{"id":8369,"date":"2019-02-08T03:01:03","date_gmt":"2019-02-08T03:01:03","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=8369"},"modified":"2019-02-08T03:01:04","modified_gmt":"2019-02-08T03:01:04","slug":"revolusi-islam-iran-sebuah-abstraksi-living-tradition-agama-dan-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/02\/08\/revolusi-islam-iran-sebuah-abstraksi-living-tradition-agama-dan-budaya\/","title":{"rendered":"Revolusi Islam Iran:   Sebuah Abstraksi Living Tradition Agama dan Budaya"},"content":{"rendered":"\n<p>ICC Jakarat &#8211; Revolusi Islam Iran tampaknya bukan hanya masalah politik-kekuasaan tetapi juga adalah masalah kebudayaan yang berkembang dalam sejarah peradaban mereka yang panjang (7000 tahun).\u00a0 Secara kebudayaan, masyarakat Iran sudah hidup dalam cita rasa budaya yang berkualitas (musik, kaligrafi, sastra, bahasa) yang pengaruhnya menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara dan Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, \u00a0kebudayaan adalah hasil atau produk berpikir manusia. Seberapa besar pengaruh kebudayaan Iran pada kualitas kehidupan masyarakatnya dapat dilacak pada kuatnya tradisi intelektual yang ada pada mereka, serta banyaknya karya-karya (terutama filsafat dan tasawuf) yang merujuk kepada pemikir-pemikir dari Iran\/Persia.\u00a0 <\/p>\n\n\n\n<p>Kualitas\npemahaman menentukan kualitas dari sikap hidup yang dipilih manusia. Tradisi\nintelektual adalah disiplin imajinasi yang menuntut deskripsi dan analisa serta\nkesimpulan yang tidak gegabah dalam memaknai diri dan lingkungannya secara\nkritis. Dalam masyarakat Iran, kualitas ini ditunjang dengan tradisi lisan\/bertutur\ndalam corak yang estetis\/puitis dan tradisi tulisan yang menggambarkan tema\nyang luas (metafisika, musik, etika, politik, hingga rumah tangga) dalam bahasa\nyang tidak normatif, tetapi menggambarkan situasi batin manusia dengan dinamis.\nTulisan dalam pemaknaan seperti ini, yaitu pemaknaan ekstensif tentang hubungan\nmanusia-Tuhan-alam, masih jarang ditemukan dalam budaya masyarakat di luar Iran.<\/p>\n\n\n\n<p>Poin-poin\nanalisa&nbsp; tersebut di atas menjadi\nlandasan saya dalam memahami sejarah panjang yang mempengaruhi lahirnya Revolusi\nIslam Iran. Independensi dan kepercayaan diri terbangun karena kuatnya tradisi\nintelektual masyarakat yang bertautan dengan kecenderungan mistis\nmasyarakatnya. Kuatnya akar mistis (spiritualitas) yang ditransformasikan\ndengan tradisi intelektual, membuat masyarakat Iran berada dalam relasi tradisi\nyang hidup selaras dengan jiwa imajinasinya. Hal ini tentu saja berimplikasi\npada kreativitas dalam membangun hubungan kehidupannya dengan lingkungan\nsosialnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara\nsingkat, Revolusi Islam Iran bersandar pada evolusi kebudayaan yang berbasis\npada tradisi intelektual dan spiritualitas. Hal inilah yang membangun kohesivitas\nbudaya masyarakat Iran dan membangkitkan spirit masyarakat untuk senantiasa\nberkembang, kreatif, dan imajinatif. &nbsp;Spirit\nitulah yang menjadi faktor kemandirian masyarakat dalam menjawab permasalahan\ndan tantangan kehidupan mereka. Dengan kata lain, mereka menjadi masyarakat\nyang produktif karena ditunjang oleh kepercayaan kepada kemampuan manusia untuk\nmerespon persoalan diri dan lingkungannya dalam tatanan kosmologi\n(Tuhan-Manusia-Alam). <\/p>\n\n\n\n<p>Di\nsini terlihat, dalam masyarakat Iran budaya telah bersinggungan dengan\nintelektualitas dan ini menjadi sebuah <em>living tradition<\/em> (tradisi\nyang hidup). &nbsp;Faktor agama pun menjadi pengikat\ndari simpul intelektualitas dan spiritualitas ini sehingga melahirkan sebuah\nkekuatan yang besar. Kekuatan itulah yang menjadi faktor kemandirian masyarakat\nIran dalam menjawab permasalahan dan tantangan kehidupan mereka. Menurut Ayatullah Muthahhari, bangsa Iran menciptakan\nkarya-karya agung mereka dalam rangka berkhidmat kepada Islam. Selain kekuatan\ncinta dan iman, kekuatan lain tidak mampu menciptakan mahakarya seperti itu. Pada\nhakikatnya, Islamlah yang membangkitkan potensi bangsa Iran, meniupkan\njiwa\/semangat baru serta memberikan geloranya. <\/p>\n\n\n\n<p>Revolusi Islam Iran pada akhirnya adalah hubungan timbal balik\nyang konstruktif dalam menjelaskan pengaruh Islam terhadap kebangkitan budaya. &nbsp;Imam Khumaini yang hadir dari <em>living tradition<\/em> tersebut adalah sosok <em>par excellence<\/em> yang menjadi simpul yang\nmenggambarkan puncak kemajuan hubungan agama dan budaya. Inilah revolusi yang\ndievolusi oleh hubungan agama, budaya, serta kepemimpinan. <\/p>\n\n\n\n<p>Uraian\ntersebut saya pandang penting dalam upaya menjadikan revolusi Islam Iran\nsebagai bahan dalam menjelaskan pentingnya <em>living\ntradition<\/em> kepada generasi baru. Mengajarkan kepada anak didik karakter\nindependen dan teguh kepada kebenaran membutuhkan simpul, dan simpulnya itu\nadalah para pendidik itu sendiri, dengan keteladanan dan sikap hidupnya. Kita perlu menanamkan <em>living\ntradition<\/em> kepada generasi baru, yaitu\nbahwa\nsebuah pencapaian dan kemajuan menuntut pentingnya tradisi intelektual,\nkehidupan agama (etika dan moral yang bersandar kepada Tuhan) yang mampu mereka\ndialogkan dan kontruksikan. Dengan\ndemikian, agama hidup sebagai <em>living tradition,<\/em> tidak tinggal di dalam\nteks belaka. Mendidik generasi baru dengan spirit revolusi Islam tidak bisa\ndicapai secara instan \/cepat saji, butuh proses dan kedalaman. Pendidikan\nharusnya membangun kedalaman bukan pendangkalan (<em>how to<\/em>) kepada anak didik. Transformasinya bukan semata dengan\npengetahuan ensiklopedis, tahu banyak hal tetapi sedikit-sedikit, tetapi yang\nlebih penting dan mendesak adalah tranformasi moral dan etika melalui\npengajaran yang logis dan imajinatif. <\/p>\n\n\n\n<p>Belajar\ndari Revolusi Islam Iran, kita mendapatkan sebuah ajaran moral yang penting\nuntuk disampaikan kepada anak didik, yaitu bahwa perubahan besar tidak terjadi\ntiba-tiba; bahwa perubahan besar pasti akan terjadi jika kita memahami dengan\nbaik dan dalam arti kemandirian. Revolusi Islam Iran adalah pelajaran moral dan\netik bahwa membela kebenaran itu adalah prinsip yang imajinatif dan itu\nbukanlah hal yang enak. Hidup dengan kebenaran tidak setara dengan hidup enak,\npergi ke <em>mall<\/em>, main <em>Playstation<\/em>, <em>facebook<\/em>, atau rekreasi.\nSemua yang enak tersebut tentulah bukan sesuatu yang haram, tetapi mencapai\nsesuatu nilainya setara dengan tingkat kesulitannya. Keinginan mendidik\nanak-anak yang mulia perlu dicapai dengan kesungguhan dan kemauan menjalani\nhidup yang sulit.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Wallahu\u2019alam bi al shawab <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>A.M. Safwan, <strong><em>Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Madrasah Murtadha Muthahhari RausyanFikr Yogyakarta<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarat &#8211; Revolusi Islam Iran tampaknya bukan hanya masalah politik-kekuasaan tetapi juga adalah masalah kebudayaan yang berkembang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8370,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[14],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8369"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8369"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8371,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8369\/revisions\/8371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}