{"id":9103,"date":"2019-04-23T22:07:12","date_gmt":"2019-04-23T22:07:12","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=9103"},"modified":"2019-04-23T22:09:01","modified_gmt":"2019-04-23T22:09:01","slug":"iran-labeli-pasukan-militer-as-sebagai-teroris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/04\/23\/iran-labeli-pasukan-militer-as-sebagai-teroris\/","title":{"rendered":"Iran Labeli Pasukan Militer AS Sebagai Teroris"},"content":{"rendered":"\n<p>ICC Jakarta &#8211; Legislator Iran menyetujui sebuah undang-undang yang menyebut pasukan militer Amerika Serikat (AS) sebagai &#8216;teroris&#8217;. Keputusan itu diambil satu hari setelah AS mengumumkan bahwa negara-negara yang terus membeli minyak dari Iran akan mendapatkan sanksi dari negara adidaya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Undang-undang\nbaru ini disetujui oleh 173 dari total 215 legislator Iran dalam sidang\nparlemen yang diselenggarakan di Teheran pada Selasa (23\/4). Hanya empat\nlegislator yang menentang undang-undang itu, sedangkan sisanya memutuskan\n&#8216;abstain&#8217; atau tidak memberikan suara. <\/p>\n\n\n\n<p>Undang-undang\nitu menetapkan label &#8216;teroris&#8217; kepada US Central Command (Centcom) dan semua\npasukannya. Semua bentuk bantuan militer dan nonmiliter kepada Centcom yang\ndapat merugikan Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) akan dianggap sebagai\naksi terorisme.<\/p>\n\n\n\n<p>Undang-undang\nitu juga menuntut pemerintah Iran untuk melakukan aksi menentang\npemerintahan-pemerintahan yang secara formal mendukung AS. Beberapa pemerintahan\nyang diketahui menunjukkan dukungannya kepada pemerintahan Trump adalah Arab\nSaudi, Bahrain, dan Israel.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai\ntambahan, legislator juga meminta agensi intelijen Iran untuk menyediakan\ndaftar semua komandan CENTCOM dalam waktu tiga bulan. Hal itu bertujuan agar\npengadilan Iran dapat mengusut mereka secara &#8216;in absentia&#8217; sebagai teroris.<\/p>\n\n\n\n<p>Undang-undang\nitu membutuhkan persetujuan akhir dari pengawas konstitusi Iran agar bisa\nmenjadi hukum secara sah. Hingga saat ini, masih belum diketahui dengan jelas\napa dampak yang sebenarnya dimiliki oleh undang-undang ini selain menegaskan\npenolakan Iran.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelumnya,\npemerintah AS di bawah kepemimpinan Donald Trump mengumumkan bahwa mereka tak\nakan memperpanjang pembebasan sanksi bagi negara-negara yang mengimpor minyak\nIran. Pengumuman itu disampaikan pada Senin (22\/4) lalu. Pemerintahan Trump\nmenyebut tindakan ini sebagai bagian dari kampanye &#8216;tekanan maksimum&#8217; yang\nbertujuan untuk mengeliminasi pendapatan ekspor minyak Iran.<\/p>\n\n\n\n<p>Menteri\nLuar Negeri Iran menolak tindakan Trump untuk menghentikan keringanan atas\nmasalah minyak ini. &#8220;(Iran) pada dasarnya tidak pernah melihat dan tidak\nmelihat nilai dan validitas untuk keringanan tersebut,&#8221; ungkap Menteri\nLuar Negeri Iran seperti dilansir Aljazirah.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu\npada Selasa (23\/4) sidang parlemen digelar di Teheran untuk undang-undang baru\nyang menyebut pasukan militer AS sebagai teroris. Undang-undang itu disetujui\noleh sebagian besar legislator.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu\nbukan kali pertama legislator Iran menyetujui sebuah undang-undang yang\nmenyebut pasukan militer AS sebagai teroris. Minggu lalu, legislator Iran juga\nmenyetujui sebuah undang-undang yang menyebut tentara AS di Timur Tengah\nsebagai teroris.<\/p>\n\n\n\n<p>Keputusan yang diambil oleh legislator Iran ini merupakan respons atas tindakan AS. Sebelumnya, AS lebih dulu menyebut IRGC milik Iran sebagai kelompok teroris.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sumber: Republika<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Legislator Iran menyetujui sebuah undang-undang yang menyebut pasukan militer Amerika Serikat (AS) sebagai &#8216;teroris&#8217;. Keputusan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9104,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[5],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9103"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9103"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9103\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9106,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9103\/revisions\/9106"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9104"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9103"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9103"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9103"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}