{"id":5410,"date":"2017-12-06T11:33:50","date_gmt":"2017-12-06T04:33:50","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=5410"},"modified":"2017-12-06T11:33:50","modified_gmt":"2017-12-06T04:33:50","slug":"semangat-belajar-agama-tak-diimbangi-kemampuan-memahami-agama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2017\/12\/06\/semangat-belajar-agama-tak-diimbangi-kemampuan-memahami-agama\/","title":{"rendered":"Semangat Belajar Agama Tak Diimbangi Kemampuan Memahami Agama"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Fenomena antusiasme belajar agama, terutama melalui internet mendapat perhatian serius Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin. Kiai kelahiran Lampung ini merasa prihatin karena semangat belajar agama tidak diimbangi dengan kemampuan memahami agama.<\/p>\n<div>Hal itu ia katakan ketika menjadi narasumber pada kegiatan Halaqah Kiai dan Nyai 2017, Selasa (5\/12) di Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan Pusat Studi Pesantren (PSP). Dalam kegiatan bertema Jihad Pesantren Berbasis Literasi: Ikhtiar Menangkal Radikalisme Beragama ini, Kiai Ishom menjelaskan, mereka selalu mengatakan kembali ke Al-Qur\u2019an dan Hadits.<\/div>\n<div>\u201cTernyata yang dimaksud kembali ke Al- Qur\u2019an dan Hadits terjemahan,\u201d ujarnya disambut tawa peserta.<\/div>\n<div>Dosen UIN Raden Inten Lampung ini menegaskan, Al-Qur\u2019an turun dalam bahasa Arab, sehingga terjemahan bahasa lain bukan Al-Qur\u2019an.<\/div>\n<div>\u201cTerjemahan Al-Qur\u2019an tidak benar-benar mewakili makna sebenarnya. Contoh, Al-Baqarah sering diterjemahkan sebagai\u00a0sapi betina\u00a0karena ada\u00a0ta marbuthah. Padahal\u00a0ta marbuthah\u00a0di sini tidak bisa menunjukkan\u00a0betina,\u201d jelasnya.<\/div>\n<div>Al-Qur\u2019an, sambungnya, kadang membuang kalimat yang panjang sehingga tidak bisa diterjemahkan begitu saja. Slogan untuk kembali ke Al-Qur\u2019an dan Hadits, kata Kiai Ishom, hanya cocok untuk ulama yang memiliki kemampuan untuk menafsir atau mufassir.<\/div>\n<div>Sehingga menurutnya, menjadi bahaya ketika ada anak muda yang sedang bersemangat belajar agama kemudian menafsirkan ayat-ayat\u00a0qitali\u00a0(bersifat perang). Padahal ayat-ayat jihad yang turun di Mekkah tidak bersifat qitali.<\/div>\n<div>Barulah ketika Rasulullah hijrah ke Habasyah ayat jihad bersifat\u00a0qitali. Ini karena saat itu Rasulullah dan para sahabatnya terlebih dahulu diperangi dan diancam dibunuh.<\/div>\n<div>\u201cSelain itu, dakwah Rasulullah tidak boleh dihalangi siapapun karena itu adalah hak Rasulullah dan para sahabat untuk menyampaikan kebenaran. Itulah sebabnya turun ayat yang bersifat\u00a0qitali, jadi bukan karena alasan kafir,\u201d papar Kiai Ishom.<\/div>\n<div>Dia menerangkan, Rasulullah memerangi non-muslim bukan karena mereka kafir, tapi karena ada permusuhan terlebih dahulu yang mereka lakukan dan menghalangi dakwah Islam.<\/div>\n<div>Jika alasan perang adalah kekafiran, imbuhnya, maka seorang bisa mengkafirkan orang-orang yang tidak sejalan dengan dirinya. Muslim bisa mengkafirkan orang Nasrani demikian sebaliknya.<\/div>\n<div>\u201cIni tidak ada manfaatnya bagi dakwah Islam\u00a0rahmatan lil \u2018alamin,\u201d tegas Kiai Ishom.<\/div>\n<div>Jihad\u00a0qitali, tandasnya, adalah pintu darurat jika adanya penyerangan atau permusuhan lebih dahulu kepada orang Islam.\u00a0(Fathoni\/NU Online)<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Fenomena antusiasme belajar agama, terutama melalui internet mendapat perhatian serius Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5411,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5410"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5410"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5410\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5410"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5410"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5410"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}