{"id":6111,"date":"2018-03-01T11:10:01","date_gmt":"2018-03-01T04:10:01","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6111"},"modified":"2018-03-01T11:10:01","modified_gmt":"2018-03-01T04:10:01","slug":"al-quran-daun-lontar-peninggalan-waliyullah-asal-madura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/03\/01\/al-quran-daun-lontar-peninggalan-waliyullah-asal-madura\/","title":{"rendered":"Al-Qur\u2019an Daun Lontar Peninggalan Waliyullah Asal Madura"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Jejak para\u00a0<em>waliyullah<\/em>\u00a0dalam menyiarkan Islam di Bumi Nusantara patut menjadi suri tauladan bagi umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah puasa. Sebab,\u00a0<em>karomah<\/em>atau kekuatan luar biasa yang diberikan Allah Swt kepada para wali dapat dijadikan penyemangat hidup.<\/p>\n<p><em>Karomah<\/em>\u00a0biasanya ditunjukan oleh para wali berupa bangunan masjid, ilmu tafsir Al-Qur\u2019an, maupun benda-benda pusaka lainnya. Di Semarang, terdapat sebuah Al-Qur\u2019an yang ditulis tangan oleh Sayyid Abdurrahman,\u00a0<em>waliyullah<\/em>\u00a0asal \u201cPulau Garam\u201d, Madura.<\/p>\n<p>Menariknya, Al-Qur\u2019an ini ditulis di atas daun lontar. Guratan-guratan ayat suci Al-Qur\u2019an dari daun lontar kini tersimpan rapi di Pondok Pesantren Al Multazam, Pudakpayung, Semarang.<\/p>\n<p>\u201cAl-Qur\u2019annya masih asli sejak disimpan di sini 10 bulan yang lalu,\u201d kata KH Khamami, pengasuh Ponpes Al Multazam, seraya menunjukan lembaran-lembaran daun lontar yang bertuliskan ayat suci Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an yang kini disimpan di ruang perpustakaan tersebut, secara bergantian rutin dibaca oleh santri pesantrennya sebagai penyemangat, khususnya ketika menjalankan ibadah puasa.<\/p>\n<p>\u201cSambil menunggu beduk Maghrib, saya rutin mengaji bersama santri agar dapat menghayati makna ayat suci yang terkandung di dalamnya,\u201d kata Khamami.<\/p>\n<p>Ada 30 juz ayat suci yang ditulis di atas lontar setebal 22 lembar. Di atas lontar selebar 1,5 meter inilah dapat dilihat jelas guratan-guratan ayat suci tanpa\u00a0<em>harakat<\/em>\u00a0lengkap dengan untaian kaligrafi yang indah.<\/p>\n<p>Lontar tersebut hanya direkatkan pada seuntai benang agar tidak terpisahkan satu sama lain. Aroma lontar pun masih harum semerbak layaknya daun yang baru dipetik. Padahal, usia kitab suci warisan Sayyid Abdurrahman ini telah mencapai lebih dari 200 tahun.<\/p>\n<p>Dengan hanya direkatkan dengan untaian benang, Khamami mengaku takjub betapa sederhananya Al-Qur\u2019an peninggalan sang wali.<\/p>\n<p>Hanya memakai pelepah lontar dan sebatang lidi, Khamami mengisahkan Sayyid Abdurrahman mampu menuliskan ayat-ayat suci yang sangat rapi lengkap dengan kaligrafi.<\/p>\n<p>\u201cInilah mukjizat yang luar biasa. Beliau memberikan\u00a0<em>karomah<\/em>\u00a0pada ayat suci yang ditulis di atas lontar dan benda ini jadi pelajaran berharga bagi generasi muda,\u201d ungkap Khamami.<\/p>\n<p>Pada masa lampau, Sayyid Abdurrahman dikenal sebagai alim ulama yang memiliki ilmu agama yang sepadan dengan Walisongo. Sudah ada enam keturunannya yang mendapat warisan Al-Qur\u2019an daun lontar.<\/p>\n<p>Usai Sayyid Abdurrahman wafat, kitab suci itu diturunkan kepada sang anak, KH Tuju Langker, lalu secara turun-temurun diberikan kepada KH Aziz Tapa, KH Tuju Panaungan, hingga KH Bunyamin Maimunah yang wafat pada 2014 silam.<\/p>\n<p>Berdasarkan literatur resmi yang diterimanya, ia bilang keturunan terakhir KH Maimunah lalu menyerahkan Al-Qur\u2019an daun lontar kepada salah satu wali murid santrinya.<\/p>\n<p>\u201cKemudian, dia minta saya menyimpannya di perpustakaan pesantren. Semuanya karena petunjuk Allah Swt,\u201d ucap Khamami.<\/p>\n<p>Khamami mengatakan, Al-Qur\u2019an warisan Sayyid Abdurrahman akan disimpan dalam galeri museum tepat tanggal 17 Ramadan saat momentum turunnya kitab suci umat Islam itu kepada Nabi Muhammad Saw.<\/p>\n<p>\u201cMuseumnya akan dibangun di Ponpes Multazam,\u201d ujarnya lagi.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin melestarikan benda-benda peninggalan\u00a0<em>waliyullah<\/em>\u00a0yang telah memperjuangkan agama Islam sejak zaman dahulu. Sehingga, pada masa mendatang anak-anak muda mampu mempelajari kehebatan karomah para wali,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dian Citra, seorang santriwati di Ponpes Al Multazam, mengaku gembira dapat membaca satu demi satu ayat yang ada di daun lontar tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya baru tahu ada Al-Qur\u2019an yang seperti ini karena biasanya hanya dibuat dari kertas dan kulit kambing. Kalau yang ditulis dari daun lontar merupakan benda langka dan perlu dilestarikan,\u201d kata Dian.<\/p>\n<p>Ia berpendapat keberadaan ayat suci Al-Qur\u2019an jadi pelajaran berharga baginya yang kini sibuk menimba ilmu agama dan bahasa Inggris di Ponpes Al Multazam.<\/p>\n<p>\u201cSaya juga ingin membiasakan mengamalkan Al-Qur\u2019an. Lalu mengasah kemampuan berbahasa Arab dan Inggris,\u201d sahut seorang santri lainnya. EH \/ Islam Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; ICC Jakarta &#8211; Jejak para\u00a0waliyullah\u00a0dalam menyiarkan Islam di Bumi Nusantara patut menjadi suri tauladan bagi umat Muslim<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6112,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[13],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6111"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6111"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6111\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}