{"id":5997,"date":"2018-02-16T05:42:15","date_gmt":"2018-02-15T22:42:15","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=5997"},"modified":"2018-02-16T05:42:15","modified_gmt":"2018-02-15T22:42:15","slug":"taqiyyah-menurut-al-quran-dan-sunnah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/02\/16\/taqiyyah-menurut-al-quran-dan-sunnah\/","title":{"rendered":"Taqiyyah Menurut Al-Qur&#8217;an dan Sunnah"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Pada hakikatnya\u00a0<em>taqiyah<\/em>\u00a0termasuk perbuatan menyembunyikan dan memiliki tujuan-tujuan suci di antaranya:<\/p>\n<ol>\n<li dir=\"LTR\">Untuk menjaga kekuataan orang-orang beriman dari kebinasaan di tangan orang-orang kafir.<\/li>\n<li dir=\"LTR\">Untuk menjaga kemampuan orang-orang beriman untuk kondisi-kondisi khusus dan menentukan.<\/li>\n<li dir=\"LTR\">Menjaga rahasia dan khittah serta agenda-agenda supaya tidak jatuh di tangan musuh.<\/li>\n<\/ol>\n<div>Al-Qur\u2019an menyatakan rela terhadap praktik\u00a0<em>taqiyah<\/em>\u00a0Ammar bin Yasir di hadapan orang-orang musyrikin, kemudian Ammar untuk menyelamatkan dirinya secara lahir berkata-kata sejalan dengan kaum Musyrikin. Setelah melakukan hal ini, Ammar bin Yasir mengungkapkan kesedihannya sehingga sebuah ayat turun yang menjelaskan keridhaan Tuhan atas perbuatan Ammar bin Yasir.<a id=\"_ednref1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[1]<\/a><br \/>\nImam Baqir As bersabda, \u201c<em>Taqiyah<\/em>\u00a0adalah salah satu agenda keagamaanku dan datuk-datukku. Barang siapa yang tidak melakukan praktik\u00a0<em>taqiyah<\/em>\u00a0maka ia tidak beriman.\u201d<a id=\"_ednref2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[2]<\/a><br \/>\nImam Shadiq As bersabda, \u201cAyahku senantiasa mengingatkan bahwa tiada yang membuat mataku berbinar selain\u00a0<em>taqiyah<\/em>. Karena\u00a0<em>taqiyah<\/em>\u00a0adala tameng orang-orang beriman dan media untuk menjaga (keselamatan) orang beriman.\u201d<a id=\"_ednref3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[3]<\/a><br \/>\n<em>Taqiyah<\/em>\u00a0merupakan salah satu jenis taktik untuk menjaga kekuatan manusia dan supaya tidak membuang-buang energi orang beriman dalam hal-hal yang remeh dan tidak terlalu penting. Karena akal tidak akan pernah merestui orang-orang yang berjihad (mujahid) dengan jumlah minim dan secara terang-terangan memperkenalkan diri mereka sehingga dapat dengan mudah diidentifikasi dan dikenali oleh musuh-musuh.<br \/>\nAtas dasar ini,\u00a0<em>taqiyah<\/em>\u00a0sebelum ia menjadi bagian dari\u00a0 Islam ia merupakan sebuah metode rasional dan logis bagi setiap manusia yang sedang berperang dengan musuh yang kuat. Hal ini berlaku semenjak dahulu hingga sekarang.<a id=\"_ednref4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[4]<\/a><br \/>\nOleh karena itu, berdasarkan kondisi dan situasi yang beragam, taqiyah terkadang hukumnya wajib, terkadang haram dan terkadang mubah. Taqiyah wajib kondisinya ketika seseorang menghadapi kondisi dimana jiwanya terancam namun imbalannya tidak setara dengan pengorbanan jiwa. Namun tatkala kondisi mengarah pada tersebarnya kebatilan dan kesesatan banyak orang, kezaliman dan kejahatan maka taqiyah haram dan terlarang hukumnya.<\/div>\n<div>Dalam sejarah pelbagai perlawanan mazhab, sosial dan politik terkadang terjadi dimana para pembela sejati apabila ingin menunjukkan perlawanan secara terang-terangan maka\u00a0 baik diri mereka atau pun mazhabnya akan binasa atau paling tidak berada pada kondisi bahaya seperti dalam kasus para Syiah Imam Ali As pada masa pemerintahan rampasan Bani Umayyah<span dir=\"RTL\">.\u00a0<\/span><br \/>\nDalam kondisi seperti ini, jalan benar dan rasional adalah supaya ia tidak membuang-buang tenagannya dan untuk memajukan tujuan-tujuan sucinya ia melakukan perlawanan secara tidak langsung atau sembunyi-sembunyi<span dir=\"RTL\">.\u00a0<\/span><br \/>\nPada hakikatnya taqiyah tergolong sebagai perubahan bentuk gerakan perlawanan bagi mazhab seperti ini. Para pengikutnya dalam detik-detik perlawanan dan perjuiangan seperti ini dapat menyelamatkan mereka dari kehancuran dan kebinasaan. Dengan strategis seperti ini, kelanjutan perlawanannya akan meraih kemenangan. Bagi orang-orang yang memandang batil taqiyah tidak jelas bagaimana sikap mereka menghadapi kondisi seperti ini? Apakah kehancuran merupakan suatu hal yang baik atau kelanjutan perlawanan dalam bentuk yang benar dan logis? Jalan kedua adalah taqiyah dan jalan pertama tentu tidak ada orang yang menganjurkannya.<a id=\"_ednref5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[5]<\/a><br \/>\nDari satu sisi, kita menyaksikan pada masa ketika di Iran terjadi penggrebekan di mana-mana, Imam Khomeini mengingatkan bahwa sekarang bukan masanya taqiyah:<br \/>\n\u201cTerkadang taqiyah itu haram. Kondisi ketika seseorang melihat agama Allah Swt sedang dalam bahaya maka ia tidak boleh ber-taqiyah. Dalam kondisi seperti ini ia harus berbuat sesuatu apa pun yang akan terjadi. Taqiyah dalam urusan furu\u2019 bukan dalam urusan ushul. Taqiyah dilakukan untuk menjaga agama. Manakala agama berada dalam bahaya maka tidak dibolehkan taqiyah. Tidak diperbolehkan untuk diam.\u201d<a id=\"_ednref6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[6]<\/a><br \/>\nSingkatnya taqiyah yang dilakukan untuk kemaslahatan sebuah urusan agama atau duniawi sifatnya penting; atas dasar itu terkadang taqiyah dan menyembunyikan fakta maka kemaslahatan yang lebih penting akan sirna atau kerusakan yang lebih besar akan timbul maka menurut hukum akal dan syariat tidak diperkenankan melakukan taqiyah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><strong>Foot Note:<\/strong><\/div>\n<div>\n<div id=\"edn1\"><a id=\"_edn1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[1]<\/a><sup>. \u201c<\/sup><em>Barang siapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman, (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa). Akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.<\/em><em>\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Nahl [16]:106)<\/div>\n<div id=\"edn2\"><a id=\"_edn2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[2]<\/a><sup>.\u00a0<\/sup><em>Was\u00e2il al-Syiah<\/em>, jil. 16, hal. 210.<\/div>\n<div id=\"edn3\"><a id=\"_edn3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[3]<\/a><sup>.\u00a0<\/sup><em>Al-K\u00e2fi<\/em>, jil. 2, hal. 220, Hadis 14.<\/div>\n<div id=\"edn4\"><a id=\"_edn4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[4]<\/a><sup>.\u00a0<\/sup>Diadaptasi dari Pertanyaan No. 1779 (Site: 2132)<\/div>\n<div id=\"edn5\"><a id=\"_edn5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[5]<\/a>\u00a0Diadaptasi dari Jawaban No. 3022 (Site: 4099)<\/div>\n<div id=\"edn6\"><a id=\"_edn6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa12072#\">[6]<\/a>\u00a0Shahifah Imam Khomeini, jil. 8, hal. 11, Muassasah Tanzhim wa Nasyr Atsar Imam Khomeini, Tehran, Cetakan Keempat, 1386 S.<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Pada hakikatnya\u00a0taqiyah\u00a0termasuk perbuatan menyembunyikan dan memiliki tujuan-tujuan suci di antaranya: Untuk menjaga kekuataan orang-orang beriman dari<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[18],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5997"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5997"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5997\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5997"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5997"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5997"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}