{"id":7904,"date":"2018-12-28T08:06:25","date_gmt":"2018-12-28T08:06:25","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=7904"},"modified":"2018-12-28T08:06:51","modified_gmt":"2018-12-28T08:06:51","slug":"mengapa-dzat-tuhan-tidak-dapat-diketahui-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2018\/12\/28\/mengapa-dzat-tuhan-tidak-dapat-diketahui-2\/","title":{"rendered":"Mengapa Dzat Tuhan tidak Dapat Diketahui?"},"content":{"rendered":"\n<p>ICC Jakarta \u2013 Katanya Dzat Allah itu tidak terbatas.\nKalau memang demikian apakah dzatnya itu dapat dikenal dan diketahui? Apakah\nmanusia dengan segala keterbatasannya dapat mengenal Tuhan yang tidak terbatas?\n<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jawaban: <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Poin utama dalam masalah nir-batasnya Dzat Allah dan terbatasnya akal adalah ilmu dan pengetahuan kita sebagai manusia. <\/p>\n\n\n\n<p>Dia adalah wujud mutlak dari segala\ndimensi. Dzat-Nya, seperti ilmu, kuasa dan seluruh sifat-sifat-Nya, adalah tak\nterbatas. Dari sisi lain, kita dan seluruh yang bertalian dengan keberadaan\nkita, seperti ilmu, kuasa, hidup, ruang dan waktu, semuanya serba terbatas. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, dengan segala\nketerbatasan yang kita miliki, bagaimana mungkin kita dapat mengenal wujud dan\nsifat yang mutlak dan tak terbatas? Bagaimana mungkin ilmu kita yang terbatas\ndapat menyingkap wujud nir-batas?<\/p>\n\n\n\n<p>Ya, dari satu sisi, kita dapat\nmelihat dari jauh kosmos pikiran dan memberikan isyarat global ihwal Dzat dan\nsifat Allah swt. Akan tetapi, untuk mencapai hakikat Dzat dan sifat-Nya secara\ndetail adalah mustahil bagi kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi lain, wujud nir-batas dari\nsegala dimensi ini tidak memiliki keserupaan dan kesamaan. Dan ketakterbatasan\nini hanyalah Dia; Allah Swt. sebab, sekiranya Dia memiliki keserupaan dan\npersamaan, maka kedua-duanya menjadi terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang bagaimana kita dapat\nmemahami wujud yang tak memiliki kesamaan dan keserupaan? Segala sesuatu yang\nkita lihat selain-Nya adalah wujud yang mungkin (<em>mumkinul wuj\u00fbd<\/em>).,\nsedangkan sifat- sifat <em>wajib al-Wujud <\/em>berbeda dengan sifat yang lainnya.<a href=\"#_ftn1\">[1]<\/a> <\/p>\n\n\n\n<p>Kita tidak berasumsi bahwa kita\ntidak memiliki pengetahuan tentang hakikat wujud Allah, tentang ilmu, kuasa,\nkehendak dan hidup-Nya. Akan tetapi, kita berasumsi bahwa kita memiliki\npengetahuan global tentang hakikat wujud dan sifat-sifat-Nya. Dan kedalaman\nserta batin seluruh hal-hal ini tidak akan pernah kita ketahui. Dan kaki akal\nseluruh orang-orang bijak dunia, tanpa kecuali, dalam masalah ini tampak\nlumpuh:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Pada akal seorang\nhakim hingga kapan Anda menggapai?<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Tak \u2018kan pernah\nterlintas dalam benakmu jalan ini.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Akal tak \u2018kan\nmemahami kedalaman Dzat-Nya, <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>bilamanakah sampai\nbongkahan kayu ke dasar laut!<a href=\"#_ftn2\"><strong>[2]<\/strong><\/a><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hadis yang diriwayatkan dari\nImam Ash-Shadiq a.s. dikatakan: \u201cDiamlah bilamana pembahasan sampai pada <em>Dzat<\/em>\nAllah\u201d.<a href=\"#_ftn3\">[3]<\/a> Artinya, jangan membahas\nihwal <em>Dzat<\/em> Allah. Dalam masalah ini, seluruh akal buntu dan tidak akan\npernah mencapai tujuannya. Berpikir tentang Dzat Nir-batas melalui akal yang\nterbatas adalah mustahil. Karena segala yang dirangkum oleh akal bersifat\nterbatas; dan terbatas bagi Tuhan adalah mustahil. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan ungkapan yang lebih jelas,\ntatkala kita menyaksikan jagad raya dan seluruh keajaiban makhluk-makhluk,\ndengan segenap kompleksitas dan keagungannya, atau bahkan melihat wujud diri\nkita sendiri, secara umum,kita memahami bahwa jagad raya ini memiliki pencipta\ndan Sumber Awal. Pengetahuan ini adalah pengetahuan global yang merupakan\ntahapan akhir bagi kekuatan pengenalan manusia tentang Tuhan. Namun, semakin\nkita mengetahui rahasia-rahasia keberadaan, semakin juga kita mengenal\nkeagungan-Nya serta jalan pengetahuan global tentang-Nya semakin kuat. <\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, ketika kita bertanya\nkepada diri kita sendiri apakah hakikat Dia? Dan bagaimanakah Dia? Ketika kita\nmengarahkan tangan ke arah realitas Dzat Allah, kita tidak akan mendapatkan\nsesuatu selain keheranan dan rasa takjub. Kita akan mengatakan bahwa jalan\nuntuk menuju ke arah-Nya adalah terbuka, dan jalan untuk menyentuh hakikatnya\nadalah tertutup.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menyebutkan satu perumpamaan\nkita dapat menjelaskan masalah ini. Bahwa kita semua tahu bahwa ada kekuatan\nalam yang disebut sebagai kekuatan gravitasi. Segala sesuatu yang terlepas akan\njatuh dan tertarik ke bawah. jika kekuatan gravitasi ini tidak ada, ketenangan\ndan ketentramanbagi seluruh makhluk di muka bumi tidak akan ada. <\/p>\n\n\n\n<p>Ilmu tentang adanya gravitasi bumi\nbukanlah sesuatu yang hanya diketahui oleh para ilmuwan saja. Anak-anak yang\nberakal sehat pun dapat mencerap realitas gravitasi bumi ini dengan baik. Akan\ntetapi, hakikat gravitasi bumi itu apa, apakah ia adalah gelombang-gelombang\nfrekuensi atau atom-atom atau kekuatan lain? <\/p>\n\n\n\n<p>Dan anehnya adalah gravitasi bumi\nbertentangan dengan segala sesuatu yang kita kenal dari alam semesta ini.\nSecara lahiriah, untuk transformasi dari satu titik ke titik yang lain tidak\nmemerlukan waktu yang cukup. Berbeda dengan cahaya yang memiliki gerakan\ntercepat dalam dunia materi ini. Akan tetapi, ketika mengalami transformasi\ndari satu titik ke titik yang lain, ia masih memerlukan waktu jutaan tahun\nlamanya. Namun, gravitasi bumi dapat berpindah dalam satu detik dari satu titik\nbumi ke titik bumi yang lain dalam waktu yang cukup pendek dan atau\nsekurang-kurangnya kecepatan yang dimilikinya lebih singkat dari yang kita\ndengar hingga kini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kekuatan macam apakah yang memiliki\nefek seperti ini? Bagaimanakah hakikat kekuatan ini? Tidak ada seorang pun yang\nmemiliki jawaban yang jelas atas pertanyaan-pertanyaan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Kita hanya memiliki pengetahuan\nglobal tentang kekuatan gravitasi ini sebagai salah satu makhluk. Kita tidak\nmemiliki pengetahuan tentangnya secara detail. Bagaimana kita dapat menguak\nihwal Pencipta dunia materi dan hakikat metafisis yang merupakan wujud\nnir-batas dan dapat mengetahui kedalaman <em>dzat<\/em>-Nya?<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, dengan kondisi seperti\nini pun kita dapat menyaksikan bahwa Dia selalu hadir, mengawasi setiap tempat\ndan bersama setiap wujud di alam semesta ini.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Seratus ribu\njelmaan yang keluar dari-Mu, <\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Seratus ribu\npandangan aku menyaksikan-Mu<a href=\"#_ftn4\"><strong>[4]<\/strong><\/a><\/em><br><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref1\">[1]<\/a> Makna\n\u201cnir-terbatas\u201d ini tidak dapat kita ilustrasikan. Apabila dipertanyakan bahwa\nbagaimana kalimat \u201cnir-terbatas\u201d ini digunakan, sementara dengan kalimat ini\nkita sedang memberikan sebuah kabar dan membicarakan hukum-hukumnya? Memangnya <em>tashdiq<\/em>\n(penegasan) tanpa <em>tasawwur<\/em> (gagasan) dapat terwujud? Jawaban atas\npertanyaan ini adalah, dalam menggunakan kalimat ini, kita mengambilnya dari\ndua singular (kalimat tunggal), <em>n\u00e2<\/em> (<em>&#8216;adam<\/em>) nir yang bermakna\ntidak, dan <em>mut\u00e2n\u00e2hi<\/em> yang bermakna terbatas. Maksudnya, kedua kalimat ini\ndapat kita konsepsikan secara terpisah nir dan terbatas. Setelah itu, kita\nsintesakan satu dengan yang lainnya dan mengisyaratkannya kepada wujud yang\ntidak tergagaskan dalam benak. Dari pengetahuan tentang wujud ini kita temukan\npengetahuan global. (Perhatikan baik-baik).&nbsp;\n&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref2\">[2]<\/a> <em>Payam-e\nQur&#8217;an,<\/em> jilid 4, hal. 33.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref3\">[3]<\/a> Tafsir\nAli bin Ibrahim berdasarkan nukilan dari <em>Nur ats-Tsaqalain<\/em>, jilid 5,\nhal. 170.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref4\">[4]<\/a> <em>Pay\u00e2m-e Im\u00e2m, Syarah Nahjul Bal\u00e2ghah<\/em>, jilid 1, hal. 91.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta \u2013 Katanya Dzat Allah itu tidak terbatas. Kalau memang demikian apakah dzatnya itu dapat dikenal dan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7905,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7904"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7904"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7904\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7907,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7904\/revisions\/7907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7905"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7904"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7904"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7904"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}