{"id":5119,"date":"2017-11-01T06:26:39","date_gmt":"2017-10-31T23:26:39","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=5119"},"modified":"2017-11-01T06:26:39","modified_gmt":"2017-10-31T23:26:39","slug":"apakah-yang-dimaksud-dengan-buta-di-akherat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2017\/11\/01\/apakah-yang-dimaksud-dengan-buta-di-akherat\/","title":{"rendered":"Apakah Yang Dimaksud Dengan Buta Di Akherat?"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Struktur manusia dilengkapi dengan beragam\u00a0fakultas lahir maupun batin. Fakultas-fakultas lahiriyah selain memiliki fungsi sebagai media bagi badan untuk mendapat hal-hal yang disukainya atau juga apa yang menjadi kebutuhannya (dan hal ini juga berlaku dalam dunia untuk hewan), juga memiliki fungsi sebegai pembawa informasi yang menyalurkan pada kalbu, untuk mengakses ilmu pengetahuan dan juga alat untuk menggerakan tubuhnya (<i>tahrikiyyah<\/i>).<\/p>\n<p>Di seluruh episode kehidupan, manusia benar-benar sangat bergantung pada alat-alat indera lahirinyah lantaran itu jika seorang manusia dengan serius mendayagunakan alat-alat inderanya \u2013 khususnya mata dan telinga dengan baik dan untuk jalan-halan yang benar, maka kedua alat iu akan mentaati dirinya; menjalankan fungsi yang sesungguhnya untuk mendengar dan melihat.<\/p>\n<p>Namun\u00a0\u00a0\u00a0jika manusia menyalahgunakan kedua panca indra; ia tidak mau menyimak baik-baik ilmu pengetahuan dan segala yang didengar dan dilihatnya; artinya ia seolah-olah tidak bisa melihat dan mendengar.<\/p>\n<p>Jadi matanya seolah tidak\u00a0dapat\u00a0melihat dan telinganya seakan\u00a0tidak\u00a0dapat\u00a0mendengar.\u00a0\u00a0\u00a0Disfungsi dua indera itu bukan karena keduanya telah kehilangan dayanya tapi karena manusia telah menyalahgunakan fungsi yang sesungguhnya. Dan itu terjadi karena akibat ketakaburan, dan niat buruk sang insan.<\/p>\n<p>Dengan demikin manusia dapat dengan jelas melihat ayat-ayat yang menunjukkan eksistensi\u00a0Tuhan, rahmat dan segala kekuasaan-Nya, namun ia tidak mau beriman. Ia juga melihat dan mendengar bukti-bukti kebenaran sang nabi utusan-Nya tapi ia juga tidak mau menerima dan mengakuinya. Ia juga mendengar dan memahami nash-nash bahwa Nabi\u00a0Saw telah memilih Ali As sebagai wasinya; bahwa nabi memiliki wali-wali pengganti dirinya, tapi ia malah mengingkarinya. Akhirnya ia tidak mau menjadikan Ali sebagai pemandunya (walinya). Dan bahkan menjadi benci kepada Ali dan keluarganya<\/p>\n<p>Atau, meskipun bisa membaca dan mendengar tentang kebenaran informasi dari nabi tentang hari kiamat, tentang kehidupan abadi pasca kematian di dunia; tentang eksistensi surga dan neraka tapi alih-alih percaya, ia malah mengabaikan semua fakta dari agama tersebut.<\/p>\n<p>Seandainya sepanjang hidupnya kedua panca indera itu diabaikan terus menerus,\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0tidak lagi dimanfaatkan untuk kebaikan-kebaikan spiritual atau malah digunakan di jalan kedurhakaan kepada perintah-perintah Allah dan rasul-Nya, maka kelak di hari akhirat ia akan melihat bentuk dari penistaan terhadap panca inderanya (<i>tajasum amal<\/i>) yaitu keadaan dirinya yang buta untuk melihat\u00a0<i>jamaliyah\u00a0<\/i>(<i>fascinant<\/i>) Allah Swt. Ia tidak akan bisa melihat karunia-karunia yang ada di surga; citra malakuti nabi dan juga wali para\u00a0wali. Ia juga terhukum untuk tidak melihat surga. Yang pada akhirnya ia diseret untuk masuk ke neraka jahanam.<\/p>\n<p>Seperti halnya, ia buta untuk melihat dan menjalani kehidupan yang benar dan membahagiakan maka di akhirat juga ia tidak akan melihat jalan yang akan membawa kebahagiaan pada dirinya.<\/p>\n<p>Al-Quran menjelaskan tentang hal-hal yang membuat buta di hari akhirat.Di antaranya yaitu karena berpaling dari Allah dan menatap dunia dengan penuh kerelaam maksimal,<a id=\"_ednref1\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[1]<\/a>\u00a0sombong dan takabur dalam urusan-urusan agama,<a id=\"_ednref2\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[2]<\/a>\u00a0melupakan hari akhirat dan tidak mau bergeming untuk beriman kepadanya,<a id=\"_ednref3\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[3]<\/a>\u00a0menutup jalan bagi orang lain untuk beriman kepada Allah,\u00a0<a id=\"_ednref4\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[4]<\/a>\u00a0mendustakan ayat-ayat Allah dan juga tidak mau mengakui kenabian Muhammad\u00a0Saw,\u00a0<a id=\"_ednref5\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[5]<\/a>\u00a0memutuskan silaturahmi dengan yang lain (memutuskan kewilayahan dengan Ali\u00a0As), sombong dan membangkang.\u00a0<a id=\"_ednref6\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[6]<\/a><\/p>\n<p>Tentang karakter-karakter ini juga disinyalir oleh hadis-hadis dari Nabi Saw sebagai penjelas atas apa yang disebutkan pada ayat-ayat di atas; yaitu menutup-nutupi (kebenaran) wilayah Ali dan tidak mau mengakui wilayahnya padahal ia memiliki kesempatan (untuk mengakuinya) sebelum kematian menjemputnya.\u00a0<a id=\"_ednref7\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[7]<\/a><\/p>\n<p>Seseorang yang buta di hari akhirat bukan seseorang yang kehilangan fungsi\u00a0indawinya. Bahkan di padang mahsyar ia menyadari kebutaan dan juga menyadari dimana ia berada.\u00a0Bahwa pada kediaman ini bukanlah kediaman duniawi. Di\u00a0sana\u00a0ia memiliki mata namun di sini ia tidak memiliki indra penglihatan (lahir). Oleh itu, ia mengajukan protes sebagaimana kebiasaannya di dunia mengajukan protes dan bermental keras kepala.<a id=\"_ednref8\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[8]<\/a><\/p>\n<p>Dalam pandangan al-Quran, tafsir dan juga riwayat, kiamat itu memiliki bermacam-macam keadaan dan yang kemudian pada akhirnya orang-orang yang layak menjadi penghuni surga akan memasuki surga dan orang yang pantas mendapatkan siksaan akan memasuki neraka jahanam. Kebutaan itu hanya terjadi di padang mahysar saja sebelum digiring ke neraka.<\/p>\n<p>Di padang mahsyar mereka dibutakan agar tidak bisa melihat keagungan dan keindahan Allah Swt, namun setelah melewati padang mahsyar dan masuk ke neraka jahanam, mata mereka kembali dapat difungsikan, agar bisa melihat kengerian-kengerian siksaan, agar dengan melihat siksaan-sikaan di neraka \u2013 penderitaannya semakin menjadi-jadi &#8211; akibat tidak mau melihat kebenaran di dunia.<\/p>\n<p>Sebagian yang tidak memiliki pengetahuan yang mendalam berpendapat bahwa yang dimaksud buta seperti yang dikatakan oleh ayat\u00a0\u201c<i>B<\/i><i>arang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini<\/i><i>\u201d<\/i>\u00a0adalah buta fisik. Jadi ditafsirkan bahwa mereka itu buta sekalipun mereka itu bisa memahami. Lataran itu mereka juga akan dihimpun dalam keadaan buta juga. Padahal bukan demikian, yang dimaksud dengan\u00a0buta di dunia yaitu buta hati. Sementara yang dimaksud dari ayat \u201c<i>di akhirat (kelak) ia akan buta (pula)\u201d\u00a0<\/i>adalah buta fisik; buta lahiriyah, artinya\u00a0<i>tajasum<\/i>\u00a0(penjelmaan) buta hati di dunia adalah buta mata di hari akhirat, sebagai sebuah siksaan terhadapnya.<\/p>\n<p>Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, setelah dihimpun dalam keadaan buta di padang mahsyar, mereka digiring ke neraka dan matanya mereka bisa melihat kembali. Lantaran itulah yang telah mereka perbuat di dunia yaitu membutakan penglihatan dan pendengaran mereka untuk melihat ayat-ayat Allah, dan orang-orang suci . Semoga Allah menyelamatkan kita dari keburukan golongan tersebut.<\/p>\n<p>Jadi yang dimaksud dengan buta di hari akhirat dalam ayat,\u00a0<i>\u201c<\/i><i>Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).<\/i><i>\u201d<\/i>\u00a0(Qs. Al-Isra [17]:72)\u00a0dan ayat-ayat\u00a0semisalnya,\u00a0<i>\u201c<\/i><i>Dan barang siapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.<\/i><i>\u00a0<\/i><i>Ia berkata, \u201cYa Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulu adalah seorang yang melihat?\u201d<\/i>\u00a0(Qs. Thaha [20]: 123-124)\u00a0bukanlah kebutaan fisik seperti yang terjadi di dunia. Yang dimaksud buta di sini adalah orang-orang yang memang sengaja menjadikan dirinya buta sekalipun mereka menyaksikan tanda-tanda Allah dan kebenaran Nabi dan Ahlubaitnya, lalu menerima kebenarannya, toh dengan begitu ia juga tidak beriman kepadanya.[]<\/p>\n<p>Catatan Kaki<\/p>\n<p><a id=\"_edn1\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[1]<\/a>. Qs. Thaha (20): 124-127; Qs. Al-Isra (17):72.<\/p>\n<p><a id=\"_edn2\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[2]<\/a>. Qs. Fushilat (41):17.<\/p>\n<p><a id=\"_edn3\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[3]<\/a>\u00a0Qs. Al-Naml (27):66.<\/p>\n<p><a id=\"_edn4\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[4]<\/a>. Qs. Al-Hud (11):18-28<\/p>\n<p><a id=\"_edn5\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[5]<\/a>. Qs. Al-An\u2019am (6): 4-5; Qs. Al-A\u2019raf (7): 64; Qs. Al-Baqarah (2):17-18.<\/p>\n<p><a id=\"_edn6\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[6]<\/a>. Qs. Muhammad ():22-23.<\/p>\n<p><a id=\"_edn7\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[7]<\/a>. Silahkan lihat,\u00a0<i>Athyab al-Bay\u00e2n<\/i>, jil. 18, hal. 287 dan 288,\u00a0<i>al-Miz\u00e2n<\/i>, jil. 4, hal. 314.\u00a0<i>Kanz al-Daq\u00e2\u2019iq<\/i>, jil. 7, hal. 523-524, 456-462, dan jil. 8, hal. 368-371.<\/p>\n<p><a id=\"_edn8\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa864#\">[8]<\/a>. Qs. Thaha (20):124-127.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Struktur manusia dilengkapi dengan beragam\u00a0fakultas lahir maupun batin. Fakultas-fakultas lahiriyah selain memiliki fungsi sebagai media bagi<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4457,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5119"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5119"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5119\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}