{"id":5727,"date":"2018-01-13T05:50:18","date_gmt":"2018-01-12T22:50:18","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=5727"},"modified":"2018-01-13T05:50:18","modified_gmt":"2018-01-12T22:50:18","slug":"lewat-shalawat-cak-nun-ajak-umat-doakan-keselamatan-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/01\/13\/lewat-shalawat-cak-nun-ajak-umat-doakan-keselamatan-bangsa\/","title":{"rendered":"Lewat Shalawat, Cak Nun Ajak Umat Doakan Keselamatan Bangsa"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Pada malam puncak Hari Amal Bakti (HAB) ke-72, Emha Ainun Najib alias Cak Nun mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama untuk menyenandungkan shalawat Nariyah. Sebelumnya, Cak Nun mengapresiasi tema HAB 72 &#8220;Tebarkan Kedamaian&#8221;. Menurutnya, Islam yang\u00a0<em>rahmatan lil alamin<\/em>itu damai dan tidak akan menyakiti agama lain.<\/p>\n<div class=\"content-detail\">\n\u201c<em>Rahmatan Lil Alamin<\/em>\u00a0itu yang menebar kedamaian sesuai dengan\u00a0 tema HAB ke-72 yakni Tebarkan Kedamaian,\u201d kata Cak Nun mengawali tausiyahnya di hadapan ribuan keluarga besa Kemenag di Halaman Kantor Kementerian Agama, Jakarta Kamis malam (11\/01).<\/p>\n<p>Mengenakan baju dan kopiah putih, Cak Nun selanjutnya menjelaskan, tentang sejarah shalawat Nariyah di Madinah dan di berbagai negara. Budayawan yang dikenal sufiistik ini mengajak segenap keluarga besar Kementerian Agama untuk bersama-sama membaca shalawat Nariyah yang diringi musik Islami grup Kiai Kanjeng dari Yogyakarta.<\/p>\n<p>Menurut Cak Nun, shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin. \u201cBahkan ada berkeyakinan, siapa yang membacanya 4.444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya,\u201d ujar Cak Nun.<\/p>\n<p>Lewat lantunan shalawat Nariyah, segenap keluarga besar Kementerian Agama diajak untuk mendoakan keselamatan bangsa.<\/p>\n<p>Usai lantunan Sholawat Nariyah, Cak Nun meminta sang istri Novia Kolapaking memimpin shalawat Badar yang diselingi dengan lagu\u00a0 berjudul Keluarga Cemara. Berikut lirik lagunya:<\/p>\n<p><em>Harta yang paling berharga adalah keluarga<\/em><br \/>\n<em>Istana yang paling indah adalah keluarga<\/em><br \/>\n<em>Puisi yang paling bermakna adalah keluarga<\/em><br \/>\n<em>Mutiara tiada tara adalah keluarga<\/em><br \/>\n<em>Selamat pagi Emak<\/em><br \/>\n<em>Selamat pagi Abah<\/em><br \/>\n<em>Mentari hari ini berseri indah<\/em><br \/>\n<em>Terima kasih Emak<\/em><br \/>\n<em>Terima kasih Abah<\/em><br \/>\n<em>Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti<\/em><\/p>\n<p>Usai Novia Kolapaking melantunkan shalawat dan tembang Keluarga Cemara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi kata sambutan lewat secarik tulisan di atas kertas yang dipegangnya.<\/p>\n<p>Kata sambutan itu diberi judul oleh Menag \u201cWajah Agama Kita adalah Wajah Kita\u201d. Menurut Menag, malam ini menjadi sebuah forum kenduri cinta .<\/p>\n<p>\u201cKeluarga besar Kemenag patut bersyukur, malam ini adalah malam berbahagian, karena kita menjadi bagian dari pelayanan umat. Sebaik-baiknya pengabdian manusia adalah pelayan dari manusia itu sendiri,\u201d kata Menag.<\/p>\n<p>\u201cMenghadirkan Emha Ainun Najib di malam puncak HAB ini bukanlah sesuatu yang mudah. Alhamdulillah malam ini hadir dan kita bisa berkumpul dan bersama-sama dengan wajah-wajah Indonesia. Pesan saya fokuslah dengan wajah kita sendiri,\u201d sambung Menag.<\/p>\n<\/div>\n<div>Sumber : kemenag.go.id<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Pada malam puncak Hari Amal Bakti (HAB) ke-72, Emha Ainun Najib alias Cak Nun mengajak Aparatur<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3811,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5727"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5727"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5727\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5727"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5727"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5727"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}