{"id":5849,"date":"2018-01-28T07:10:55","date_gmt":"2018-01-28T00:10:55","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=5849"},"modified":"2018-01-28T07:10:55","modified_gmt":"2018-01-28T00:10:55","slug":"tafsir-surah-al-fatir-ayat-33-35","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/01\/28\/tafsir-surah-al-fatir-ayat-33-35\/","title":{"rendered":"Tafsir Surah al-Fatir Ayat 33 -35"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Ayat 33 hingga 35 surah Al-Fatir pada hakekatnya adalah kesimpulan pada ayat-ayat sebelumnya yaitu (Bagi mereka) surga \u201dAdn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.<br \/>\n1.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Surga Eden<\/p>\n<div>\u00ab\u062c\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627\u062a\u064f \u0639\u064e\u062f\u0652\u0646\u064d \u06cc\u064e\u062f\u0652\u062e\u064f\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e\u0647\u0627 \u06cc\u064f\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e\u0648\u0652\u0646\u064e \u0641\u06cc\u0647\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0623\u064e\u0633\u0627\u0648\u0650\u0631\u064e \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0630\u064e\u0647\u064e\u0628\u064d \u0648\u064e \u0644\u064f\u0624\u0652\u0644\u064f\u0624\u0627\u064b \u0648\u064e \u0644\u0650\u0628\u0627\u0633\u064f\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u06cc\u0647\u0627 \u062d\u064e\u0631\u06cc\u0631\u064c\u00bb<\/div>\n<p>\u201c<em>Janat\u201d<\/em>\u00a0adalah bentuk plural dari\u00a0<em>\u201cjanah\u201d<\/em>\u00a0bermakna kebun yang tanahnya menyebabkan tumbuhnya pohon-pohon yang banyak sehingga akan menyelimuti bumi.<a id=\"_ftnref1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[1]<\/a>\u00a0<em>\u201cAdnan\u201d<\/em>\u00a0adalah tetap dan stabil.<a id=\"_ftnref2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[2]<\/a>\u00a0Oleh itu\u00a0<em>\u201cjanat adnan\u201d<\/em>\u00a0adalah kebun-kebun yang penuh dengan pohon dan kekal di surga. Penafsiran dari surga ini menjelaskan bahwa nikmat-nikmat di surga bersifat abadi dan langgeng tidak seperti nikmat-nikmat materi di dunia.<br \/>\nDalam lanjutan ayat, menjelaskan tentang tiga bagian nikmat-nikmat di dunia yang sebagian memiliki sisi materi dan lahir dan sebagian lainnya memiliki sisi maknawi dan batin dan bagian lainnya berkaitan dengan penolakan segala yang menghalangi. Allah berfirman: \u00a0\u201c<em>(Bagi mereka) surga \u201dAdn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.\u201d<\/em><br \/>\nMereka di dunia ini secara lahir dihiasi dengan amalan-amalan yang baik, Allah juga memvisualisasikan pakaian mereka di dunia lain dengan sutra.<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Setelah mengingat nikmat-nikmat materi dan nikmat maknawi, Allah Swt berfirman:<\/p>\n<div>\u00ab\u0648\u064e \u0642\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u06cc \u0623\u064e\u0630\u0652\u0647\u064e\u0628\u064e \u0639\u064e\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0632\u064e\u0646\u064e \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u0627 \u0644\u064e\u063a\u064e\u0641\u064f\u0648\u0631\u064c \u0634\u064e\u06a9\u064f\u0648\u0631\u064c\u00bb<\/div>\n<p>\u201c<em>Dan mereka berkata: &#8220;Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.\u201d<\/em><br \/>\nMereka yang telah diberikan karunia besar ini, semua penyebab kesedihan telah dijauhkan dari kehidupan mereka, langit ruh telah dibersihkan dari awan-awan gelap, maka mereka akan bersyukur. Mereka tidak takut akan adzab Ilahi, tidak takut akan kematian dan kebinasaan, tidak takut akan ketidakamanan dan tidak takut dari gangguan orang-orang yang berpikiran buruk.<br \/>\nTerkait bahwa yang dimaksud dengan kesedihan dalam ayat ini adalah apa, sebagian para mufassir berkata: duka dan sedih ini mengisyaratkan tentang duka dan sedih yang berkaitan dengan dunia. Sebagian juga berkata: Sedih dan duka yang menimpa mereka sebelum masuk surga karena mereka takut akan api neraka yang sudah selayaknya akan menimpa mereka dan karena Allah telah mempersilahkan mereka dan telah mencabut azab dari mereka dan memasukkan mereka ke dalam surga, maka mereka bersyukur kepada Allah Swt.<br \/>\nNamun nampaknya artinya adalah dengan masuknya manusia ke surga, semua kesedihan dan kepiluan akan hilang dari mereka karena kata-kata \u201c<em>hazan\u201d<\/em>\u00a0mengisyaratkan segala bentuk sedih dan pilu. Oleh itu, para penghuni surga bersyukur atas karunia ini.<a id=\"_ftnref3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[3]<\/a><br \/>\nKemudian para kaum mukminin ahli surga ini menambahkan: \u201c<em>Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.\u201d<\/em><br \/>\nDengan sifat pengampun-Nya kesedihan yang pilu, ketergelinciran dan dosa-dosa akan tersingkirkan dan dengan sifat syukurnya, akan menerima keberkahan abadi yang tidak akan ada kesedihannya sama sekali yang telah Allah Swt anugerahkan kepada mereka. Dosa-dosa kami yang sangat banyak telah ditutupi dan amalan sedikit dan tidak ada apa-apanya dengan ungkapan syukur yang di ucapkan akan menerima ganjaran yang banyak.<\/p>\n<div>3.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00ab\u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u06cc \u0623\u064e\u062d\u064e\u0644\u0651\u064e\u0646\u0627 \u062f\u0627\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u0627\u0645\u064e\u0629\u0650 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0644\u0627 \u06cc\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0646\u0627 \u0641\u06cc\u0647\u0627 \u0646\u064e\u0635\u064e\u0628\u064c \u0648\u064e \u0644\u0627 \u06cc\u064e\u0645\u064e\u0633\u0651\u064f\u0646\u0627 \u0641\u06cc\u0647\u0627 \u0644\u064f\u063a\u064f\u0648\u0628\u064c\u00bb<\/div>\n<p>\u201c<em>Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu&#8221;<\/em><br \/>\nAkhirnya mendapat tempat berakhir, yang tidak ada kelelahan, tidak ada hal-hal yang menyebabkan kesusahan, kecapaian dan penderitaan. Menurut nukilan dari para ahli surga: \u201cDan mereka berkata:\u00a0<em>&#8220;Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.\u201d \u201cYang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu&#8221;.<\/em><br \/>\nDari satu sisi, di sana adalah tempat tinggal. Dari sisi lain, meskipun umur panjangnya bersifat abadi dan dan secara pasti tidak ada kabar tentang masa penungguan yang dipenuhi dengan kesulitan dan kesakitan serta kesusahan, hal ini tidak akan membuat kelelahan sedikit pun bagi mereka karena pada setiap harinya nikmat-nikmat baru akan hadir dari Allah kepada penghuni surga.<a id=\"_ftnref4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[4]<\/a><br \/>\nKata \u201c<em>muqamah<\/em>\u201d bermakna tempat tinggal dan \u201c<em>dar al-muqamah<\/em>\u201d adalah rumah dimana penghuninya tidak akan keluar dari sana dan tidak akan pindah ke tempat lain. Kata \u201c<em>nashabun<\/em>\u201d bermakna lelah yang berarti susah dan sulit. Kata \u201c<em>lughub<\/em>\u201d bermakna lesu dan susah dalam mencari rezeki.<br \/>\nKesimpulan makna ayat ini adalah: Allah yang telah menganugerahkan kepada kami, meskipun tidak layak telah memasukkan kami ke dalam rumah abadi, surga yang tidak ada kesusahan dan kelesuan, tidak juga menyebabkan kelelahan dan kecapaian karena segala yang kita inginkan telah tersedia.<a id=\"_ftnref5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[5]<\/a>[iQuest]<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<div id=\"ftn1\" dir=\"ltr\"><a id=\"_ftn1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[1]<\/a>\u00a0Raghib Isfahani, Husain bin Muhammad,\u00a0<em>Al-Mufradat fi Gharib al-Quran<\/em>, periset: Dawudi, Shafwan Adnan, hal. 203, Damisyq, Beirut, Dar al-Qalam, Al-Dar al-Syamiyyah, cet. 1, 1412 H.<\/div>\n<div id=\"ftn2\" dir=\"ltr\"><a id=\"_ftn2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[2]<\/a>\u00a0Ibid, hal. 553.<\/div>\n<div id=\"ftn3\" dir=\"ltr\"><a id=\"_ftn3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[3]<\/a>\u00a0Abu Ja\u2019far Muhammad bin Jarir,\u00a0<em>Jami\u2019 al-Bayan fi Tafsir al-Quran<\/em>, jil. 22, hal. 91, Beirut, Dar al-Ma\u2019rifah, cet. 1, 1412 H.<\/div>\n<div id=\"ftn4\" dir=\"ltr\"><a id=\"_ftn4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[4]<\/a>\u00a0Silahkan lihat: Makarim Syirazi, Nashir,\u00a0<em>Tafsir Nemuneh<\/em>, jil. 18, hal. 268-271, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, cet. 1, 1374 H.<\/div>\n<div id=\"ftn5\" dir=\"ltr\"><a id=\"_ftn5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id25571#\">[5]<\/a>\u00a0Thabathabai, Sayid Muhammad Husain,\u00a0<em>Al-Mizan fi Tafsir al-Quran<\/em>, jil. 17, hal. 47-48, Qum, Daftar Intisyarat Islami, cet. 5, 1417 H.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Ayat 33 hingga 35 surah Al-Fatir pada hakekatnya adalah kesimpulan pada ayat-ayat sebelumnya yaitu (Bagi mereka)<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3529,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[22],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5849"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5849"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5849\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5849"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5849"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5849"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}