{"id":8584,"date":"2019-03-03T01:53:40","date_gmt":"2019-03-03T01:53:40","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=8584"},"modified":"2019-03-03T01:53:41","modified_gmt":"2019-03-03T01:53:41","slug":"buka-diklat-menag-minta-guru-ajarkan-esensi-agama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/03\/03\/buka-diklat-menag-minta-guru-ajarkan-esensi-agama\/","title":{"rendered":"Buka Diklat, Menag Minta Guru Ajarkan Esensi Agama"},"content":{"rendered":"\n<p><b>ICC Jakarta &#8211;<\/b> Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta guru untuk mengajarkan esensi agama. Permintaan ini disampaikan Menag saat membuka Diklat Teknis Substantif Enam Angkatan,\u00a0di\u00a0Balai Diklat Keagamaan Makassar, Sulawesi Selatan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Di hadapan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada SMA\/SMK serta Kepala Madrasah peserta diklat, Menag berpesan untuk menyebarkan moderasi beragama.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMari setiap kita untuk mengembalikan agama pada substansi atau esensi dalam ajaran sebelumnya. Hakekatnya, agama berorientasi kepada sosial, agama untuk menjaga harkat, derajat, dan martabat manusia,&#8221; tuturnya, Sabtu (02\/03).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Menag, sekarang ini,kita berada di&nbsp;era dimana agama sering kali disalahgunakan, baik pemahamannya dan terlebih pengamalannya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMari guru-guru khususnya guru PAI, kepala-kepala madrasah, kita mengemban misi bagaimana esensi agama itu ditebarkan kepada peserta didik kita. Ini dalam rangka agar kehidupan dan peradaban kita semakin baik,&#8221; lanjutnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara terkait&nbsp;dengan pelaksanaan Diklat Substantif&nbsp; Menahan berharap seluruh peserta agar dapat menyertakan jiwa raganya dalam Diklat yang akan dilaksanakan. &#8220;Optimalkan dan&nbsp;maksimalkan setiap rangkaian diklat&nbsp;dengan tekad kuat untuk bisa memberi yang terbaik dalam melayani umat beragama,&#8221; pesan Menag.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya,&nbsp;Kepala&nbsp;Balai&nbsp;Diklat&nbsp;Keagamaan Makassar memaparkan&nbsp;bahwa tujuan diklat ini antara lain untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan peserta dalam konteks substansi tugas masing-masing peserta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, Diklat&nbsp;pengendalian kontrak bagi PPK di Madrasah angkatan I, bertujuan untuk membekali para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)&nbsp;madrasah agar mampu mengendalikan kontrak anggaran pengadaan barang dan jasa sesuai dengan peraturan yang berlaku.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Keenam Diklat Substantif yang diselenggarakan&nbsp;Balai Diklat&nbsp;Keagamaan&nbsp; Makassar adalah Diklat bagi&nbsp;Guru PAI SMA\/SMK angkatan I dan II,&nbsp;Diklat&nbsp;bagi Kepala Madrasah angkatan I dan II, diklat teknis pengembangan diri dan peningkatan integritas angkatan I, dan pelatihan pengendalian kontrak bagi PPK di Madrasah angkatan I.<\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah peserta Diklat yang hadir 180 orang, dengan rincian 60 peserta Kepala Madrasah dan 60 peserta Guru Pendidikan Agama Islam SMA\/SMK,&nbsp; 30 orang peserta diklat pengendalian kontrak bagi PPK Madrasah angkatan I, dan 30 orang peserta diklat Pengembangan Diri dan Peningkatan Integritas angkatan I.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Para peserta didik merupakan peserta yang telah mendapat penugasan dari instansinya dan telah memenuhi persyaratan administratif sesuai dengan ketentuan yang berlaku,&#8221; jelas Juhrah.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Diklat\u00a0Substantif\u00a0akan\u00a0berlangsung\u00a0selama\u00a0enam hari, terhitung sejak hari ini.\u00a0Pembukaan Diklat ditandai dengan pemukulan gendang oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin.\u00a0(Kemenag)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta guru untuk mengajarkan esensi agama. Permintaan ini disampaikan Menag<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8585,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8584"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8584"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8584\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8586,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8584\/revisions\/8586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8585"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8584"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8584"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8584"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}