{"id":5887,"date":"2018-02-02T09:07:01","date_gmt":"2018-02-02T02:07:01","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=5887"},"modified":"2018-02-02T09:07:01","modified_gmt":"2018-02-02T02:07:01","slug":"nama-nama-agung-sayyidah-fathimah-zahra-sa-bagian-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/02\/02\/nama-nama-agung-sayyidah-fathimah-zahra-sa-bagian-3\/","title":{"rendered":"Nama-Nama Agung Sayyidah Fathimah Zahra Sa Bagian 3"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Dalam beberapa sumber telah dijelaskan bahwa nama Fathimah merupakan nama yang sangat disukai oleh para Ma\u2019sumin (Ahlul Ba<span lang=\"IN\">i<\/span>t) as.\u00a0Imam Shadiq as bersabda: \u201cBeliau dinamakan Fathimah karena tidak ada keburukan dan kejahatan pada dirinya. Apabila tidak ada Ali as, maka sampai hari Kiamat tidak akan ada seorangpun yang sepadan dengannya (untuk menjadi pasangannya)\u201d\u00a0(Bihar\u00a0<span lang=\"IN\">A<\/span>l-Anwar jilid 43 halaman 10).<\/p>\n<div>Para Imam Ahlul Ba<span lang=\"IN\">i<\/span>t as sangat memuliakan pemilik nama Fathimah tersebut. Salah satu pengikut Imam Ja\u2019far as-Shadiq as telah dikaruniai seorang anak perempuan, kemudian beliau bertanya kepadanya: \u201cEngkau telah memberikan nama apa kepadanya ?\u201d. Ia menjawab: \u201cFathimah\u201d. Mendengar itu Imam as bersabda: \u201cFathimah, salam sejahtera atas Fathimah. Karena engkau telah menamainya Fathimah maka berhati-hatilah. Jangan sampai engkau memukulnya, mengucapkan perkataan buruk kepadanya, dan muliakanlah ia.\u201d<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Wanita mulia nan agung yang menjadi kekasih Allah dan Rasul-Nya itu bernama Fathimah. Keagungannya telah dinyatakan oleh manusia termulia dan makhluk Allah teragung, Muhammad saw yang segala pernyataannya tidak mungkin salah. Pada kesempatan ini, kita akan melihat beberapa sebutan mulia bagi wanita agung tersebut, disamping banyak nama dan sebutan lagi yang disematkan pada pribadi kekasih Allah dan Rasul-<span lang=\"IN\">N<\/span>ya itu. Di antaranya ialah<\/div>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Rasyidah<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Rasyidah,<\/em>\u00a0artinya ialah \u201cwanita yang telah dianugrahi petunjuk\u201d, selalu berada dalam kebenaran dan pemberi petunjuk bagi yang lain. Rasulullah SAW telah memberikan julukan ini kepada putrinya, Fathimah AS. Dalam sebuah riwayat telah dijelaskan bahwasanya Imam Ali AS bersabda: \u201cBeberapa saat sebelum kepergian Rasulullah (wafat), beliau telah memanggilku. Beliau bersabda kepadaku dan Fathimah: \u201cIni hanutku (ialah kapur barus yang dioleskan ke anggota sujud seorang jenazah, red) yang telah dibawakan Jibril dari surga untukku. Beliau telah menitip salam untuk kalian berdua dan berkata: \u201cEngkau harus membagikan hanut ini, dan ambillah untukmu. Pada saat itu Fathimah AS berkata: \u201c1\/3-nya untuk engkau wahai ayahku. Sedang sisanya, biarlah Ali sendiri yang memutuskannya\u201d. Mendengar itu Rasulullah menangis dan memeluk putrinya seraya bersabda: \u201cEngkau adalah wanita yang telah dianugrahi taufiq (pertolongan khusus) dan rasyidah (petunjuk) yang telah mendapatkan ilham dari-Nya, dan mendapatkan petunjuk dari-Nya. Pada saat itu pula Rasulullah SAW bersabda: \u201cWahai Ali, katakan padaku tentang sisa hanut tersebut\u201d. Aku (Ali) berkata: \u201cSetengah dari yang tersisa ialah untuk Zahra (Fathimah). Dan berkaitan dengan sebagian lainnya apa perintahmu, ya Rasulullah?\u201d. Rasulullah SAW bersabda: \u201cSisanya untukmu, maka peliharalah.\u201d (Bihar al-Anwar jilid 22 halaman 492)<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Haura Insiyah (bidadari berbentuk manusia)<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Sebelum Rasul melakukan salah satu mi\u2019rajnya(dari beberapa riwayat disebutkan\u00a0Rasulullah tidak melakukan mi\u2019raj sekali saja, bahkan berkali-kali red), Atas perintah Allah SWT, beliau tidak diperkenankan untuk menemui (mengumpuli) istrinya selama 40 hari. Dan pada hari terakhir beliau dalam mi\u2019raj-nya memakan buah-buahan seperti; kurma dan apel yang berasal dari surga. Seusai beliau memakan buah-buahan yang berasal dari surga itu lantas beliau menemui (mengumpuli) istrinya Sayidah Khadijah AS. Dan dari nutfah (sperma) yang berasal dari buah-buahan surga itulah, Sayidah Khadijah AS mengandung janin Sayidah Fathimah Zahra AS. Oleh karena itu, Sayidah Fathimah Zahra AS dijuluki \u2018<em>haura Insiyah<\/em>\u2019 (bidadari berbentuk manusia). (Tafsir Furat Kufi halaman 119, Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 18, riwayat-riwayat semacam inipun bisa didapati dalam sumber-sumber Ahlusunah seperti; Ad-Durrul Mansur, Mustadrak Shahihain, Dzakhairu al-Uqbah, Tarikh Bagdadi dsb)<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Haura insiyah<\/em>, artinya ialah \u201cbidadari yang berbentuk manusia\u201d, para wanita surga dinamakan bidadari karena putih dan hitam matanya sangat elok dan menarik sekali. Oleh karena itu, seorang wanita yang memiliki mata yang sangat elok seperti bidadari, dijuluki bidadari. (Bihar al-Anwar jilid 43 halaman 5)<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><strong>Thahirah<\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><em>Thahirah<\/em>\u00a0berarti\u00a0yang \u201csuci atau maksum dari dosa dan kesalahan\u201d. Hal ini karena beliau telah disucikan dari salah dan dosa, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam al-Qur\u2019an surah al-Ahzab ayat 33, \u201c\u2026\u00a0<em>Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.<\/em>\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\">Berdasarkan ayat di atas Allah SWT telah mensucikan Ahlu-Bayt Nabi SAW. Dan salah satu dari Ahlu-Bayt Nabi SAW tersebut adalah Sayidah Fathimah AS. Ayat di atas diturunkan berkaitan dengan \u201c<em>Ashhabul Kisa<\/em>\u201d (penghuni kain), yaitu Rasulullah, Imam Ali, Sayidah Fathimah Zahra, Imam Hasan dan Imam Husein. Hal ini dapat dirujuk dalam berbagai sumber seperti, Tafsir at-Thabari, Tafsir Ad-Durrul Mansur, Tarikh al-Bagdadi, Tafsir al-Kasyaf, Usudul Ghabah\u2026[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Dalam beberapa sumber telah dijelaskan bahwa nama Fathimah merupakan nama yang sangat disukai oleh para Ma\u2019sumin<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2717,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5887"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5887"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5887\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}