{"id":6080,"date":"2018-02-24T10:54:11","date_gmt":"2018-02-24T03:54:11","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6080"},"modified":"2018-02-24T10:54:11","modified_gmt":"2018-02-24T03:54:11","slug":"adab-adab-berhubungan-suami-istri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/02\/24\/adab-adab-berhubungan-suami-istri\/","title":{"rendered":"Adab-adab Berhubungan Suami Istri &#8211; Bagian 1"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pertanyaan:<\/strong> Apakah memikirkan wanita lain selain istrinya ketika berhubungan badan akan menyebabkan cacat mental atau jasmani bagi anak?<\/p>\n<p><strong>Jawaban:\u00a0<\/strong><\/p>\n<div dir=\"ltr\">Pada dasarnya manusia adalah sebuah entitas yang merupakan gabungan dari kumpulan perbuatan, keadaan, niat dan usaha mereka sendiri. Dari sisi ini, makanan, zaman, makanan bahkan keadaan, suasana hati ayah dan ibu ketika terjadi pembuahan dan setelahnya akan berpengaruh dalam mempengaruhi anak baik dari sisi akhlak, sifat-sifat dhahir dan batinnya. Bahkan menurut pengamatan yang ada efek batin pergantian suasana hati dan pikiran manusia mempunyai pengaruh yang sangat penting dalam perubahan warna dan rona wajah.<a id=\"_ednref1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[1]<\/a><br \/>\nOleh itu, Nabi Muhammad ketika memberi nasehat kepada Imam Ali As tentang adab-adab berjima bersabda:<br \/>\n\u201cWahai Ali, jika kamu menggauli isterimu jangan membayangkan perempuan lain, karena bila dikaruniai anak laki-laki, dikhawatirkan akan memiliki sikap seperti wanita dan memiliki gangguan kejiwaan atau fisik.\u201d\u00a0<a id=\"_ednref2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[2]<\/a><br \/>\nNabi Muhammad Saw dalam hadis ini menjelaskan bahwa membayangkan wanita lain ketika berhubugan badan dengan istri salah satu hal yang mungkin akan mengakibatkan kecacatan jiwa atau jasmani sang anak.<a id=\"_ednref3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[3]<\/a><br \/>\nOleh itu sudah selayaknya jika ketika seseorang mendekati istrinya supaya menjauhkan pikiran-pikiran kotor sehingga di samping\u00a0 akan mencegah akibat jelek ruhnyah\u00a0 dan juga akan mencegah masalah yang akan timbul bagi anaknya yang akan lahir.<br \/>\nDapat dikatakan bahwa hadis ini dan hadis-hadis lainnya yang menerangkan adab-adab berhubungan suami istri dan hal-hal yang berkaitan dengannya menjelaskan akibat-akibat buruk karena tidak menjaga adab-adab dan syarat-syarat akan menjadi penyebab terjadinya pesan buruk tertentu.<br \/>\nTentu apa yang disebutkan dalam hadis tersebut bukan merupakan hukum yang pasti dan pasti akan terjadi, namun dengan mengabaikan adab-adab dan syarat-syarat itu dinilai akan menjadi peluang terbuka bagi terjadinya akibat-akibat tertentu itu.<br \/>\nSebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad: Aku takut jika terjadi hal-hal ini, yaitu bahwa membayangkan wanita lain ketika berhubungan suami istri akan menjadi peluang terbuka bagi terjadinya masalah itu \u2013bukan sebab sempurna dan pasti akan terjadinya masalah ini- dan kepada Imam Ali bersabda bahwa harus benar-benar memperhatikan adab-adab ini ketika berhubungan suami istri.<br \/>\nKarena itu, manusia tidak dapat secara seratus persen menghukumi bahwa membayangkan wanita lain ketika berhubungan suami istri, bahkan walaupun hal itu dilakukannnya dengan sengaja, pasti pada di masa akan datang, anaknya akan cacat. Keburukan pikiran kotor yang berasal dari Nabi Saw dipahami dari lafadz\u00a0<em>\u00a0L<\/em><em>\u0101<\/em><em>\u00a0taj<\/em><em>\u0101<\/em><em>mu\u2019<\/em>\u00a0(jangan berjima)<em>.<\/em><br \/>\nBahkan sekiranya kita berandai bahwa segala sesuatu yang terkait dengan sebab dan akibat, terjadinya sebagian pengaruh buruk, yang telah disebutkan, maka kita tetap tidak dapat menghukuminya secara pasti bahwa adanya sebab, maka akibatnya juga pasti akan terjadi; karena boleh jadi materialnya tersedia, namun penghalang tidak disingkirkan sehingga dengan demikian sebab tidak akan berpengaruh dan tidak akan memunculkan akibat.<br \/>\nDalam riwayat terdapat dua cara yang dapat menjadi penghalang terjadinya sebab-sebab takwini dan tasyri\u2019i, bahkan qadha dan qadar Ilahi yang sudah pasti, dua hal itu adalah:<\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li><strong>Sedekah:\u00a0<\/strong>Sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad Saw kepada Imam Ali As,<\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\">\u201cWahai Ali! Bersedekah akan mengubah\u00a0<em>qadha mubram<\/em>\u00a0(ketentuan Allah Swt yang bersifat pasti).\u201d\u00a0<a id=\"_ednref4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[4]<\/a><br \/>\nDalam riwayat yang lainnya, dikatakan:<br \/>\n\u201cSesungguhnya sedekah akan membalikkan qadha dan takdir jelek yang sedang turun dan akan memanjangkan umur.\u201d\u00a0<a id=\"_ednref5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[5]<\/a><\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li value=\"2\"><strong>Berdoa<\/strong>: Doa merupakan pencegah pengaruh sebab, bahkan akan mencegah terjadinya ketentuan pasti dan qadha Ilahi. Manusia dengan berdoa ke karibaan Ilahi bisa mencegah terjadinya hal-hal yang tidak menyenangkan dan mencegah takdir Ilahi.<a id=\"_ednref6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[6]<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\">Imam Kadzim As bersabda: Sesungguhnya doa akan mengembalikan segala sesuatu yang telah ditakdirkan dan sesuatu yang belum ditakdirkan. Perawi berkata, Aku berkata: Aku tahu apa itu sesuatu yang telah ditentukan (ditakdirkan), tapi apakah arti belum ditakdirkan itu? Imam Kazhim As bersabda, \u201cSampai ketika sebuah takdir belum ditentukan baginya.\u201d<span dir=\"RTL\">\u00a0<a id=\"_ednref7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\"><span dir=\"LTR\">[7]<\/span><\/a><\/span><br \/>\nImam Kadzim juga bersabda, \u201cAlangkah senangnya kalian (yang selalu) berdoa, karena berdoa di hadapan Allah dan memohon sesuatu dari-Nya akan membalikkan bencana yang telah ditakdirkan dan hukum yang telah berlaku baginya hingga tidak ada yang tersisa, oleh itu karena ia menyeru Tuhan dan karena memohon kepada-Nya maka bencana itu dibalikkan.\u201d<a id=\"_ednref8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[8]<\/a><br \/>\nPada riwayat lain disebutkan:<br \/>\nSesungguhnya doa itu akan membalikkan qadha, dan akan mencabut qadha sebagaimana akar benang akan terurai walaupun benang itu susah dipilin.\u201d\u00a0<a id=\"_ednref9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[9]<\/a><br \/>\nImam Sajad As bersabda: \u201cDoa akan menolak bala yang sudah turun dan yang belum turun.\u201d<span dir=\"RTL\">\u00a0<a id=\"_ednref10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\"><span dir=\"LTR\">[10]<\/span><\/a><\/span><br \/>\nOleh itu, manusia dengan bersedekah dan berdoa, bisa mencegah kemunculan akibat sebagian tindakan dosa seseorang yang dikerjakan karena ketidaktahuannya bahkan kesengajaan dan menanggulangi bencana yang akan mengenai orang-orang yang menjadi tanggungannya atau keluarganya atau orang-orang terdekatnya. [iQuest]<\/div>\n<div dir=\"ltr\">\n<div><\/div>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<div id=\"edn1\"><a id=\"_edn1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[1]<\/a>\u00a0Syaikh Bahai, Muhammad bin Husain Basthami, Ali bin Taifur,\u00a0<em>Minh\u0101j al-Nij\u0101h fi Tarjumeh Mift\u0101h al-Fal\u0101h,\u00a0<\/em>Riset: Hasan Zadeh Amuli. Muqadimah 2, hal. 101, Hikmah, Tehran, Cet. 6, hal. 1384<\/div>\n<div id=\"edn2\"><a id=\"_edn2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[2]<\/a>\u00a0Ibnu Babawaih, Muhammad bin Ali,\u00a0<em>Man L\u0101 Yahdhuruhu al-Faqih,<\/em>\u00a0Riset: Ghifari Ali Akbar, jil. 3, hal. 552, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cet. 2, 1413<\/div>\n<div><span dir=\"RTL\">\u00ab<\/span><span dir=\"RTL\">\u064a\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0644\u064e\u0627\u062a\u064f\u062c\u064e\u0627\u0645\u0650\u0639\u0650 \u200f\u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u062a\u064e\u0643\u064e \u200f\u0628\u0650\u0634\u064e\u0647\u0652\u0648\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0645\u0652\u0631\u064e\u0623\u064e\u0629\u0650 \u063a\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u0643\u064e\u200f \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u0650\u064a \u0623\u064e\u062e\u0652\u0634\u064e\u0649 \u0625\u0650\u0646\u0652 \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0628\u064e\u064a\u0652\u0646\u064e\u0643\u064f\u0645\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0644\u064e\u062f\u064c \u0623\u064e\u0646\u0652 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0645\u064f\u062e\u064e\u0646\u0651\u064e\u062b\u0627\u064b \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0645\u064f\u0624\u064e\u0646\u0651\u064e\u062b\u0627\u064b \u0645\u064f\u062e\u064e\u0628\u0651\u064e\u0644\u0627\u064b\u00bb<\/span><\/div>\n<div id=\"edn3\"><a id=\"_edn3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[3]<\/a>\u00a0Majlisi, Muhammad Taqi,<em>\u00a0Raudhah al-Muttaqin fi Syarh Man L\u0101 Yahdhuruhu al-Faqih<\/em>, Riset: Musawi, Kermani, Husain Isytihardi, Ali Panai, jil. 9, hal. 229, Muasasah Farhanggi Islami\u00a0 Kusyanebur, Qum, Cet. 2, 1406<\/div>\n<div id=\"edn4\"><a id=\"_edn4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[4]<\/a>\u00a0<em>Man L\u0101 Yahdhuruhu al-Faqih<\/em>, jil. 4, hal. 368.<\/div>\n<div>\u00ab\u064a\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0644\u0650\u064a\u0651\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064f \u062a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u0628\u0652\u0631\u0650\u0645\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0645\u0627\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn5\"><a id=\"_edn5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[5]<\/a>\u00a0Syaikh Hurr Amili, Muhammad bin Hasan,\u00a0<em>Hid\u0101yah al-Aimah ila Ahk\u0101m al-Aimah As,<\/em>\u00a0jil. 4, hal. 115, Astaneh al-Radhawiyahal-Muqadasah, Majma\u2019 al-Bahuts al-Islamiyah, Masyhad, Cet. 1, 1414.<\/div>\n<div>\u00ab\u0623\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0635\u0651\u064e\u062f\u064e\u0642\u064e\u0629\u064e \u062a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f \u0642\u064e\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0633\u0651\u064f\u0648\u0621\u0650 \u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0645\u064e\u060c \u0648\u064e \u0623\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0632\u0650\u064a\u062f\u064f \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u064f\u0631\u0650\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn6\"><a id=\"_edn6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[6]<\/a>\u00a0Kulaini, Muhammad bin Ya&#8217;qub,\u00a0<em>Ushul K\u0101fi<\/em>, penj. Mustafawi, Sayid Jawad, jil. 4, hal. 215, Kitab Furusyi Ilmiyah Islamiyah, Majma\u2019 al-Buhuts al-Islamiyah, Masyhad, Cet. 1, hal. 1414<\/div>\n<div id=\"edn7\"><a id=\"_edn7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[7]<\/a>\u00a0Kulaini, Muhammad bin Ya\u2019qub,\u00a0<em>Al-K\u0101fi<\/em>, Riset: Ghifari Ali Akbar, Akhundi, Muhammad, jil 2, hal. 469, Dar al-Kitab al-Islamiyah, Tehran, Cet. 4, 1369<\/div>\n<div>\u00ab\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064f\u062f\u0651\u0650\u0631\u064e \u0648\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u0652 \u0642\u064f\u0644\u0652\u062a\u064f \u0648\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064f\u062f\u0651\u0650\u0631\u064e \u0639\u064e\u0631\u064e\u0641\u0652\u062a\u064f\u0647\u064f \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064f\u0642\u064e\u062f\u0651\u064e\u0631\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u062d\u064e\u062a\u0651\u064e\u0649 \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn8\"><a id=\"_edn8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[8]<\/a>\u00a0Ibid, hal. 470<\/div>\n<div>\u00ab\u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u0650 \u0641\u064e\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0648\u064e \u0627\u0644\u0637\u0651\u064e\u0644\u064e\u0628\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0648\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0642\u064f\u062f\u0651\u0650\u0631\u064e \u0648\u064e \u0642\u064f\u0636\u0650\u064a\u064e \u0648\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0628\u0652\u0642\u064e \u0625\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0625\u0650\u0645\u0652\u0636\u064e\u0627\u0624\u064f\u0647\u064f- \u0641\u064e\u0625\u0650\u0630\u064e\u0627 \u062f\u064f\u0639\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u064e\u0647\u064f \u0639\u064e\u0632\u0651\u064e \u0648\u064e \u062c\u064e\u0644\u0651\u064e \u0648\u064e \u0633\u064f\u0626\u0650\u0644\u064e \u0635\u064e\u0631\u064e\u0641\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0635\u064e\u0631\u0652\u0641\u064e\u0629\u064b.\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn9\"><a id=\"_edn9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[9]<\/a>\u00a0Ibid, hal. 469.<\/div>\n<div>\u00ab\u0625\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0631\u064f\u062f\u0651\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064e\u0636\u064e\u0627\u0621\u064e \u064a\u064e\u0646\u0652\u0642\u064f\u0636\u064f\u0647\u064f \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064f\u0646\u0652\u0642\u064e\u0636\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u0650\u0644\u0652\u0643\u064f \u0648\u064e \u0642\u064e\u062f\u0652 \u0623\u064f\u0628\u0652\u0631\u0650\u0645\u064e \u0625\u0650\u0628\u0652\u0631\u064e\u0627\u0645\u0627\u064b.\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn10\"><a id=\"_edn10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa35089#\">[10]<\/a>\u00a0Ibid, hal. 469<\/div>\n<div>\u00ab\u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0639\u064e\u0627\u0621\u064f \u064a\u064e\u062f\u0652\u0641\u064e\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u0644\u064e\u0627\u0621\u064e \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0632\u0650\u0644\u064e \u0648\u064e \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0646\u0652\u0632\u0650\u0644\u0652\u00bb<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan: Apakah memikirkan wanita lain selain istrinya ketika berhubungan badan akan menyebabkan cacat mental atau jasmani bagi anak?<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5029,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[23],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6080"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6080"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6080\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}