{"id":8834,"date":"2019-03-29T04:48:46","date_gmt":"2019-03-29T04:48:46","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=8834"},"modified":"2019-03-29T04:48:48","modified_gmt":"2019-03-29T04:48:48","slug":"faktor-faktor-kemunculan-imam-zaman-afs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/03\/29\/faktor-faktor-kemunculan-imam-zaman-afs\/","title":{"rendered":"Faktor-faktor Kemunculan Imam Zaman Afs"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>ICC Jakarta &#8211; <\/strong> Segala sesuatu memiliki peran dalam proses kemunculan Imam Zaman Ajf dan segala sesuatu yang menjadi sebab kemunculan Imam Zaman Ajf digolongkan sebagai faktor-faktor kemunculan Imam Zaman Ajf. Dalam hal ini harus dikatakan bahwa meski faktor utama kemunculan Imam Zaman Ajf adalah\u00a0<em>ir\u00e2dah<\/em>\u00a0Ilahi (kehendak Ilahi), namun apa yang dapat dilakukan oleh manusia sebagai penciptaan ruang dan persiapan bagi kemunculan Imam Zaman Ajf adalah menghilangkan pelbagai hal yang menyebabkan ghaibnya Imam Zaman Ajf dan menciptakan kesiapan pada dirinya; karena setiap revolusi dan gerakan yang muncul untuk meraih tujuan tertentu akan memperoleh kemenangan tatkala segala sesuatunya dari berbagai sisi telah siap sedia, selain itu maka revolusi akan menuai kegagalan dan kekalahan.<br>Kebangkitan Imam Zaman Ajf juga tidak terkecuali dalam hal ini dan hanya dapat meraih kemenangan tatkala syarat-syaratnya terpenuhi.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[1]<\/a><br>Karena itu kesiapan masyarakat merupakan salah satu sebab dan faktor bagi kemunculan Imam Zaman Ajf; artinya masyarakat secara umum yang menghendaki kemunculan Imam Zaman Ajf dan terdapat pemikiran umum yang mengglobal yang menyokong dan mendukung kemunculan Imam Zaman Ajf.<br>Adapun penjelasan terkait dengan apa yang disebutkan dalam riwayat ihwal faktor-faktor\u00a0<em>ghaibat<\/em>, sebagian di antaranya tidak berada dalam ikhtiar kita dan tidak dapat berubah seperti:<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Baiat seseorang tidak berada di pundak Imam Zaman Ajf.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[2]<\/a><\/li><li>Penjagaan beliau dari bahaya pembunuhan.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[3]<\/a><\/li><li>Ujian Ilahi.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[4]<\/a><\/li><li>Sebab-sebab misterius. Sebagaimana sebagian riwayat menjelaskan poin ini bahwa para Imam Maksum As mengetahui sebab utama&nbsp;<em>ghaibat<\/em>, namun mereka tidak memiliki tugas untuk menjelaskannya. Karena itu, mereka menjelaskannya secara umum dan global terkait dengan hikmah-hikmah Ilahi atas&nbsp;<em>ghaibat<\/em>nya Imam Zaman Ajf. &nbsp;Dalil atas klaim ini adalah riwayat Abdullah bin Fadhl Hasyimi dari Imam Shadiq As dimana Imam Shadiq As bersabda kepadanya, \u201cAkan ada&nbsp;<em>ghaibat<\/em>&nbsp;bagi&nbsp;<em>Sh\u00e2hib al-Amr<\/em>&nbsp;yang tiada cara selain itu. Setiap orang yang batil akan meragukannya.\u201d Saya berkata kepadanya, \u201cSemoga jiwaku menjadi tebusanmu. Tapi kenapa harus&nbsp;<em>ghaibat<\/em>?\u201d Imam Shadiq As bersabda, \u201cUntuk sebuah hal yang kami tidak memiliki izin untuk mengungkapnya bagimu.\u201d \u201cApa yang menjadi hikmat atas&nbsp;<em>ghaibat<\/em>nya?\u201d Tanyaku penasaran. Beliau menjawab, \u201cHikmah&nbsp;<em>ghaibat<\/em>nya adalah sama dengan hikmah&nbsp;<em>ghaibat-<\/em>nya hujjah Allah sebelumnya. Hikmahnya tidak akan terungkap kecuali setelah kemunculannya sebagaimana hikmah melobangi perahu, terbunuhnya anak dan tegaknya dinding oleh Nabi Khidir bagi Nabi Musa As belum lagi terungkap kecuali keduanya berpisah satu sama lain.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[5]<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Jelas bahwa faktor-faktor ini tidak berada di dalam kewenangan manusia sehingga mereka mampu merubahnya.<br>Namun sebagian lainnya faktor&nbsp;<em>ghaibat<\/em>&nbsp;dapat dirubah sebagaimana pada sebagian&nbsp;<em>tauqi\u2019\u00e2t<\/em>&nbsp;(surat yang dibubuhi tanda tangan Imam Mahdi Ajf) juga menyinggung masalah ini dimana disebutkan tidak setianya masyarakat dan dosa-dosa mereka yang telah membuat Imam Zaman Ajf itu ghaib.<br>\u201cSekiranya Allah Swt menganugerahkan taufik kesetiaan pada janji kepada Syiah kami maka perjumpaan dengan kami tidak akan diakhirkan dan mereka akan meraih kebahagian perjumpaan dengan kami disertai makrifat yang layak. Tiada yang menahan kami dari Syiah kami kecuali amalan-amalan mereka yang tidak layak dan tercela yang sampai kepada kami.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[6]<\/a><br>Kandungan&nbsp;<em>tauqi\u2019<\/em>&nbsp;ini adalah terkait dengan tidak loyalnya orang-orang Syiah terhadap ikrar dan janji mereka dengan Imam Zaman Ajf yang menyebabkan masa&nbsp;<em>ghaibat<\/em>nya semakin lama dan kemunculannya diakhirkan. Karena itu loyalitas orang-orang Syiah terhadap janji mereka (terhadap Imam Zaman) dapat menjadi salah satu faktor segeranya kemunculan Imam Zaman Ajf.<br>Di samping itu, harap diperhatikan bahwa orang-orang pada masa&nbsp;<em>ghaibat<\/em>, di samping taklif-taklif yang bersifat umum, khususnya terkait dengan masalah&nbsp;<em>ghaibat<\/em>, mereka memikul tugas-tugas di pundak, dengan menjalankan tugas-tugas tersebut, di samping memperoleh ganjaran dan pahala, mereka juga akan menarik beberapa langkah bagi kemunculan Imam Zaman Ajf yang akan kami akan sebutkan sebagian di antaranya sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol><li><strong>Sabar<\/strong><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah riwayat Imam Ridha As bersabda, \u201cAlangkah baiknya kesabaran dan penantian bagi kemunculan Imam Mahdi Ajf. Apakah kalian tidak mendengar firman Allah Swt,\u00a0<em>\u201cDan tunggulah azab (Tuhan), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kamu.\u201d<\/em>\u00a0(Hud [12]:93) dan firman-Nya, \u201cKatakanlah,\u00a0<em>\u201cMaka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu.\u201d<\/em>\u00a0(Qs. Yunus [10]:102) Sesungguhnya kelapangan akan datang setelah putus harapan dan orang-orang yang datang sebelum kalian lebih sabar dari kalian.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[7]<\/a><br>Ungkapan \u201chendaknya kalian bersabar\u201d disebutkan secara lugas dan menyatakan bahwa tugas orang-orang Syiah pada masa\u00a0<em>ghaibat<\/em>\u00a0adalah bersabar atas keterpisahan ini. Akan tetapi jelas bahwa sabar bermakna berkukuh pada keyakinan dan tindakan serta menjalankan khittah dan maktab Imam Mahdi Ajf.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. Penantian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Meski riwayat di atas juga menjelaskan tugas penantian dengan baik. Namun terkait dengan penantian harus dikatakan bahwa Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As meminta kita untuk berteguh dalam masalah ini. Dalam sebuah riwayat dari Rasulullah Saw kita membaca, \u201cSebaik-baik amalan umatku adalah penantian Faraj (datangnya kelapangan).\u201d\u00a0<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[8]<\/a>\u00a0 \u00a0Ali As dalam menjawab sebuah pertanyaan yang diajukan kepadanya, \u201cAmalan apakah yang paling baik di sisi Allah?\u201d Imam Ali As bersabda, \u201cPenantian\u00a0<em>Faraj<\/em>.\u201d\u00a0<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[9]<\/a>\u00a0\u00a0Imam Shadiq As bersabda, \u201cKondisi yang paling dekat seorang hamba kepada Tuhan dan hal yang paling diridhai di sisi Allah Swt adalah tatkala mereka mengikuti hujjah Allah Swt yang tersembunyi bagi mereka dan tidak mengetahui tempatnya maka pada masa itu, pagi dan petang, maka hendaknya mereka menantikan kedatangnnya.\u201d\u00a0<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[10]<\/a>\u00a0Jelas dan gamblang bahwa penantian terdiri dari dua bagian: Penantian\u00a0<em>takwini<\/em>\u00a0dan penantian\u00a0<em>tasyri\u2019i<\/em>.<br>Sehubungan dengan penantian\u00a0<em>takwini<\/em>, penantian lebih condong bersifat negatif dan lemah. Adapun penantian\u00a0<em>tasyri\u2019i<\/em>, bersifat progressif disertai dengan ilmu dan amal.<br>Tuturan Imam Sajjad As dapat dijadikan bukti atas klaim ini. Beliau bersabda, \u201cPara penantii kemunculannya (Imam Mahdi Ajf) adalah orang-orang terbaik pada setiap zaman; karena Allah Swt menganugerahkan akal, pemahaman dan pengenalan dimana\u00a0<em>ghaibat<\/em>\u00a0di sisi mereka laksana penyaksian (<em>musyah\u00e2dah<\/em>). Mereka pada masa itu laksana para pejuang yang menghunus pedang di samping Rasulullah Saw. Mereka adalah Syiah sejati dan penyeru ke agama Allah baik secara sembunyi-sembunyi atau pun terang-terangan.\u00a0<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[11]<\/a><br>Para penanti sejati pada dimensi teoritis, sedemikian memiliki makrifat sehingga\u00a0<em>ghaibat<\/em>\u00a0baginya laksana penyaksian; artinya ia sama sekali tidak ragu dan sangsi dalam mengenal Imam Zamannya. Dan dari dimensi praktisnya, ia senantiasa menyibukkan diri, terang-terangan atau sembunyi-sembunyi, dengan urusan dakwah dan tabligh tentang Imam Zaman Ajf.<br>Apabila penanti negatif dan passif melipat tangan serta dengan dalih bahwa tiada yang dapat kita lakukan dan tidak berbuat apa-apa untuk menyambut kemunculan Imam Zaman maka penanti positif dan aktif, siang dan malam, berusaha menambah ilmu dan makrifatnya, menyiapkan dirinya untuk menyambut kedatangan Imam Mahdi Ajf, serta berusaha untuk mendudukan dirinya pada barisan para penanti sejati.\u00a0<br>Intinya dalam penantian positif terpendam iman kepada yang ghaib, kecendrungan kepada keadilan, kebencian terhadap kezaliman, pengakuan terhadap kebenaran dan seruan terhadap kebaikan dan perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3.<\/strong> <strong>Doa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada sebagian riwayat disebutkan bahwa tugas paling utama para penanti pada masa\u00a0<em>ghaibat<\/em>\u00a0adalah doa. Di antara riwayat tersebut adalah tauqi\u2019 Ishak bin Yakub yang menerima riwayat ini melalui perantara Muhammad bin Usman dimana Imam Mahdi Ajf bersabda, \u201cBanyak-banyaklah berdoa supaya kelapangan (kemunculan Imam Mahdi Ajf) disegerakan, karena itu adalah kelapangan bagi kalian.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[12]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>4. Inqitha\u2019:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam sebuah riwayat kita membaca Imam Shadiq As bersabda, \u201cSesungguhnya urusan ini (kemunculan Mahdi) tidak akan terpenuhi kecuali setelah putus asa.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[13]<\/a><br>Dalam riwayat lainnya, Imam Ridha As bersabda, \u201cSesungguhya kemunculan Imam Mahdi Ajf akan datang setelah keputusasaan dan orang-orang sebelum kalian lebih sabar daripada kalian.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[14]<\/a><br>Hal ini bermakna bahwa selama manusia menaruh harapan pada kekuatan-kekuatan non-Ilahi, dahaga akan keadilan Mahdawi tidak ada dalam dirinya serta tidak mencari dan tidak menghendaki Imam Mahdi.&nbsp;<br>Boleh jadi atas dasar itu, salah satu tanda permulaan revolusi Imam Zaman Ajf adalah merajalelanya kezaliman dan angkara murka di muka bumi. Hal ini dapat ditetapkan dengan dua jalan:<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Rasulullah Saw memandang merajalelanya kezaliman dan angkara murka sebagai tanda permulaan revolusi dan dalam sebuah hadis yang dikutip dari para ahli hadis Islam, Rasulullah Saw bersabda, \u201cBumi akan diisi dengan keadilan dan persamaan, setelah dipenuhi dengan kezaliman dan kesewenang-wenangan.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[15]<\/a><\/li><li>Tekanan dan cekikan kapan saja telah melebih batasnya akan menjadi penyebab ledakan. Ledakan-ledakan sosial seperti ledakan-ledakan mesin yang akan meletup pada tingkatan tertentu.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Pada hakikatnya tersebarnya kerusakan yang dilakukan oleh kaum durjana akan semakin mendekatkan revolusi dan sebagai hasilnya akan menyirami benih-benih revolusi untuk tumbuh berkembang, sehingga tatkala krisis sampai pada puncaknya maka meletuslah revolusi. Namun, harap diperhatikan bahwa semata-mata tersebarnya kerusakan tidak mencukupi, melainkan pengetahuan yang matang juga diperlukan dalam hal ini.<br>Maksud tingginya level pengetahuan masyarakat adalah bahwa manusia sampai pada level memahami bahwa kezaliman dan kerusakan menjadikan hidupnya sebagai neraka yang tidak cocok dengan makam kemanusiaannya. Setelah itu, dengan menilai syarat-syarat dan kondisi-kondisi yang ada, kejahatan kekuatan thagut, ia menyiapkan benih revolusi di tanah yang sudah siap dan melalui pelbagai cara ia menyirami tanah tersebut. Jelas bahwa sepanjang mayoritas masyarakat tidak menyadari hal ini dan manusia tidak mengetahui nilai-nilainya serta tidak menimbang segala yang dimilikinya dan oleh musuhnya, maka revolusi buta akan meletus yang tentu saja tidak dapat menjamin kemaslahatan umat manusia secara keseluruhan.<br>Dengan ungkapan yang lebih jelas, untuk merealisasi sebuah revolusi, tersebarnya kejahatan dan adanya seorang pemimpin yang pas, tidak mencukupi. Bahkan selain itu, kesiapan mental dan pikiran juga diperlukan sehingga masyarakat pada waktu yang tepat dapat mempersembahkan tuntutan revolusi yaitu kerelaan berkorban dan kerelaan untuk syahid dalam mencapai tujuan revolusi. Selain itu, sikap lemah, pasif dan malas, puas dengan kondisi yang ada, akan mendominasi spirit masyarakat dan pemikiran revolusi tidak akan ditemukan dalam benak mereka dan dengan berpegang pada logika \u201cMusa dengan agamanya, Isa dengan agamanya,\u201d atau \u201csetiap orang harus mengeluarkan karpetnya sendiri-sendiri dari air\u201d atau \u201cUntuk apa aku peduli dengan urusan orang lain\u201d dan semisalnya. Ia menilai kondisi sekarang senantiasa dengan tuntutan mencari kesenangan, dan lebih mengutamakan hidup sejahtera ketimbang harus bangkit, mengusung revolusi, menahan penderitaan penjara dan siksa, pembunuhan dan eksekusi.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[16]<\/a><br>Di samping itu, untuk mewujudkan kebangkitan dan revolusi Imam Mahdi Ajf diperlukan seorang serdadu yang siap sedia dan kekuatan memukul produktif yang berdiri di belakang Imam Mahdi Ajf dan mematuhi komandonya. Dengan demikian, ia harus menggemleng orang-orang yang siap berkorban dalam bara api kezaliman, kejahatan, kerusakan dan diskriminasi, sehingga ia menjadi pembawa pesan keadilan. Kelompok ini harus dibekali dengan kekuatan iman dan takwa, siap berkorban harta, raga dan jiwa untuk mencapai tujuan ini.<br>Ringkasnya, tersebarnya kerusakan dan kezaliman, apabila berujung pada\u00a0<em>inzhil\u00e2m<\/em>\u00a0yaitu menerima kezaliman dan kejahatan, maka tidak akan tersedia ruang bagi kebangkitan melawan kondisi seperti ini. Bahkan hanya dapat berguna tatkala pendahuluan-pendahuluan perlawanan telah dilakukan terlebih dahulu dalam rangka menegakkan keadilan dan kebaikan. Jelas bahwa pendahuluan ini sama sekali tidak akan terlaksana kecuali masyarakat tahu bahwa kezaliman itu adalah hal yang buruk dan harus dibasmi, dan sebagai bandingannya, ia juga harus tahu simbol-simbol kesalehan dan ketakwaan personal dan sosial, dan hanya dengan pengenalan ia mengajak masyarakat kepada kebaikan dan ketakwaan.<br>Terdapat banyak hadis yang menyebutkan bahwa sekelompok orang pada masa-masa yang berbeda-beda dengan gerakan-gerakan reformis di tengah masyarakat akan menjadi pendahuluan-pendahuluan kemunculan Imam Zaman Ajf. Hadis-hadis ini telah dikumpulkan pada sebagian buku.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[17]<\/a><br>Di sini kami ingin menyebutkan salah satu hadis ini. Penulis buku\u00a0<em>Kasyf al-Ghummah<\/em>\u00a0mengutip dari Rasulullah Saw yang bersabda, \u201cOrang-orang akan keluar dari Timur dan menyiapkan pendahuluan bagi kemunculan Imam Mahdi Ajf.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[18]<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><strong>5. Takwa dan Jauh dari Dosa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pada sebagian hadis Rasulullah Saw dan para Imam Maksum As menjelaskan tentang tugas-tugas para penanti, kesemuanya bercerita tentang takwa, wara, ifaf, shalah, sided, jauh dari dosa dan dekat pada Allah Swt. Sebagai contoh, Imam Shadiq As bersabda, \u201cBarang siapa yang ingin merasakan kebahagiaan menjadi salah seorang sahabat Imam Qaim Ajf, maka selagi dalam masa penantian ia harus menjadi penanti aktif dan beramal dengan wara dan budi pekerti yang luhur. Apabila orang seperti ini meninggal dunia sebelum kemunculan Imam Zaman Ajf maka ganjaran yang akan ia peroleh sama dengan orang yang mendapatkan Imam Zaman Ajf pada masa kemunculannya. Karena itu, berusahalah untuk berbuat kebaikan dan menjadi seorang penanti yang baik. Semoga penantian ini menjadi saat-saat terindah bagimu dan engkau diliputi rahmat.\u201d<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[19]<\/a><br>Ulama terdahulu kita, terkait dengan tugas-tugas dan taklif-taklif para penanti pada masa&nbsp;<em>ghaibat<\/em>, menulis buku-buku atau pasal-pasal dari buku-buku. Seperti buku&nbsp;<em>Najm al-Tsaqib&nbsp;<\/em>karya Haji Mirza Husain Nuri (wafat 1327 H), dua buku \u201c<em>Mikyal al-Mak\u00e2rim<\/em>\u201d dan \u201c<em>Wazhife Mardum dar Zaman Ghaibat Imam Zaman Ajf<\/em>&nbsp;(Tugas-tugas Masyarakat Pada Masa&nbsp;<em>Ghaibat<\/em>&nbsp;Imam Zaman Ajf) karya Mirza Muhammad Taqi Musawi Isfahani (w 1348 H)<br>Dalam buku-buku ini dan yang semisal dengannya yang disinggung hanyalah berdasarkan riwayat-riwayat para Imam Maksum terkait dengan faktor-faktor kemunculan dan tugas-tugas para penanti. Akan tetapi dari sudut pandang rasional juga dapat dikatakan bahwa pembentukan pemerintahan semesta dengan segala kebesaran dan keagungannya, bersifat seketika meski ia merupakan sebuah hal yang mustahil, namun kita tidak memiliki dalil rasional atau referensial standar terkait dengan hal ini. Kendati boleh jadi kemunculan itu sendiri disebabkan tiadanya tauqit (tidak dijelaskannya waktu) terjadi dalam waktu serentak dan seketika, namun tentu saja tidak akan terjadi tanpa adanya persiapan pendahuluan.<br>Syahid Muthahari menulis, \u201cSebagian ulama Syiah yang menaruh prasangka baik terhadap sebagian pemerintahan Syiah kontemporer, memberikan kemungkinan bahwa sebuah pemerintahan hak akan berdiri hingga revolusi Imam Mahdi Ajf Yang Dijanjikan.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[20]<\/a><br>Hal ini menjelaskan bahwa ulama Syiah meyakini pemerintahan pendahuluan dan hal ini merupakan suatu hal yang wajar; karena tatkala manusia menantikan seorang tamu istimewa, maka ia akan berusaha menyiapkan ruang dan persiapan pendahuluan untuk menyambut sang tamu istimewa. Bagaimana mungkin seorang penanti, menantikan seseorang yang disebabkan penegakan keadilan, pelaksanaan hukum-hukum Ilahi dan mencegah pelbagai kemugkaran akan dihukum dan merasakan sabetan pedangnya?\u201d<br>Ayatullah Makarim Syirazi terkait dengan persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk terbentuknya pemerintahan semesta, menulis, \u201csupaya dunia menerima pemerintahan seperti itu maka diperlukan beberapa persiapan sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Kesiapan pikiran dan budaya; artinya level pemikiran masyarakat dunia sedemikian tinggi sehingga ia tahu misalnya masalah ras atau \u201cberagam letak geografis dunia\u201d bukanlah masalah penting bagi hidup umat manusia dan perbedaan bahasa, warna kulit, negeri, tidak dapat memisahkan manusia antara satu dengan yang lainnya.<\/li><li>Kesiapan sosial; orang-orang sedunia harus lelah dan muak dengan kezaliman, kejahatan dan pelbagai pemerintahan yang ada di dunia, ia merasakan kegetiran dan kepahitan kehidupan material dan mono dimensional dan bahkan telah berputus asa terhadap masa depan yang dapat memecahkan persoalan-persoalan kekinian.<\/li><li>Kesiapan teknologi dan komunikasi; berbeda dengan anggapan sebagian orang bahwa sampaina pada tingkat kesempurnaan sosial dan sampainya pada dunia yang sarat dengan perdamaian dan keadilan, hanya dapat tercapai dengan musnahnya teknologi modern. Adanya industri-industri maju bukan hanya tidak menggangu sebuah pemerintahan berkeadilan semesta, namun juga tanpanya mustahil dapat sampai pada tujuan seperti ini.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[21]<\/a><\/li><li>Kesiapan individu: Pemerintahan semesta sebelum segala sesuatunya memerlukan unsur-unsur yang siap dan dengan nilai kemanusiaan sehingga dapat memikul beban berat seperti reformasi agung dan luas seperti ini.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Hal ini pada level pertama diperlukan peningkatan level pemikiran, pengetahuan, kesiapan mental dan pikiran untuk melaksanakan agenda agung ini. Para penanti sejati tentu saja tidak hanya dapat menjadi penonton untuk mengimplementasikan agenda-agenda tersebut.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[22]<\/a>&nbsp;[iQuest]&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[1]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Ibrahim Amini,&nbsp;<em>D\u00e2d Gustari Jah\u00e2n,<\/em>&nbsp;hal. 294,&nbsp;<em>Zamine S\u00e2zi Zhuhur Hadhrat Wali Ashr As<\/em>, Muhammad Fakir Maibadi.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[2]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Silahkan lihat, Lutfhullah Shafi Gulpaigani,&nbsp;<em>Muntakahab al-\u00c2ts\u00e2r<\/em>, hal. 334.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[3]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Silahkan lihat,&nbsp;<em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 52, hal. 97.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[4]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Ibid,<\/em>&nbsp;hal. 98. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[5]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Silahkan lihat,&nbsp;<em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 52, hal. 91 dan 113.<br>\u00ab\u0627\u0646 \u0644\u0635\u0627\u062d\u0628 \u0627\u0644\u0627\u0645\u0631 \u063a\u064a\u0628\u0629 \u0644\u0627 \u0628\u062f \u0645\u0646\u0647\u0627\u060c \u064a\u0631\u062a\u0627\u0628 \u0641\u064a\u0647\u0627 \u0643\u0644 \u0645\u0628\u0637\u0644\u060c \u0641\u0642\u0644\u062a \u0644\u0647: \u0648 \u0644\u0645 \u062c\u0639\u0644\u062a \u0641\u062f\u0627\u0643\u061f \u0642\u0627\u0644 \u0644\u0627\u0645\u0631 \u0644\u0645 \u064a\u0624\u0630\u0646 \u0644\u0646\u0627 \u0641\u0649 \u0643\u0634\u0641\u0647 \u0644\u0643\u0645\u060c \u0642\u0644\u062a: \u0641\u0645\u0627 \u0648\u062c\u0647 \u0627\u0644\u062d\u0643\u0645\u0629 \u0641\u0649 \u063a\u064a\u0628\u0629\u061f \u0641\u0642\u0627\u0644: \u0648\u062c\u0647 \u0627\u0644\u062d\u0643\u0645\u0629 \u0641\u0649 \u063a\u064a\u0628\u0629 \u0648\u062c\u0647 \u0627\u0644\u062d\u0643\u0645\u0629 \u063a\u064a\u0628\u0627\u062a \u0645\u0646 \u062a\u0642\u062f\u0645\u0647 \u0645\u0646 \u062d\u062c\u062c \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 \u0630\u0643\u0631\u0647\u060c \u0627\u0646 \u0648\u062c\u0647 \u0627\u0644\u062d\u0643\u0645\u0629 \u0641\u0649 \u0630\u0644\u0643 \u0644\u0627 \u064a\u0646\u0643\u0634\u0641 \u0627\u0644\u0627 \u0628\u0639\u062f \u0638\u0647\u0648\u0631\u0647\u060c \u0643\u0645\u0627 \u0644\u0627 \u064a\u0646\u0643\u0634\u0641 \u0648\u062c\u0647 \u0627\u0644\u062d\u0643\u0645\u0629 \u0644\u0645\u0651\u0627 \u0623\u062a\u0627\u0647 \u0627\u0644\u062e\u0636\u0631( \u0639\u0644\u064a\u0647\u200f\u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645&nbsp;)&nbsp;\u0645\u0646 \u062e\u0631\u0642 \u0627\u0644\u0633\u0641\u064a\u0646\u0629\u060c \u0648 \u0642\u062a\u0644 \u0627\u0644\u063a\u0644\u0627\u0645 \u0648 \u0627\u0642\u0627\u0645\u0629 \u0627\u0644\u062c\u062f\u0627\u0631\u060c \u0644\u0645\u0648\u0633\u0649 (\u0639\u0644\u064a\u0647\u200f\u0627\u0644\u0633\u0644\u0627\u0645) \u0627\u0644\u0627 \u0648\u0642\u062a \u0627\u0641\u062a\u0631\u0627\u0642\u0647\u0627\u00bb.<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[6]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Silahkan lihat,&nbsp;<em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 53, hal. 177 dan Ilzam al-Nashib, jil. 2, hal. 467.<br>\u00ab\u0648 \u0644\u0648 \u0627\u0646 \u0627\u0634\u064a\u0627\u0639\u0646\u0627 \u0648\u0641\u0642\u0647\u0645 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u0639\u0644\u0649 \u0627\u062c\u062a\u0645\u0627\u0639 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0642\u0644\u0648\u0628 \u0641\u0649 \u0627\u0644\u0648\u0641\u0627\u0621 \u0628\u0627\u0644\u0639\u0647\u062f \u0639\u0644\u064a\u0647\u0645\u060c \u0644\u0645\u0627 \u062a\u0623\u062e\u0631 \u0639\u0646\u0647\u0645 \u0627\u0644\u064a\u0645\u0646 \u0628\u0644\u0642\u0627\u0626\u0646\u0627 \u0648 \u0644\u062a\u0639\u062c\u0644\u062a \u0644\u0647\u0645 \u0627\u0644\u0633\u0639\u0627\u062f\u0629 \u0628\u0645\u0634\u0627\u0647\u062f\u062a\u0646\u0627\u060c \u0639\u0644\u0649 \u062d\u0642 \u0627\u0644\u0645\u0639\u0631\u0641\u0629 \u0648 \u0635\u062f\u0642\u0647\u0627 \u0645\u0646\u0647\u0645 \u0628\u0646\u0627 \u0641\u0645\u0627 \u064a\u062d\u0628\u0633\u0646\u0627 \u0639\u0646\u0647\u0645 \u0627\u0644\u0627 \u0645\u0627 \u064a\u062a\u0635\u0644 \u0628\u0646\u0627 \u0645\u0645\u0627 \u0646\u0643\u0631\u0647\u0647 \u0648 \u0644\u0627 \u0646\u0624\u062b\u0631\u0647 \u0645\u0646\u0647\u0645\u00bb. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[7]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 52, hal. 129.<br>\u00ab\u0645\u0627 \u0627\u062d\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0635\u0628\u0631 \u0648 \u0627\u0646\u062a\u0638\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0641\u0631\u062c\u060c \u0627\u0645\u0627 \u0633\u0645\u0639\u062a \u0642\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0647 \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 \u00ab\u0641\u0627\u0631\u062a\u0642\u0628\u0648\u0627 \u0627\u0646\u0649 \u0645\u0639\u0643\u0645 \u0631\u0642\u064a\u0628\u00bb \u0648 \u0642\u0648\u0644\u0647 \u0639\u0632\u0648\u062c\u0644: \u00ab\u0641\u0627\u0646\u062a\u0638\u0631\u0648\u0627 \u0627\u0646\u0649 \u0645\u0639\u0643\u0645 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0645\u0646\u062a\u0638\u0631\u064a\u0646\u060c \u0641\u0639\u0644\u064a\u0643\u0645 \u0628\u0627\u0644\u0635\u0628\u0631\u060c \u0641\u0627\u0646\u0647 \u0627\u0646\u0645\u0627 \u064a\u062c\u064a\u0649\u200f\u0621 \u0627\u0644\u0641\u0631\u062c \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u064a\u0623\u0633 \u0648 \u0642\u062f \u0643\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0630\u064a\u0646 \u0645\u0646 \u0642\u0628\u0644\u0643\u0645 \u0627\u0635\u0628\u0631 \u0645\u0646\u0643\u0645\u00bb.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[8]<\/a>.&nbsp;<em>Ibid,<\/em>&nbsp;hal. 122.<br>&nbsp;\u00ab\u0627\u0641\u0636\u0644 \u0627\u0639\u0645\u0627\u0644 \u0627\u0645\u062a\u0649 \u0627\u0646\u062a\u0638\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0641\u0631\u062c\u00bb<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[9]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Ibid.<\/em><br>\u00ab\u0627\u0649 \u0627\u0644\u0627\u0639\u0645\u0627\u0644 \u0627\u062d\u0628 \u0627\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u0639\u0632\u0648\u062c\u0644\u061f\u00bb \u0641\u0642\u0627\u0644: \u00ab\u0627\u0646\u062a\u0638\u0627\u0631 \u0627\u0644\u0641\u0631\u062c\u00bb.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[10]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 52, hal. 95.<br>\u00ab\u0627\u0642\u0631\u0628 \u0645\u0627 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0627\u0644\u0639\u0628\u062f \u0627\u0644\u0649 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u0639\u0632\u0648\u062c\u0644 \u0648 \u0627\u0631\u0636\u0649 \u0645\u0627 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0639\u0646\u0647 \u0627\u0630\u0627 \u0627\u0641\u062a\u0642\u062f\u0648\u0627 \u062d\u062c\u0629 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u0641\u0644\u0645 \u064a\u0638\u0647\u0631 \u0644\u0647\u0645 \u0648 \u062d\u062c\u0628 \u0639\u0646\u0647\u0645 \u0641\u0644\u0645 \u064a\u0639\u0644\u0645\u0648\u0627 \u0628\u0645\u0643\u0627\u0646\u0647&#8230; \u0641\u0639\u0646\u062f\u0647\u0627 \u0641\u0644\u064a\u062a\u0648\u0642\u0639\u0648\u0627 \u0627\u0644\u0641\u0631\u062c \u0635\u0628\u0627\u062d\u0627 \u0648 \u0645\u0633\u0627\u0621\u064b\u00bb<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[11]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 52, hal. 122. &nbsp;<br>\u00ab\u0627\u0644\u0645\u0646\u062a\u0638\u0631\u0648\u0646 \u0644\u0638\u0647\u0648\u0631\u0647 \u0627\u0641\u0636\u0644 \u0627\u0647\u0644 \u0643\u0644 \u0632\u0645\u0627\u0646\u060c \u0644\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u062a\u0639\u0627\u0644\u0649 \u0630\u0643\u0631\u0647\u060c \u0627\u0639\u0637\u0627\u0647\u0645 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0639\u0642\u0648\u0644 \u0648 \u0627\u0644\u0627\u0641\u0647\u0627\u0645 \u0648 \u0627\u0644\u0645\u0639\u0631\u0641\u0629 \u0645\u0627 \u0635\u0627\u0631\u062a \u0628\u0647 \u0627\u0644\u063a\u064a\u0628\u0629 \u0639\u0646\u062f \u0647\u0645 \u0628\u0645\u0646\u0632\u0644\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0634\u0627\u0647\u062f\u0629\u060c \u0648 \u062c\u0639\u0644\u0647\u0645 \u0641\u0649 \u0630\u0644\u0643 \u0627\u0644\u0632\u0645\u0627\u0646 \u0628\u0645\u0646\u0632\u0644\u0629 \u0627\u0644\u0645\u062c\u0627\u0647\u062f\u064a\u0646 \u0628\u064a\u0646 \u064a\u062f\u0649 \u0631\u0633\u0648\u0644 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u0635\u0644\u0649\u200f\u0627\u0644\u0644\u0647\u200f\u0639\u0644\u064a\u0647\u200f\u0648\u200f\u0622\u0644\u0647 \u0628\u0627\u0644\u0633\u064a\u0641\u060c \u0627\u0648\u0644\u0626\u0643 \u0627\u0644\u0645\u062e\u0635\u0644\u0648\u0646 \u062d\u0642\u0627\u060c \u0648 \u0634\u064a\u0639\u062a\u0646\u0627 \u0635\u062f\u0642\u0627\u060c \u0648 \u0627\u0644\u062f\u0639\u0627\u0629 \u0627\u0644\u0649 \u062f\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0647 \u0633\u0631\u0627 \u0648 \u062c\u0647\u0631\u0627 \u00bb<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[12]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Al-Ihtij\u00e2j,&nbsp;<\/em>jil. 2, hal. 471.<br>\u00ab\u0648 \u0627\u0643\u062b\u0631\u0648\u0627 \u0627\u0644\u062f\u0639\u0627\u0621 \u0628\u062a\u0639\u062c\u064a\u0644 \u0627\u0644\u0641\u0631\u062c\u060c \u0641\u0627\u0646 \u0630\u0644\u0643 \u0641\u0631\u062c\u0643\u0645\u00bb<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[13]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 52, hal. 111.<br>\u00ab\u0627\u0646 \u0647\u0630\u0627 \u0627\u0644\u0627\u0645\u0631 \u0644\u0627\u064a\u0623\u062a\u064a\u0643\u0645 \u0627\u0644\u0627 \u0628\u0639\u062f \u0627\u064a\u0627\u0633&#8230;\u201d<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[14]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Silahkan lihat,&nbsp;<em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 52, hal. 129 dan 110.<br>\u00ab\u0641\u0627\u0646\u0647 \u0627\u0646\u0645\u0627 \u064a\u062c\u064a\u0649\u200f\u0621 \u0627\u0644\u0641\u0631\u062c \u0639\u0644\u0649 \u0627\u0644\u064a\u0623\u0633 \u0648 \u0642\u062f \u0643\u0627\u0646 \u0627\u0644\u0630\u064a\u0646 \u0645\u0646 \u0642\u0628\u0644\u0643\u0645 \u0627\u0635\u0628\u0631 \u0645\u0646\u0643\u0645\u00bb<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[15]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Al-Ihtij\u00e2j<\/em>, jil. 1, hal. 69.<br>\u00ab\u064a\u0645\u0644\u0627 \u0627\u0644\u0627\u0631\u0636 \u0642\u0633\u0637\u0627\u064b \u0648 \u0639\u062f\u0644\u0627 \u0643\u0645\u0627 \u0645\u064f\u0644\u0626\u062a \u0638\u064f\u0644\u0645\u0627 \u0648\u062c\u0648\u0631\u0627\u00bb.<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[16]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Harap diperhatikan bahwa beberapa lama kerusakan akan melanda dunia. Kerusakan yang dilakukan negara-negara adidaya terjadi di pelbagai belahan dunia khususnya Afrika dan Asia sampai pada level yang paling parah. Semenjak hari Barat berpikir ingin menguasai Timur, setiap harinya di pelbagai belahan dunia tingkat kezaliman yang diderita semakin meningkat dan jutaaan orang yang tertawan. Hanya dengan mengkaji negara-negara jajahan di Afrika dan Asia Selatan menjadi dokumen yang paling jelas dan terang atas persoalan ini.<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[17]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Untuk telaah lebih jauh silahkan lihat, Kamil Sulaiman<em>, Ruzeg\u00e2r Rah\u00e2i<\/em>, terjemahan Persia oleh Ali Akbar Mahdi Pur, jil. 2, hal. 1034-1062.<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[18]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup><em>Kasyf al-Ghummah fi Ma\u2019rifat al-Aimmah<\/em>, jil. 3, hal. 267. Mu\u2019jam Ahadits al-Imam al-Mahdi, Muassasah al-Ma\u2019arif al-Islamiyah, 1411 H, jil. 1, hal. 387.<br><a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[19]<\/a><sup>.<\/sup>.&nbsp;<em>Bih\u00e2r al-Anw\u00e2r<\/em>, jil. 52, hal. 140 sesuai nukilan dari Ghaibat al-Nu\u2019mani.<br>\u00ab\u0645\u0646 \u0633\u0631\u0647 \u0627\u0646 \u064a\u0643\u0648\u0646 \u0645\u0646 \u0627\u0635\u062d\u0627\u0628 \u0627\u0644\u0642\u0627\u0626\u0645 \u0641\u0644\u064a\u0646\u062a\u0638\u0631 \u0648\u0644\u064a\u0639\u0645\u0644 \u0628\u0627\u0644\u0648\u0631\u0639 \u0648 \u0645\u062d\u0627\u0633\u0646 \u0627\u0644\u0627\u062e\u0644\u0627\u0642 \u0648 \u0647\u0648 \u0645\u0646\u062a\u0638\u0631. \u0641\u0627\u0646 \u0645\u0627\u062a \u0648\u0642\u0627\u0645 \u0627\u0644\u0642\u0627\u0626\u0645 \u0628\u0639\u062f\u0647\u060c \u0643\u0627\u0646 \u0644\u0647 \u0645\u0646 \u0627\u0644\u0623\u062c\u0631 \u0645\u062b\u0644 \u0623\u062c\u0631 \u0645\u0646 \u0623\u062f\u0631\u0643\u0647. \u0641\u062c\u062f\u0648\u0627 \u0648\u0627\u0646\u062a\u0638\u0631\u0648\u0627 \u0647\u0646\u064a\u0626\u0627\u064b \u0644\u0643\u0645 \u0627\u064a\u062a\u0647\u0627 \u0627\u0644\u0639\u0635\u0627\u0628\u0629 \u0627\u0644\u0645\u0631\u062d\u0648\u0645\u0629\u00bb.<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[20]<\/a><sup>.&nbsp;<\/sup>Silahkan lihat, Murtadha Muthahhari,&nbsp;<em>Qiy\u00e2m wa Inqil\u00e2b Mahdi<\/em>, hal. 68. &nbsp;<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[21]<\/a>. Makarim Syirazi,&nbsp;<em>Hukumat Jah\u00e2ni Mahdi Alaihi al-Sal\u00e2m<\/em>, hal. 80-83<a href=\"http:\/\/www.islamquest.net\/id\/archive\/question\/fa583#\">[22]<\/a><sup>.&nbsp;&nbsp;<\/sup><em>Ibid<\/em>, hal. 100. &nbsp;&nbsp;\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Segala sesuatu memiliki peran dalam proses kemunculan Imam Zaman Ajf dan segala sesuatu yang menjadi<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8640,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[12],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8834"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8834"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8834\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8836,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8834\/revisions\/8836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}