{"id":7053,"date":"2018-07-24T08:06:36","date_gmt":"2018-07-24T08:06:36","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=7053"},"modified":"2021-01-26T05:48:52","modified_gmt":"2021-01-26T05:48:52","slug":"konsep-dan-kedudukan-tawalli-dalam-fikih-syiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/07\/24\/konsep-dan-kedudukan-tawalli-dalam-fikih-syiah\/","title":{"rendered":"Konsep dan Kedudukan Tawalli dalam Syiah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong> Tawalli adalah\u00a0sebuah terminologi teolog dan antonimnya adalah tabarri\u00a0.\u00a0 Tawalli dalam terminologi Syiah berartikan kecintaan dan loyalitas kepada para Imam dan para pemimpin agama serta tunduk dan menerima wilayah kepemimpinan mereka. Tawalli yang berbarengan dengan tabarri (konsep yang saling kontradiksi dan bertentangan \u2013 dalam riwayat-riwayat disifati seperti wajib taklifi,\u00a0\u00a0bahkan merupakan kewajiban-kewajiban terpenting,\u00a0perealisasian iman dan rukun terpenting iman\u00a0dan termasuk hal yang ditalkinkan atau yang diajarkan berulang-ulang kepada orang yang sedang sakaratul maut atau kepada mayit.\u00a0Dalam literatur\u00a0<i>Syiah<\/i>, tawalli dan tabarri merupakan syarat utama diterimanya amal baik di keharibaan Allah Swt dan tidak ada suatu amalpun yang diterima tanpanya; banyak sekali riwayat dalam teks-teks Islam yang dipaparkan dalam masalah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Tawalli<\/i>\u00a0merupakan salah satu hasil dan cabang mahabbah dan kecintaan kepada Ahlulbait as dan ini merupakan konsep utama dan fundamental dalam literatur Syiah.\u00a0<i>Tawalli<\/i>\u00a0dalam fikih Syiah, teolog, dan akhlak juga dikaji. Dalam literatur Syiah,\u00a0<i>Tawalli<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>Tabarri<\/i>merupakan sarat utama diterimanya amal-amal shaleh dan tidak ada suatu amal apalun yang diterima tanpa keduanya ini, laksana orang yang tidak melakukan kebaikan sama sekali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masalah\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>tabarri<\/i>\u00a0serta tata caranya juga dikaji dalam ilmu akhlak. Khaja Nasiruddin Thusi dalam Akhlak Muhtasyami mengkhususkan bab kecintaan dan kebencian,\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>tabarri<\/i>\u00a0dan di situ dituturkan ayat-ayat dan hadis serta ucapan-ucapan para filosof. Disamping itu, tulisan singkat dan independen dengan nama\u00a0<i>Ris\u0101lah dar Tawalli wa Tabarri<\/i>, yang dinisbatkan kepadanya (yang dicetak bersama dengan Akhlak Muhtasyami) di situ diulas dengan pandangan filosofis dan kesimpulannya, peraihan iman terkait dengan\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>tabarri<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Khwaja Nasiruddin dalam buku\u00a0<i>tawalli wa tabarri<\/i>\u00a0ini menganalisis demikian bahwa, ketika\u00a0<i>nafs hewan<\/i>\u00a0(bestial soul) berada di bawah kendali\u00a0<i>nafs natiq<\/i>\u00a0((rational soul), dua potensi syahwat dan marah akan semakin lebih lembut, yang kemudian akan berubah menjadi antusiasme dan penolakan dan dikarenakan\u00a0<i>nafs natiq<\/i>\u00a0adalah pengikut akal, maka antusiasme dan penolakan juga semakin lebih lembut, yang akan berubah menjadi keingingan dan ketidaksukaan dan akhirnya ketika akal pasrah kepada perintah pemimpin hakikat, maka keinginan dan ketidaksukaan akan berubah menjadi\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>tabarri<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia menganggap kesempurnaan\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>tabarri<\/i>\u00a0dalam perealisasian empat unsurnya, yakni ma<i>krifat, mahabbah, hijrah<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>jihad<\/i>.\u00a0\u00a0Namun dia meyakini bahwa kesempurnaan penganut agama memiliki tingkatan yang lebih tinggi, yaitu tingkatan ridha dan pasrah diri (ketundukan) dan hal itu terwujud ketika\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>tabarri<\/i>\u00a0bergabung menjadi satu, yakni\u00a0<i>tabarri<\/i>\u00a0terlebur dalam\u00a0<i>tawalli<\/i>.\u00a0 Dan akhirnya, menurut pandangan Khwaja Nasiruddin Thusi, iman akan terwujud ketika kumpulan\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>tabarri<\/i>, ridha dan pasrah diri terkumpul dan terealisasikan dalam satu wadah pada diri seseorang dan jika demikian, maka nama seorang mukmin dapat disematkan dalam diri orang tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span id=\"Manifestasi_Tawalli\" class=\"mw-headline\">Perwujudan Konsep Tawalli<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mencintai para pecinta Allah memiliki pelbagai tingkatan dan sudah jelas bahwa kecintaan sempurna nan lengkap disertai dengan ketaatan dan mengikuti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syaikh Yusuf Bahrani dalam bab\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0mengatakan bahwa banyaknya penegasan hadis-hadis Syiah akan masalah ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa kecintaan kepada Ahlulbait as berartikan penerimaan keimamahan mereka dan memposisikan mereka dalam kedudukan yang terkait dengan mereka. Dengan demikian, pemrioritasan selain mereka atas mereka dalam ranah ini, sejatinya adalah dikategorikan telah keluar dari lingkup kecintaan.<sup id=\"cite_ref-21\" class=\"reference\"><\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, kelaziman kecintaan secara menyeluruh nan benar kepada seseorang adalah sependirian dengannya, mempercayai dan mengikutinya.Dengan demikian, kecintaan yang mengakibatkan\u00a0<i>tawalli<\/i>, yakni menerima kewilayahan para Imam, ketundukan dan kepatauhan kepada mereka, dan tidak adanya\u00a0<i>tabarri<\/i>\u00a0baik secara teoritis dan praktis dari para penentang mereka sama sekali tidak dikategorikan sebagai kecintaan, sebagaimana sesuai dengan hadis, kesempurnaan wilayah dan kecintaan murni terhadap keluarga Muhammad as tidak dapat diraih kecuali hanya dengan\u00a0<i>tabarri<\/i>\u00a0terhadap para musuh \u2013 jauh maupun dekat \u2013 mereka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, kecintaan dan kebencian, wilayah dan bara&#8217;ah yang diafirmasikan berkali-kali dalam riwayat, harus diartikan sebagai\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0dan penerimaan wilayah, kepemimpinan para Imam dan marja\u2019 mereka dalam semua perkara dan urusan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan ini, akreditasi keimamahan para Imam duabelas as \u2013 dimana kelazimannya adalah meyakini akan kemaksuman dan\u00a0<i>nash<\/i>\u00a0kedudukan mereka dari Allah dan Rasulullah saw dan kealiman mereka terhadap kemaslahatan urusan dunia dan akhirat dan hasilnya adalah kewajiban mentaati perintah dan larangan-larangan mereka \u2013 termasuk pokok-pokok perealisasi iman, dan bahkan dikategorikan sebagai urgensitas mazhab Imamah.<sup id=\"cite_ref-24\" class=\"reference\"><\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian,\u00a0 wilayah dan pastinya penerimaannya dikategorikan sebagai rukun-rukun Islam, disamping salat, zakat, haji dan puasa, dan bahkan merupakan rukun terpenting dari kesemuanya. Dan demikian juga, tawalli disamping tabarri merupakan hal yang diafirmasi, yang diungkapkan dan ditegaskan dari para Imam sebagai penguat dalam semua rumus untuk mengungkapkan agama dan iman yang benar.<sup id=\"cite_ref-26\" class=\"reference\"><\/sup><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ringkasnya, konsep\u00a0<i>tawalli<\/i>\u00a0memiliki tingkatan dan manifestasi, di antaranya adalah:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Menerima wilayah Allah, Rasulullah saw dan para Imam Ahlulbait as<\/li>\n<li>Mencintai Allah, semua nabi, para Imam, Sayidah Fatimah Zahra sa<\/li>\n<li>Mencintai orang-orang mukmin dan para pecinta Allah<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dituturkan dalam riwayat dari Imam Baqir as berkata:\u00a0<i>\u201cJika hendak mengetahui apakah engkau termasuk orang yang baik ataukah tidak, maka tengoklah ke dalam hatimu, jika engkau mencintai orang yang ahli taat kepada Allah dan memusuhi ahli maksiat-Nya, maka ketahuilah engkau termasuk manusia yang baik dan Allah mencintaimu dan jika engkau memusuhi orang yang ahli taat kepada-Nya dan mencintai hamba maksiat-Nya, maka engkau tidak memiliki apa-apa dan Allah memusuhimu dan manusia senantiasa bersama orang yang dicintainya.\u201d<\/i>\u00a0<span style=\"font-size: 13.3333px;\">[]<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0 Tawalli adalah\u00a0sebuah terminologi teolog dan antonimnya adalah tabarri\u00a0.\u00a0 Tawalli dalam terminologi Syiah berartikan kecintaan dan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":6432,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[441],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7053"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7053"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12491,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7053\/revisions\/12491"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}