenarnya hukum mendengarkan suara lawan jenis (khususnya mendengarkan suara perempuan bagi laki-laki) yang merupakan buah dari komunikasi tersebut? Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi dan dijaga sehingga tidak termasuk ke jenis mendengarkan atau berkomunikasi yang diharamkan?<\/p>\n<p>Berikut ini adalah jawaban dari para marja agung terkait dengan mendengarkan suara perempuan bagi laki-laki.<\/p>\n<div class=\"itemBody\">\n<div class=\"itemFullText\">\n<p><strong>Soal:<\/strong>\u00a0Apa hukumnya mendengarkan suara perempuan bagi laki-laki<\/p>\n<p>Jawab:<\/p>\n<p><strong>Imam Khomeini ra:<\/strong><\/p>\n<p>Tidak masalah, kecuali menimbulkan syahwat dan mafsadah<\/p>\n<p>(Istiftaat, jilid 3, hal 274, soal 65)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Araki:<\/strong><\/p>\n<p>Tidak masalah mendengar suara perempuan tanpa menimbulkan syahwat.<\/p>\n<p>(Istiftaat, hal 255, soal 6)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Behjat:<\/strong><\/p>\n<p>Tidak boleh bila menimbulkan syahwat dan pada dasarnya lebih baik meninggalkan kondisi yang semacam ini.<\/p>\n<p>(Istiftaat ada pada departemen menjawab soalan syar&#8217;i)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Tabrizi:<\/strong><\/p>\n<p>Tidak masalah bila bukan nyanyian, tidak termasuk musik yang melupakan manusia kepada Allah dan tidak menimbulkan syahwat. Wallahu A&#8217;lam.<\/p>\n<p>(Istiftaat ada pada departemen menjawab soalan syar&#8217;i)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Khamenei:<\/strong><\/p>\n<p><strong>Soal:<\/strong><em>\u00a0Apa hukumnya suara perempuan, apakah itu membaca al-Quran dan kasidah, di hadapan orang yang non muhrim?<\/em><\/p>\n<p><strong>Jawab:<\/strong>\u00a0Bismilah. Tidak boleh bila menimbulkan syahwat dan perhatian non muhrim.<\/p>\n<p>(Istiftaat ada pada departemen menjawab soalan syar&#8217;i)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Sistani:<\/strong><\/p>\n<p>Tidak masalah bila tidak menimbulkan syahwat dan tidak khawatir terjatuh dalam dosa.<\/p>\n<p>(Istiftaat ada pada departemen menjawab soalan syar&#8217;i)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Safi Golpaygani:<\/strong><\/p>\n<p>Bismillahirrahmanirrahim. Ini tidak boleh karena berakibat mafsadah.<\/p>\n<p>(Istiftaat ada pada departemen menjawab soalan syar&#8217;i)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Fazel Lankarani:<\/strong><\/p>\n<p>Bismillah. Dalam kondisi saat ini yang biasanya berujung mafsadah maka hukumnya tidak boleh. Tapi bila suara perempuan itu berupa nyanyian, maka hukumnya haram.<\/p>\n<p>(Istiftaat ada pada departemen menjawab soalan syar&#8217;i)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Golpaygani:<\/strong><\/p>\n<p>Tidak boleh.<\/p>\n<p>(Ahkam Ravabet Zan va Mard, hal 215, masalah 311)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Makarem Shirazi:<\/strong><\/p>\n<p>Tidak boleh.<\/p>\n<p>(Istiftaat ada pada departemen menjawab soalan syar&#8217;i)<\/p>\n<p><strong>Ayatullah Nouri Hamedani:<\/strong><\/p>\n<p>Mendengar suara perempuan non muhrim bagi seorang pria tidak boleh, sekalipun itu membaca syair. Karena hal ini mendatangkan mafsadah.<\/p>\n<p>(Ahkam Javanan, hal 236, masalah 588) (IRIB Indonesia \/ Saleh Lapadi)<\/p>\n<p>Sumber:\u00a0<a href=\"http:\/\/www.tebyan.net\/newindex.aspx?pid=211317\">Tebyan<\/a><\/p>\n<\/div>\n<div class=\"clr\"><\/div>\n<div class=\"clr\"><\/div>\n<\/div>\n<div class=\"itemSocialSharing\"><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Manusia sebagai makhluk sosial tentu perlu bermuamalah satu sama lain. Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi antara laki-laki<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4761,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4922"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4922"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4922\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4922"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4922"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4922"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}