{"id":6989,"date":"2018-07-11T06:40:19","date_gmt":"2018-07-10T23:40:19","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=6989"},"modified":"2018-07-11T06:40:19","modified_gmt":"2018-07-10T23:40:19","slug":"perintah-berfikir-dalam-beragama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/07\/11\/perintah-berfikir-dalam-beragama\/","title":{"rendered":"Perintah Berfikir dalam Beragama"},"content":{"rendered":"<div class=\"itemHeader\"><\/div>\n<div class=\"itemBody\">\n<div class=\"itemFullText\">\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\"><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Akal dan pikiran merupakan karunia paling mulia yang diberikan Allah Swt kepada manusia. \u00a0Orang-orang yang tidak berpikir dan menolak untuk menghamba kepada Tuhan, dipandang sebagai mahkluk yang lebih buruk daripada binatang.<a id=\"_ednref1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[1]<\/a>\u00a0Akal dalam pandangan al-Quran dan riwayat, bukanlah semata-mata akal kalkulatif dan logika Aristotelian. Keduanya meski dapat menjadi media bagi akal namun tidak mencakup semuanya.<br \/>\nKarena itu, berulang kali al-Quran menyebutkan bahwa kebanyakan orang tidak berpikir, atau tidak menggunakan akalnya; sementara kita tahu bahwa kebanyakan manusia melakukan pekerjaannya dengan berhitung dan kalkulatif pada seluruh urusannya.<br \/>\nMemandang sama akal dan berpikir kalkulatif merupakan sebuah kesalahan epistemologis. \u00a0Bahkan melakukan komparasi dan memiliki kemampuan berhitung semata-mata merupakan salah satu media permukaan akal yang lebih banyak berurusan pada masalah angka-angka dan kuantitas.<br \/>\nNamun untuk mencerap realitas-realitas segala sesuatu, baik dan buruk, petunjuk dan kesesatan, kesempurnaan dan kebahagiaan, dan lain sebagainya diperlukan cahaya yang disebut sebagai sebuah anasir Ilahi yang terpendam dalam diri manusia. Anasir ini adalah akal dan fitrah manusia dalam artian sebenarnya. Sebagaimana sesuai dengan sabda Imam Ali As bahwa nabi-nabi diutus adalah untuk menyemai khazanah akal manusia.<a id=\"_ednref2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[2]<\/a><br \/>\nDalam Islam, akal dan agama<a id=\"_ednref3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[3]<\/a>\u00a0adalah satu hakikat tunggal dan sesuai dengan sebagian riwayat, dimanapun akal berada maka agama akan selalu mendampingi,<a id=\"_ednref4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[4]<\/a>\u00a0tidak ada jarak yang terbentang antara iman dan kekurufan kecuali dengan kurangnya akal.<a id=\"_ednref5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[5]<\/a><br \/>\nMenggunakan pikiran dan akal dapat digunakan di jalan benar dan tepat apabila digunakan\u00a0 dalam rangka ibadah dan penghambaan. Imam Shadiq As ditanya tentang apakah akal itu?\u201d Imam Shadiq As menjawab, \u201cSesuatu yang dengannya Tuhan disembah dan surga diraih.\u201d<a id=\"_ednref6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[6]<\/a><br \/>\nBerdasarkan hal ini, harap diperhatikan, berpikir dalam al-Quran tidak serta merta bermakna menggunakan akal yang dikenal secara terminologis.\u00a0 Tatkala al-Quran menyeru untuk berpikir dan merenung dalam rangka penghambaan yang lebih serta terbebas dari belenggu kegelapan dan kesilaman jiwa, boleh jadi merupakan salah satu tanda berpikir dan berasionisasi.<br \/>\nDalam pandangan ini, kedudukan akal dan pikiran sedemikian tinggi dan menjulang sehingga Allah Swt dalam al-Quran, tidak sekali pun menyuruh hamba-Nya untuk tidak berpikir atau menempuh jalan secara membabi buta.<a id=\"_ednref7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[7]<\/a><br \/>\nMenurut Allamah Thabathabai, Allah Swt dalam al-Quran menyeru manusia sebanyak lebih dari tiga ratus kali untuk menggunakan dan memberdayakan anugerah pemberian Tuhan ini,<a id=\"_ednref8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[8]<\/a>\u00a0dimana ayat-ayat ini dapat diklasifikasikan secara ringkas sebagaimana berikut:<\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Mencela secara langsung manusia yang tidak mau berpikir:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Pada kebanyakan ayat al-Quran, Allah Swt menghukum manusia disebabkan karena mereka tidak berpikir. Dengan beberapa ungkapan seperti, \u201c<em>afal\u00e2 ta\u2019qilun<\/em>\u201d, \u201c<em>afal\u00e2 tatafakkarun<\/em>\u201d, \u201c<em>afal\u00e2 yatadabbaruna al-Qur\u2019\u00e2n<\/em>\u201d,<a id=\"_ednref9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[9]<\/a>\u00a0Allah Swt mengajak mereka untuk berpikir dan menggunakan akalnya.<\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"2\"><strong>Ajakan untuk berpikir dalam pembahasan-pembahasan tauhid:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Allah Swt menggunakan ragam cara untuk mengajak manusia berpikir tentang keesaan Allah Swt; seperti pada ayat,\u00a0<em>\u201cSekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai \u2018Arasy dari apa yang mereka sifatkan.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Anbiya [21]:22)<a id=\"_ednref10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[10]<\/a>\u00a0dan\u00a0<em>\u201cKatakanlah, \u201cMengapa kamu menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepadamu dan tidak (pula) mendatangkan manfaat bagimu? Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Maidah [5]:76) serta ayat-ayat yang menyinggung tentang kisah Nabi Ibrahim As dalam menyembah secara lahir matahari, bulan dan bintang-bintang, semua ini dibeberkan sehingga manusia-manusia jahil dapat tergugah pikirannya terkait dengan ketidakmampuan tuhan-tuhan palsu.<a id=\"_ednref11\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[11]<\/a>\u00a0Dengan demikian, Allah Swt mengajak manusia untuk merenungkan dan memikirkan ucapan dan ajakan para nabi,\u00a0<em>\u201cApakah mereka tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila? Ia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata (yang bertugas mengingatkan umat manusia terhadap tugas-tugas mereka). \u201c<\/em>(Qs. Al-A\u2019raf [7]:184);\u00a0<em>\u201cKatakanlah, \u201cSesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagimu sebelum (menghadapi) azab yang keras.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Saba [34]:46)<\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"3\"><strong>Penciptaan langit-langit dan bumi serta aturan yang berkuasa atas seluruh makhluk:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Mencermati langit dan bumi serta keagungannya, demikian juga aturan yang berlaku pada unsur-unsur alam natural, merupakan salah satu jalan terbaik untuk memahami keagungan Peciptanya. Allah Swt dengan menyeru manusia untuk memperhatikan dan mencermati fenomena makhluk, sejatinya mengajak mereka untuk berpikir tentang Pencipta makhluk-makhluk tersebut. Misalnya pada ayat,\u00a0<em>\u201cDia-lah yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu. Kemudian Dia (berkehendak) menciptakan langit, lalu Dia menjadikannya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.\u201d\u00a0<\/em>(Qs. Al-Baqarah [2]:29)<a id=\"_ednref12\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[12]<\/a>dan\u00a0<em>\u201cApakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Ghasiyah [88]:17)<\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"4\"><strong>Penalaran terhadap adanya hari Kiamat:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Inti keberadaan hari Kiamat dan bahwa Allah Swt Mahakuasa untuk membangkitkan manusia setelah kematian mereka didasarkan argumen-argumen rasional. Pada kebanyakan ayat al-Quran, kemungkinan adanya hari Kiamat dinyatakan dalam bentuk ajakan untuk berpikir pada contoh-contoh yang serupa; seperti datangnya para wali manusia,<a id=\"_ednref13\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[13]<\/a>\u00a0 hidupnya kembali bumi dan tumbuh-tumbuhan,<a id=\"_ednref14\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[14]<\/a>\u00a0kisah hidupnya burung-burung sebuah jawaban atas permintaan Nabi Ibrahim AS,<a id=\"_ednref15\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[15]<\/a>\u00a0kisah Ashabul Kahfi,<a id=\"_ednref16\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[16]<\/a>kisah Nabi Uzair<a id=\"_ednref17\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[17]<\/a>\u00a0dan masih banyak contoh lainnya.<\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"5\"><strong>Isyarat terhadap sifat-sifat Allah Swt:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Pada kebanyakan ayat al-Quran dengan menyinggung sebagian sifat Allah Swt, manusia diajak untuk berpikir tentang Allah Swt dan tentang amalan perbuatan mereka. Sifat-sifat seperti,\u00a0<em>Qadir, Malik, Sami\u2019<\/em>dan\u00a0<em>Bashir<\/em>\u00a0dengan baik menunjukkan atas isyarat ini. Seperti,\u00a0<em>\u201cTidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang gaib?\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Taubah [9]:78)<a id=\"_ednref18\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[18]<\/a>\u00a0dan ayat-ayat dimana Allah Swt memperkenalkan dirinya sebagai saksi atas amalan-amalan kita, seperti,\u00a0<em>\u201cKatakanlah, \u201cHai ahli kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah? Padahal Allah Maha Menyaksikan apa yang kamu kerjakan.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Ali Imran [3]:98)<a id=\"_ednref19\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[19]<\/a>\u00a0jelas bahwa ayat-ayat ini tengah membahas tentang prinsip-prinsip akidah; seperti tauhid, kenabian, ma\u2019ad dan keadilan Ilahi. Ayat-ayat ini adalah ayat-ayat rasional yang termaktub dalam al-Quran. Karena prinsip-prinsip akidah bertitik tolak dari pembahasan-pembahasan rasional yang harus ditetapkan dengan berpikir dan menggunakal akal. Taklid dalam hal ini tidak dibenarkan.<\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"6\"><strong>Menjelaskan ragam kisah dan azab yang diturunkan akibat dosa-dosa kaum-kaum terdahulu:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Harap diperhatikan menjelaskan kisah-kisah kaum terdahulu yang disampaikan dalam al-Quran, bukan dimaksudkan untuk sekedar menjelaskan satu kisah atau kisah yang membuat manusia larut di dalamnya, melainkan sebuah pelajaran berharga untuk umat selanjutnya. Atau dengan menelaah nasib dan peristiwa yang menimpa mereka, manusia seyogyanya berpikir tentang akhir dan pengaruh amalan perbuatan mereka sehingga dapat menuntun manusia untuk tidak melakukan perbuatan yang sama; seperti kisah Nabi Yusuf,<a id=\"_ednref20\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[20]<\/a>\u00a0 kisah yang sarat dengan pelajaran wanita-wanita para nabi,<a id=\"_ednref21\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[21]<\/a>\u00a0azab-azab yang turun untuk kaum Ad, Tsamud dan Luth.<a id=\"_ednref22\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[22]<\/a><\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"7\"><strong>Menjelaskan mukjizat-mukjizat para nabi:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Jalan terbaik untuk menetapkan kebenaran seorang nabi dan klaim risalah yang dibawanya dari sisi Allah Swt adalah mukjizat. Mukjizat hanya dapat menetapkan klaim kenabian seorang nabi tatkala hal itu berada di luar kemampuan dan kekuatan manusia; karena itu demonstrasi mukjizat merupakan sebuah ajakan nyata kepada manusia untuk berpikir sehingga manusia dengan berpikir terhadap ketidakmampuannya dan kekuatan mukjizat ia beriman kepada ucapan-ucapan para nabi; seperti mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw, al-Quran yang akan tetap abadi selamanya dan manusia dengan berpikir dan ber-tafakkur pada ayat-ayatnya dapat meraih iman pada kebenaran nabi pamungkas,<a id=\"_ednref23\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[23]<\/a>\u00a0dan mukjizat-mukjizat agung yang diriwayatkan dari para nabi ulul azmi.<a id=\"_ednref24\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[24]<\/a><\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"8\"><strong>Tantangan dalam al-Quran:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Salah satu contoh ajakan dan seruan al-Quran untuk berpikir adalah tantangan kepada orang-orang kafir untuk menghadirkan seperti ayat-ayat al-Quran. Tatkala manusia mencari kebenaran, mereka menjumpai ketidakmampuan orang-orang kafir sepanjang tahun ini, mereka beriman kepada kebenaran al-Quran dan pembawa pesannya; seperti ayat,\u00a0<em>\u201cDan jika kamu (tetap) meragukan Al-Qur&#8217;an yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah (paling tidak) satu surah saja yang semisal dengan Al-Qur&#8217;an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah (untuk melakukan hal itu), jika kamu orang-orang yang benar.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Baqarah [2]:23)<a id=\"_ednref25\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[25]<\/a><\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"9\"><strong>Mencela taklid buta:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Pada kebanyakan ayat al-Quran, orang-orang kafir untuk mencari pembenaran atas tindakannya menyembah berhala, tidak mau berpikir dan sebagai gantinya menjadikan taklid buta dari datuk-datuknya sebagai pembenar atas perbuatan-perbuatan mereka. Allah Swt mencela mereka karena tidak mau memanfaatkan kemampuan akal dan menyeru mereka untuk berpikir dan merenung dalam masalah-masalah akidah; misalnya pada ayat<em>,\u00a0 \u201cDan apabila dikatakan kepada mereka, \u201cIkutilah apa yang telah diturunkan oleh Allah\u201d, mereka menjawab, \u201c(Tidak)! Tetapi, kami hanya mengikuti apa yang telah kami temukan dari (perbuatan-perbuatan) nenek moyang kami.\u201d (Apakah mereka akan mengikuti juga) meskipun nenek moyang mereka itu tidak memahami suatu apa pun dan tidak mendapat petunjuk?\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Baqarah [2]:170)<a id=\"_ednref26\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[26]<\/a>\u00a0sebagaimana Allah Swt mencela Ahlulkitab disebabkan akidah-akidah batil dan taklid buta mereka,\u00a0<em>\u201cKatakanlah, \u201cHai ahli kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat sebelum (kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Maidah [5]:77)<\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"10\"><strong>Meminta argumentasi di hadapan ucapan-ucapan tak berguna:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Tatkala Allah Swt di hadapan ucapan-ucapan tak berguna dan tidak benar sebagian manusia, menuntut dalil dan burhan, dan dengan lugas meminta seluruh manusia untuk tidak mengikut sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentangnya;<a id=\"_ednref27\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[27]<\/a>\u00a0artinya Allah Swt menginginkan seluruh manusia menjadikan akalnya sebagai panglima untuk memutuskan di hadapan pelbagai khurafat dan hal-hal nonsense dan meminta argumentasi dari mereka; seperti,\u00a0<em>\u201cDan mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, \u201cSekali-kali tidak akan pernah masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani.\u201d Demikian itu (hanyalah) angan-angan kosong mereka belaka. Katakanlah, \u201cTunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Baqarah [2]:111)<a id=\"_ednref28\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[28]<\/a>\u00a0Demikian juga para nabi meminta argumentasi di hadapan klaim-klaim kosong seperti<em>, \u201cApakah engkau tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan)? Ketika Ibrahim berkata, \u201cTuhanku adalah Dzat yang dapat menghidupkan dan mematikan.\u201d Orang itu berkata, \u201cSaya juga dapat menghidupkan dan mematikan.\u201d Ibrahim berkata, \u201cSesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah matahari itu dari barat.\u201d Lalu, orang yang kafir itu terdiam (seribu bahasa); dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim.\u201d\u00a0<\/em>Qs. Al-Baqarah [2]:258)<\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"11\"><strong>Menggunakan penyerupaan dan permisalan dalam memotivasi dan mencela manusia:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\u00a0Allah Swt pada kebanyakan ayat mengajak manusia untuk berpikir dengan menggunakan penyerupaan sehingga ia mau merenung atas apa perbuatanya; seperti,\u00a0<em>\u201cPerumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Ankabut [29]:41)<a id=\"_ednref29\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[29]<\/a><\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"12\"><strong>Mengingatkan pelbagai nikmat:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Allah Swt dalam al-Quran dengan mengingatkan pelbagai nikmat, meminta manusia untuk menjauhi sikap angkuh dan memuja diri serta tidak melupakan kedudukan penghambaan dan ibadah. Metode mengajak berpikir seperti ini kebanyakan digunakan untuk kaum Bani Israel; seperti,\u00a0<em>\u201cWahai Bani Isra\u2019il, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwa Aku telah mengutamakan kamu atas segala umat.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Baqarah [2]:47 &amp; 122) dan Tanyakan kepada Bani Isra\u2019il, \u201c<em>Berapa banyakkah tanda-tanda (kebenaran) nyata yang telah Kami berikan kepada mereka.\u201d Dan barang siapa yang merubah nikmat Allah setelah nikmat itu datang kepadanya, sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya\u201d &amp; \u00a0Demikianlah Allah menjelaskan kepadamu ayat-ayat-Nya supaya kamu merenungkan.\u00a0<\/em>(Qs. Al-Baqarah [2]:211 &amp; 242) dan pada hari kiamat akan menjadi hari tatkala seluruh anugerah ini akan ditanya.\u201d<a id=\"_ednref30\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[30]<\/a><\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"13\"><strong>Membandingkan antara manusia dengan memperhatikan pikiran dan perbuatannya:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Tatkala seorang berakal melakukan perbandingan antara dua hal, pada hakikatnya ingin menjelaskan tipologi dan pengaruh positif dan negative masing-masing dari dua hal yang dibandingkan. Membandingkan antara orang-orang beriman dan orang-orang kafir juga merupakan seruan nyata Allah Swt kepada manusia untuk berpikir dan berenung, sehingga manusia yang berpikir dapat menimbang akibat orang-orang beriman dan orang-orang kafir, kemudian menemukan jalannya; seperti ayat,\u00a0<em>\u201cSesungguhnya telah ada tanda (dan pelajaran) bagimu pada dua golongan yang telah bertemu (bertempur). Segolongan berperang di jalan Allah dan (segolongan) yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat (seakan-akan) orang-orang muslimin dua kali lipat jumlah mereka. Allah menguatkan dengan bantuan-Nya siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai mata hati.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Ali Imran [3]:13)<a id=\"_ednref31\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[31]<\/a><\/div>\n<ol dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">\n<li value=\"14\"><strong>Menuntaskan hujjah:<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<div dir=\"ltr\" style=\"text-align: justify;\">Tatkala mengirimkan pelbagai mukjizat, ayat-ayat, dan tanda-tandanya yang beragam, Tuhan telah menuntaskan hujjah bagi para hamba-Nya dan memberikan kepada mereka janji-janji pahala dan azab, pada hakikatnya mereka diseur untuk berpikir dan berenung sehingga manusia mau menimbang segala yang dilakukan dan dikerjakannya. Para nabi juga tidak mendatangi para umatnya kecuali menuntaskan hujjat dengan pelbagai dalil, argument dan tanda-tanda,\u00a0<em>\u201cDan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa tanda-tanda (kekuasaan) Kami dan mukjizat yang nyata\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Hud [11]:96) tatkala mereka menolak untuk menjadi hamba, tidak akan diampuni,\u00a0<em>\u201cSesungguhnya Musa telah datang kepadamu dengan membawa bukti-bukti kebenaran (mukjizat), kemudian kamu menjadikan anak sapi (sebagai sembahan) setelah ia pergi, dan sebenarnya kamu adalah orang-orang yang zalim &amp; Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) setelah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran yang nyata, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana<span dir=\"RTL\">.<\/span>\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Baqarah [2]:92 &amp; 209)<a id=\"_ednref32\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[32]<\/a>seluruh hujjah tidak terkhusus untuk para pendosa saja, melainkan mencakup seluruh nabi,\u00a0<em>\u201cDan sebagaimana (Kami telah menurunkan kitab kepada para nabi sebelum kamu), Kami (juga) telah menurunkan Al-Qur\u2019an itu (kepadamu) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak memiliki pelindung dan penolak pun dari (siksa) Allah.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Ra\u2019d [13]:37)<a id=\"_ednref33\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[33]<\/a><br \/>\nPada akhirnya, al-Quran mendeskripsikan kondisi orang-orang yang enggan berpikir dan tidak mau mendengarkan ucapan-ucapan para nabi dan imam,\u00a0<em>\u201cDan mereka berkata, \u201cSekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu), niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Mulk [67]:10)<a id=\"_ednref34\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[34]<\/a>\u00a0dan karena mereka memiliki akal dan mereka sendiri dapat memberikan penilaian, maka Allah Swt, dengan menyerahkan catatan amalan akan meminta mereka menilai sendiri atas apa saja yang telah mereka kerjakan.<a id=\"_ednref35\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[35]<\/a>\u00a0[iQuest]<\/div>\n<div dir=\"ltr\">\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<hr align=\"left\" size=\"1\" width=\"33%\" \/>\n<div id=\"edn1\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn1\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[1]<\/a>.\u00a0\u00a0<em>\u201c<\/em><em>Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya di sisi Allah ialah orang-orang yang bisu dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun.<\/em><em>\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Anfal [8]:22)<\/div>\n<div id=\"edn2\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn2\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[2]<\/a>. \u00a0<em>Nahj al-Bal\u00e2gha<\/em>, (Subhi Shaleh), hal. 43, Intisyarat Hijrat, Qum, 1414 H.<\/div>\n<div id=\"edn3\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn3\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[3]<\/a>. Akal dan Agama, 4910; Hubungan Akal dan Agama, 12105.<\/div>\n<div id=\"edn4\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn4\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[4]<\/a>. Kulaini,\u00a0<em>al-K\u00e2fi<\/em>, jil, 1, hal. 10, Diedit oleh Ghaffari dan Akhundi, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Teheran, 1407 H.<\/div>\n<div id=\"edn5\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn5\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[5]<\/a>.\u00a0<em>Ibid<\/em>, hal. 28.<\/div>\n<div id=\"edn6\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn6\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[6]<\/a>.\u00a0<em>Ibid<\/em>, hal. 11.<\/div>\n<div id=\"edn7\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn7\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[7]<\/a>. Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat jawaban 26661 yang terdapat pada site ini.<\/div>\n<div id=\"edn8\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn8\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[8]<\/a>. Sayid Muhammad Husain Thabathabai,\u00a0<em>al-Miz\u00e2n<\/em>, jil. 3, hal. 57, Daftar Intisyarat Islami, Qum, 1417 H.<\/div>\n<div id=\"edn9\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn9\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[9]<\/a>. \u00a0\u201c<em>Apakah kalian tidak berpikir<\/em>\u201d redaksi kalimat ini dan redaksi kalimat yang serupa digunakan sebanyak 20 kali dalam al-Quran.<\/div>\n<div id=\"edn10\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn10\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[10]<\/a>. Dan ayat-ayat serupa pada surah al-Mukminun\u00a0<em>\u201cAllah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya. Kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.\u201d<\/em>\u00a0[23]:91)<\/div>\n<div id=\"edn11\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn11\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[11]<\/a>. \u201c<em>Ketika malam telah menjadi gelap, ia melihat sebuah bintang (seraya) berkata, \u201cInilah Tuhanku.\u201d Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, ia berkata, \u201cSaya tidak suka kepada yang tenggelam.\u201d Kemudian tatkala ia melihat bulan terbit, ia berkata, \u201cInilah Tuhanku.\u201d Tetapi setelah bulan itu terbenam, ia berkata, \u201cSesungguhnya jika Tuhan-ku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.\u201d Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, ia berkata, \u201cInilah Tuhanku, ini yang lebih besar.\u201d Tatkala matahari itu telah terbenam, ia berkata, \u201cHai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-An\u2019am [6]:76-78)<\/div>\n<div id=\"edn12\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn12\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[12]<\/a>. Dan ayat-ayat lainnya seperti (Qs. Yunus [10]:5); (Qs. Al-Mulk [67]:3 &amp; 4); (Qs. Al-Baqarah [2]:3 &amp; 4); (Qs. Al-Mukminun [23]:69 &amp; 80) dan seterusnya; Allah Swt pada ayat 190 surah Ali Imran menyebut orang-orang yang memikirkan tanda-tanda Ilahi sebagai \u201c<em>ulul albab<\/em>\u201d yaitu orang-orang yang berpikir.<\/div>\n<div id=\"edn13\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn13\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[13]<\/a>. \u00a0<em>\u201cKawannya (yang mukmin) berkata kepadanya sedang dia bercakap-cakap dengannya, \u201cApakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Kahf [18]:37); \u201c<em>Hai manusia, jika kamu ragu tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sebagiannya berbentuk dan sebagian yang lain tidak berbentuk, agar Kami jelaskan kepadamu (bahwa Kami Maha Kuasa atas segala sesuatu), dan Kami tetapkan dalam rahim (ibu) janin yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, supaya (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah ia ketahui. Dan (dari sisi lain) kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, bumi itu hidup dan tumbuh subur dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Hajj [22]:5)<\/div>\n<div id=\"edn14\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn14\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[14]<\/a>.\u00a0<em>\u201cDan Dia-lah yang mengirim angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati (pada hari kiamat), mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-A\u2019rafa [7]:57); (Qs. Al-Rum [30]:50); (Qs. Fathir [35]:9) dan lain sebagainya.<\/div>\n<div id=\"edn15\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn15\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[15]<\/a>. (Qs. Al-Baqarah [2]:260)<\/div>\n<div id=\"edn16\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn16\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[16]<\/a>. (Qs. Al-Kahf [18]:9-25)<\/div>\n<div id=\"edn17\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn17\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[17]<\/a>. (Qs. Al-Baqarah [2]:259)<\/div>\n<div id=\"edn18\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn18\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[18]<\/a>. (Qs. Al-Taubah [9]:78); (Qs. Al-Baqarah [2]:96 &amp; 107)<\/div>\n<div id=\"edn19\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn19\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[19]<\/a>. (Qs. Ali Imran [3]:98); (Qs. Al-Nisa [4]:33 &amp; 166)<\/div>\n<div id=\"edn20\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn20\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[20]<\/a>. Surah Yusuf mengulas kisah ini secara rinci.<\/div>\n<div id=\"edn21\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn21\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[21]<\/a>. \u00a0(Qs. Al-Tahrim [66]:4, 10 dan 11)<\/div>\n<div id=\"edn22\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn22\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[22]<\/a>. Seperti ayat-ayat, (Qs. Al-Fushilat [41]:13-17) dan (Qs. Al-A\u2019raf [7]:80-84)<\/div>\n<div id=\"edn23\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn23\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[23]<\/a>. Mukjizat Rasulullah SAW lainnya pada (Qs. Al-Isra [17]:1 &amp; 88); (Qs. Al-Qamar []:1)<\/div>\n<div id=\"edn24\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn24\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[24]<\/a>. Mukjizat-mukjizat Nabi Nuh As pada (Qs. Al-Ankabut [29]:15); Mukjizat-mukjizat Nabi Ibrahim As pada (Qs. Al-Anbiya [21]:69); Mukjizat-mukjizat Nabi Musa As pada (Qs. Thaha [20]:17-20) dan (Qs. Al-Qashash [28]:32) dan (Qs. Al-Baqarah [2]:50); Mukjizat-mukjizat Nabi Isa As pada (Qs. Al-Maidah [5]:110)<\/div>\n<div id=\"edn25\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn25\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[25]<\/a>. Dan ayat-ayat lainya seperti (Qs. Yunus [10]:38) dan (Qs. Hud [11]:13)<\/div>\n<div id=\"edn26\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn26\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[26]<\/a>. Dan seperti ayat-ayat (Qs. Al-Maidah [5]:53 &amp; 54); (Qs. Al-Syua\u2019ara [26]:74); (Qs. Al-Zukhruf [43]:23)<\/div>\n<div id=\"edn27\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn27\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[27]<\/a>. (Qs. Al-Isra [17]:36)<\/div>\n<div id=\"edn28\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn28\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[28]<\/a>. Ketika Allah Swt berfirman kepada Rasul-Nya,\u00a0<em>\u201cDan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-An\u2019am [6]:49)<\/div>\n<div id=\"edn29\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn29\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[29]<\/a>. Dan ayat-ayat lainnya seperti (Qs. Al-Jumu\u2019ah []:5); (Qs. Al-Baqarah [2]:26, 171, 261, dan 265); (Qs. Ali Imran [3]:118) dan (Qs. Al-A\u2019raf [7]:176)<\/div>\n<div id=\"edn30\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn30\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[30]<\/a>. \u00a0\u00a0<em>\u201cKemudian pada hari itu kamu pasti akan ditanyai tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Takatsur [102]:8)<\/div>\n<div id=\"edn31\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn31\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[31]<\/a>. \u00a0(Qs. Al-Maidah [5]:50); (Qs. Al-An\u2019am [6]:50); (Qs. Hud [11]:24); demikian juga perbandingan orang-orang mujahid dan orang-orang yang tidak berjihad pada surah al-Nisa:95)<\/div>\n<div id=\"edn32\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn32\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[32]<\/a>. \u00a0(Qs. Al-Nisa [4]:153); (Qs. Al-Maidah [5]:32)<\/div>\n<div id=\"edn33\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn33\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[33]<\/a>.\u00a0\u00a0 Demikian juga\u00a0<em>\u201c(Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan seluruh ayat (bukti) kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) itu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak (berhak) mengikuti kiblat mereka, dan sebagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Baqarah [2]:145)<\/div>\n<div id=\"edn34\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn34\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[34]<\/a>. \u00a0Jelas bahwa yang dimaksud dengan mendengarkan di sini bukanlah taklid buta, melainkan mendengarkan berdasarkan pemikiran dan perenungan.<\/div>\n<div id=\"edn35\" style=\"text-align: justify;\"><a id=\"_edn35\" title=\"\" href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id21731#\">[35]<\/a>. \u00a0Menyinggung\u00a0<em>ayat \u201cAdapun orang-orang yang menerima kitab (amal)nya dengan tangan kanan, maka dia berkata (lantaran bahagia dan bangga), \u201cAmbillah, bacalah kitabku (ini) &amp; Adapun orang yang menerima kitab (amal)nya dengan tangan kiri, maka dia berkata, \u201cWahai alangkah baiknya kiranya kitabku ini tidak diberikan kepadaku.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Al-Haqqa [69]: 19 &amp; 25 ).<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Akal dan pikiran merupakan karunia paling mulia yang diberikan Allah Swt kepada manusia. \u00a0Orang-orang yang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3470,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[18],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6989"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6989"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6989\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}