{"id":7681,"date":"2018-12-19T09:07:51","date_gmt":"2018-12-19T09:07:51","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=7681"},"modified":"2018-12-19T09:07:53","modified_gmt":"2018-12-19T09:07:53","slug":"biografi-aminah-binti-wahab-bin-abdu-manaf-ibunda-rasulullah-saw","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/12\/19\/biografi-aminah-binti-wahab-bin-abdu-manaf-ibunda-rasulullah-saw\/","title":{"rendered":"Biografi Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf, Ibunda Rasulullah saw"},"content":{"rendered":"\n<p>\n\nAminah binti Wahab bin Abdu Manaf&nbsp; bin Zahra bin Kilab<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[1]<\/a>&nbsp; lahir dari seorang ibu yang bernama Barah putri Abdul Uza bin Usman bin Abdud-Dar bin Qasha dimana ibu Barah juga adalah putri dari Ummu Habib binti Asad bin Abdul Uza bin Qasha.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[2]<\/a><br>Dalam literatur-literatur sejarah, tidak disebutkan secara rinci tentang biografi kehidupan Aminah binti Wahab. Yang disebutkan hanyalah periode-periode khusus seperti pernikahan dengan Abdullah dan masa ketika mengandung Rasulullah Saw.<br><br><strong>Pernikahan dengan Abdullah dan Masa Mengandung Rasulullah Saw&nbsp;<\/strong><br>Setelah peristiwa kurban seratus unta sebagai tebusan tiadanya hewan kurban dari Abdullah, Abdul Mutthalib disertai dengan Abdullah pergi ke rumah Wahab bin Abdu Manaf yang merupakan kepala suku Bani Zahra dan melamar putrinya untuk Abdullah; Aminah yang merupakan salah satu kembang Quraisy untuk Abdullah dan Halah untuk dirinya.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[3]<\/a>&nbsp;Pihak&nbsp; yang dilamar juga menerima lamaran dan Aminah menikah dengan Abdullah. Pada hari itu juga acara pernikahan berlangsung.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[4]<\/a><br>Aminah mengandung Rasulullah Saw dan berdasarkan beberapa nukilan dari Aminah, ia tidak pernah merasakan sakit dan derita selama masa hamil. Katanya, \u201cTatkala saya mengandungnya saya sama sekali pernah merasa susah sebagaimana lazimnya kaum wanita tatkala mengandung. Suatu waktu saya bermimpi seolah seseorang datang kepadaku dan berkata bahwa engkau tengah mengandung sebaik-baik makhluk; tatkala masa persalinan tiba, kondisinya sangat mudah bagiku.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[5]<\/a><br><br><strong>Iman Aminah&nbsp;<\/strong><br>Salah satu pembahasan penting, iman sebagian kaum Rasulullah Saw dimana banyak tulisan dan kitab yang telah disusun berkaitan dengannya. Akan tetapi secara umum pembahasan ini terkait dengan Abu Thalib. Namun demikian, apakah terdapat pembahasan terkait dengan iman&nbsp; dan agama yang diikuti oleh Aminah ibunda Rasulullah Saw?&nbsp;<br>Dalam beberapa literatur Syiah, Aminah diperkenalkan sebagai seorang yang beriman.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[6]<\/a>&nbsp;Akan tetapi menjelaskan tentang seberapa iman dan keyakinannya hal itu perlu dibahas secara terpisah di tempat yang berbeda. Sebagian argumentasi yang menunjukkan pembahasan ini adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Tatkala Rasulullah Saw menyelesaikan haji perpisahan dan dalam perjalanan menuju Madinah, ia mampir di sebuah kuburan yang telah rusak. Ia berdiri di hadapan kuburan tersebut untuk beberapa lama kemudian menangis di atas kuburan. Para sahabat berkata, \u201cSiapa gerangan pemilik kuburan ini wahai Rasulullah.\u201d<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Rasulullah Saw menjawab, \u201cKuburan ibundaku Aminah binti Wahab. Saya memohon kepada Allah Swt untuk memberikan izin kepadaku untuk berzirah kemudian turun izin dan saya pun berziarah.\u201d<br>Riwayat ini dinukil dalam literatur-literatur Syiah<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[7]<\/a>&nbsp;dan Sunni.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[8]<\/a>&nbsp;Berangkat dari riwayat di atas, menurut ayat al-Quran, Rasulullah Saw tidak dibolehkan untuk mendatangi kuburan orang-orang kafir dan musyrik:<br>\u00ab\u0648\u064e\u0644\u0627 \u062a\u064f\u0635\u064e\u0644\u0650\u0651 \u0639\u064e\u0644\u0649\u200f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064d \u0645\u0650\u0646\u0652\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0627\u062a\u064e \u0623\u064e\u0628\u064e\u062f\u0627\u064b \u0648\u064e\u0644\u0627 \u062a\u064e\u0642\u064f\u0645\u0652 \u0639\u064e\u0644\u0649\u200f \u0642\u064e\u0628\u0652\u0631\u0650\u0647\u0650 \u0625\u0650\u0646\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u0652 \u06a9\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0647\u0650<br>\u0648\u064e \u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0644\u0650\u0647\u0650 \u0648\u064e \u0645\u0627\u062a\u064f\u0648\u0627 \u0648\u064e \u0647\u064f\u0645\u0652 \u0641\u0627\u0633\u0650\u0642\u064f\u0648\u0646\u064e\u00bb<br><em>&#8220;<\/em><em>Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) orang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.<\/em><em>&#8220;<\/em><em>(<\/em>Qs. Al-Taubah [9]:84)<br>Dari apa yang telah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa Aminah bukan merupakan seorang yang bermazhab kafir dan syirik, melainkan seorang yang beriman.<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Imam Shadiq As bersabda, \u201cJibril datang menghadap kepada Rasulullah Saw dan berkata, \u201cWahai Muhammad! Sesungguhnya Allah Swt memberikan izin kepadamu untuk memberikan syafaata kepada lima orang. (di antaranya) rahim yang mengandungmu yaitu Aminah binti Wahab dan&#8230;\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[9]<\/a>&nbsp; Dari riwayat ini dan riwayat-riwayat yang serupa<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[10]<\/a>dapat disimpulkan bahwa Rasulullah Saw adalah pemberi syafaat untuk ibunya yang tentu saja bukan seorang musyrik dan kalau tidak demikian (ibunda Nabi Muhammad Saw itu seorang musyrik) tentu syafaat tidak&nbsp; berlaku.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[11]<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Wafat Aminah<\/strong><br>Tatkala Rasulullah Saw berusia enam tahun, Aminah beserta Rasulullah Saw melakukan perjalanan ke Madinah. Sebagian dari perjalanan ini dipandang sebagai perjalanan menziarahi kuburan Abdullah suami Aminah yang dilaksanakan bersama Abdul Mutthalib dan Ummu Aiman. Sepulangnya dari Madinah, Aminah wafat.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[12]<\/a><br>Sebagian lainnya meyakini bahwa perginya Aminah ke Madinah adalah untuk bersilaturahmi dengan kaumnya dan sepulangnya dari Madinah ia berpulang ke rahmatullah.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[13]<\/a>&nbsp;Boleh jadi kedua nukilan ini ada benarnya dan tujuan Aminah ke Madinah untuk keduanya, berziarah kuburan sekaligus menengok kaumnya. [iQuest]&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[1]<\/a>. Syaikh Mufid, Muhammad bin Muhammad bin Nu\u2019man<em>, al-Muqni\u2019ah<\/em>, hal. 456, Qum, Kongre Jahani Hizareh Syaikh Mufid, Cetakan Pertama, 1413 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[2]<\/a>. Thabari, Muhammad bin Jarir,&nbsp;<em>T\u00e2rikh al-Um\u00e2m wa al-Muluk (T\u00e2rikh Thabari)<\/em>, Riset oleh Muhammad Abu al-Fadhil Ibrahim, jil. 2, hal. 243, Beirut, Dar al-Turats, Cetakan Kedua, 1387 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[3]<\/a>. Ibnu Sa\u2019ad Katib Waqidi, Muhammad bin Sa\u2019ad,&nbsp;<em>al-Thabaq\u00e2t al-Kubr\u00e2<\/em>, jil. 1, hal. 76, Beirut, Dar al-Kutub al-\u2018Ilmiyah, Cetakan Kedua, 1418 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[4]<\/a>. Abdul Mulk Ibnu Hisyam,&nbsp;<em>al-Sirah al-Nabawiyah<\/em>, Riset oleh Mustafa al-Saqa, Ibrahim al-Abyari, Abdul Hafizh Syalbi, jil. 1, hal. 156, Beirut, Dar al-Ma\u2019rifah, Cetakan Pertama, Tanpa Tahun; Ibnu Katsir Dimasyqi, Ismail bin Umar,&nbsp;<em>al-Bid\u00e2yah al-Nih\u00e2yah<\/em>, jil. 2, hal. 249, Beirut, Dar al-Fikr, 1407 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[5]<\/a>. Syaikh Shaduq,&nbsp;<em>Kam\u00e2l al-Din wa Tam\u00e2m al-Ni\u2019mah<\/em>,Riset oleh Ali Akbar Ghaffari, jil. 1, hal. 196, Tehran, Dar al-Kutub al-Islamiyah, Cetakan Kedua, 1395 H; Ali Ibrahim Qummi, Tafsir al-Qummi, Riset oleh Sayid Thayyib Musawi Jazairi, jil. 1, hal. 373, Qum, Cetakan Ketiga, 1404 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[6]<\/a>. Syaikh Shaduq<em>, I\u2019tiq\u00e2d\u00e2t al-Im\u00e2miyah<\/em>, hal. 110, Qum, Kongre Syaikh Mufid, Cetakan Kedua, 1414 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[7]<\/a>. Syaikh Mufid,&nbsp;<em>al-Fushul al-Mukhtarah<\/em>, Riset dan edit oleh Ali Mir Syarifi, jil. 2, hal. 64, Qum, Kongre Syaikh Mufid, Cetakan Pertama, 1413 H; Muhammad bin Ali, Ibnu Syahr Asyub Mazandarani, Mutasyabih al-Qur\u2019an wa Mukhtalafuh, jil. 2, hal. 64, Qum, Intisyarat Bidar, Cetakan Pertama, 1410 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[8]<\/a>&nbsp;. Umar bin Syabah bin Ubaidah bin Raithah Namiri Basri,&nbsp;<em>T\u00e2rikh al-Madinah<\/em>, Riset oleh Fahim Muhammad Syaltut, hal. 119, Jeddah, 1399 H; Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Syaibani,&nbsp;<em>Musnad Ahmad bin Hanbal<\/em>, Riset oleh Syuaib al-Arnuth, Adil Mursyid, jil. 38, hal. 146, Beirut, Muassasah al-Risalah, Cetakan Pertama, 1421 H.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[9]<\/a>. Syaikh Shaduq,&nbsp;<em>al-Khish\u00e2l<\/em>, Riset oleh Ali Akbar Ghaffari, jil. 1, hal. 294, Qum, Daftar Intisyarat Islami, Cetakan Pertama, 1362 S. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[10]<\/a>. Muhammad bin Mas\u2019ud Ayyasyi,&nbsp;<em>al-Tafsir<\/em>, Riset dan edit oleh Hasyim Rasuli Mahallati, jil. 2, hal. 314, Tehran, al-Mathba\u2019ah al-\u2018Ilmiyah, Cetakan Pertama, 1380 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[11]<\/a>. Silahkan lihat, Syafa\u2019at di Hari Kiamat, Pertanyaan 440. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[12]<\/a>. Ahmad bin Yahya Beladzuri,<em>&nbsp;, Ans\u00e2b al-Asyr\u00e2f<\/em>&nbsp;Riset oleh Suhai Zukar dan Riyadh Zarkili, jil. 1, hal.. 94, Beirut, Dar al-Fikr, Cetakan Pertama, 1417 H. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/id22953#\">[13]<\/a>. Muhammad bin Jarir Thabari Amuli Shagir<em>, Dal\u00e2il al-Im\u00e2mah<\/em>, jil. 1, hal. 188, Qum, Bi\u2019tsah, Cetakan Pertama, 1413 H; Taqiyyudin Maqrizi,&nbsp;<em>Imta\u2019 al-Asma bima linnabi min al-Ahw\u00e2l wa al-Amw\u00e2l wa al-Hafidah wa al-Mat\u00e2\u2019, Riset oleh Muhammad bin al-Hammid Namisi,<\/em>&nbsp;jil. 1, hal. 13, Dar al-Kutub al-\u2018Ilmiyah, Cetakan Pertama, 1420 H.\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aminah binti Wahab bin Abdu Manaf&nbsp; bin Zahra bin Kilab[1]&nbsp; lahir dari seorang ibu yang bernama Barah putri<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7682,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[16],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7681"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7681"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7681\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7683,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7681\/revisions\/7683"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7681"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7681"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7681"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}