{"id":6601,"date":"2018-04-26T01:41:55","date_gmt":"2018-04-25T18:41:55","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6601"},"modified":"2018-04-26T01:41:55","modified_gmt":"2018-04-25T18:41:55","slug":"tingkatan-tingkatan-menyatakan-syukur-kepada-allah-swt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/04\/26\/tingkatan-tingkatan-menyatakan-syukur-kepada-allah-swt\/","title":{"rendered":"Tingkatan-tingkatan Menyatakan Syukur Kepada Allah swt"},"content":{"rendered":"<p><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Menyatakan syukur dengan perbuatan<a id=\"_ednref1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[1]<\/a>\u00a0merupakan syukur sempurna dan yang terbaik dalam menyatakan syukur kepada Allah Swt. Syukur seperti ini merupakan hasil dari dua tingkatan syukur yang terbetik dalam hati dan terucap dalam lisan. Dengan kata lain, tatkala manusia, dengan perantara hatinya memahami kenikmatan sebuah anugerah dan menyatakannya dengan lisan maka ia telah bersyukur kepada sang Pemberi Nikmat. Tentu saja sudah pada tempatnya dan selayaknya apabila ia juga menampakan rasa syukur itu pada tataran perbuatan. Karena itu, orang yang benar-benar bersyukur akan menggunakan segala nikmat Ilahi untuk memperoleh keridhaan dan tujuan Sang Pemberi nikmat (Mun\u2019im) serta senantiasa tahu dengan baik bagaimana menggunakan segala nikmat itu supaya tidak tergolong sebagai orang-orang yang mengkufuri nikmat-nikmat Allah Swt.<br \/>\nImam Shadiq As bersabda, \u201cMensyukuri nikmat dilakukan dengan menjauhi perbuatan-perbuatan haram dan keseluruhan rasa bersyukur itu tatkala seseorang berkata, \u201cSegala puji bagi Allah Swt Tuhan seru sekalian alam.\u201d<a id=\"_ednref2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[2]<\/a><br \/>\nSecara pasti maksud dari ucapan \u201cAlhamdulillah\u201d bukanlah semata-mata lipstik dan penghias bibir saja melainkan bersumber dari kedalaman hati dan lubuk jiwa. Alangkah banyaknya orang yang menyatakan syukur kepada Allah dengan lisan namun kufur dalam perbuatan. Karena itu, tatkala Allah Swt berfirman:\u00a0<em>\u201cDan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Saba [34]:13) sejatinya tengah menyoroti dan menekankan pernyataan syukur dengan perbuatan.<a id=\"_ednref3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[3]<\/a><br \/>\nApa pun yang diupayakan dan diusahakan manusia untuk menunaikan syukur secara sempurna pada hakikatnya ia tidak akan mampu melakukan hal itu. Karena itu, bagian syukur yang terbaik adalah mengakui secara totalitas atas ketidakmampuan dan ketidakberdayaan dalam menunaikan kesyukuran dan membenarkan bahwa taufik untuk bersyukur itu sendiri merupakan salah satu nikmat Ilahi.<a id=\"_ednref4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[4]<\/a><br \/>\nAdapun syukur yang dinyatakan dengan perbuatan memiliki beberapa contoh yang akan dijelaskan sebagai berikut sebagai contoh dengan bersandar pada beberapa riwayat:<\/p>\n<ol dir=\"ltr\">\n<li>Sujud syukur, melaksanakan salat syukur dan berbuat baik merupakan beberapa contoh dari syukur yang dinyatakan dengan perbuatan.<a id=\"_ednref5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[5]<\/a>Diriwayatkan bahwa \u201cTatkala Rasulullah Saw mengalami kegembiraan atau bahkan kerisauan maka Rasulullah Saw melakukan sujud untuk menyatakan syukur kepada Allah Swt.\u201d<a id=\"_ednref6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[6]<\/a><\/li>\n<li>Memaafkan dan melupakan (kesalahan) sebagai bentuk kesyukuran atas kemenangan melawan musuh. Tindakan memaafkan seperti ini merupakan salah satu contoh bentuk syukur yang dinyatakan dalam perbuatan sebagaimana Amirul Mukminin Ali As bersabda, \u201cTatkala engkau mengalahkan musuhmu maka jadikanlah maaf sebagai tanda syukurmu atas kemenangan ini.\u201d<a id=\"_ednref7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[7]<\/a><\/li>\n<li>Menginfakkan sebagian harta di jalan Allah Swt merupakan salah satu contoh dari pernyataan syukur dengan perbuatan. Imam Ali As bersabda, \u201cSebaik-baik syukur atas nikmat-nikmat yang diperoleh adalah menginfakkanya.\u201d<a id=\"_ednref8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[8]<\/a><\/li>\n<li>Ibadah dan bermunajat di hadapan Allah Swt juga merupakan salah satu cara untuk menyatakan syukur kepada Allah Swt dengan perbuatan sebagaimana yang dituturkan oleh Imam Ali As bahwa ibadah dengan motivasi syukur dinyatakan sebagai ibadahnya orang-orang merdeka dan sebaik-baik amalan.\u201d<a id=\"_ednref9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[9]<\/a><\/li>\n<li>Mengajarkan ilmu kepada orang lain dan beramal atasnya; syukur atas nikmat ilmu yang dianugerahkan Allah Swt kepada alam semesta. Amirul Mukminin Ali As dalam hal ini bersabda, \u201cPernyataan syukur seorang alim atas ilmu yang diperoleh adalah mengamalkannya dan mengajarkannya kepada orang lain.\u201d<a id=\"_ednref10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[10]<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\">Pernyataan syukur yang dilakukan oleh para hamba itu berbeda-beda sesuai dengan kedudukan dan stratanya sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Ali As dalam sebuah hadis singkat, \u201cPernyataan syukur kepada Tuhanmu adalah senantiasa engkau memuji-Nya, syukur kepada atasan kalian adalah engkau senantisa berlaku jujur, syukur kepada sesama adalah menunaikan persaudaraan dengan baik, syukur kepada bawahan adalah tidak mempersulitnya.\u201d<a id=\"_ednref11\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[11]<\/a><\/div>\n<div dir=\"ltr\">\n<div><\/div>\n<hr align=\"right\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<div id=\"edn1\"><a id=\"_edn1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[1]<\/a>\u00a0Silahkan lihat, Perbedaan antara Hamd, Madh dan Syukr, Pertanyaan 18086.<\/div>\n<div id=\"edn2\"><a id=\"_edn2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[2]<\/a>\u00a0Kulaini, Muhammad bin Ya\u2019qub,\u00a0<em>al-K\u0101fi<\/em>, Riset dan edit oleh, Ghaffari, Ali Akbar &amp; Akhundi, Muhammad, jil. 2, hal. 95, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, Cetakan Keempat, 1407 H.<\/div>\n<div>\u00ab\u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0639\u0652\u0645\u064e\u0629\u0650\u00a0 \u0627\u062c\u0652\u062a\u0650\u0646\u064e\u0627\u0628\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062d\u064e\u0627\u0631\u0650\u0645\u0650\u200f\u060c \u0648\u064e \u062a\u064e\u0645\u064e\u0627\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064f\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0644\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u062c\u064f\u0644\u0650: \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u0645\u0652\u062f\u064f \u0644\u0650\u0644\u0651\u064e\u0647\u0650 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0627\u0644\u064e\u0645\u0650\u064a\u0646\u064e\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn3\"><a id=\"_edn3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[3]<\/a>\u00a0Qarasyi, Sayid Ali Akbar,\u00a0<em>Q\u0101mus Qur\u2019\u0101n<\/em>, jil. 4, hal. 63, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Tehran, Cetakan Keenam, 1371 S.<\/div>\n<div id=\"edn4\"><a id=\"_edn4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[4]<\/a>\u00a0Gulistane, Sayid \u2018Alauddin Muhammad,\u00a0<em>Minh\u0101j al-Yaqin (Syarh N\u0101me Im\u0101m Sh\u0101diq As be Syia\u2019ay\u0101n<\/em>,\u00a0 Surat Imam Shadiq kepada Kaum Syiah), Riset dan edit oleh Shahfi, Mujtaba, Shadrai Khui, Ali, hal. 54, Dar al-Hadits, Qum, Cetakan Pertama, 1429 H.<\/div>\n<div id=\"edn5\"><a id=\"_edn5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[5]<\/a>\u00a0Ibid.<\/div>\n<div id=\"edn6\"><a id=\"_edn6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[6]<\/a>\u00a0Allamah Hilli, Hasan bin Yusuf,\u00a0<em>Nahj al-Haq wa Kasyf al-Shidq<\/em>, hal. 432, Dar al-Kitab al-Lubnani, Beirut, Cetakan Pertama, 1982 M.<\/div>\n<div id=\"edn7\"><a id=\"_edn7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[7]<\/a>\u00a0Hurr Amili, Muhammad bin Hasan,\u00a0<em>Was\u0101il al-Syi\u2019ah<\/em>, jil. 12, hal. 171, Muassasah Alu al-Bait As, Qum, Cetakan Pertama, 1409 H.<\/div>\n<div>\u00ab\u0627\u0650\u0630\u0627 \u0642\u064e\u062f\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e \u0639\u064e\u0644\u0649 \u0639\u064e\u062f\u064f\u0648\u0651\u0650\u0643\u064e \u0641\u064e\u0627\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0641\u0652\u0648\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u0627\u064b \u0644\u0650\u0644\u0652\u0642\u064f\u062f\u0652\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0639\u064e\u0644\u064e\u064a\u0652\u0647\u0650\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn8\"><a id=\"_edn8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[8]<\/a>\u00a0Tamimi Amadi, Abdul-Wahid bin Muhammad,\u00a0<em>Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim<\/em>, Riset dan edit oleh Rajai, Sayid Mahdi, hal. 195, Dar al-Kitab al-Islami, Qum, Cetakan Kedua, 1410 H.<\/div>\n<div>\u00ab\u0627\u064e\u062d\u0652\u0633\u064e\u0646\u064f \u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u0650 \u0627\u0644\u0646\u0651\u0650\u0639\u064e\u0645\u0650 \u0627\u064e\u0644\u0627\u0646\u0639\u0627\u0645\u064f \u0628\u0650\u0647\u0627\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn9\"><a id=\"_edn9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[9]<\/a>\u00a0Ibnu Syu\u2019bah al-Harrani, Hasan bin Ali<em>, Tuhaf al-\u2018Uqul \u2018an \u0100li al-Rasul<\/em>\u00a0(<em>Shallallahu \u2018alaihi wa Alihi wa al-Salam<\/em>), Riset dan edit oleh, Ghaffari, Ali Akbar, hal. 246, Daftar Intisyarat Islami, Qum, Cetakan Kedua, 1404 H.<\/div>\n<div>.\u00ab\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064e\u0627\u064b \u0639\u064e\u0628\u064e\u062f\u0648\u064f\u0647\u064f \u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u064e\u0627\u064b \u0641\u064e\u062a\u0650\u0644\u0652\u0643\u064e \u0639\u0650\u0628\u0627\u062f\u064e\u0629\u064f \u0627\u0644\u0627\u062d\u0652\u0631\u0627\u0631\u0650 \u0650 \u0648\u064e \u0647\u0650\u064a\u064e \u0623\u064e\u0641\u0652\u0636\u064e\u0644\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0628\u064e\u0627\u062f\u064e\u0629\u0650.\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn10\"><a id=\"_edn10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[10]<\/a>\u00a0<em>Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim<\/em>, hal. 407.<\/div>\n<div>\u00ab\u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u0627\u0644\u0650\u0645\u0650 \u0639\u064e\u0644\u0649 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u0650\u0647\u0650\u060c \u0639\u064e\u0645\u064e\u0644\u064f\u0647\u064f \u0628\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e \u0628\u064e\u0630\u0652\u0644\u064f\u0647\u064f \u0644\u0650\u0645\u064f\u0633\u0652\u062a\u064e\u062d\u064e\u0642\u0651\u0650\u0647\u0650\u00bb<\/div>\n<div id=\"edn11\"><a id=\"_edn11\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa25135#\">[11]<\/a>\u00a0<em>Ghurar al-Hikam wa Durar al-Kalim<\/em>, hal. 406.<\/div>\n<div>\u00ab\u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u064f \u0627\u0650\u0644\u0647\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u0637\u0648\u064f\u0644\u0650 \u0627\u0644\u062b\u0651\u064e\u0646\u0627\u0621\u0650\u060c \u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0642\u064e\u0648\u0652\u0642\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0635\u0650\u062f\u0652\u0642\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0644\u0627\u0621\u0650\u060c \u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u064f \u0646\u064e\u0638\u064a\u0631\u0650\u0643\u064e \u0628\u0650\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0627\u062e\u0627\u0621\u0650\u060c \u0634\u064f\u0643\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u0652 \u062f\u0648\u064f\u0646\u064e\u0643\u064e \u0628\u0650\u0633\u064e\u064a\u0652\u0628\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0639\u064e\u0637\u0627\u0621\u0650<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Menyatakan syukur dengan perbuatan[1]\u00a0merupakan syukur sempurna dan yang terbaik dalam menyatakan syukur kepada Allah Swt. Syukur<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5645,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[11],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6601"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6601"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6601\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}