{"id":7377,"date":"2018-10-12T09:07:58","date_gmt":"2018-10-12T02:07:58","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=7377"},"modified":"2018-12-09T12:58:21","modified_gmt":"2018-12-09T12:58:21","slug":"rajah-dalam-pandangan-ahlul-bait","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/10\/12\/rajah-dalam-pandangan-ahlul-bait\/","title":{"rendered":"Raj&#8217;ah dalam Pandangan Ahlul Bait"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ICC Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong>Keyakinan raj\u2019ah adalah salah satu akidah yang sangat penting bagi Syiah. Sayid Murtadha, seorang ulama dan teolog Syiah terkait dengan hal ini berkata: Syiah Imamiyyah berkeyakinan bahwa Allah Swt akan membangkitkan sekelompok dari kaum Mukminin pada zaman kemunculan Imam Zaman Afs sehingga mereka akan merasakan munculnya pemerintahan yang hak dan mereka akan menolong Imam Mahdi Afs. Demikian juga Allah Swt akan membangkitkan sekelompok dari musuh-musuhnya sehingga Imam Mahdi Afs dan penolongnya dapat membalas dendam kepada mereka. <a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn5\" name=\"_ftnref5\"><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun definisi raj&#8217;ah adalah bahwa kata raj\u2019ah adalah masdar dari ra-ja-\u2018a yang secara leksikal berarti kembali.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a>\u00a0Dalam al-Quran dan riwayat terdapat lafaz-lafaz yang beragam tentang pokok akidah ini seperti: karrah, radd dan hasyr. Namun lafaz raj\u2019ah lebih populer. Raj\u2019ah adalah masdar\u00a0<em>marrah<\/em>\u00a0yang berarti sekali kembali.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn2\" name=\"_ftnref2\">[2]<\/a>\u00a0Fayumi berkata: Raj\u2019ah dengan fathah \u2018ain bermakna kembali dan seseorang yang mempercayai adanya raj\u2019ah maka ia percaya akan kembalinya manusia ke dunia.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn3\" name=\"_ftnref3\">[3]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Raj\u2019ah secara tekhnikal berarti bahwa Allah Swt akan menghidupkan kembali sebagian kaum Syiah sebelum munculnya Imam Mahdi Afs guna menolong Imam Mahdi Afs dan juga untuk menyaksikan terbentuknya pemerintahan Imam Zaman Afs. Demikian juga, sebagian dari musuh Imam Zaman Afs akan dibangkitkan kembali sehingga mereka akan merasakan sebagian azab di dunia dan mengakui kekuatan dan kekuasaan Imam Mahdi Afs.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn4\" name=\"_ftnref4\">[4]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allamah Thabathabai dalam Tafsir al-Mizan berkata: Firkah-firkah selain Syiah, yaitu kebanyakan kaum Muslimin meskipun meyakini hadis raj\u2019ah secara mutawatir dari Nabi Muhammad Saw akan kemunculan Imam Mahdi dan para penolongnya, namun mereka mengingkari masalah raj\u2019ah dan menganggap bahwa raj\u2019ah adalah ajaran yang diyakini oleh kaum Syiah.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn5\" name=\"_ftnref5\">[5]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Raj\u2019ah dalam pandangan Agama-agama lain<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Taurat juga diisyaratkan tentang raj\u2019ah misalnya dalam kitab Yehezkiel yang menjelaskan tentang dihidupkannya kembali Bani Israel dan pemerintahan Nabi Daud as di akhir zaman. \u00a0Nabi Daniel juga berkata: Pada akhir zaman sangat banyak dari mereka yang dikubur di tanah akan dibangkitkan kembali. \u00a0Dalam Taurat juga dijelaskan mengenai dihidupkannya kembali orang-orang baik dan tentang kekuasaan Nabi Isa as pada masa akhir zaman sebelum kiamat.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn6\" name=\"_ftnref6\">[6]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Validitas Riwayat Raj\u2019ah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Allamah Majlisi dalam Bihar al-Anwar menuliskan tentang lebih dari 160 ayat Alquran dan berkata: Bagi seseorang yang memiliki keyakinan terhadap perkataan para Imam as, maka ia tidak akan meragukan tentang masalah raj\u2019ah karena riwayat mengenai hal ini berasal dari para Imam as dan mencapai derajat mutawatir.Periwayatannya disampaikan secara gamblang hingga mencapai hampir 200 riwayat. Lebih dari 40 ulama dan muhaddits terkemuka menuliskan riwayat-riwayat mengenai raj\u2019ah yang dihimpun lebih dari 50 kitab seperti Shauduq, Kulaini, Thusi, Alamul Huda, Najasyi, Kesyi, Karahi, Nu\u2019mani, Safar Qumi, Ibnu Quluyah, Ibnu Thawus, Thabarsi, Ibnu Syahr Asyub dan Rawandi.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn7\" name=\"_ftnref7\">[7]<\/a>\u00a0Penulis Tafsir al-Mizan meyakini bahwa riwayat-riwayat ini mencapai derajat mutawatir makna, sehingga meskipun jika seandainya riwayat ini berubah, maka hal itu tidak akan mengurangi derajat kemutawatirannya.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn8\" name=\"_ftnref8\">[8]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di samping itu, dalam berbagai teks ziarah dan doa-doa terdapat keyakinan terhadap raj\u2019ah, misalnya dalam Ziarah Jami\u2019ah Kabirah, ziarah al-Warits, Ziarah al-Arbain, Ziarah Al Yasin, Ziarah Rajabiyah dan Doa Perpisahan Bulan Ramadhan serta dalam doa \u2018Ahad.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn9\" name=\"_ftnref9\">[9]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Catatan: Meskipun Syiah mempercayai raj\u2019ah, namun jika ada orang yang mengingkari raj\u2019ah, tidak serta merta membuat ia menjadi kafir karena raj\u2019ah adalah kemestian dan ajaran penting dalam madzhab Syiah, bukan kemestian ajaran yang harus diyakini dalam Islam, sebagaimana yang ada dalam riwayat bahwa iman terhadap raj\u2019ah adalah syarat menuju keimanan sempurna dan meraih Islam secara hakiki.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn10\" name=\"_ftnref10\">[10]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Orang-orang yang akan dibangkitkan<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sebagian riwayat disebutkan nama-nama orang yang akan dibangkitkan: Dari golongan Nabi adalah Nabi Daniel as, Nabi Yusya\u2019, Nabi Isa, Nabi Khidir Khidhir, dan Nabi Muhammad Saw. Dan juga para Imam dan sebagian dari sahabat-sahabat mereka: Salman, Miqdad, Jabir bin Abdullah Anshari, Malik Asytar, Mufadhal bin Umar, Hamran bin Ain, Maisar bin Abdul Aziz dan Ashab Kahfi.\u00a0<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn11\" name=\"_ftnref11\">[11]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dalil-dalil Raj\u2019ah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut para mufassir dan teolog Syiah, ayat-ayat al-Quran yang mengabarkan tentang raj\u2019ah dapat dibagi menjadi dua bagian;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian pertama, ayat-ayat yang secara gamblang menyinggung masalah raj\u2019ah. Ayat-ayat ini digunakan dalam riwayat-riwayat para Imam as untuk membuktikan adanya raj\u2019ah.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn12\" name=\"_ftnref12\">[12]<\/a>\u00a0\u00a0seperti ayat,<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u0648\u064e \u06cc\u0648\u0652\u0645\u064e \u0646\u064e\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u06a9\u0644\u0650\u0651 \u0623\u064f\u0645\u064e\u0651\u0629\u064d \u0641\u064e\u0648\u0652\u062c\u0627\u064b \u0645\u0650\u0645\u064e\u0651\u0646\u0652 \u06cc\u06a9\u0630\u0650\u0651\u0628\u064f \u0628\u0650\u0622\u06cc\u0627\u062a\u0650\u0646\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06cc\u0648\u0632\u064e\u0639\u064f\u0648\u0646<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami kumpulkan dari tiap-tiap umat segolongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu Kami tahan mereka sehingga yang lain bergabung dengan mereka.\u201d<\/em>\u00a0(Qs al-Naml [27]: 83)<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u0642\u0627\u0644\u064f\u0648\u0627 \u0631\u064e\u0628\u064e\u0651\u0646\u0627 \u0623\u064e\u0645\u064e\u062a\u064e\u0651\u0646\u064e\u0627 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u06cc\u0646\u0650 \u0648\u064e \u0623\u064e\u062d\u0652\u06cc\u06cc\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0627\u062b\u0652\u0646\u064e\u062a\u064e\u06cc\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0627\u0639\u0652\u062a\u064e\u0631\u064e\u0641\u0652\u0646\u0627 \u0628\u0650\u0630\u064f\u0646\u064f\u0648\u0628\u0650\u0646\u0627 \u0641\u064e\u0647\u064e\u0644\u0652 \u0625\u0650\u0644\u06cc\u200f \u062e\u064f\u0631\u064f\u0648\u062c\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0633\u064e\u0628\u06cc\u0644\u064d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Mereka menjawab, \u201cYa Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah suatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?\u201d<\/em>\u00a0(Qs al-Ghafir [40]: 11)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagian kedua, ayat-ayat yang menunjukkan adanya kemungkinan raj\u2019ah. Ayat-ayat ini mengisyaratkan akan dihidupkannya kembali sebagian orang-orang di dunia, dimana ayat-ayat ini disamping membuktikan adanya raj\u2019ah juga menjadi bukti akan adanya hari kiamat. Seperti ayat,<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u0623\u064e\u0648\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u064a \u0645\u064e\u0631\u064e\u0651 \u0639\u064e\u0644\u0649\u200f \u0642\u064e\u0631\u0652\u064a\u064e\u0629\u064d \u0648\u064e \u0647\u0650\u064a\u064e \u062e\u0627\u0648\u0650\u064a\u064e\u0629\u064c \u0639\u064e\u0644\u0649\u200f \u0639\u064f\u0631\u064f\u0648\u0634\u0650\u0647\u0627\u2026 \u0641\u064e\u0623\u064e\u0645\u0627\u062a\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064e \u0639\u0627\u0645\u064d \u062b\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u064e\u0647\u064f\u2026 \u0648\u064e \u0627\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u0638\u0627\u0645\u0650 \u0643\u064e\u064a\u0652\u0641\u064e \u0646\u064f\u0646\u0652\u0634\u0650\u0632\u064f\u0647\u0627 \u062b\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0646\u064e\u0643\u0652\u0633\u064f\u0648\u0647\u0627 \u0644\u064e\u062d\u0652\u0645\u0627\u064b\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Ataukah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya? Ia berkata, \u201cBagaimana mungkin Allah akan menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?\u201d \u2026\u2026.Dan lihatlah keledaimu (yang telah hancur menjadi tulang-belulang). Kami akan menjadikanmu sebagai tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Dan lihatlah kepada tulang-belulang keledai itu bagimana Kami menyusunnya kembali, lalu Kami membalutnya dengan daging<\/em>.\u201d (Qs al-Baqarah [2]: 259)<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u0644\u064e\u0628\u0650\u062b\u064f\u0648\u0627 \u0641\u064a\u200f \u0643\u064e\u0647\u0652\u0641\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u062b\u064e\u0644\u0627\u062b\u064e \u0645\u0650\u0627\u0626\u064e\u0629\u064d \u0633\u0650\u0646\u064a\u0646\u064e \u0648\u064e \u0627\u0632\u0652\u062f\u064e\u0627\u062f\u064f\u0648\u0627 \u062a\u0650\u0633\u0652\u0639\u0627\u064b<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c\u00a0<em>Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)<\/em>.\u201d (Qs al-Kahfi [18]: 25.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u062b\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0628\u064e\u0639\u064e\u062b\u0652\u0646\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0651\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c\u00a0<em>Setelah itu, Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati supaya kamu bersyukur<\/em>.\u201d (Qs al-Baqarah [2]: 62)<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u0648\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u062a\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0646\u064e\u0641\u0652\u0633\u0627\u064b \u0641\u064e\u0627\u062f\u064e\u0651\u0627\u0631\u064e\u0623\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064a\u0647\u0627 \u0648\u064e \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0645\u064f\u062e\u0652\u0631\u0650\u062c\u064c \u0645\u0627 \u0643\u064f\u0646\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0646\u064e * \u0641\u064e\u0642\u064f\u0644\u0652\u0646\u0627 \u0627\u0636\u0652\u0631\u0650\u0628\u064f\u0648\u0647\u064f \u0628\u0650\u0628\u064e\u0639\u0652\u0636\u0650\u0647\u0627 \u0643\u064e\u0630\u0644\u0650\u0643\u064e \u064a\u064f\u062d\u0652\u064a\u0650 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0649\u200f \u0648\u064e \u064a\u064f\u0631\u064a\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0622\u064a\u0627\u062a\u0650\u0647\u0650 \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0651\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u0644\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c\u00a0<em>Dan (ingatlah) ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah akan menyingkap apa yang selama ini kamu sembunyikan. Lalu Kami berfirman, \u201cPukullah jenazah itu dengan sebagian anggota (tubuh) sapi betina itu (niscaya ia akan bangun dari kematiannya dan memberitahukan siapa pembunuh yang sebenarnya)!\u201d Demikianlah, Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu berpikir<\/em>.\u201d (Qs al-Baqarah [2]: 72-73)<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">\u0623\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0631\u064e \u0625\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u064a\u0646\u064e \u062e\u064e\u0631\u064e\u062c\u064f\u0648\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u0650\u064a\u0627\u0631\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0644\u064f\u0648\u0641\u064c \u062d\u064e\u0630\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0648\u0652\u062a\u0650 \u0641\u064e\u0642\u0627\u0644\u064e \u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f \u0645\u064f\u0648\u062a\u064f\u0648\u0627 \u062b\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u0627\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064e \u0644\u064e\u0630\u064f\u0648 \u0641\u064e\u0636\u0652\u0644\u064d \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e \u0644\u0643\u0650\u0646\u064e\u0651 \u0623\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064e \u0627\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0633\u0650 \u0644\u0627 \u064a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0646\u064e<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c<em>Apakah engkau tidak melihat (baca: mendapatkan berita tentang) orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan mereka berjumlah ribuan orang karena takut mati? Lalu, Allah berfirman kepada mereka, \u201cMatilah kamu!\u201d Kemudian Allah menghidupkan mereka (supaya kisah hidup mereka menjadi pelajaran bagi generasi mendatang). Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi kebanyakan mereka enggan bersyukur<\/em>.\u201d (Qs al-Baqarah [2]: 243)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dalil-dalil Riwayat<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sangat banyak riwayat-rwayat yang menjelaskan mengenai raj\u2019ah, misalnya Nabi Muhammad Saw menjelaskan sebuah kandungan hadis yang maksudnya adalah: Aku bersumpah demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian, wahai Kaum Muslimin akan menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi pada umat-umat terdahulu, dan segala sesuatu yang terjadi pada masa umat terdahulu akan terjadi pula pada umat ini bahkan kalian tidak akan mampu menghilangkannya meskipun adat-adat itu adalah adat-adat Bani Israel yang kalian abaikan.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn13\" name=\"_ftnref13\">[13]<\/a>\u00a0Berdasarkan riwayat ini, kejadian-kejadian yang terjadi pada umat-umat terdahulu juga akan terjadi pada umat zaman sekarang dan salah satu kejadian itu adalah peristiwa raj\u2019ah dan hidupnya kembali orang-orang yang sudah meninggal di mana hal ini sesuai dengan yang telah diisyaratkan oleh ayat-ayat al-Quran. Oleh itu, maka peristiwa raj\u2019ah akan terjadi pula pada umat Islam. Imam Shadiq as dalam sebuah hadis bersabda bahwa raj\u2019ah adalah syarat-syarat keimanan.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn14\" name=\"_ftnref14\">[14]<\/a>\u00a0\u00a0Demikian juga Imam Baqir as dan Imam Shadiq as dalam tafsir \u201cayamullah\u201d menjelaskan: Ayamullah adalah hari qiyam-nya Imam Mahdi dan hari raj\u2019ah adalah hari kiamat.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn15\" name=\"_ftnref15\">[15]<\/a>\u00a0Imam Ridha as bersabda: Salah satu akidah penting adalah percaya terhadap raj\u2019ah dan hal itu sejalan dengan tauhid, nubuwat, imamah, mi\u2019raj dan pertanyaan-pertanyaan di alam kubur.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn16\" name=\"_ftnref16\">[16]<\/a>\u00a0\u00a0Demikian juga dalam riwayat disebutkan bahwa Makmun Abbas bertanya kepada Imam Ridha as: Wahai Abal Hasan, bagaimana pendapat Anda mengenai raj\u2019ah? Imam Ridha as menjawab: Raj\u2019ah adalah benar dan telah terjadi pada umat-umat terdahulu. Al-Quran menjelaskan tentang hal ini dan Nabi Muhammad Saw pun bersabda: Kemudian akan datang pula apa-apa yang terjadi pada masa umat-umat terdahulu, tidak kurang dan tidak lebih dan bersabda ketika Mahdi, yang merupakan putra-ku muncul, maka Nabi Isa as juga akan turun dari langit dan salat dibelakang Mahdi Afs. Makmun kembali bertanya bagaimana akhirnya? Imam Ridha as bersabda: Hak akan kembali kepada pemiliknya.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn17\" name=\"_ftnref17\">[17]<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Tulisan-Tulisan tentang Raj\u2019ah<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan memperhatikan pentingnya raj\u2019ah dalam ajaran akidah Syiah, para ulama dan ahli hadits Syiah semenjak dahulu telah menuliskan kitab dalam kitab-kitab Rijal dan Fehrest.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn18\" name=\"_ftnref18\">[18]<\/a>\u00a0Agha Buzurg Tehrani mengenalkan 30 kitab dalam pembahasan ini.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn19\" name=\"_ftnref19\">[19]<\/a>\u00a0Kitab-kitab terpenting itu diantaranya adalah:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Al-Raj\u2019ah<\/em>\u00a0karya Mirza Muhammad Mukmin bin Dust Muhammad Husiani Ester Abadi (Syahid di Mekah pada tahun 1088 H), riset: Fars Haaun Karim, cet. 2, Qum, Anwar al-Husan, 1417. Dalam kitab ini, setelah muqadimah singkat dibahas mengenai perlunya menjadikan Imam sebagai bahan rujukan dalam semua urusan dan mendengar perkataan mereka yang dihimpun dalam lebih dari 100 riwayat.<\/li>\n<li><em>Al-Iq\u0101dh min al-Haj\u2019ah ala al-Raj\u2019ah<\/em>\u00a0karya Syaikh Muhammad bin Hasan Hurr Amili (1104 H). Di dalam kitab ini yang ditulis pada tahun 1075 H, lebih dari 170 riwayat, puluhan ayat dan dalil-dalil al-Quran dituliskan untuk membuktikan adanya raj\u2019ah.<\/li>\n<li><em>Raj\u2019ah<\/em>, karya Muhammad Baqir Majlisi (111 H). Kitab ini ditulis dalam bahasa Persia. Kitab ini membahas mengenai 14 riwayat mengenai hal-hal yang menjadi penyebab akan kemunculan Imam Mahdi Afs dan pembahasan dengan tema raj\u2019ah. Patut diketahui bahwa Allamah Majlisi dalam kitab Bihar al-Anwar menjelaskan riwayat secara mendetail dan ia menukilkan kira-kira sekitar 200 riwayat mengenai raj\u2019ah.<a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftn20\" name=\"_ftnref20\">[20]<\/a><\/li>\n<li><em>Al-Syiah wa al-Raj\u2019ah<\/em>: Kitab yang bersifat keilmuan, sejarah, adab, akhlak, sastra, dan disertai pembahasan mengenai raj\u2019ah. Kitab ini adalah karya Muhammad Ridha Najafi (1405 H), cet. 1, Najaf al-Asyraf, al-Mathbu\u2019ah al-Haidariyyah, 1375 H. Kitab yang ditulis pada tahun 1375, setelah dibuka dengan mukadimah dan beberapa bab, menjelaskan mengenai raj\u2019ah, doa-doa, ziarah tentang kesepakatan fuqaha dan kata-kata ulama. Pada bab pertama kitab ini membahas penafsiran dan pena\u2019wilan sebanyak 174 ayat yang berkaitan dengan raj\u2019ah disertai dengan riwayat yang terkait dengannya.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a>\u00a0Al-Mu\u2019jam al-Wasith, kata\u00a0<em>raja\u2019a<\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref2\" name=\"_ftn2\">[2]<\/a>\u00a0Lis\u0101n al-\u2018Arab, jld. 8, hlm. 114<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref3\" name=\"_ftn3\">[3]<\/a>\u00a0Misb\u0101h al-Munir, hlm. 134<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref4\" name=\"_ftn4\">[4]<\/a>\u00a0Majma\u2019 al-Munir, jld. 7, hlm. 367.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref5\" name=\"_ftn5\">[5]<\/a>\u00a0Al-Miz\u0101n, jld. 2, hlm. 161<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref6\" name=\"_ftn6\">[6]<\/a>\u00a0Wahyu kepada Yohanes, 20: 4-6.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref7\" name=\"_ftn7\">[7]<\/a>\u00a0Bih\u0101r al-Anw\u0101r, jld. 53, hlm. 96 dan 122.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref8\" name=\"_ftn8\">[8]<\/a>\u00a0Thabathabai, al-Miz\u0101n, jld. 2, hlm. 107<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref9\" name=\"_ftn9\">[9]<\/a>\u00a0Mafatih al-Jinan, Ziy\u0101rah J\u0101miah Kabirah, Ali Yasin dan Doa \u2018Ahd.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref10\" name=\"_ftn10\">[10]<\/a>\u00a0Tafsir Nemuneh, jld. 15, hlm. 561.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref11\" name=\"_ftn11\">[11]<\/a>\u00a0Bih\u0101r al-Anw\u0101r, jld. 53, hlm. 61, 105 dan 108<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref12\" name=\"_ftn12\">[12]<\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref13\" name=\"_ftn13\">[13]<\/a>\u00a0Bih\u0101r al-Anw\u0101r, jld. 53, hlm. 142<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref14\" name=\"_ftn14\">[14]<\/a>\u00a0Sifat al-Syiah, jld. 2, hlm. 200.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref15\" name=\"_ftn15\">[15]<\/a>\u00a0Bih\u0101r al-Anw\u0101r, jld. 53, hlm. 122<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref16\" name=\"_ftn16\">[16]<\/a>\u00a0Bih\u0101r al-Anw\u0101r, hlm. 63 dan jld. 51, hlm. 50 dan 45. Sifat al-Syiah, hlm. 50<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref17\" name=\"_ftn17\">[17]<\/a>\u00a0Uyun Akhb\u0101r al-Ridh\u0101, jld. 2, hlm. 202; Mizan al-Hikmah, jld. 3, hlm. 103<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref18\" name=\"_ftn18\">[18]<\/a>\u00a0Al-Raj\u2019ah au al-Aud ila al-Hay\u0101t al-Duny\u0101 ba\u2019da al-Maut, cet. 1, Qum, Markaz al-Risalah, 1418 H, hlm. 46-47<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref19\" name=\"_ftn19\">[19]<\/a>\u00a0Al-Dzari\u2019ah ila Tash\u0101nif al-Syiah, jld. 1, hlm. 91-95; jld. 7, hlm. 116; jld. 10, hlm. 161-163 dan jld. 11, hlm. 187<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/syiahindonesia.id\/2018\/06\/12\/rajah\/#_ftnref20\" name=\"_ftn20\">[20]<\/a>\u00a0Bih\u0101r al-Anw\u0101r, jld. 53, Bab Raj\u2019ah, hlm. 39-144[]<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211;\u00a0Keyakinan raj\u2019ah adalah salah satu akidah yang sangat penting bagi Syiah. Sayid Murtadha, seorang ulama dan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7504,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[12],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7377"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7377"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7453,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7377\/revisions\/7453"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}