{"id":6447,"date":"2018-04-06T18:35:58","date_gmt":"2018-04-06T11:35:58","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6447"},"modified":"2018-04-06T18:35:58","modified_gmt":"2018-04-06T11:35:58","slug":"menelisik-perdebatan-antara-imam-jafar-shadiq-dengan-abu-hanifah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/04\/06\/menelisik-perdebatan-antara-imam-jafar-shadiq-dengan-abu-hanifah\/","title":{"rendered":"Menelisik Perdebatan Antara Imam Jafar Shadiq Dengan Abu Hanifah"},"content":{"rendered":"<p class=\"name post-title entry-title\"><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Suatu ketika bertemulah Abu Hanifah (nama yang biasa dipanggil Numan), salah seorang fuqaha Ahlu Sunnah wal Jamaah, ke rumah Imam Jafar Shadiq as. Abu Hanifah meminta izin untuk bertemu, tetapi Imam Jafar tidak memperkenankannya. Kebetulan datang rombongan orang\u00a0Kufah meminta izin untuk bertemu dan Abu Hanifah masuk dengan mereka.<\/p>\n<div class=\"entry\">\n<p>Setelah selesai pertemuan dengan orang-orang Kufah, Abu Hanifah berkata:<em>\u00a0\u201cWahai Putra Rasulullah, alangkah baiknya jika Anda menyuruh orang\u00a0pergi ke Kufah dan melarang penduduknya mengecam sahabat Rasulullah\u00a0saw. Aku lihat di sana lebih dari 10.000 orang mengecam sahabat.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar:<em>\u00a0\u201cMereka tidak akan menerima laranganku wahai Numan.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah:<em>\u00a0\u201cSiapa yang berani menolak Anda, padahal Anda Putra Rasulullah?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<div class=\"googlepublisherpluginad\"><\/div>\n<p>Imam Jafar:<em>\u00a0\u201cAnda orang pertama yang tidak menerima perintahku, Anda masuk\u00a0tanpa izinku. Duduk tanpa perintahku, berbicara tidak sesuai dengan\u00a0pendapatku. Wahai Numan, telah sampai padaku bahwa Anda menggunakan qiyas, betulkah?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah:<em>\u00a0\u201cBenar.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar<em>: \u00a0\u201cCelaka Anda, Numan. Makhluk yang pertama melakukan qiyas ialah\u00a0Iblis, ketika Allah menyuruh sujud kepada Adam. Lalu ia menolak dan\u00a0berkata: Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan ia dari tanah.<\/em><\/p>\n<p><em>Hai Numan, mana yang lebih besar (dosanya), membunuh atau\u00a0berzina?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah:<em>\u00a0\u201cMembunuh.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar:<em>\u00a0\u201cTetapi mengapa Allah menetapkan dua saksi untuk pembunuhan, dan\u00a0empat orang untuk zina. Adakah engkau menggunakan qiyas di situ?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah: \u201c<em>Tidak.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar<em>: \u201cMana Yang lebih besar (najisnya) kencing atau air mani?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah<em>: \u201cKencing.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar:<em>\u00a0\u201cMengapa, untuk kencing diperintahkan wudhu, tetapi untuk mani\u00a0diharuskan mandi, adakah engkau menggunakan qiyas di situ?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah<em>: \u201cTidak.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar<em>: \u00a0\u201cMana yang lebih besar, shalat atau shaum?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah<em>: \u201cShalat.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar<em>: \u201cTetapi mengapa wanita Haidh harus mengqodho shaumnya, tetapi\u00a0tidak mengqodho shalatnya, adakah engkau menggunakan qiyas disitu?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah<em>\u00a0: \u201cTidak.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar<em>\u00a0: \u201cMana yang lebih lemah, wanita atau pria?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah<em>\u00a0: \u201cWanita.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Imam Jafar<em>\u00a0: \u201cMengapa Allah berikan warisan dua bagian bagi pria dan satu bagian\u00a0bagi wanita. Adakah engkau juga gunakan qiyas di situ?\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Abu Hanifah<em>\u00a0: \u201cTidak.\u201d\u00a0<\/em><\/p>\n<p>Diceritakan kemudian Abu Hanifah berguru kepada Imam Jafar Shadiq as. Dari Abu Hanifah terkenal ucapan,<em>\u00a0\u201claw la sanatan, lahalaka Nu\u2019man (Jika tidak ada dua tahun bersama Imam Jafar celakalah Numan).\u00a0<\/em><\/p>\n<p><strong>Kajian Historis<\/strong><\/p>\n<p>Riwayat tersebut dapat dimengerti secara historis. Selain karena hidup sezaman, juga memiliki indikasi kuat dari setiap tokohnya. Misalnya Imam Shadiq, lahir pada tahun 83 H, dan menjadi Imam pada tahun 114 H (saat Imam Baqir wafat). Kemudian Imam Shadiq wafat tahun 148 H. Sama seperti ayahnya, Imam Shadiq menghabiskan usianya di Madinah. Karena itu, secara historis debat antara Imam Shadiq dengan Abu Hanifah benar-benar terjadi. Ini yang\u00a0<em>pertama<\/em>.<\/p>\n<p><em>Kedua<\/em>, riwayat debat Imam Shadiq dengan Abu Hanifah bisa ditemukan dalam kitab Sunni\u00a0<em>Ath-Thabaqat Al-Kubra<\/em>\u00a0karya Asy-Sya\u2019rani, jilid 1halaman 28. Dalam kitab tersebut dengan jelas disebutkan silsilah para perawi riwayatnya yang sangat bersih dan terpercaya (<em>tsiqah<\/em>).\u00a0Riwayat ini lebih dikenal dan terbukti sebagai riwayat yang shahih. Juga lebih bersesuaian dengan kata-kata terkenal Abu Hanifah yang terdapat pada kitab<em>\u00a0A\u2019lam Al-Hidayah<\/em>, jilid 8 halaman 23 (seandainya tidak ada dua tahun berguru kepada Imam Shadiq, tentulah Nu\u2019man akan celaka,\u00a0<em>law laa sanataan lahakan-Nu\u2019man<\/em>). Terdapat juga pada kitab\u00a0<em>Al-Imam Jafar Ash-Shadiq<\/em>\u00a0karya Abdul Halim Jundi, yang diterbitkan Majlisul \u2018Ala Mesir. Bisa juga membaca komentar Ibnu Hajar dalam\u00a0<em>As Sawaiq Al-Muhriqah<\/em>, diterbitkan Maktabah al-Qahirah, Kairo 1385 H.<\/p>\n<p><em>Ketiga<\/em>, dari sisi penelaahan biografi (riwayat di atas) termasuk logis.Pada usia 40 tahun (pada tahun 120 H), Abu Hanifah menjadi mufti agung Kufah dan mulai menyampaikan pendapat-pendapatnya. Lalu, pada tahun 129 atau 130 H, ia pergi ke Mekah dan Madinah. Di sana, ia bertemu dengan Imam Shodiq yang memang sudah mengemban tugas imamah sejak tahun 114 H. Pada saat itulah peristiwa dialog ini terjadi, dan Abu Hanifah menyadari kekeliruannya, hingga selama dua tahun lamanya (130-132 H) ia berguru kepada Imam Shadiq.<\/p>\n<p><em>Keempat<\/em>, yang menguatkan riwayat tersebut bahwa Abu Hanifah memang penganut dan penyebar qiyas, yang kemudian dikritik oleh Imam Shadiq. Dan, itulah fakta bahwa qiyas adalah pilar unik madzhab Hanafi. Siapa saja yang mempelajari\u00a0<em>ushul wa fiqh al-muqarran\u00a0<\/em>(perbandingan jurisprudensi dan hukum), mau tidak mau akan mendapati fakta bahwa mazhab Hanafi meyakini tujuh pilar sebagai hujjah dalam hukum, yaitu Al-Quran, Sunnah,\u00a0<em>qawlush-shahabah\u00a0<\/em>(kata-kata Sahabat),\u00a0<em>qiyas<\/em>\u00a0wa\u00a0<em>ra\u2019yu<\/em>\u00a0(komparasi dan logika),\u00a0<em>istihsan<\/em>(keutamaan etika),\u00a0<em>ijma\u2019<\/em>\u00a0(kesepakatan ulama), dan\u00a0<em>\u2018urf<\/em>\u00a0(kearifan lokal). Ketujuh pilar mazhab Hanafi ini sangat ketat dipakai para pengikut Abu Hanifah sampai sekarang. (Misykat)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Suatu ketika bertemulah Abu Hanifah (nama yang biasa dipanggil Numan), salah seorang fuqaha Ahlu Sunnah<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6447"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}