{"id":8030,"date":"2019-01-14T01:57:06","date_gmt":"2019-01-14T01:57:06","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=8030"},"modified":"2019-01-14T01:57:08","modified_gmt":"2019-01-14T01:57:08","slug":"apa-tauhid-dzat-tuhid-sifat-tauhid-fiil-dan-tauhid-ibadah-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/01\/14\/apa-tauhid-dzat-tuhid-sifat-tauhid-fiil-dan-tauhid-ibadah-itu\/","title":{"rendered":"Apa Tauhid Dzat, Tuhid Sifat, Tauhid Fi\u2019il, dan Tauhid Ibadah itu?"},"content":{"rendered":"\n<p>ICC\nJakarta &#8211; Islam dikenal sebagai agama tauhid. Ihwal tauhid ulama menyebutkan beberapa\nklasifikasi. Ada tauhid dzat, tauhid sifat, tauhid fi\u2019il dan tauhid ibadah.\nApa&nbsp; yang dimaksud dengan tauhid ini?\nPerbedaan di antara tauhid-tauhid ini apa? <\/p>\n\n\n\n<p>Jawaban:\n<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan\nAnda akan kami jawab sesuai dengan urutannya sebagai berikut. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tauhid<em> Dzat<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Banyak orang berpendapat bahwa makna Tauhid<em> Dzat<\/em>\n(Pengesaan Tuhan dalam <em>Dzat<\/em>) adalah, bahwa Tuhan adalah Esa dan bukan\ndua. Ungkapan ini bukanlah sebuah ungkapan yang cermat, sebagaimana yang\ndiriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali a.s. Karena arti dari ungkapan ini adalah\nsatu numerik. Artinya, dua bagi Tuhan dapat dikonsepsikan (<em>tashawwur<\/em>),\nakan tetapi tidak ada wujudnya di luar. Dan tentu saja ungkapan ini adalah\nungkapan yang salah. <\/p>\n\n\n\n<p>Ungkapan yang benar yaitu bahwa Tauhid<em> Dzat<\/em>\nberarti&nbsp; bahwa Tuhan itu satu dan dua\nbagi-Nya tidak dapat dikonsepsikan. Dengan kata lain, tidak ada yang serupa dan\nsemisal dengan-Nya. Sesuatu tidak serupa dengan-Nya, dan juga Ia tidak serupa\ndengan sesuatu, sebab Dia adalah Satu Wujud Nir-Batas Nan Sempurna memiliki\nsifat seperti ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan\nargumentasi yang sama, kita jumpai dalam hadis. Imam Ash-Shadiq a.s. pernah\nditanya oleh salah seorang sahabat, \u201cApakah arti dari <em>All\u00e2hu Akbar<\/em>?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau\nmenjawab, \u201cAllah adalah lebih Besar dari segala sesuatu.\u201d Dan beliau\nmelanjutkan, \u201cApakah ada sesuatu yang lebih besar dari-Nya?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu sahabat itu bertanya lagi, \u201cLalu apa tafsir <em>All\u00e2hu\nAkbar<\/em> itu?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Beliau menjawab, \u201cAllah adalah lebih Besar dari\npenyifatan.\u201d<a href=\"#_ftn1\">[1]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tauhid<em> Sifat<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ketika kita mengatakan bahwa satu cabang tauhid adalah\nTauhid<em> Sifat<\/em> (pengesaan Tuhan dalam sifat), maksudnya ialah;&nbsp; sebagaimana Dzat-Nya adalah azali (tidak\nbermula) dan abadi(tidak berakhir), pun sifat-Nya,seperti ilmu, kuasa,\ndan lain sebagainya azali dan abadi. Ini dari satu sisi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi lain, sifat ini bukanlah tambahan (<em>z\u00e2\u2019id<\/em>)\ndari luar Dzat-Nya, tidak memiliki sisi aksidental (<em>&#8216;\u00e2ridh<\/em>) dan\nteraksiden (<em>ma&#8217;r\u00fbdh<\/em>), melainkan sifat ini adalah Dzat-Nya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan dari sisi ketiga, sifat-Nya tidak terpisah dengan\nsifat yang lainnya. Maksudnya, ilmu dan kuasa-Nya adalah satu, dan keduanya\nadalah Dzat-Nya itu sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penjelasan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bilamana kita merujuk kepada diri kita sendiri, kita\nmelihat pada mulanya kita tidak memiliki satu pun sifat-sifat yang melekat pada\ndiri kita. Tatkala kita terlahir ke dunia ini, kita tidak memilki ilmu, juga\ntidak memiliki kekuasaan. Secara gradual, sifat-sifat ini terbina dalam diri\nkita. Dengan dasar ini, sifat-sifat yang kemudian muncul ini adalah\nperkara-perkara &#8220;lain&#8221; dari luar diri (<em>dzat<\/em>) kita. Oleh karena\nitu, mungkin saja suatu hari kekuatan,ilmu dan pengetahuan yang kita\nmiliki akan sirna. Dan juga dengan jelas kita melihat, antara ilmu dan\nkekuasaan yang kita miliki terpisah satu dengan yang lainnya. Kekuasaan berada\npada raga kita dan ilmu berada pada ruh kita.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, Tuhan sama sekali tidak dapat dikonsepsikan\nseperti di atas tadi. Seluruh Dzat-Nya adalah ilmu, dan seluruh Dzat-Nya\nmerupakan kuasa. Dan segala sesuatu yang ada pada-Nya adalah satu. Tentu saja kita\nmemastikan bahwa makna-makna ini tidak berada pada diri kita. Sifat-sifat\ndengan makna seperti ini tidak akrab dan tampak ruwet. Mak tidak ada jalan bagi\nkita selain menggunakan kekuatan logika dan filsafat, serta penalaran cermat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tauhid<em> Fi\u2019il<\/em><\/strong><strong><em><\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, setiap wujud, setiap gerak, setiap perbuatan di\nalam semesta ini kembali kepada <em>Dzat<\/em> Kudus Ilahi. Tauhid<em> Fi\u2019il <\/em>berarti\npengesaan Tuhan dalam perbuatan. <em>Dzat<\/em> Kudus-Nya adalah sebab-musabab,\nsebab seluruh akibat. Bahkan, perbuatan yang kita kerjakan \u2014dalam satu makna\u2014\nberasal dari-Nya. Ia yang memberikan kekuatan (<em>qudrah<\/em>), kebebasan (<em>ikhtiy\u00e2r<\/em>),\ndan kehendak (<em>ir\u00e2dah<\/em>) kepada kita. Padahal \u2014dengan demikian\u2014 kita adalah\npelaku dari perbuatan-perbuatan kita sendiri. Dan kita bertanggungjawab atas\nperbuatan-perbuatan yang kita lakukan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dari satu perspektif, Tuhan adalah pelaku perbuatan kita\nsendiri. Lantaran segala sesuatu yang kita miliki&nbsp; berasal dari-Nya.Tiada yang dapat\nmemberikan pengaruh di dalam alam wujud ini kecuali Allah!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tauhid<em> Ibadah<\/em><\/strong><strong><em><\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Maksudnya adalah Allah swt. satu-satunya Dzat yang\nharus disembah, dan selain-Nya tidak pantas disembah. Karena ibadah khusus bagi\nseseorang yang sempurna mutlak (<em>kam\u00e2l mutlaq<\/em>) dan mutlak sempurna (<em>mutlaq\nkam\u00e2l<\/em>). Dzat yang tidak memerlukan segala sesuatu, pemberi seluruh\nanugerah, pencipta seluruh wujud. Dan sifat ini tidak akan dijumpai selain pada\nDzat Nan Kudus.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utama ibadah adalah menemukan jalan untuk\nmendekatkan diri kepada derajat kesempurnaan mutlak dan mutlak sempurna, Wujud\nNir-Batas itu. Dan refleksi pancaran dari sifat sempurna dan indah-Nya\nbertakhta dalam relung jiwa yang merupakan hasil penjagaan jarak dari hawa\nnafsu, serta menggayutkan diri kepada membina dan menghias diri (<em>tahdzib\nnafs<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan ini hanya dapat tercapai dengan beribadah\nkepada Allah swt. yang merupakan Pemilik kesempurnaan mutlak. <a href=\"#_ftn2\">[2]<\/a><br><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref1\">[1]<\/a> <em>Ma\u2019\u00e2n\u00ee al-Akb\u00e2r<\/em>, Syaikh Shaduq, hal. 11, hadis ke-1.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref2\">[2]<\/a> <em>Tafsir Nem\u00fbneh<\/em>, jilid 27, hal. 446.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Islam dikenal sebagai agama tauhid. Ihwal tauhid ulama menyebutkan beberapa klasifikasi. Ada tauhid dzat, tauhid<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8031,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8030"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8030"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8030\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8032,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8030\/revisions\/8032"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8031"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8030"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8030"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8030"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}