{"id":6261,"date":"2018-03-18T09:29:01","date_gmt":"2018-03-18T02:29:01","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6261"},"modified":"2018-03-18T09:29:01","modified_gmt":"2018-03-18T02:29:01","slug":"belajar-matematika-keadilan-bersama-imam-ali-bi-abi-thalib-as","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/03\/18\/belajar-matematika-keadilan-bersama-imam-ali-bi-abi-thalib-as\/","title":{"rendered":"Belajar matematika keadilan bersama Imam Ali bi Abi Thalib as"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Ibnu Abdul Barr meriwayatkan dengan sanadnya dari Zar bin Hubaisy. Ia berkata, \u201cDua orang duduk bersama untuk makan siang, dimana salah satunya membawa lima potong roti dan yang lainnya membawa tiga potong roti. Mana kala kedua-duanya telah meletakkan makanan di depan, tiba-tiba seseorang lewat di hadapan mereka dan mengucapkan salam, maka meraka berkata, \u2018Duduklah untuk makan!\u2019lalu orang itu duduk dan makan bersama mereka.<\/p>\n<p>\u201cMereka memakan delapan potong roti itu secara sama rata. Setelah itu, orang itu bangkit dan meninggalkan delapan dirham untuk mereka berdua dan berkata, \u2018Ambillah uang ini sebagai ganti dari makanan kalian yang telah aku makan.\u2019 Namun mereka bertikai hingga pemilik lima roti berkata, \u2018Lima dirham adalah milikku dan tiga dirham lagi milikmu.\u2019 Sedangkan pemilik tiga roti membalas, \u2018aku tidak rela kecuali semua dirham ini dibagi rata (separuh-separuh).\u2019<\/p>\n<p>Lantas mereka mengadukan masalah kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. mereka mulai menceritakan kejadian kepada beliau, maka beliau berkata kepada pemilik tiga roti, \u2018Temanmu ini telah menyuguhkan apa yang telah dia suguhkan dan rotinya lebih banyak dari rotimu. Jadi terimalah tiga dirham itu dengan rela!\u2019 namun dia menolak \u2018tidak. Demi Allah! Aku tidak rela kecuali dengan seadil-adilnya.\u2019<\/p>\n<p>\u201cMaka Ali as. berkata, \u2018Dalam hitungan seadil-adilnya, sebenarnya kamu tidak berhak kecuali satu dirham saja. Sedangkan dia berhak tujuh dirham.\u2019 Spontan orang kedua menanggapi. \u2018Maha suci Allah, hai Amirul Mikminin, dia telah mengusulkan kepadaku tiga dirham kepadaku, tapi aku tidak rela, lalu engkau memintaku untuk menerimanya, tapi aku tetap tidak rela, dan kini engkau katakan kepadaku bahwa dalam hitungan seadil-adilnya, aku tidak berhak kecuali satu dirham saja?!\u2019<\/p>\n<p>\u201cMaka Ali as. menjawab, \u2018Temanmu telah mengajukan tiga dirham kepadamu sebagai jalur damai, tapi kamu berkata, \u2018aku tidak rela kecuali dengan hitungan seadil-adilnya.\u2019 Namun kamu sebenarnya tidak berhak dalam hitungan seadil-adilnya kecuali satu.\u2019 Orang itu mendesak, \u2018kalau begitu, berikan kepadaku penjelasan hitungan seadil-adilnya hingga aku mengerti.\u2019 Maka Ali as. berkata, \u2018Bukankah delapan roti itu adalah dua puluh empat pertiga yang telah kalian makan, sedangkan kalian ini tiga orang dan tidak diketahui mana diantara kalian yang lebih banyak atau yang lebih sedikit makannya, lalu kalian menganggap kalian semua makan secara rata.\u2019<\/p>\n<p>Orang itu berkata, \u2018betul.\u2019<\/p>\n<p>Ali as. melanjutkan, \u2018Dan kamu makan tiga sepertiga, padahal kamu hanya memiliki sembilan sepertiga, dan temanmu makan delapan sepertiga; dia memiliki lima belas sepertiga dan memakan delapan darinya hingga tersisa tujuh lalu dia makan satu dari sembilan sepertiga milikmu. Jadi kamu berhak satu dirham karena satu sepertiga milikmu itu, dan tujuh sepertiga miliknya.\u2019 Maka orang itu berkata kepada beliau, \u2018sekarang aku rela.\u2019\u201d.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Ibnu Abdul Barr meriwayatkan dengan sanadnya dari Zar bin Hubaisy. Ia berkata, \u201cDua orang duduk<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6129,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6261"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6261"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6261\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}