{"id":6200,"date":"2018-03-10T09:17:01","date_gmt":"2018-03-10T02:17:01","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6200"},"modified":"2018-03-10T09:17:01","modified_gmt":"2018-03-10T02:17:01","slug":"arti-al-bahrain-pada-surah-al-rahman-ayat-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/03\/10\/arti-al-bahrain-pada-surah-al-rahman-ayat-19\/","title":{"rendered":"Arti al-Bahrain Pada Surah al-Rahman Ayat 19"},"content":{"rendered":"<div class=\"short-question clearfix\">\n<div class=\"full-question clearfix\">\n<div id=\"A2_1\" class=\"quest-content\"><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong>\u00a0Orang-orang Syi\u2019ah mengajukan penafsiran bahwa\u00a0makna al-Bahrain dalam surah al-Rahman (55) ayat 19 menurut nukilan dari Jabir dari Abi Abdullah maksud dari al-Bahrain (dua laut) itu adalah Ali dan Fatimah, yaitu Ali tidak melakukan kezaliman terhadap Fathimah dan begitupun sebaliknya, demikian juga Hasan dan Husain.\u201d<\/div>\n<div class=\"quest-content\">Apakah benar demikian?<\/div>\n<div class=\"quest-content\">\n<p style=\"text-align: center;\">\u0645\u064e\u0631\u064e\u062c\u064e \u0627\u0644\u0652\u0628\u064e\u062d\u0652\u0631\u064e\u064a\u0652\u0646\u0650 \u064a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064e\u0642\u0650\u064a\u064e\u0627\u0646\u0650<\/p>\n<\/div>\n<div class=\"quest-content\"><em>&#8220;Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu.&#8221;\u00a0<\/em>(QS. Al-Rahman [55]: 19)<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"short-answer clearfix\">\n<div class=\"plus-title\"><\/div>\n<div id=\"A3_1\" class=\"quest-content\">\n<div dir=\"ltr\">Tuhan dalam menjelaskan salah satu dari nikmat-nikmat-Nya, mengingatkan tentang dua laut yang berbeda satu sama lain, akan tetapi bertemu dan memiliki hubungan antara satu dengan yang lain. Namun demikian di saat yang sama, yang satu sama sekali tidak dapat mendominasi yang lain; karena di antara keduanya terdapat penahan dan penghalang.<br \/>\nPenafsiran lahiriah dari ayat ini adalah bahwa kedua laut ini berdampingan dengan dua ciri khas yang berbeda, akan tetapi terdapat penghalang di antara keduanya yang tidak membolehkan sama sekali yang satu terdominasi oleh yang lain dan hal ini adalah sungguh bukti yang besar atas Kemaha-kuasaan dan Kehebatan Tuhan.<br \/>\nSelain dari penafsiran diatas, terdapat satu riwayat yang menjelaskan salah satu dari makna-makna batin al-Quran, dan menganggap bahwa maksud dari dua laut itu adalah Ali \u00a0As dan Fathimah Sa. Akan tetapi tentunya tafsir batin ini tidak berlawanan dengan hujjah dan argumen makna lahiriahnya.\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"full-answer clearfix\">\n<div class=\"plus-title\">\n<div id=\"A4\" class=\"ShowArrow Down\">Jawaban Detil<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"A4_1\" class=\"quest-content\">\n<div dir=\"ltr\">Dalam surah al-Rahman (55),\u00a0 Allah Swt menjelaskan beberapa dari nikmat dan menunjukkan KekuasaanNya; seperti, ayat ini \u201c<em>Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing masing<\/em>\u201d.<a id=\"_ednref1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\"><em><strong>[1]<\/strong><\/em><\/a>\u00a0Kemudian Dia menjelaskan kedua laut tersebut dengan seperti ini:<em>\u00a0Dari kedua laut itu keluar mutiara dan marjan\u201d.<a id=\"_ednref2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\"><strong>[2]<\/strong><\/a><\/em>\u00a0Dan pada ayat yang lain mengemuka dengan jelas maksud dari\u00a0<em>al-Bahrain<\/em>\u00a0(dua laut): \u201c<em>dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir ( berdampingan) yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus\u201d<a id=\"_ednref3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\"><strong>[3]<\/strong><\/a>( seakan akan mereka berkata) menjauhlah dariku janganlah mendekat<\/em>. Karena itu, maksud dari dua laut pada ayat ini adalah laut tawar dan laut asin.<br \/>\nKemudian, dengan memperhatikan poin-poin yang ada di bawah, dapat dipahami maksud dari dari ayat tersebut:<\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li>Kedua laut ini saling bertemu dan punya hubungan erat satu sama lain. Akan tetapi pada saat yang sama, yang satu sama sekali tidak dapat mendominasi yang lain; karena di antara kedua laut ini terdapat penahan dan penghalang. Kedua laut ini berdampingan dengan dua ciri khas yang berbeda, akan tetapi terdapat penghalang di antara keduanya yang sama sekali tidak memperbolehkan yang satu terdominasi oleh yang lainnya dan hal ini adalah sungguh bukti yang besar atas Kemaha-kuasaan dan Kehebatan Tuhan.<a id=\"_ednref4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[4]<\/a>Maka dari itu Tuhan selanjutnya berfirman: \u201c<em>Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan<\/em>\u201d<a id=\"_ednref5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[5]<\/a><\/li>\n<li>Terkait dengan maksud dari kedua laut tersebut, namun laut yang mana dan sungai apa yang dimaksudkan oleh ayat tersebut terdapat beberapa perbedaan pendapat:<\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\"><em>Pertama<\/em>, sungai-sungai besar air tawar yang ketika bermuara ke lautan dan samudra umumnya akan membentuk laut dari air tawar di tepi pantai dan mendorong air asin ke belakang, yang mengherankan adalah sampai pada waktu yang lama kedua air tersebut \u2013tawar dan asin\u2013 tidak saling bercampur oleh karena perbedaan tingkat dan derajat konsentrasi,<a id=\"_ednref6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[6]<\/a>\u00a0dan ini jelas adalah sungguh keagungan-keagungan Ilahi sebagai bahan pelajaran manusia.<br \/>\n<em>Kedua<\/em>, sebagian dari para mufassir memaknai kedua laut tersebut pada sebagian dari beberapa laut zaman sekarang,<a id=\"_ednref7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[7]<\/a>\u00a0namun tentunya terdapat juga beberapa kritik atas penafsiran-penafsiran ini.<br \/>\n<em>Ketiga<\/em>, sebagian dari para mufassir juga menyepakati demikian bahwa maksud dari dua laut adalah laut bumi dan langit, dalam artian ketika air menjadi uap, uap akan naik keatas dan membentuk awan. Air tersebut adalah air tawar yang terpisah dari air laut yang asin.<a id=\"_ednref8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[8]<\/a>\u00a0Namun penafsiran ini pun juga tidak terlepas dari masalah yaitu lafaz \u201claut\u201d tidak dapat digunakan pada awan dan yang semisalnya.<\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li value=\"3\">Dari batas yang terdapat di antara kedua laut tersebut, Tuhan mengibaratkannnya seperti ini: \u201c<em>di antara keduanya ada batas<\/em>&#8230;\u201d; apa maksud dari batas (<em>barzakh<\/em>) tersebut; terdapat beberapa pendapat:<\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\"><em>Pertama<\/em>, banyak penafsiran-penafsiran yang mengatakan dengan ungkapan\u00a0<em>hajiz min qudratillah<\/em>(pembatas adalah dari kekuasaan Allah).<a id=\"_ednref9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[9]<\/a>\u00a0Nampaknya ungkapan ini memiliki semacam ambiguitas pada dirinya dan satu-satunya yang memperjelas adalah poin ini bahwa kekuasaan Ilahi merealisasi pada hal tersebut dan penghalang hal tersebut menjadi aneh dan tidak lazim. Jadi, apakah kekuasaan Tuhan yang merealisasi pada suatu hal dan untuk peran tersebut Dia memainkan perantara atau tidak, mengenai pertanyaan ini tidak ada jawaban yang tersedia. Pada akhirnya, pandangan ini beserta unversalitasnya dapat disatukan dengan pendapat-pendapat lain.<br \/>\n<em>Kedua<\/em>, sebagian lain menjelaskan hanya kekuasaan Tuhan dan kehendak Ilahi yang menjadi penghalang dari perkara tesebut yakni kedua laut tersebut saling bertabrakan dan yang satu terdominasi oleh yang lain.<a id=\"_ednref10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[10]<\/a><br \/>\n<em>Ketiga<\/em>, sebagian dari para mufassir menganggap maksud dari dua laut adalah sebagian dari beberapa laut zaman sekarang, mereka menjelaskan penghalang antara keduanya yaitu pulau-pulau yang terdapat diantara keduanya, mereka mengatakan bahwa penghalang-penghalang tersebut ada dimana Tuhanlah yang mengadakannya.<a id=\"_ednref11\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[11]<\/a><br \/>\n<em>Keempat<\/em>, dan beberapa pandangan lain yang terdapat pada bahasan ini.<a id=\"_ednref12\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[12]<\/a><\/div>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li value=\"4\">Terdapat satu riwayat yang dinukil sekaitan dengan ayat tersebut: Yahya Bin Sa\u2019id Qatan, mengatakan: \u201dAku mendengar dari Imam Shadiq As pada penafsiran ayat \u201c\u00a0<em>maraja al-bahraini yaltaqiy\u00e2n\u201d<\/em>\u00a0\u00a0yang bersabda: \u201cAli dan Fatimah adalah dua laut yang dalam, yang sama sekali tidak satupun menzalimi yang lain\u201d dan\u00a0<em>\u00a0lu\u2019lu\u2019 wa al-marjan\u00a0<\/em>pada ayat \u201c<em>yakhruju minhuma al-lu\u2019lu\u2019 wa al-marj\u00e2n<\/em>\u00a0ialah Hasan dan Husain yang muncul dari dua laut tersebut.\u201d<a id=\"_ednref13\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[13]<\/a>Selain riwayat di atas pada sebagian dari beberapa riwayat dijelaskan bahwa perwujudan dari \u201c<em>baynahum\u00e2 barzakhun<\/em>\u201d adalah Nabi Saw<em>,<a id=\"_ednref14\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\"><strong>[14]<\/strong><\/a><\/em>riwayat ini juga terdapat dalam beberapa literatur Ahlusunnah.<a id=\"_ednref15\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[15]<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\">\nTafsir riwayat-riwayat seperti ini yang bekenaan dengan adanya banyak ayat, mengemuka sebagai tafsir batin al-Quran; yaitu \u00a0dengan memperhatikan lafaz-lafaz yang dipergunakan Quran memiliki makna lahiriah dan selain dari itu dengan memperhatikan riwayat-riwayat dapat juga ditemukan makna batin baginya, yang dapat dinyatakan padanya dengan asumsi diterimanya sanad riwayat selain makna lahiriah yang ada. [iQuest]\n<\/div>\n<div dir=\"ltr\">\n<div><\/div>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<div id=\"edn1\"><a id=\"_edn1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[1]<\/a>. (Qs. al-Rahman [55]: 19-20)<\/div>\n<div id=\"edn2\"><a id=\"_edn2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[2]<\/a>. (Qs. al-Rahman [55]: 22)<\/div>\n<div id=\"edn3\"><a id=\"_edn3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[3]<\/a>. (Qs. \u00a0al-Furqan [25]: 53)<\/div>\n<div id=\"edn4\"><a id=\"_edn4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[4]<\/a>. Fadhl bin Hasan Thabarsi,\u00a0<em>Majma\u2019 al-Bay\u00e2n fi Tafsir al-Qur\u2019\u00e2n<\/em>, Pendahuluan Muhammad Jawad : Balaghi, jil. 9, Cetakan Ketiga, Teheran, Nasir Khusruw, 1372 S, hal. 304-305.<\/div>\n<div id=\"edn5\"><a id=\"_edn5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[5]<\/a>. (Qs al-Rahman [55]: 21)<\/div>\n<div id=\"edn6\"><a id=\"_edn6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[6]<\/a>. Nasir Makarim Syirazi,\u00a0<em>Tafsir Nemuneh<\/em>, jil. 23, \u00a0hal. 125, Cetakan Pertama, Teheran: Dar al-Kutub al- Islamiyah, 1374 S.<\/div>\n<div id=\"edn7\"><a id=\"_edn7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[7]<\/a>. Muhammad \u00a0bin Ali Syarif Lahiji,\u00a0<em>Tafsir Syarif Lahiji<\/em>, Riset oleh Hosaini Armawi (Muhaddits), Mir Jalaluddin, jil. 4, hal. 332, Cetakan Pertama, Teheran: Dad, 1373 S. Husain bin Ali Abu al-Futuh Razi,\u00a0<em>Rawdh al-Jinan wa Ruh al-Janan fi Tafsir Al-Qur\u2019an<\/em>, Riset oleh \u00a0Dr. Muhammad Jafar Yahqi dan Dr. Muhammad Mahdi Nasher, jil. 18, Masyhad: Bunyad Pazyuhesyhaye Islami Astan Quds Radhawi, 1408 H, hal. \u00a0253. Muhammad \u00a0bin Abul Hasan Naisyaburi,\u00a0<em>I\u2019j\u00e2z al-Bay\u00e2n \u2018an Ma\u2018\u00e2ni al-Qur\u2019\u00e2n<\/em>, Riset oleh Dr. Hanif bin Hasan al-Qasemi, jil. 2, hal. 782. Cetakan Pertama, \u00a0Beirut, Darul Gharb al-Islam, 1415 H.<\/div>\n<div id=\"edn8\"><a id=\"_edn8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[8]<\/a>\u00a0Dengan menukil dari Isma\u2018il bin \u2018Amru Ibnu Katsir Dimasyqi,\u00a0<em>Tafsir al-Qur\u2019\u00e2n al-Azhim<\/em>, Riset oleh Muhammad \u00a0Husain Syamsuddin, jil. 7, hal. 400, Cetakan Pertama, \u00a0Beirut, Darul Kitab al-Alamiah, 1419 H. Abdur Rahman bin Muhammad Ibnu Abi Hatim,\u00a0<em>Tafsir al-Qur\u2019\u00e2n al-Azhim<\/em>, Riset oleh As\u2018ad Muhammad Ath-Thib, jil. 8, hal. 2708, Cetakan Ketiga, Saudi Arabia, Maktabah Nezar Moshtafa al-Baz, 1419 H.<\/div>\n<div id=\"edn9\"><a id=\"_edn9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[9]<\/a>. Sayyed Abdullah Syubbar,\u00a0<em>Tafsir al-Qur\u2019an al-Karim<\/em>, hal.497, Cetakan Pertama, Beirut, Dar ul Balaghah Liththaba\u2018ah wa al-Nasyr, 1412 H.\u00a0 Maqatil bin Sulaiman Balkhi,\u00a0<em>Tafsir Maq\u00e2til bin Sulaiman<\/em>, Riset oleh Abdullah Mahmud Syahhatah, jil. 4, hal. 197, Cetakan Pertama, Beirut, Dar Ihya\u2019 al-Turats, 1423 H; Husain bin Mas\u2018ud Baghawi,\u00a0<em>Ma\u2018\u00e2lim al-Tanzil fi Tafsir al-Qur\u2019\u00e2n<\/em>, Riset oleh , Abdur Razaq \u00a0al-Mahdi, jil. 4, hal. 333, Beirut: Dar Ihya\u2019 al-Turats al-\u2018Arabi, 1420 H. Muhammad Zamakhsyari,\u00a0<em>al-Kassy\u00e2f \u2018an Haq\u00e2iq Ghaw\u00e2midh al-Tanzil<\/em>, jil. 4, hal. 445, Cetakan Ketiga, Beirut, Dar al-Kitab \u2018Arabi, 1407 H.<\/div>\n<div id=\"edn10\"><a id=\"_edn10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[10]<\/a>. Abu Abdullah Muhammad \u00a0bin \u2018Amr Fakhruddin Razi,\u00a0<em>Maf\u00e2tih al-Ghaib<\/em>, jil. 7, hal. 208, Cetakan Ketiga Beirut, \u00a0Dar Ihya\u2019 al-Turats al-\u2018Arabi, 1420 H. Muhammad \u00a0Jawad Mughniyah,\u00a0<em>Tafsir al-K\u00e2syif<\/em>, jil. 7, hal. 208, Cetakan Pertama, Teheran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1424 H.<\/div>\n<div id=\"edn11\"><a id=\"_edn11\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[11]<\/a>. Dengan menukil dari Abdur Rahman bin Ali Ibnu Jauzi,\u00a0<em>Z\u00e2d al-Masir fi \u2018Ilmu al-Tafsir<\/em>, Riset oleh Abdur Razaq Al-Mahdi, jil. 4, hal. 209, Cetakan Pertama, Beirut, Dar al-Kitab al-\u2018Arabi, 1422 H; Abu Ishaq Ahmad bin Ibrahim Tsa\u2018laba Naisyaburi,\u00a0<em>al-Kasyf wa al-Bay\u00e2n \u2018an Tafsir al-Qur\u2019an<\/em>, jil. 9, hal. 181, Cetakan Pertama, Beirut: Dar Ihya\u2019 At-Turats Al-\u2018Arabi, 1422 H.<\/div>\n<div id=\"edn12\"><a id=\"_edn12\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[12]<\/a>. Lihat Ni\u2018matullah bin Mahmud Nakhjawani,\u00a0<em>al-Faw\u00e2tih al-Ilahiyah wa al-Mafatih al-Ghaibiyah<\/em>, jil. 2, hal. 375. Cetakan Pertama, Mesir, Dar Rikabi Linnasyr, 1999 M.<\/div>\n<div id=\"edn13\"><a id=\"_edn13\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[13]<\/a>. Syaikh Shaduq,\u00a0<em>al-Khish\u00e2l<\/em>, Riset dan edit oleh Ali Akbar Ghaffari, jil. 1, hal. 60, Cetakan Pertama, Qum, \u00a0Daftar Intisyarat Islami, 1362 S; Muhammad \u00a0bin Ahmad Fatal Naisyaburi,\u00a0<em>Raudhah al W\u00e2\u2018idzhin wa Bashirat al-Mut\u2018adzhin<\/em>, jil. 1, hal.148. Cetakan Pertama. Qum, Intisyarat Ridha, 1370 S; \u2018Ali bin Ibrahim Qumi,,\u00a0<em>Tafsir al-Qummi<\/em>, Riset dan edit oleh Musawi jil. 2, hal. 433, Cetakan, Ketiga, Qum, Darul Ketab, 1404 H.<\/div>\n<div id=\"edn14\"><a id=\"_edn14\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[14]<\/a>. Ahmad bin Muhammad \u00a0Ibnu \u2018Uqdah Kufi,\u00a0<em>Fadhail Amirul Mu\u2019minin<\/em>\u00a0<em>As<\/em>, hal. 216,\u00a0\u00a0\u00a0 Riset dan edit oleh, Abdur Razaq Muhammad \u00a0Hosain Harazuddin, Cetakan Pertama, \u00a0Qum, Dalail Ma, 1423 H.<\/div>\n<div id=\"edn15\"><a id=\"_edn15\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22766#\">[15]<\/a>\u00a0\u2018Ubaidillah bin Ahmad Huskani,\u00a0<em>Syaw\u00e2hid al-Tanzil li Qaw\u00e2\u2018id\u00a0 al-Tafdhil<\/em>, Riset oleh Muhammad \u00a0Baghir Mahmoudi, jil. 2, hal. 284, Cetakan Pertama, Teheran, Wizarate Irsyad Islami, 1411 H; Jalaluddin Suyuthi,\u00a0<em>al-Durr al-Mantsur fi Tafsir al-Ma\u2019tsur<\/em>, jil. 6, hal. 142-143, Qom., Kitabkhaneh Ayatullah Mar\u2018asyi Najafi, 1404 H.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Orang-orang Syi\u2019ah mengajukan penafsiran bahwa\u00a0makna al-Bahrain dalam surah al-Rahman (55) ayat 19 menurut nukilan dari Jabir<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6063,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[22],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6200"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6200"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6200\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6200"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6200"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6200"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}