{"id":8117,"date":"2019-01-22T03:45:54","date_gmt":"2019-01-22T03:45:54","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=8117"},"modified":"2019-01-22T03:45:56","modified_gmt":"2019-01-22T03:45:56","slug":"konsekuensi-apabila-tuhan-yang-berkuasa-itu-lebih-dari-satu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/01\/22\/konsekuensi-apabila-tuhan-yang-berkuasa-itu-lebih-dari-satu\/","title":{"rendered":"Konsekuensi Apabila Tuhan Yang Berkuasa Itu Lebih dari Satu?"},"content":{"rendered":"\n<p>ICC\nJakarta &#8211; Pada ayat 22, surat Al-Anbiya\u2019 [21],\nkita membaca: <em>\u201cSekiranya ada Tuhan selain Allah, maka akan terjadi kerusakan\ndan sistem-semesta akan saling bertabrakan.\u201d<\/em>Soal yang mengedepan di sini adalah banyaknya Tuhan akan\nmenjadi sumber kerusakan di alam semesta, lantaran tiap-tiap mereka akan\nbangkit untuk memerangi satu sama lainnya. Akan tetapi, jika kita menerima\nmereka sebagai orang-orang bijak dan berpengetahuan, tentu saja dalam mengelola\nalam semesta ini mereka akan saling bahu-membahu. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jawaban:<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p>Jawaban atas soal ini cukup sederhana. Kebijakan mereka\ntidak akan menafikan keberbilangan mereka. Ketika kita berasumsi mereka\nberjumlah banyak, berarti tidak adanya satu pendapat di antara mereka. Karena,\napabila mereka adalah satu dari segala sisi, maka konsekuensinya adalah satu\nTuhan. Oleh karena itu, jika ada jumlah banyak, pasti terdapat\nperbedaan-perbedaan dalam perbuatan, kehendak dan efek. Keadaan inilah yang\nakan menggiring semesta kepada kerusakan. (Perhatikan baik-baik!)<\/p>\n\n\n\n<p>Argumentasi ini menjelaskan argumentasi <em>Tam\u00e2nu\u2019<\/em>\ndalam rumusannya yang berbeda-beda. Namun, mengupas seluruh argumentasi yang\nada bukanlah tujuan pembahasan kita kali ini. Apa yang kami sebutkan di atas\nmerupakan rumusan argumentasi (<em>tam\u00e2nu\u2019<\/em>) yang terbaik.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada rumusan lain, argumentasi ini bersandar pada\nproposisi bahwa apabila ada dua kehendak yang berlaku dalam penciptaan, alam\nsemesta tidak akan pernah tercipta. Sementara ayat yang dinukil di atas,\nberbicara tentang kerusakan jagad dan terjadinya kekacauan dalam sistem\nsemesta, bukan tidak terciptanya atau wujudnya alam semesta. (Perhatikan baik-baik!).<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh\nHisyam bin Hakam dari Imam Ash-Shadiq a.s., ketika menjawab seorang kafir yang\nmeyakini banyaknya Tuhan, beliau bersabda: \u201cDua Tuhan yang engkau katakan ini,\napakah mereka itu <em>qadim<\/em> atau <em>azali<\/em> dan kuat, ataukah lemah dan\ntidak berdaya, atau satunya kuat dan lainnya lemah? <\/p>\n\n\n\n<p>Apabila keduanya kuat, mengapa salah satunya tidak\nmenyingkirkan yang lain dan memikul tanggungjawab mengatur alam semesta?\nApabila anggapanmu seperti ini bahwa yang satu kuat dan yang lain lemah, engkau\ntelah menerima Tauhid, karena yang kedua adalah lemah dan tidak berdaya. Dengan\ndemikian, ia bukanlah Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dan apabila engkau berkata bahwa ada dua Tuhan (yang\nsama-sama kuat), maka asumsi ini tidak akan keluar dari dua kondisi; entah\nmereka bersepakat dari seluruh sisi atau berbeda. Akan tetapi, ketika kita\nmelihat penciptaan yang sistemik; bintang-gemintang di langit masing-masing\nbergerak pada orbitnya, silih bergantinya siang dan malam secara teratur, bulan\ndan matahari bergerak sesuai dengan garis lintasnya masing-masing, koordinasi\npengaturan jagad raya dan sistematika hukum-hukumnya adalah dalil bahwa\npengaturnya adalah satu.<\/p>\n\n\n\n<p>Terlepas dari masalah ini, sekiranya engkau mengklaim\nTuhan ada dua, maka di antara mereka pasti ada jarak (keunggulan) sehingga\ndualitas itu terwujud. Di sini, jarak tersebut sendiri adalah wujud yang ketiga\nyang harus azali juga. Dan dengan demikian, Tuhan menjadi tiga. Dan apabila\nengkau meyakini Tuhan adalah tiga, maka harus ada jarak (keunggulan) juga di\nantara mereka. Dengan demikian, engkau harus percaya pada lima wujud <em>qadim <\/em>dan\n<em>azali<\/em>. Dan dengan ini, bilangan Tuhan akan semakin banyak, dan masalah\nini tidak berakhir dan tak tertuntaskan.\u201d<a href=\"#_ftn1\">[1]<\/a> <\/p>\n\n\n\n<p>Permulaan hadis ini mengindikasikan <em>burhan tam\u00e2nu\u2019<\/em>,\ndan di bagian akhirnya terdapat argumentasi lain yang dikenal sebagai\nargumentasi<em>farjah<\/em> (berbedanya poin persamaan dan poin\nperbedaan). <\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa Hisyam bin Hakam\nbertanya kepada Imam Ash-Shadiq a.s.: \u201cDalil apa yang dapat membuktikan keesaan\nTuhan?\u201d Beliau bersabda, \u201cSistemika dan koordinasi pengaturan alam semesta dan\nsempurnanya penciptaan. Demikian Allah Swt. berfirman, \u2018<em>Sekiranya langit dan\nbumi terdapat Tuhan-Tuhan selain Allah, niscaya alam semesta ini akan mengalami\nkerusakan.\u201d<\/em> <a href=\"#_ftn2\">[2]<\/a><br><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref1\">[1]<\/a> <em>Tauhid\nShaduq, <\/em>sesuai\ndengan nukilan dari <em>Tafsir N\u00fbr ats-Tsaqalain<\/em>, jilid 3, hal. 417 dan 418.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref2\">[2]<\/a> <em>Idem<\/em>.; <em>Tafsir Nem\u00fbneh<\/em>, jilid 13, hal. 373.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Pada ayat 22, surat Al-Anbiya\u2019 [21], kita membaca: \u201cSekiranya ada Tuhan selain Allah, maka akan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8117"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8117"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8117\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8118,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8117\/revisions\/8118"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8117"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8117"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8117"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}