{"id":6486,"date":"2018-04-12T15:44:35","date_gmt":"2018-04-12T08:44:35","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6486"},"modified":"2018-04-12T15:44:35","modified_gmt":"2018-04-12T08:44:35","slug":"bagaimana-al-quran-menjelaskan-tentang-langit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/04\/12\/bagaimana-al-quran-menjelaskan-tentang-langit\/","title":{"rendered":"Bagaimana Al-Quran Menjelaskan Tentang Langit?"},"content":{"rendered":"<p>Pertanyaan<\/p>\n<p>Tolong Anda jelaskan tentang masalah yang dipaparkan berikut ini: Al-Qur\u2019an dalam mendeskripsikan tentang luas surga. Dari penjelasan itu terdapat kontradiksi yang sangat kasat mata. Al-Qur\u2019an pada surah Ali Imran (3), ayat 133 menyatakan, \u201cDan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa\u201d Langit di sini disebutkan dengan redaksi plural (samawat). Sementara pada surah al-Hadid (57), ayat 21, al-Qur\u2019an menyatakan, \u201cBerlomba-lombalah kamu untuk (memperoleh) ampunan dari Tuhan-mu dan surga yang berukuran seluas langit dan bumi.\u201d Pada ayat ini langit dinyatakan dalam bentuk singular (sama: satu langit). Jelas bahwa antara langit-langit dan langit tentu tidak sama. Karena itu, luas surga seukuran dengan langit dan bumi dan juga seukuran langit-langit dan bumi. Hal ini tidak lain adalah kontradiksi yang jelas dalam al-Qur\u2019an. Surah Ali Imran (3) ayat 133 menyebutkan, \u201cDan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.\u201d Surah Al-Hadid (57) ayat 21, menyatakan, \u201cBerlomba-lombalah kamu untuk (memperoleh) ampunan dari Tuhan-mu dan surga yang berukuran seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya. Itulah karunia Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.\u201d Bukankah kedua ayat ini saling bertentangan satu sama lain?<\/p>\n<p>Jawaban<\/p>\n<p>Masalah yang menyebabkan Anda beranggapan bahwa kedua ayat ini saling kontradiksi adalah bertitik tolak dari terjemahan redaksi kalimat, \u201c<em>al-sama<\/em>\u201d dengan arti \u201csatu langit\u201d sementara makna hakiki \u201c<em>al-sama<\/em>\u201d itu bukanlah \u201csatu langit\u201d dan bahkan dalam terjemahan Indonesia, juga tidak terdapat perbedaan dan kontradiksi antara \u201clangit\u201d dan \u201clangit-langit.\u201d Misalnya kita berkata \u201csaya melihat awan di langit\u201d atau \u201csaya menyaksikan awan-awan di langit-langit. \u201d Kedua kalimat ini bermakna satu sehingga tidak terdapat kontradiksi antara \u201cawan-awan\u201d dan \u201cawan\u201d demikian juga \u201clangit-langit\u201d dan \u201clangit.\u201d<\/p>\n<p>Jawaban Detil<\/p>\n<p>Dalam menjawab pertanyaan Anda, pertama-tama harus kita camkan bahwa dua kalimat, mengalami kontradiksi dan saling bertentangan tatkala memiliki seluruh syarat hukum kontradiksi. Sebagai contoh, apabila seseorang sekali berkata bahwa \u201cSaya mengerjakan salat di masjid\u201d dan pada kesempatan lainnya berkata, \u201cSaya mengikuti salat-salat jamaah di masjid.\u201d<\/p>\n<p>Dari contoh ini, kita tidak dapat memandang dua kalimat ini bertentangan dan kontradiksi sata sama lain hanya karena yang pertama menggunakan kalimat singular dan yang kedua menggunakan kalimat plural.<\/p>\n<p>Dengan demikian dan dengan mencermati penggunaan kata-kata dan kalimat-kalimat dalam bahasa Arab dan puncaknya adalah al-Qur\u2019an kita jumpai bahwa antara kalimat \u201c<em>al-sam\u00e2<\/em>\u201d yang berarti \u201clangit\u201d dan kalimat \u201c<em>al-sam\u00e2w\u00e2t<\/em>\u201d yang bermakna \u201clangit-langit\u201d tidak terdapat perbedaan besar. Kalimat\u00a0<em>al-sam\u00e2<\/em>\u00a0terjemahannya bukanlah satu langit sehingga harus tampak bertentangan dengan\u00a0<em>al-sam\u00e2w\u00e2t<\/em>yang diterjemahkan sebagai langit-langit. Masing-masing kalimat ini digunakan pada puluhan ayat al-Qur\u2019an dan makna ini telah menjadi obyek perhatian al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, apabila Allah Swt berfirman, \u201c<em>wa ma khalaqna al-sama wa al-ardh wa ma baina huma bathilan<\/em>.\u201d Artinya adalah bahwa \u201c<em>Kami tidak menciptakan \u201clangit<\/em>\u201d\u00a0<em>dan bumi dan apa pun yang terdapat di antara keduanya sia-sia.<\/em>\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa5277#\">[1]<\/a>\u00a0Namun dengan memperhatikan terjemahan yang Anda kemukakan dalam pertanyaan tentang kata \u201c<em>al-sam\u00e2<\/em>\u201d maka terjemahan ayat di atas harus ditulis demikian, \u201cKami tidak menciptakan \u201csatu langit\u201d dan bumi dan apa pun yang terdapat di antara keduanya sia-sia.\u201d (Sesuai dengan terjemahan ini, tentu penciptaan langit-langit yang lain sia-sia!!). Atau misalnya dikatakan, \u201c<em>Ma yakhfa \u2018alaLlah min syain fi al-ardh wa la fi al-sama<\/em>\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa5277#\">[2]<\/a>\u00a0(Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit) maka mungkin Anda menerjemahankan ayat ini Dan tiada satu pun yang tersembunyi bagi Allah Swt, baik yang ada di bumi dan (yang ada pada) \u201csatu langit.\u201d (Namun boleh jadi Allah Swt tidak mengetahui pelbagai peristiwa yang terjadi di langit-langit lainnya, mengikut model penerjemahan Anda). Jelas bahwa tiada satu pun orang yang mengenal bahasa Arab yang akan menerima terjemahan seperti ini.<\/p>\n<p>Berdasarkan hal itu, yakinlah bahwa kata \u201c<em>al-sam\u00e2<\/em>\u201d pada ayat 21 surah al-Hadid tidak bermakna \u201csatu langit\u201d sehingga bertentangan dengan kata \u201c<em>al-sam\u00e2w\u00e2t<\/em>\u201d pada ayat 133 surah Ali Imran. Ketauhilah bahwa antara makna \u201clangit\u201d dan \u201clangit-langit\u201d tidak terdapat perbedaan.<\/p>\n<p>Al-Qur\u2019an tidak menggunakan redaksi \u201c<em>al-sam\u00e2<\/em>\u201d terkait dengan penggunaan sebagian langit-langit dan bukan mutlak langit, melainkan menggunakan kata-kata seperti, \u201c<em>al-sama al-dunya<\/em>\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa5277#\">[3]<\/a>\u00a0yaitu \u201clangit dekat\u201d atau \u201c<em>kull sama<\/em>\u201d yang bermakna tiap-tiap langit.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa5277#\">[4]<\/a><\/p>\n<p>Benar bahwa apabila pada ayat ini dijelaskan misalnya seperti \u201c<em>jannatun ka ardhi al-sama al-dunya<\/em>\u201d yaitu bersegeralah pada surga yang luasnya seukuran dengan bumi maka boleh jadi terdapat kontradiksi dengan ayat-ayat lainnya yang memandang luas surga seluas seluruh langit. Namun kita tidak menemukan ayat seperti ini dalam al-Qur\u2019an. [iQuest]<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa5277#\">[1]<\/a>.\u00a0(Qs. Shad [38]:27)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa5277#\">[2]<\/a>.\u00a0\u00a0<em>\u201cYa Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami nampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Ibrahim [14]:38)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa5277#\">[3]<\/a>.\u00a0\u00a0\u201cSesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat.\u201d (Qs. Shaffat [37]:7);\u00a0<em>Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Fusshilat [41]:12);\u00a0<em>\u201cSesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat.\u201d<\/em>(Qs. Al-Mulk [67]:5)<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa5277#\">[4]<\/a>.\u00a0\u00a0\u201c<em>Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya<\/em><em>.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Fusshilat [41]:12)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanyaan Tolong Anda jelaskan tentang masalah yang dipaparkan berikut ini: Al-Qur\u2019an dalam mendeskripsikan tentang luas surga. Dari penjelasan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5508,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[22],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6486"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6486"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6486\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}