{"id":6198,"date":"2018-03-10T08:48:53","date_gmt":"2018-03-10T01:48:53","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6198"},"modified":"2018-03-10T08:48:53","modified_gmt":"2018-03-10T01:48:53","slug":"makna-hadis-fatimah-dicipta-sebagai-bidadari-dalam-bentuk-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/03\/10\/makna-hadis-fatimah-dicipta-sebagai-bidadari-dalam-bentuk-manusia\/","title":{"rendered":"Makna Hadis \u201cFatimah Dicipta Sebagai Bidadari Dalam Bentuk Manusia&#8221;"},"content":{"rendered":"<div class=\"short-question clearfix\">\n<div class=\"full-question clearfix\">\n<div id=\"A2_1\" class=\"quest-content\"><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Pada kitab\u00a0<em>Bih<\/em><em>\u00e2<\/em><em>r al-Anw<\/em><em>\u00e2<\/em><em>r<\/em>\u00a0dan\u00a0<em><em>Mustadrak al-Wasail disebutkan <\/em><\/em>bahwa<em><em>\u00a0<\/em><\/em>\u201cSesungguhnya Fatimah dicipta sebagai bidadari dalam rupa manusia?\u201d. Hadis\u00a0ini dengan sanad yang sama terdapat juga dikitab\u00a0<em>Dal<\/em><em>\u00e2<\/em><em>il al-Im<\/em><em>\u00e2<\/em><em>mah<\/em>. Disebutkan bahwa dalam beberapa literatur lainnya juga hadis ini disebutkan dengan silsilah sanad yang lain. Para perawinya juga telah mendapat tautsiq secara umum dan sanad hadisnya juga mendapatkan pengakuan.<\/div>\n<div class=\"quest-content\">Apa makna sebenarnya dari hadis ini?<\/div>\n<div class=\"quest-content\">\nHadis yang disebutkan memiliki dua makna lahir dan batin. Makna lahirnya adalah bahwa Fatimah adalah seorang bidadari yang dicipta sebagaimana rupa manusia.\u201d Namun makna batinnya, Fatimah Sa pada tingkatan pertama penciptaan sejenis dengan para bidadari dicipta dari tanah penuh cahaya surga. Tatkala Allah Swt menciptakan Adam, jisim cahaya Fatimah Sa berbentuk sebuah apel di surga dan pada malam mikraj, Jibril menyerahkan buah apel itu kepada Rasulullah Saw dan kemudian Rasulullah Saw memakan buah apel itu lalu benih Sayidah Fatimah terlahir dari apel surgawi tersebut. Namun pada tingkatan keberadaannya di dunia ini dicipta sebagaimana manusia memiliki struktur fisik dan bentuk lahirnya sebagaimana manusia.<\/div>\n<div class=\"quest-content\"><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"short-answer clearfix\">\n<div class=\"full-answer clearfix\">\n<div id=\"A4_1\" class=\"quest-content\">\n<div dir=\"ltr\">Untuk menjelaskan makna hadis pertama-tama kita harus mengkaji tentang kata \u201c<em>hurr<\/em>\u201d dari sisi maknanya kemudian menjelaskan arti hadis dan sisi kesamaan\u00a0<em>hurr<\/em>\u00a0ini dengan Fatimah Zahra Sa dalam penciptaan.\n<\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li><strong>Makna\u00a0<em>Hurr<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\"><em>H<\/em><em>u<\/em><em>rr<\/em>\u00a0adalah bentuk jamak dan kata tunggalnya\u00a0<em>haura<\/em>\u00a0dan\u00a0<em>ahwar<\/em>. Haura adalah nama yang dilekatkan pada orang yang hitam matanya sangat hitam dan putihnya sangat transparan.<a id=\"_ednref1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[1]<\/a><br \/>\nSekaitan dengan\u00a0<em>h<\/em><em>ur<\/em><em>r<\/em>\u00a0banyak dijelaskan pada beberapa ayat dan riwayat<a id=\"_ednref2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[2]<\/a>\u00a0di antaranya:<br \/>\n1. Wajah cantik rupawan.<a id=\"_ednref3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[3]<\/a><br \/>\n2. Mencintai suaminya dan tidak memperhatikan orang lain.<a id=\"_ednref4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[4]<\/a><br \/>\n3. Tidak memiliki darah haidh dan darah keperawanan.<a id=\"_ednref5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[5]<\/a><br \/>\n4. Istri yang senantiasa perawan.<a id=\"_ednref6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[6]<\/a><br \/>\n5. Istri yang senantiasa suci dari pelbagai noda.<a id=\"_ednref7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[7]<\/a><br \/>\n6. Dalam kecantikan laksana mutiara, marjan dan ruby.<a id=\"_ednref8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[8]<\/a><br \/>\n6. Wanita-wanita yang tidak pernah disentuh selain oleh suami-suami mereka.<a id=\"_ednref9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[9]<\/a>\n<\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li value=\"2\"><strong>Sanad Hadis<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\">Hadis yang ditanyakan dinukil dalam kitab\u00a0<em>Bih<\/em><em>\u00e2<\/em><em>r al-Anw<\/em><em>\u00e2<\/em><em>r<\/em><a id=\"_ednref10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[10]<\/a>\u00a0dan\u00a0<em>Mustadrak al-Was<\/em><em>\u00e2<\/em><em>il<\/em><a id=\"_ednref11\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[11]<\/a>\u00a0dengan sanad yang sama dari kitab\u00a0<em>Dal<\/em><em>\u00e2<\/em><em>il al-Im<\/em><em>\u00e2<\/em><em>mah<\/em>.<a id=\"_ednref12\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[12]<\/a><br \/>\nDisebutkan bahwa hadis ini juga diriwayatkan pada literatur lainnya dengan silsilah sanad yang berbeda \u2013 seperti Asma binti Umais.<a id=\"_ednref13\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[13]<\/a>\u00a0Para perawi riwayat ini secara umum mendapatkan tautsiq dan sanad hadisnya juga memperoleh pengakuan.\n<\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li value=\"3\"><strong>Makna Hadis<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\">Makna hadis yang disebutkan dapat dijelaskan dalam bagian:<\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li>Makna luar dan lahir: Makna lahir dari hadis di atas dapat dijelaskan dengan mengutip sabda Rasulullah Saw tentang Fatimah Sa. Beliau bersabda, \u201cFatimah adalah seorang bidadari yang diciptakan dalam bentuk sebagaimana manusia.\u201d Artinya bahwa Fatimah al-Zahra adalah laksana bidadari surga yang dicipta dari cahaya bukan dari tanah dan memiliki sifat-sifat bidadari surga. Badannya tidak terpengaruh oleh materi dan tidak ternodai oleh hal-hal material. Karena itu, tatkala datang bulan (haidh) ia tidak melihat darah namun dari sisi bentuk dan susunan lahir diciptakan sebagaimana manusia. Struktur fisik dan lahirnya serupa dengan manusia.<\/li>\n<li>Makna dalam dan batin: Manusia memiliki dua sisi dan dimensi dalam dirinya. Dimensi materi dan jasmani yang diciptakan dari tanah,<a id=\"_ednref14\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[14]<\/a>yang memiliki pengaruh dan keterikatan terhadap materi seperti berbentuk dan terbatas. Dimensi lainnya adalah dimensi batin atau mental dimana ruh Allah Swt yang ditiupkan pada diri manusia yang bahan fisiknya bersumber dari tanah.<a id=\"_ednref15\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[15]<\/a>Manusia memiliki martabat yang tinggi dan potensi yang tidak terbatas serta dalam mencapai derajat-derajat kesempurnaan yang nirbatas\u00a0 dan makrifat Ilahi yang tak berdemarkasi; karena tingkatan-tingkatan kesempurnaan Tuhan dan cahaya wujud-Nya tidak terbatas.<\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\">Dari sisi lain, para bidadari surga dan dengan kata yang lebih komprehensif, segala yang non materi adalah makhluk Ilahi yang memiliki dua dimensi; pertama dimensi jasmani yang diciptakan dari tanah penuh cahaya surgawi.<a id=\"_ednref16\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[16]<\/a>\u00a0karena itu, tidak memiliki pengaruh materi dan hijab-hijab jasmani di dunia ini. Lainnya adalah dimensi ruhani yang terbatas pada batasan tertentu. Keterbatasan dimensi ruhani ini telah ditentukan Tuhan bagi mereka berdasarkan kapasitas eksistensial masing-masing dan mereka tidak dapat naik lebih tinggi lain dari batasan yang telah ditetapkan untuknya.<a id=\"_ednref17\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[17]<\/a><br \/>\nSesungguhnya Fatimah Sa pada tingkatan pertama penciptaan sejenis dengan para bidadari dicipta dari tanah penuh cahaya surga. Tatkala Allah Swt menciptakan Adam, jisim cahaya Fatimah Sa berbentuk sebuah apel di surga dan pada malam mikraj, Jibril menyerahkan buah apel itu kepada Rasulullah Saw dan kemudian Rasulullah Saw memakan buah apel itu lalu benih Sayidah Fatimah terlahir dari apel surgawi tersebut.<a id=\"_ednref18\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[18]<\/a>\u00a0Namun pada tingkatan keberadaannya di dunia ini dicipta sebagaimana manusia memiliki struktur fisik dan bentuk lahirnya sebagaimana manusia.<br \/>\nKesimpulannya adalah bahwa jasmani mulia Fatimah Zahra Sa tidak memiliki efek materi dan sebagaimana para bidadari sangat jelita dan suci dari pelbagai noda dan hijab kegelapan. Namun diciptakan sebagaimana jenis manusia. [iQuest]<\/div>\n<div dir=\"ltr\">\n<div><\/div>\n<hr align=\"right\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<div id=\"edn1\"><a id=\"_edn1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[1]<\/a>. Hasan Mustafawi,\u00a0<em>al-Tahqiq fi Kalim\u00e2t al-Qur\u2019\u00e2n al-Karim<\/em>, jil. 2, hal. 306, Banggah Tarjameh wa Nasyr Kitab, Tehran, 1360 S; Ridha Mihyar, Farhangg Abjadi Arabi-Farsi, hal. 26, kata haur; Nasir Makarim Syirazi, Tafsir Nemuneh, jil. 21, hal. 212, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, 1374 S.<\/div>\n<div id=\"edn2\"><a id=\"_edn2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[2]<\/a>. Silahkan lihat, indeks terkait, \u201cHur al-\u2018Ain Surga dan Pernikahan\u201d, Pertanyaan 789; Hurr al-\u2018Ain Surga dan Para Wanita,\u201d Pertanyaan 864.<\/div>\n<div id=\"edn3\"><a id=\"_edn3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[3]<\/a>. \u201c<em>Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik lagi cantik.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Rahman [55]:70)<\/div>\n<div id=\"edn4\"><a id=\"_edn4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[4]<\/a>.\u00a0<em>\u00a0\u201cDi sisi mereka ada bidadari-bidadari yang bermata jelita dan tidak mencintai selain suami mereka.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Shaffat [37]:48)<\/div>\n<div id=\"edn5\"><a id=\"_edn5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[5]<\/a>. Sayid Abdul Husain Thayyib,\u00a0<em>Athyab al-Bay\u00e2n fi Tafsir al-Qur\u2019\u00e2n<\/em>, jil. 12, hal. 387, Intisyarat Islam, Cetakan Kedua, Tehran, 1378 S; Silahkan lihat indeks, Adat dan Kebiasaan Fatimah Sebagai Batul, Pertanyaan 8140.<\/div>\n<div id=\"edn6\"><a id=\"_edn6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[6]<\/a>.\u00a0<em>\u00a0\u201cSesungguhnya Kami menciptakan mereka (istri-istri itu) kembali.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Waqiah [56]:35)<\/div>\n<div id=\"edn7\"><a id=\"_edn7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[7]<\/a>. \u00a0<em>Di dalam surga itu mereka mempunyai istri-istri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Nisa [4]:57)<\/div>\n<div id=\"edn8\"><a id=\"_edn8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[8]<\/a>.\u00a0<em>\u201cBidadari-bidadari itu seakan-akan permata yakut dan merjan.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Rahman [55]:58); \u201c<em>Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Waqiah [56]:22)<\/div>\n<div id=\"edn9\"><a id=\"_edn9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[9]<\/a>.\u00a0<em>\u00a0\u201cMereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Rahman [55]:74)<\/div>\n<div id=\"edn10\"><a id=\"_edn10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[10]<\/a>. Muhammad Baqir Majlisi,\u00a0<em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 78, hal. 112, Dar Ihya al-Turats al-\u2018Arabi, Beirut, Cetakan Kedua, 1403 H.<\/div>\n<div id=\"edn11\"><a id=\"_edn11\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[11]<\/a>. Husain bin Muhammad Taqi,\u00a0<em>Mustadrak al-Was\u00e2il wa Mustanbith al-Mas\u00e2il<\/em>, jil. 2, hal. 37, Muassassah Alu al-Bait, Qum, Cetakan Pertama, 1408 H.<\/div>\n<div id=\"edn12\"><a id=\"_edn12\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[12]<\/a>. Muhammad bin Jarir bi Rastam Thabari Amuli Shagir,\u00a0<em>Dal\u00e2il al-Im\u00e2mah<\/em>, hal. 146, Bi\u2019tsah, Qum, Cetakan Pertama, 1413 H.<\/div>\n<div id=\"edn13\"><a id=\"_edn13\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[13]<\/a>. Silahkan lihat Ali bin Muhammad al-Syafi\u2019i Ibnu Maghazali,\u00a0<em>Man\u00e2qib al-Im\u00e2m Ali bin Abi Thalib As\u00a0<\/em>hal. 296, Dar al-Adhwaa, Beirut,\u00a0 Cetakan Ketiga, 1424 H; Husain bin Abdul Wahab, Ibnu Abdul Wahab, \u2018Uyun al-Mu\u2019jizat, hal. 58, Maktabah al-Dawari, Qum, Cetakan Pertama, Tanpa Tahun; Ali bin Isa Arbali,\u00a0<em>Kasyf al-Ghummah fi Ma\u2019rifat al-Aimmah<\/em>, Riset dan edit oleh Hasyim Rasul Mahallati, jil. 1, hal. 463, Bani Hasyim, Tabriz, Cetakan Pertama, 1381 H.<\/div>\n<div id=\"edn14\"><a id=\"_edn14\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[14]<\/a>.\u00a0<em>\u201cDan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah.\u201d<\/em>(Qs. Al-Mukminun [23]:12)<\/div>\n<div id=\"edn15\"><a id=\"_edn15\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[15]<\/a>.\u00a0<em>\u201cMaka apabila Aku telah menyempurnakan penciptaannya, dan telah meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Hijr [15]:29)<\/div>\n<div id=\"edn16\"><a id=\"_edn16\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[16]<\/a>. Tatkala Abu Bashir bertanya tentang penciptaan bidadari-bidadari surga dari Imam Shadiq As, Imam Shadiq As bersabda, \u201c<em>Min turbah al-jannah al-nuraniyah<\/em>,\u201d Ali bin Ibrahim Qummi, Tafsir al-Qumi, Riset dan edit oleh Tayyib Musawi Jazairi, jil. 2, hal. 82, Dar al-Kitab, Qum, Cetakan Ketiga, 1404 H.<\/div>\n<div id=\"edn17\"><a id=\"_edn17\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[17]<\/a>.\u00a0<em>\u201cTiada seorang pun di antara kami (malaikat) melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu.\u201d<\/em>(Qs. Al-Shaffat [37]:164)<\/div>\n<div id=\"edn18\"><a id=\"_edn18\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa22548#\">[18]<\/a>. Syaikh Shaduq,\u00a0<em>Ma\u2019\u00e2ni al-Akhb\u00e2r<\/em>, Riset dan edit oleh Ali Akbar Ghaffari, hal. 396, Daftar Intisyarat Islami, Qum.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Pada kitab\u00a0Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r\u00a0dan\u00a0Mustadrak al-Wasail disebutkan bahwa\u00a0\u201cSesungguhnya Fatimah dicipta sebagai bidadari dalam rupa manusia?\u201d. Hadis\u00a0ini dengan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6163,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6198"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6198"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6198\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}