{"id":6251,"date":"2018-03-16T12:01:59","date_gmt":"2018-03-16T05:01:59","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6251"},"modified":"2018-03-16T12:01:59","modified_gmt":"2018-03-16T05:01:59","slug":"santri-ini-jelaskan-alasan-arsitektur-masjid-budaya-lokal-berbeda-dengan-timur-tengah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/03\/16\/santri-ini-jelaskan-alasan-arsitektur-masjid-budaya-lokal-berbeda-dengan-timur-tengah\/","title":{"rendered":"Santri Ini Jelaskan Alasan Arsitektur Masjid Budaya Lokal Berbeda dengan Timur Tengah"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Arsitek Nur Muhammad Gito Wibowo mengatakan setiap kebudayaan lokal berpengaruh pada rancang-bangun pusat-pusat peradaban Islam di wilyah setempat. Karena itu, kata santri asal Semarang ini, arsitektur masjid di Timur Tengah juga berbeda dengan arsitektur masjid warisan sejarah lokal di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cSeperti masjid, misalnya. Kalau Adik-adik perhatikan, tentu berbeda antara masjid di Timur Tengah dengan kubah-kubahnya, dan Masjid Agung Demak dengan model atap susun,\u201d tutur arsitek jebolan Belgia ini dalam\u00a0<em>Talkshow Satu Jam Bersama Santri Profesional<\/em>\u00a0Sabtu (10\/3) seperti dilansir NU Online.<\/p>\n<p>Membicarakan arsitektur, lanjut Gito, kita tak bisa hanya membicarakan teknik merancang bangunan secara matematis dan estetis. Alih-alih, mau tak mau kita juga harus memperhatikan aspek-aspek sosial, seperti nilai-nilai adab dan tata krama dalam masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKalau Adik-adik ziarah ke makam-makam wali, misalnya, hampir selalu ada aturan bahwa bangunan di sekitarnya tidak boleh bertingkat. Atau di sebagian daerah, ada aturan bahwa bangunan tidak boleh lebih tinggi dari atap atau menara masjid. Itu merupakan perwujudan adab dan akhlak dalam arsitektur,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Gito yang sudah berkeliling ke berbagai dunia muslim, mulai dari Hijaz, Irak, Syiria, Yaman, hingga Palestina, berbagi pengalaman dan pengamatannya atas arsitektur di berbagai negeri tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBerbicara arsitektur juga tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan bahan baku material yang ada. Bangunan di daerah dengan ketersediaan kayu yang melimpah seperti Indonesia tentu akan berbeda dengan corak bangunan di Timur Tengah yang tidak mempunyai sumber kayu yang banyak. Di Yaman, misalnya, ada menara tinggi yang full terbuat tanah liat dan menjadi menara tanah liat tertinggi di dunia,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan bahwa dalam merancang bangunan dan ornamennya, tidak hanya dibutuhkan perhitungan, tetapi juga perlu perenungan dan filosofi yang terkadang membutuhkan proses yang tak sebentar. Ia lalu menceritakan proses bagaimana Sunan Kalijaga membuat Soko Tatal di Masjid Agung Demak setelah melalui tirakat yang tak sebentar.<\/p>\n<p><em>\u201cSoko tatal<\/em>\u00a0yang terbuat dari potongan banyak kayu yang digabungkan menggambarkan kesadaran Kanjeng Sunan yang memahami betul bahwa masyarakat ke depannya akan sangan beragam, tetapi apabila diikat dan dipersatukan, akan menjadi kekuatan yang sangat kokoh,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Kegiatan talk show \u201dSatu Jam Bersama Santri-Profesional\u201d yang rutin diselenggarakan di Ponpes Baitul Hikmah ini diharapkan dapat memperluas wawasan santri-santri di luar pengetahuan yang mereka dapat di sekolah formal, diniyah, dan ngaji kitab. Sehingga santri-santri tidak merasa minder dan inferior ketika dihadapkan pada dunia luas selepas mereka dari pesantren. YS\/islamindonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Arsitek Nur Muhammad Gito Wibowo mengatakan setiap kebudayaan lokal berpengaruh pada rancang-bangun pusat-pusat peradaban Islam<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3500,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6251"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6251"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6251\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}