{"id":9165,"date":"2019-05-03T03:33:19","date_gmt":"2019-05-03T03:33:19","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=9165"},"modified":"2019-05-03T03:33:22","modified_gmt":"2019-05-03T03:33:22","slug":"muhammadiyah-mencerdaskan-dan-memajukan-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/05\/03\/muhammadiyah-mencerdaskan-dan-memajukan-bangsa\/","title":{"rendered":"Muhammadiyah Mencerdaskan dan Memajukan Bangsa"},"content":{"rendered":"\n<p>ICC Jakarta &#8211; Indonesia berkemajuan di tengah tantangan dunia yang semakin kompetitif di era Industri 4.0 dengan segala masalah dan tangangannya, hanya dapat dicapai melalui kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas dan berkarakter utama.<\/p>\n\n\n\n<p>\n\n\n\nManusia yang cerdas menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP)\nMuhammadiyah, Haedar Nashir adalah manusia Indonesia seutuhnya yang memiliki\nkekuatan akal budi, moral, dan ilmu pengetahuan yang unggul. Agar mereka mampu\nmemahami realitas persoalan serta membangun kehidupan kebangsaan yang bermakna\nbagi terwujudnya cita-cita nasional.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Manusia\nIndonesia yang cerdas memiliki fondasi iman dan taqwa yang kokoh, kekuatan\nintelektual yang berkualitas, kepribadian yang utama, dan menjadi pelaku\nkehidupan kebangsaan yang positif sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung\ndalam Pancasila,&#8221; kata Haedar, Selasa (30\/4).<\/p>\n\n\n\n<p>Ia\nmengatakan, sumber daya manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter utama\nhanya dapat dihasilkan oleh sistem pendidikan yang &#8220;mencerdaskan kehidupan\nbangsa&#8221; sebagaimana diamanatkan Pembukaan UUD 1945. Pendidikan tersebut\nmenurutnya, dalam prosesnya tidak hanya menekankan pada kemampuan membaca,\nmenulis, dan berhitung, tetapi sekaligus sebagai proses aktualisasi diri yang\nmendorong peserta didik untuk memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan berkeadaban\nmulia.<\/p>\n\n\n\n<p>Karenanya\nmenurut Haedar, pendidikan nasional yang selama ini berlaku harus\ndirekonstruksi menjadi sistem pen didikan yang mencerahkan, dengan visi\nterbentuknya manusia pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, dan\nberkemajuan. Adapun misinya ada enam, yaitu pertama mendidik manusia agar\nmemiliki kesadaran ilahiah, jujur, dan berkepribadian mulia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendidikan holistik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian\nkedua membentuk manusia berkemajuan yang memiliki jiwa pembaruan, berfikir\ncerdas, kreatif, inovatif, dan berwawasan luas. Misi ketiga mengembangkan\npotensi manusia berjiwa mandiri, beretos kerja keras, wirausaha, dan\nkompetitif. Lalu keempat membina peserta didik agar menjadi manusia yang\nmemiliki kecakapan hidup dan keterampilan sosial, teknologi, informasi, dan\nprokomunikasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya\nyang kelima, masih kata Haedar adalah membimbing peserta didik agar menjadi\nmanusia yang memiliki jiwa, daya-cipta, dan kemampuan menga presiasi karya\nseni-budaya. &#8220;Misi keenam yaitu membentuk kader bangsa yang ikhlas,\nbermoral, peka, peduli, serta bertanggungjawab terhadap kemanusiaan dan lingkungan,&#8221;\njelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pendidikan\nnasional yang holistik tersebut melibatkan seluruh elemen bangsa sehingga\nmenjadi gerakan dan strategi kebudayaan nasional yang menyeluruh menuju\nkemajuan hidup bangsa yang bermartabat. Menurut Haedar, jumlah penduduk\nIndonesia yang besar memiliki arti strategis bagi pengembangan sumber daya\nmanusia yang unggul dan berfungsinya lembaga pendidikan holistik menuju\nIndonesia berkemajuan. Karena itu, kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi\nsetiap warga negara harus menjadi tanggungjawab pemerintah secara mutlak.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Masyarakat\nperlu menyadari bahwa jumlah yang besar tanpa didukung dengan kualitas yang\ntinggi tidak akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain,&#8221; ucap dia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tidak populer<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di\nseluruh pelosok Tanah Air, di dae rah terjauh, lembaga pendidikan Muhammadiyah\nberdiri mencerdaskan masyarakat setempat. Ketika pemerintah belum sepenuhnya\nmenyelenggarakan, keberadaannya sangat diperlukan penduduk. Tanpa membedakan\ngolongan, suku, agama dan primordialisme, Muhammadiyah hadir inklusif,\nprofesional dan berbuat untuk bangsa dalam dunia nyata. Sehingga, tidak sekadar\nkata-kata dan politik retorika.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Kehadiran\nMuhammadiyah kadang tidak populer dan menggema karena etos gerakannya sedikit\nbicara banyak bekerja, namun kerja keras, pengorbanan dan kiprah nyata\nMuhammadiyah sangat besar dalam mencerdaskan dan memajukan bangsa di seluruh\npersada negari,&#8221; ujar Haedar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekretaris\nMajelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah, HR Alpha\nAmir Rachman menambahkan, saat ini ada 6.049 sekolah\/ madrasah Muhammadiyah dan\nAisyiyah yang tercatat Dapodik Kemendikbud dan Kemenag.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia\nmenekankan, hari ini Muhammadiyah turut berperan mencerdaskan kehidupan bangsa\ndengan memastikan anak-anak tidak cuma cerdas secara kognitif. Namun, terampil\ndan ahlakul karimah. &#8220;Serta, memiliki pengetahuan Islam memadai sebagai\nbekal hadapi masa depan yang penuh tantangan,&#8221; kata Alpha.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak\ncuma di ruang kelas, karakter mulia dipelajari melalui pelajaran di luar dan\nekstrakulikuler. Ada Ikatan Pelajar Mahasiswa, Tapak Suci, Hizbul Wathan dan\nlain-lain sesuai kekhasan masing-masing sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu\nmembuat sekolah\/madrasah Muham madiyah turut menjadi kawah pengkaderan mencetak\npemimpin-pemimpin bangsa. Jenderal Besar Soedirman menjadi salah satu contoh\nhasil nyata dari sistem tersebut. Menyambut Revolusi Industri 4.0, ikhtiar\ndigitalisasi pendidikan turut dilakukan agar proses efektif dan men cerahkan\ndengan membuka wawasan global. Sehingga, tertanam kesiapan berkompetisi global.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, diusung High Order Thinking Skills (HOTS) dalam pedagogi, sehingga siswa-siswa dapat berpikir kritis dan kreatif. Menurut Alpha, langkah-langkah itu jadi bekal penting menghadapi perubahan zaman. (Republika) <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Indonesia berkemajuan di tengah tantangan dunia yang semakin kompetitif di era Industri 4.0 dengan segala<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9166,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9165"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9165"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9165\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9167,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9165\/revisions\/9167"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9166"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9165"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9165"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9165"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}