{"id":7380,"date":"2018-10-11T09:18:23","date_gmt":"2018-10-11T02:18:23","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=7380"},"modified":"2018-12-09T13:20:54","modified_gmt":"2018-12-09T13:20:54","slug":"hadis-itrah-dalam-kitab-kitab-ahlus-sunah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/10\/11\/hadis-itrah-dalam-kitab-kitab-ahlus-sunah\/","title":{"rendered":"Hadis Itrah dalam Kitab-Kitab Ahlus Sunah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ICC Jakarta &#8211;<\/strong> <em>\u00a0\u201c\u00a0Sesungguhnya Aku Tinggalkan di Tengah Kalian Kitabullah dan Sunnahku \u201c\u00a0<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang pertama kali menyebutkan Hadis ini adalah M\u00e2lik dalam kitab Muwaththa\u2019, namun riwayatnya mursal dan tanpa sanad. Setelahnya, al Thabari dalam kitab Tarikh-nya yang juga mursal. Benar, Abu Syekh menyebut sanadnya dalam kitab Thabaq\u00e2t al Muhaddits\u00een bi Ashbah\u00e2n.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu \u2018Abd al Barr al Andal\u00fbsi dalam kitabnya, al Tamh\u00eed lim\u00e2 f\u00ee al Muwaththa\u2019 min al Ma\u2019\u00e2n\u00ee wa al As\u00e2n\u00eed menyebutkan sanadnya melalui jalur Sh\u00e2lih bin Musa al Thalhi, dan sanad yang ketiga melalui jalur Kats\u00eer bin Abdullah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Juga ada sanad keempat yang disebutkan oleh al H\u00e2kim al Naysab\u00fbri dalam kitab \u201c al Mustadrak \u2018ala al Shah\u00eehain melalui jalur Ibnu Abu Uwais dan ayahnya. Kemudian sanad yang kelima disebutkan oleh al Khath\u00eeb al Baghd\u00e2di dalam kitabnya, al Faq\u00eeh wa al Mutafaqqih melalui jalur Sayf bin Umar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut ini akan dijelaskan secara mendetail:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>1.<\/strong><strong>Kitab al Muwaththa\u2019 Malik bin Anas.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Malik bin Anas menyebutkan Hadis ini dengan sanad yang mursal dalam\u00a0<em>Kitab al Qodr<\/em>\u00a0( D\u00e2r Ihy\u00e2\u2019 al Kutub al \u2018Arabiyyah) juz 2 halaman 899<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">( Hadis ) 3- Telah menyampaikan Hadis dari Malik bahwa telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah saw. bersabda<em>, \u201c Telah Aku tinggalkan di tengah kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegangan dengan keduanya;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnah NabiNya<\/strong>\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yang dimaksud oleh Malik dengan Hadis yang sampai padanya adalah riwayat Ibnu Ishaq, namun dia tidak menyebut Ibnu Ishaq \u00a0dengan jelas karena ia men-dhaifkannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>2. Kitab Tarikh al Umam wa al Mul\u00fbk al Thabari.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Thabari mengutip riwayat dari jalur Ibnu Ishaq dari Ibnu Abu Najih. Jalur (sanad) Hadis\u00a0<em>mursal\u00a0<\/em>karena Ibnu Abu Najih dari generasi keenam dan tidak terbukti telah berjumpa dengan para sahabat apalagi dengan Rasulullah saw (Mathba\u2019ah al Istiq\u00e2mah Q\u00e2hirah Mesir) juz 2 halaman 403.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c\u00a0<em>Dengarkanlah perkataanku, sesungguhnya Aku telah menyampaikan dan meninggalkan di tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegangan dengannya, maka kalian tidak akan tersesat sama sekali; Kiatbullah dan Sunnah NabiNya\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>3.<\/strong><strong>Kitab Taqr\u00eeb al Tahdz\u00eeb Ibnu Hajar al \u2018Asqollani.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Abdullah bin Abu Najih dari generasi keenam. Dalam pengantar kitab ini dia menyebutkan bahwa generasi ini sezaman dengan generasi kelima tetapi tidak terbukti bahwa mereka berjumpa dengan seorang sahabat pun. Dia berkata, \u201cAbdullah bin Abu Najih, Yas\u00e2r al Makki, Abu Yas\u00e2r, al Tsaqafi majikan mereka, tsiqah, dituduh qadariyah, terkadang memalsukan, generasi keenam, wafat tahun tuga puluh satu atau setelahnya.( Lihat Taqr\u00eeb al Tahdz\u00eeb, D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon. Jjuz 1 halaman 541)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>4.<\/strong><strong>Kitab Thabaq\u00e2t al Muhaddits\u00een bi Ashbah<\/strong><strong>\u00e2n Abu Syekh Ibnu Hayy<\/strong><strong>\u00e2n.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abu Syekh Ibnu Hayy\u00e2n meriwayatkan Hadis ini kitabnya Thabaq\u00e2t al Muhaddits\u00een ( D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut \u2013Lebanon) juz 4 halaman 288.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari Yazid al Raq\u00e2syi dari Anas bin Malik, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, \u201c\u00a0<em>Sesungguhnya telah Aku tinggalkan di tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegangan dengannya, maka kalian tidak akan tersesat;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnah NabiNya<\/strong>\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>5.\u00a0<\/strong><strong>Kitab al Dhuaf\u00e2\u2019 al Kab\u00eer Al \u2018Aq\u00eeli \u00a0al Makki.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al \u2018Aq\u00eeli<strong>\u00a0\u00a0<\/strong>menyebutkan Hadis ini dari Yazid al Raq\u00e2syi dalam Kitab al Dhuaf\u00e2\u2019 al Kab\u00eer (D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) sifir 4 halaman 373. Dia menulis, \u201c Yazid bin Abb\u00e2n al Raq\u00e2syi. Syu\u2019bah berkata, \u201c Menempuh perjalanan lebih aku sukai dari pada aku meriwayatkan dari Yazid al Raq\u00e2syi \u201c. Juga menulis, \u201cSyu\u2019bah berkata, \u201c Melakukan zina lebih aku sukai daripada aku menyampaikan Hadis dari Yazid al Raq\u00e2syi \u201c. \u201c Yahya tidak menyampaikan Hadis dari Yazid al Raq\u00e2syi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu \u2018Uday menyebutkan dalam kitabnya al K\u00e2mil fi Dhua\u2019f\u00e2\u2019 al Rij\u00e2l ( D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 9 halaman 130, \u00a0\u201c Yazid bin Abb\u00e2n al Raq\u00e2syi Bashri. Syu\u2019bah berkata, \u201c Melakukan zina lebih aku sukai daripada aku menyampaikan Hadis dari Yazid al Raq\u00e2syi \u201c. Juga berkata, \u201cSyu\u2019bah berkata, \u201c Seseorang melakukan zina lebih baik dari pada meriwayatkan dari Abb\u00e2n dan Yazid al Raq\u00e2syi \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Juga berkata, \u201c Ahmad bin Hanbal berkata, \u201c Jangan kamu tulis dari Yazid al Raq\u00e2syi. Aku bertanya kepadanya, \u201c Mengapa Hadis Yazid ditinggalkan apakah karena hawa nafsu yang ada padanya ? \u201c. Dia menjawab, \u201c Tidak, tetapi Hadisnya Munkar ( Hadis yang diriwayatkan oleh seorang diri periwayat yang dha\u2019if, atau hadits itu bertentangan dengan periwayat yang lebih kuat). Syu\u2019bah menyerangnya dan bahwa dia suka dongeng \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>6.\u00a0<\/strong><strong>Kitab al Tamh<\/strong><strong>\u00eed Lima fi al Muwaththa\u2019 min al Ma\u2019<\/strong><strong>\u00e2ni wa al Mas<\/strong><strong>\u00e2n<\/strong><strong>\u00eed Ibnu Abdu al Barr al Qurtubi.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu Abdu al Barr menyebutkan Hadis ini dari dua jalur; pertama jalur Sh\u00e2lih bin Musa dan kedua jalur Kats\u00eer bin Abdullah dalam kitabnya, \u00a0<em>al Tamh\u00eed Lima fi al Muwaththa\u2019 min al Ma\u2019\u00e2ni wa al Mas\u00e2n\u00eed<\/em>\u00a0(D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 10 halaman 526.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c Telah menyampaikan Hadis kepada kami Sh\u00e2lih bin Musa al Thalhi, dia berkata, \u201c Telah menyampaikan Hadis kepada kami Abdul Aziz bin Raf\u00ee\u2019 dari Abu Sh\u00e2lih dari Abu Hurairah, dia berkata, \u201c Rasulullah saw. bersabda, \u201c\u00a0<em>Sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengah kalian dua, yang kalian tidak akan tersesat setelahnya sama sekali;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnahku<\/strong>\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari Katsir bin Abdullah bin Amr bin \u2018Awf dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata, \u201c Rasulullah saw. bersabda, \u201c\u00a0<em>Telah Aku tinggalkan di tengah kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegangan dengan keduanya;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnah NabiNya<\/strong>\u00a0<\/em>\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>7.\u00a0<\/strong><strong>Kitab al K\u00e2mil fi Dhua\u2019f\u00e2\u2019 al Rij\u00e2l Ibnu \u2018Uday al Jurj\u00e2ni Ibnu \u2018Uday.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu \u2018Uday menyebutkan Hadis ini dalam Hadis-hadis Munkarnya Sh\u00e2lih bin Musa ( Hadis Munkar adalah Hadis yang diriwayatkan oleh orang dha\u2019if sendirian) lihat kitab al K\u00e2mil fi Dhu\u2019af\u2019 al Rij\u00e2l (D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 5 halaman 106<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c Telah menyampaikan Hadis kepada kami Sh\u00e2lih bin Musa al Thalhi, dia berkata, \u201c Telah menyampaikan Hadis kepada kami Abdul Aziz bin Raf\u00ee\u2019 dari Abu Sh\u00e2lih dari Abu Hurairah, dia berkata, \u201c Rasulullah saw. bersabda, \u201c\u00a0<em>Sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengah kalian dua, yang kalian tidak akan tersesat setelahnya sama sekali;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnahku<\/strong>, dan keduanya tidak akan berpisah hingga keduanya datang kepadaku di Telaga Surga\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>8.<\/strong><strong>Kitab Syarh Ush\u00fbl I\u2019tiq\u00e2d Ahlu Sunnah wa al Jam\u00e2\u2019ah Ibnu Mashir al Thabari.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dr. Ahmad al Gh\u00e2midi dalam catatannya terhadap kitab ini menyatakan ke-dhaifan Hadis ini dari jalur Sh\u00e2lih bin Musa (Syarh Ush\u00fbl I\u2019tiq\u00e2d Ahlu Sunnah wa al Jam\u00e2\u2019ah. D\u00e2r Thaybah jilid 1 halaman 89)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">( Hadis ) 90- Telah memberitahu kami al Hasan bin Utsman, telah menyampaikan kepada kami Hamzah bin Muhammad bin al \u2018Abbas, telah menyampaikan kepada kami Abdul Karim bin al Haytsam, telah menyampaikan kepada kami Sh\u00e2lih bin Musa dari Abdul Aziz bin Raf\u00ee\u2019 dari Abu Sh\u00e2lih dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda, \u201c\u00a0<em>Sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengah kalian\u00a0 sesuatu yang kalian tidak akan tersesat setelah keduanya selamanya selama kalian berpegangan dengan keduanya atau kalian menjalankan keduanya;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnahku<\/strong>. Keduanya tidak akan berpisah sehingga keduanya mendatangiku di Telaga Surga\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sanadnya dhaif, di dalamnya terdapat Sh\u00e2lih bin Musa al Thalhi. Tentangnya, al Dzahabi berkata, dia dhaif. Yahya berkata, \u201c Dia tidak ada apa-apanya dan Hadisnya jangan ditulis. Bukhari berkata, \u201c Hadisnya munkar \u201c. Nas\u00e2\u2019i berkata, \u201c Dia ditinggalkan (<em>matruk<\/em>). Ibnu \u2018Uday berkata, \u201c Dia menurutku termasuk orang yang tidak sengaja berdusta. Al Dzahabi membawakan Hadis ini dalam biografinya di al Mizan\/2: 301-302.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu \u2018Ady menyebutkan Sh\u00e2lih bin Musa dalam kitab al K\u00e2mil Fi Dhuaf\u00e2\u2019 al Rij\u00e2l,D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon juz 5 halaman 105, \u201c\u00a0<strong>Sh\u00e2lih bin Musa al Thalhi K\u00fbf\u00ee.\u00a0<\/strong>Dari Yahya, dia berkata, \u201c Sh\u00e2lih bin Musa Hadisnya bukan apa-apa \u201c<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di tempat yang lain dia berkata, \u201cSh\u00e2lih bin Musa bin Ishaq bin Yahya bin Thalhah bukan apa-apa dan Hadisnya jangan ditulis \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Bukhari berkata, \u201cSh\u00e2lih bin Musa putra Thalhah bin Ubaidillah Hadisnya munkar \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Bukhari berkata, \u201cSh\u00e2lih bin Musa putra Thalhah bin Ubaidillah\u00a0 Hadisnya munkar \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Sa\u2019di berkata, \u201cSh\u00e2lih bin Musa Hadisnya dhaif \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Nasa\u2019I berkata, \u201cSh\u00e2lih bin Musa al Thalhi Hadisnya munkar \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>9.\u00a0<\/strong><strong>Kitab M\u00eez\u00e2n al I\u2019tid\u00e2l Al Dzahabi.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Dzahabi menyatakan, M\u00eez\u00e2n al I\u2019tid\u00e2l (D\u00e2r al Fikr) bagian 2 halaman 302.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3831- Sh\u00e2lih bin Musa bin Ubaidillah bin Ishaq bin Thalhah bin Ubaidillah al Qurasyi al Thalhi K\u00fbf\u00ee Dhaif. Yahya berkata, \u201c Dia bukan apa-apa dan Hadisnya jangan ditulis. Al Bukhari berkata, \u201c Hadisnya munkar \u201c. Al Nas\u00e2\u2019i berkata, \u201c Matruk \u201c. Ibnu \u2018Ady berkata, \u201c Dia menurutku termasuk orang yang tidak sengaja berdusta \u201c.(\u00a0<em>M\u00eez\u00e2n al I\u2019tid\u00e2l<\/em>. D\u00e2r al Fikr halaman 302)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dawud bin \u2018Amr al Dhabbi, telah menyampaikan kepada kami Sh\u00e2lih bin Musa, telah menyampaikan kepada kami Abdul Aziz bin Raf\u00ee\u2019 dari Abu Sh\u00e2lih dari Abu Hurairah, \u201c\u00a0<em>Sesungguhnya telah Aku tinggalkan di tengah kalian dua hal yang kalian tidak akan tersesat setelahnya;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnahku<\/strong>, dan keduanya tidak akan berpisah sehingga keduanya mendatangiku di Telaga Surga\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>10.<\/strong>\u00a0<strong>Kitab La\u00e2l\u00ee al Mashn\u00fb\u2019ah fi al Ah\u00e2d\u00eets ak Mawdh\u00fb\u2019ah Al Suy\u00fbthi.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Suy\u00fbthi men-dhaifkan Hadis ini dengan riwayat Kats\u00eer bin Abdullah dalam kitabnya al La\u00e2l\u00ee al Mashn\u00fb\u2019ah fi al Ah\u00e2d\u00eets ak Mawdh\u00fb\u2019ah (D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 1 halaman 86.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Malik dalam al Muwaththa\u2019 berkata bahwa telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah saw. bersabda, \u201c\u00a0<em>Telah Aku tinggalkan di tengah kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegangan dengan keduanya;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnahku<\/strong>\u00a0<\/em>\u201c. Ibnu Abdul Barr menyandarkannya dalam al Tamh\u00eed dari jalur Katsir dari ayahnya dari kakeknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, \u201c Yang jelas Malik telah mengambilnya dari Katsir, dan yang lebih dekat bahwa Katsir masuk dalam daftar orang-orang dhaif yang hadisnya tidak jatuh sampai tingkat palsu, dan Hadis yang dibawakan oleh penyusun berada pada tingkat dhaif yang tidak jatuh pada tingkat palsu \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu \u2018Udy menyebutkan Hadis ini dari Kats\u00eer dalam kitab al K\u00e2mil fi Dhua\u2019f\u00e2\u2019 al Rij\u00e2l (D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 7 halaman 187, \u201c Kats\u00eer bin Abdullah bin \u2018Amr bin \u2018Awf al Mazni, Mad\u00eeni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ahmad bin Hanbal berkata, \u201c Jangan lah kamu menyampaikan Hadis dari Katsir bin Abdullah al Mazni sedikitpun \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aku bertanya kepada Ahmad bin Hanbal tentang Katsir bin Abdullah bin \u2018Amr bin \u2018Awf, dia berkata, \u201c Hadisnya munkar dan tidak ada apa-apanya \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abdullah dari ayahnya, dia berkata, \u201c Katsir bin Abdullah bin \u2018Amr bin \u2018Awf tidak berbuat apa-apa \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Abdullah berkata, \u201c Ayahku melemparkan Hadis Katsir bin Abdullah dalam al Musnad dan dia tidak mengambil Hadisnya \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yahya bin Ma\u00een berkata, \u201c Katsir bin Abdullah al Mazni Hadisnya tidak ada apa-apanya dan jangan ditulis \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Dzahabi menyebutkan Hadis ini dari jalur Kats\u00eer bin Abdullah dalam kitab M\u00eez\u00e2n al I\u2019tid\u00e2l (D\u00e2r al Fikr) bagian 3 halaman 407., \u201cKats\u00eer bin Abdullah bin \u2018Amr bin \u2018Awf bin Zaid al Mazni al Madani. Ibnu Ma\u00een berkata, \u201c Dia bukan apa-apa \u201c. Al Sy\u00e2fi\u2019I dan Abu Dawud berkata, \u201c Dia adalah satu pilar dari pilar-pilar kebohongan \u201c, dan Ahmad melemparkan Hadisnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al D\u00e2ruqutni dan lainnya berkata, \u201c Dia matruk \u201c. Abu H\u00e2tim berkata, \u201c Dia tidak kuat \u201c. Al Nas\u00e2\u2019\u00ee berkata, \u201c Dia tidak tsiqah \u201c. Mithraf bin Abdullah al Madani berkata, \u201c Aku telah melihatnya, dia sering bertengkar, dan tidak ada seorangpun dari teman-teman kami yang mengambil darinya \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu Hibb\u00e2n berkata, \u201c Dia mempunyai dari ayahnya dari kakeknya satu naskah yang palsu \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>11.\u00a0<\/strong><strong>Kitab al Mustadrak \u2018ala al Shahihain Al H\u00e2kim al Naysab\u00fbri.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al H\u00e2kim menyebutkan Hadis ini dangan sanad yang ketiga dari jalur Ismail bin Abu Uways dari ayahnya dalam al Mustadrak \u2018ala al Shahihain (D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 1 halaman 171.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c Ismail bin Muhammad bin al Fadhl al Sya\u2019r\u00e2ni, telah menyampaikan kepada Kami kakekku, telah menyampaikan kepada kami ( Ismail ) Ibnu Abu Uways, telah menyampaikan kepadaku ayahku dari Tsawr bin Zaid al Dayli dari \u2018Ikrimah dari Ibnu \u2018Abbas bahwa Rasulullah saw. telah berkhutbah kepada umat manusia pada haji Wada\u2019 dan bersabda, \u201c\u00a0<em>Sesungguhnya setan telah kecewa untuk disembah di tanah kalian tetapi dia rela untuk ditaati pada selain itu dari perbuatan-perbuatan kalian yang saling menghina. Hati-hatilah wahai umat manusia, sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengah kalian sesuatu yang jika kalian berpegangan dengannya, maka kalian tidak akan tersesat selamanya;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnah NabiNya<\/strong>\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al \u2018Aq\u00eeli menyebutkan Hadis ini dari Ismail bin Abu Uways dalam\u00a0<em>Kitab al Dhua\u2019f\u00e2\u2019 al Kab\u00eer<\/em>\u00a0(D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) bagian 1 halaman 87, \u201c \u00a0<strong>Ismail bin Abdullah bin Abu Uways al Madini.\u00a0<\/strong>Yahya bin Ma\u00een berkata, \u201c Abu Uways dan putranya dhaif \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yahya bin Ma\u00ee\u2019n berkata, \u201c Ismail bin Abu Uways melakukan kedunguan \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu \u2018Ady menyebutkan Hadis ini dari Ismail bin Abu Uwasy dalam kitab\u00a0<em>al K\u00e2mil fi Dhua\u2019f\u00e2 al Rij\u00e2l<\/em>\u00a0(D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 1 halaman 525, \u201c\u00a0<strong>Ismail bin Abu Uways.\u00a0<\/strong>Yahya bin Ma\u00een berkata, \u201c Ibnu Abu Uways dan ayahnya mencuri Hadis, dan Abu Uways Abdullah bin Abdullah \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Nidhir bin Salamah al Mirwazi berkata, \u201c Ibnu Abu Uways seorang pendusta, dia telah menyampaikan hadis dari Malik tentang masalah-masalah Abdullah bin wahab \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Nas\u00e2\u2019i berkata, \u201c Ismail bin Abu Uways dhaif \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al \u2018Aq\u00eeli menyebutkan Hadis ini dari Abu Uways pada sanad al H\u00e2kim dalam\u00a0<em>Kitab al Dhuafa\u2019 al Kab\u00eer<\/em>\u00a0(D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) bagian 2 halaman 270, \u201c Abdullah bin Abdullah bin Uways, Abu Uways bin Abu \u2018\u00c2mir al Ashbahi al Madani. Yahya berkata, \u201c Abu Uways jujur tapi bukan hujjah \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada tempat yang lain dai berkata, \u201c Abu Uways seperti Falih yang ada ke-dhaifannya \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yahya berkata, \u201c Abu Uways dhaif seperti Falih \u201c. \u201c Abu Uways dan putranya adalah dhaif \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu \u2018Uday menyebutkan Hadis ini dari Abu Uways pada sanad al H\u00e2kim dalam kitab\u00a0<em>al K\u00e2mil fi Dhua\u2019f\u00e2 al Rij\u00e2l<\/em>(D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 5 halaman 300, \u201c Abdullah bin Abdullah bin Abu \u2018\u00c2mir al Qurasyi al Taymi Abu Uways al Ashbahi al Mad\u00eeni. Ahmad bin Hanbal berkata, \u201c Ibnu Abu Uways tidak ada apa-apanya dan ayahnya Hadisnya dhaif \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yahya bin Ma\u00ee\u2019n berkata, \u201c Ibnu Abu Uways dan ayahnya mencuri Hadis \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muawiyah dari Yahya, dia berkata, \u201c Abu Uways jujur tetapi bukan hujjah, dia di bawah al Dar\u00e2wardi, dia seperti Falih dalam Hadisnya yang dhaif \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>12.\u00a0<\/strong><strong>Kitab al Faq\u00eeh wa al Mutafaqqih Al Khath\u00eeb al Baghd\u00e2di.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Baghd\u00e2di menyebutkan sanad yang keempat dari jalur Sayf bin Umar dalam kitabnya\u00a0<em>al Faq\u00eeh wa al Mutafaqqih<\/em>. Al \u2018Azz\u00e2zi peneliti kitab ini menyatakan akan ke-dhaifan sanadnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari Abu Said al Khudri, dia berkata, \u201c Pernah Rasulullah saw. keluar menghadap kami saat sakit yang membuatnya wafar sementara kami sedang solat dhuhur. Lalu Abu Bakar mundur ke belakang, lalu beliau memberi isyarat agar dia tetap di tempatnya. Beliau solat bersama manusia. Ketika selesai, beliau memuji Allah dan menyebutNya kemudia beliau bersabda, \u201c\u00a0<em>Wahai umat manusia, sesungguhnya Aku telah meninggalkan di tengan kalian dua pusaka yang berat;\u00a0<strong>Kitabullah dan Sunnahku<\/strong>. Ajaklah bicara Qur\u2019an dengan Sunnahku, dan janganlah kalian mengabaikannya, karena kalian ia tidak akan membuat mata kalian buta dan kaki kalian tidak akan tergelincir serta tangan kalian tidak akan kurang selama kalian berpegangan dengan keduanya\u00a0<\/em>\u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sanadnya dhaif karena ada Sayf bin Umar dan al Shab\u00e2h bin Muhammad bin Abu H\u00e2zim. Mereka semua dhaif dalam kitab al Taqr\u00eeb.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al \u2018Aq\u00eeli menyebutkan Hadis ini dari Sayf bin Umar dalam sanad riwayat al Khath\u00eeb al Baghd\u00e2di dalam\u00a0<em>Kit\u00e2b al Dhua\u2019f\u00e2 al Kab\u00eer<\/em>\u00a0( D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) bagian 2 halaman 175, \u201c Sayf bin Umar al Dhabbi K\u00fbf\u00ee. Yahya berkata, \u201c Sayf bin Umar al Dhabbi yang menyampaikan darinya al Bukhari, dia seorang dhaif \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201c Dia tidak ditelusuri dan juga kebanyakan Hadisnya tidak diikuti \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ibnu \u2018Ady menyebutkan Hadis ini dari Sayf bin Umar dalam sanad riwayat al Khath\u00eeb al Baghd\u00e2di dalam kitab\u00a0<em>al K\u00e2mil Fi Dhuaf\u00e2 al Rij\u00e2l<\/em>\u00a0(D\u00e2r al Kutub al \u2018Ilmiyyah Beirut-Lebanon) juz 4 halaman 507, \u201c Sayf bin Umar al Dhabbi K\u00fbf\u00ee. Yahya berkata, \u201c Sayf bin Umar al Dhabbi orang dhaif \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yahya bin Main ditanya tentang Sayf bin Umar, dia berkata, \u201c Tidak ada kebaikan darinya \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al Dhahabi menyebutkan Hadis ini dari Sayf bin Umar dalam sanad al Khath\u00eeb al Baghd\u00e2di dalam kitab\u00a0<em>M\u00eez\u00e2n al I\u2019tid\u00e2l<\/em>\u00a0(D\u00e2r al Fikr) bagian 2 halaman 255, \u201c Sayf bin Umar al Dhabbi al Asadi, disebut juga al Tam\u00eemi al Burjumi. Abbas dari Yahya, dia berkata, \u201c Dia dhaif \u201c. \u201c Tidak ada kebaikan darinya \u201c. Abu Dawud berkata, \u201c Dia tidak ada apap-apanya \u201c. Abu H\u00e2tim berkata, \u201c Dia matruk \u201c. Ibnu Hibb\u00e2n berkata, \u201c Dia dituduh zindiq (ateis) \u201c. Ibnu \u2018Ady berkata, \u201c Kebanyakan Hadisnya munkar \u201c.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>13.\u00a0<\/strong><strong>Kitab T\u00e2r\u00eekh W\u00e2sith al W\u00e2sithi.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Al W\u00e2sithi meriwayatkan dari Umar bin al Khattab dalam kitabnya, T\u00e2r\u00eekh W\u00e2sith (\u2018\u00c2lm al Kutub halaman 50 ).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUmar bin al Khathth\u00e2b ra. berkata, \u201c Hai kaum Quraisy, sesungguhnya aku tidak khawatir atas kalian, tetapi aku takut kalian atas umat manusia. Sesungguhnya aku telah meninggalkan kalian atas sesuatu seperti anak unggas, dan aku tinggalkan di tengah kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat setelah keduanya;\u00a0<strong>Kitabullah \u2018azza wa jalla dan Sunnah NabiNya<\/strong>\u00a0\u201c.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; \u00a0\u201c\u00a0Sesungguhnya Aku Tinggalkan di Tengah Kalian Kitabullah dan Sunnahku \u201c\u00a0 Yang pertama kali menyebutkan Hadis<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7527,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2,16],"tags":[273],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7380"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7380"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7528,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7380\/revisions\/7528"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7527"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}