{"id":8446,"date":"2019-02-12T05:41:31","date_gmt":"2019-02-12T05:41:31","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=8446"},"modified":"2019-02-14T05:43:51","modified_gmt":"2019-02-14T05:43:51","slug":"ketua-pp-muhammadiyah-kembalikan-islam-pada-nilainya-yang-luhur-dan-fundamental","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/02\/12\/ketua-pp-muhammadiyah-kembalikan-islam-pada-nilainya-yang-luhur-dan-fundamental\/","title":{"rendered":"Ketua PP Muhammadiyah: Kembalikan Islam pada Nilainya yang Luhur dan Fundamental"},"content":{"rendered":"\n<p>ICC Jakarta &#8211; Diutarakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir bahwa dalam beberapa bulan terakhir perhatian masyarakat Indonesia benar-benar disibukkan oleh beragam isu politik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBanyak dari publik yang kemudian menjadi terkotak-kotak berdasarkan kelompok mana yang mereka dukung. Kondisi ini menimbulkan banyak ketegangan yang timbul dalam keseharian mereka dan tidak jarang membesar menjadi konflik,\u201d tutur Haedar pada Senin (11\/2) dalam Seminar Pra Tanwir Muhammadiyah yang mengangkat tema Beragama yang Mencerahkan Dalam Perspektif Politik Kebangsaan pada hari Senin (11\/2) di Ruang Sidang Gedung AR Fachruddin A Kampus Terpadu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).<\/p>\n\n\n\n<p>Keadaan tersebut, menurut Haedar menjadi tanda bahwa masyarakat memerlukan pencerahan agar meraka dapat \u2018melihat\u2019 dengan lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai sebuah agama, Islam hadir sebagai pencerahan yang dicerminkan melalui ayat pertama yang diturunkan dalam wahyu kepada Nabi Muhammad shalallahu \u2018alayhi wassalam. \u201cIqra\u2019, ayat tersebut turun ketika Nabi Muhammad shalallahu \u2018alayhi wassalam ketika sedang risau terhadap kondisi masyarakat Arab saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKeadaan masyarakat Arab saat itu dapat dideskripsikan dengan kata&nbsp;<em>dzulumat<\/em>&nbsp;yang diartikan sebagai kegelapan baik dalam kultural hingga struktural. Ayat iqra\u2019 ini kemudian muncul sebagai tanwir, pencerah, yang memberikan cara untuk keluar dari kegelapan tersebut,\u201d urai Haedar.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayat tersebut memiliki inti untuk menegakkan ilmu dan akal pikiran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDari pemaknaan tersebut kemudian memunculkan berbagai konsep seperti tafakkur, tadabbur dan lainnya. Pemaknaan dan penerapan dari iqra\u2019 tersebut yang kemudian saya rasa sangat berkurang di masyarakat kita saat ini,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Haedar turut menyayangkan, melihat realitas saat ini bahwa ayat-ayat seringkali hanya dikutip untuk kepentingan tertentu atau bahkan digunakan untuk menyulut kemarahan, kebencian dan pertikaian.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBukan hanya pada isu sosial politik, tapi juga pada aspek kehidupan kita sebagai orang beragama, kita jadi intoleran terhadap perbedaan. Padahal ketika Islam dimaknai secara kontemplatif, agama ini menuntun kita untuk menjadi pribadi yang berpikir. Ini yang ingin kita lakukan, mengembalikan Islam pada nilainya yang luhur dan fundamental,\u201d papar Haedar.<br><br>Dalam kehidupan orang yang beragama, hal yang paling dibenci oleh tuhan adalah inkonsistensi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam surat Ash-Shaff ayat 3 Allah memperingatkan bahwa hal yang paling dibenci adalah orang yang mengatakan apa yang tidak mereka lakukan, artinya ketika anda mengaku seorang Muslim, konsistenlah. Pahami agama anda melalui perenungan yang dalam, dan bukan hanya terbawa sumbu pendek yang mudah disulut untuk kepentingan tertentu,\u201d pungkas Haedar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: PP Muhammadiyah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Diutarakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir bahwa dalam beberapa bulan terakhir perhatian masyarakat Indonesia<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8447,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8446"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8446"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8446\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8448,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8446\/revisions\/8448"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8446"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8446"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8446"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}