{"id":7149,"date":"2018-08-10T13:14:23","date_gmt":"2018-08-10T06:14:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=7149"},"modified":"2018-08-10T13:14:23","modified_gmt":"2018-08-10T06:14:23","slug":"kemenag-minta-mahasiswa-iain-ambil-peran-tangkal-intoleransi-radikalisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/08\/10\/kemenag-minta-mahasiswa-iain-ambil-peran-tangkal-intoleransi-radikalisme\/","title":{"rendered":"Kemenag Minta Mahasiswa IAIN Ambil Peran Tangkal Intoleransi &#038; Radikalisme"},"content":{"rendered":"<div class=\"blog-grid margin-bottom-20\">\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> Kementerian Agama meminta mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) mengambil peran sebagai penangkal intoleransi dan radikalisme. Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Ruchman Basori di hadapan 3.050 mahasiswa baru IAIN Salatiga yang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), di Salatiga, Selasa (07\/08).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMahasiswa saat ini harus memantapkan diri sebagai pilar kebangsaan, berkomitmen pada Pancasila dan menjaga NKRI,\u201d tutur Ruchman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aktivis Mahasiswa \u201998 ini menuturkan bahwa komitmen mahasiswa dibutuhkan mengingat saat ini banyak permasalahan serius yang mengganggu sendi-sendi berbangsa. \u201cDiantaranya adalah munculnya kelompok yang mempertanyakan konsensus nasional, seperti mempersoalkan dasar negara Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,\u201d ujar Ruchman menambahkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masalah lain adalah muncul kelompok yang mengklaim kebenaran agama. Kelompok ini menurut Ruchman merasa diri dan kelompoknya yang paling benar, bahkan sampai pada mengkafirkan pihak lain. \u201cHal itu akan menyuburkan tindakan intoleransi dan radikalisme yang akhir-akhir ini kita rasakan,\u201d jelas Alumni UIN Walisongo ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ruchman pun menegaskan kembali, bahwa dalam kondisi seperti ini, mahasiswa diharapkan mengambil peran sebagai penangkal sikap intoleran dan radikalisme. \u00a0Karena mahasiswa adalah agen perubahan sosial (<em>agent of social change<\/em>), sekaligus agen pembangunan (<em>agent of development<\/em>). \u201cMestinya yang waras tidak boleh mengalah dalam menghadapi kelompok intoleran dan radikal terutama di media sosial,\u201d kata Ruchman mengutip dawuh kyai sekaligus budayawan, Kh. Mustofa Bisri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesadaran ini diharapkan Ruchman dapat dibangun dalam kegiatan PBAK yang dilakukan IAIN \u2013 IAIN di seluruh Indonesia. Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Salatiga Mohamad Husain. Menurutnya, PBAK merupakan kegiatan strategis untuk mendiseminasikan Islam yang moderat dan toleran khususnya di kalangan mahasiswa baru. Ini untuk membangun kesadaran mahasiswa terhadap perannya untuk menangkal sikap intoleransi dan radikalisme. \u201cKami berharap para mahasiswa baru berperan penting sebagai agen moderasi beragama,\u201d kata Husain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan PBAK dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Salatiga dan diikuti oleh 3050 mahasiswa baru dari berbagai fakultas. Hadir dalam pembukaan Pimpinan IAIN Salatiga, Kepala Biro AUAK Khaeroni dan sebagian Pimpinan Fakultas. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan \u201cUKM FAIR\u201d yang menyediakan beragam informasi unit kegiatan mahasiswa di IAIN Salatiga.(RB)<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"blog-grid margin-bottom-20\">\n<div class=\"col-xs-4\" style=\"text-align: justify;\">Sumber : Ditjen Pendis<br \/>\nPenulis : Kontri<br \/>\nEditor : Khoiron<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Kementerian Agama meminta mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) mengambil peran sebagai penangkal intoleransi dan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7149"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}