{"id":8669,"date":"2019-03-12T08:07:45","date_gmt":"2019-03-12T08:07:45","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=8669"},"modified":"2019-03-12T08:07:47","modified_gmt":"2019-03-12T08:07:47","slug":"quraish-shihab-tafsir-al-mizan-dan-syiah-di-mata-gus-nadir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/03\/12\/quraish-shihab-tafsir-al-mizan-dan-syiah-di-mata-gus-nadir\/","title":{"rendered":"Quraish Shihab, Tafsir Al-Mizan dan Syiah di Mata Gus Nadir"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>ICC Jakarta- <\/strong>Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia \u2013 New Zealand, Nadirsyah Hosen, turut menanggapi&nbsp;soal tudingan \u201cSyiah\u201d yang dialamatkan pada Prof. Quraish Shihab. Menurut Nadirsyah, salah satu alasan tudingan itu karena dalam karyanya, Tafsir Al-Misbah (15 jilid), Habib Quraish sering merujuk kepada Tafsir Al-Mizan karya Muhammad Hussein Thabathaba\u2019i.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum menjelaskan benar tidaknya tudingan itu, pria yang akrab disapa Gus Nadir ini menyampaikan kisah terkait kitab tafsir ini dan Quraish Shihab. Kisah ini dimulai dari lemari buku almarhum Ayah Gus Nadir, &nbsp;Prof. KH. Ibrahim Hosen, yang menyimpan satu set komplit (21 jilid) kitab Tafsir al-Mizan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSekitar tahun 1990, Abah saya berdecak kagum membaca ulasan dari kitab tafsir ini. Saat itu saya tanyakan kepada Abah kenapa membeli tafsir milik ulama Syi\u2019ah,\u201d kata Gus Nadir mengenang masa itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ayahnya pun menjawab, \u201cIni kitab tafsir bagus, Habib Quraish yang merokemendasikan dan ternyata beliau benar, isinya luar biasa.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Gus Nadir bertanya lagi, \u201ckalau begitu saya juga boleh membacanya?\u201d dan sang ayah mengangguk.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari pengalaman ini, dosen senior Monash Law School ini berpendapat, kekaguman Quraish Shihab terhadap karya Thabathaba\u2019i itu sudah sejak dulu. Itu sebabnya kitab tafsir Al-Misbah banyak mengutip Tafsir al-Mizan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTapi apakah fakta ini menjadikan Habib Prof. Quraish seorang syi\u2019ah? Saya berpendapat, \u201cTidak!\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, kata Gus Nadir, merupakan hal wajar seorang profesor seperti Quraish Shihab dan Kiai Ibrahim membaca kitab lintas mazhab. Di lemari buku ayah Gus Nadir misalnya, juga terdapat Tafsir Al-Kasyaf karya Zamakhsyari yang beraliran Mu\u2019tazilah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJuga ada kitab Nailul Authar karya Syaukani yang berasal dari tradisi Syi\u2019ah Zaidiyah dan kabarnya kemudian beralih ke mazhab Zahiri. Karya Syaukani lainnya yang saya temukan di perpustakaan Abah saya adalah kitab Irsyadul Fuhul yang mengupas Ushul al-Fiqh,\u201d kata Gus Nadir dalam channel telegramnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cJadi, para guru besar itu memang membaca dan mengoleksi literatur dalam berbagai mazhab. Kalau gak gitu, ya bukan guru besar dong..,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, bagi Gus Nadir, keliru besar kalau dikatakan Tafsir al-Misbah hanya merujuk pada Tafsir al-Mizan. Kalau kita baca dengan seksama, Habib Quraish itu sangat mengagumi al-Biqa\u2019i yang menulis kitab Tafsir Nazm al-Durar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKarya al-Biqa\u2019i ini menjadi bahan kajian disertasi Habib Prof. Quraish Shihab di Al-Azhar Mesir. Selain al-Biqa\u2019i dan Thabathaba\u2019i, beliau juga merujuk kepada Tafsir fi Zhilalil Qur\u2019an karya Sayid Quthb dan al-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibn Asyur,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, paling tidak ada 4 kitab tafsir utama yang dirujuk oleh Tafsir al-Misbahnya Habib Prof. Quraish Shihab: Thabathaba\u2019i yang beraliran Syi\u2019ah Imamiyah, al-Biqa\u2019i yang bermazhab Syafi\u2019i, Sayid Quthb ulama konservatif dari Ikhwanul Muslimin, dan Ibn Asyur ulama progresif bermazhab Maliki.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSelain keempat kitab tafsir utama di atas, Habib Prof Quraish Shihab juga merujuk kepada kitab tafsir lainnya semisal Tafsir al-Wasith karya Sayid Thantawi (mantan Grand Syekh al-Azhar) dan juga kitab tafsir klasik semisal Tafsir al-Qurtubi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, Tafsir al-Misbah tidak hanya merujuk kepada tafsir syi\u2019ah karya Thabathaba\u2019i tapi juga kitab tafsir lainnya termasuk tafsir konservatif milik Sayid Quthb.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTentu menakjubkan karya tokoh syi\u2019ah-sunni, progresif dan konservatif, klasik-modern semuanya diakomodir dalam Tafsir al-Misbah. Ini menunjukkan pendekatan beliau yang luas dan luwes.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, meskipun mengutip Tafsir al-Mizan karya ulama Syi\u2019ah, namun dalam beberapa pembahasan Habib Prof. Quraish Shihab terang-terangan menunjukkan perbedaan pandangan beliau dengan Thabathaba\u2019i.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni sikap ilmiah beliau.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya yang paling jelas dalam Surat \u2018Abasa. Sejak lama ulama Sunni berbeda pandangan dengan ulama Syi\u2019ah mengenai apakah Nabi Muhammad yang mendapat teguran Allah dalam surat tersebut atau orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah menguraikan pandangan Thabathaba\u2019i, Quraish Shihab menulis, \u201cHanya saja, alasan-alasan yang dikemukakannya tidak sepenuhnya tepat\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan kata lain, Habib Prof. Quraish Shihab berpandangan sama dengan ulama Sunni dalam surat \u2018Abasa ini. Ini bukti yang teramat jelas bahwa beliau bukan seorang Syi\u2019ah,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan pandangan lainnya bisa terlihat saat membahas surat al-Hujurat ayat 12. Thabathaba\u2019i menganggap larangan ghibah di ayat ini hanya berlaku jika yang digunjing itu seorang muslim sebagaimana diisyaratkan oleh kata \u201cakh\/saudara\u201d dalam ayat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan merujuk pada QS al-Taubah : 9 yang menegaskan persaudaran seagama itu menggunakan redaksi \u201cikhwanukum fid din\u201d Habib Prof. Quraish Shihab tidak menyetujui pendapat Thabathaba\u2019i di atas.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian beliau berpendapat kata \u201cakh\/saudara\u201d dalam al-Hujurat:12 tidak hanya berlaku untuk sesama Muslim. Ini contoh bagaimana Tafsir al-Misbah berbeda pandangan dengan Tafsir al-Mizan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam dunia ilmiah, hal ini wajar saja,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari ketiga point di atas terbantahlah mereka yang menganggap Habib Prof. Quraish Shihab sebagai syi\u2019ah dikarenakan beliau merujuk kepada Tafsir al-Mizan ulama syi\u2019ah. Semoga ini bisa meluruskan fitnah keji yang terus menerus diedarkan oleh sementara pihak terhadap beliau.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemoga beliau selalu dikaruniai kesehatan dan dijaga oleh Allah dalam membina umat lewat keteladanan, kesantunan dan kedalaman ilmu beliau,\u201d katanya.[]<\/p>\n\n\n\n<p>YS\/ islamindonesia. sumber: telegram.me\/GusNadir<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta- Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia \u2013 New Zealand, Nadirsyah Hosen, turut menanggapi&nbsp;soal tudingan \u201cSyiah\u201d yang<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8670,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[19],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8669"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8669"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8669\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8671,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8669\/revisions\/8671"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8670"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8669"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8669"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8669"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}