{"id":9208,"date":"2019-05-07T08:35:12","date_gmt":"2019-05-07T08:35:12","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=9208"},"modified":"2019-05-08T08:40:39","modified_gmt":"2019-05-08T08:40:39","slug":"ramadan-bulan-jamuan-allah-swt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/05\/07\/ramadan-bulan-jamuan-allah-swt\/","title":{"rendered":"Ramadhan Bulan Perjamuan Allah"},"content":{"rendered":"\n<p><em>ICC Jakarta &#8211; Ramadhan <\/em>berasal kata <em>ramidha<\/em> yang berarti membakar, namun membakar yang tidak meninggalkan asap dan abu. Bulan ini dinamakan bulan Ramadan karena pada bulan ini dosa-dosa manusia dibakar dan dilenyapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya al-Quran dan satu-satunya bulan yang namanya disebutkan di dalam al-Quran. Malam <em>Lailatul Qadar<\/em> juga ada di bulan ini. Rasulullah saw bersabda, \u201cSeluruh kitab samawi diturunkan pada bulan Ramadan. Bulan Ramadan adalah bulan Allah yang terbaik.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari Jumat terakhir pada bulan Syakban, Rasulullah saw menyampaikan pidato yang panjang-lebar tentang keagungan dan keutamaan bulan Ramadan. Pidato itu banyak dimuat di dalam kitab-kitab tafsir dan hadis. Di dalam <em>al-Shahifah al-Sajjadiyah<\/em>, Imam Ali Zainal Abdidin as menyambut bulan Ramadan dengan doa, dan pada saat mengucapkan perpisahan pada bulan Ramadan, beliau menyampaikan munajat yang menyayat jiwa.<\/p>\n\n\n\n<p>Allah Swt berfirman, <\/p>\n\n\n\n<p>\u0634\u064e\u0647\u0652\u0631\u064f\n\u0631\u064e\u0645\u064e\u0636\u064e\u0627\u0646\u064e \u0627\u0644\u064e\u0651\u0630\u0650\u064a\u0652 \u0623\u064f\u0646\u0652\u0632\u0650\u0644\u064e \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650\n\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0644\u0650\u0651\u0644\u0646\u064e\u0651\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\n\u0628\u064e\u064a\u0650\u0651\u0646\u064e\u0627\u062a\u064d \u0645\u0650\u0651\u0646\u0652 \u0627\u0644\u0652\u0647\u064f\u062f\u064e\u0649 \u0648\u064e \u0627\u0644\u0652\u0641\u064f\u0631\u0652\u0642\u064e\u0627\u0646\u0650 \u0641\u064e\u0645\u064e\u0646\u0652 \u0634\u064e\u0647\u0650\u062f\u064e\n\u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0634\u064e\u0651\u0647\u0652\u0631\u064e \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0635\u064f\u0645\u0652\u0647\u064f \u0648\u064e \u0645\u064e\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0646\u064e \u0645\u064e\u0631\u0650\u064a\u0652\u0636\u064b\u0627 \u0623\u064e\u0648\u0652 \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0633\u064e\u0641\u064e\u0631\u064d\n\u0641\u064e\u0639\u0650\u062f\u064e\u0651\u0629\u064c \u0645\u0650\u0651\u0646\u0652 \u0623\u064e\u064a\u064e\u0651\u0627\u0645\u064d \u0623\u064f\u062e\u064e\u0631\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0652\u062f\u064f \u0627\u0644\u0644\u0647\u064f \u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u064a\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e \u0644\u0627\u064e \u064a\u064f\u0631\u0650\u064a\u0652\u062f\u064f\n\u0628\u0650\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0633\u0652\u0631\u064e \u0648\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0643\u0652\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0639\u0650\u062f\u064e\u0651\u0629\u064e \u0648\u064e \u0644\u0650\u062a\u064f\u0643\u064e\u0628\u0650\u0651\u0631\u064f\u0648\u0652\u0627\n\u0627\u0644\u0644\u0647\u064e \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649 \u0645\u064e\u0627 \u0647\u064e\u062f\u064e\u0627\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0648\u064e \u0644\u064e\u0639\u064e\u0644\u064e\u0651\u0643\u064f\u0645\u0652 \u062a\u064e\u0634\u0652\u0643\u064f\u0631\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e.<em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di\ndalamnya diturunkan al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan\nmengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Barangsiapa\nada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam\nperjalanan, maka dia wajib berpuasa pada hari-hari yang lain, sebanyak hari\nyang ditinggalkannya itu. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak\nmenghendaki kesukaran bagimu. (Dengan kada puasa ini) supaya kamu mencukupkan\nbilangannya dan supaya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan\nkepadamu, agar kamu bersyukur.<\/em> (QS. al-Baqarah: 185)<\/p>\n\n\n\n<p>Pada bulan Ramadan, orang-orang mukmin\ndiundang kepada perjamuan Allah Swt dengan ungkapan, <em>Wahai orang-orang yang\nberiman! Telah diwajibkan atas kamu berpuasa<\/em>. Jamuan ini mempunyai beberapa\nkelebihan, yaitu sebagai berikut,<\/p>\n\n\n\n<ol><li>Yang menjadi tuan rumah adalah Allah\nSwt dan Dia sendiri yang mengundang para tamu-Nya.<\/li><li>Fasilitas jamuan adalah malam <em>Lailatul\nQadar<\/em>, turunnya para malaikat, dikabulkannya doa, lembutnya jiwa dan\ndijauhkannya dari neraka.<\/li><li>Waktu jamuan adalah bulan Ramadan, yang\nmenurut beberapa hadis awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan dan\nakhirnya adalah ganjaran (pahala).<\/li><li>Kualitas jamuan malam <em>Lailatul Qadar<\/em>\nbegitu hebatnya sehingga dapat memenuhi kebutuhan setahun para tamu dan bumi\nmenjadi berwarna-warni dengan turunnya para malaikat pada malam <em>Lailatul\nQadar<\/em>.<\/li><li>Makanan bulan ini adalah makanan jiwa\nyang diperlukan untuk perkembangan spiritual, bukan makanan jasmani. Menu\njamuan ini adalah ayat-ayat al-Quran, yaitu membaca satu ayat pada bulan Ramadan\nsama dengan membaca seluruh al-Quran pada bulan-bulan lain.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<p>Jamuan itu tidak serupa sama sekali\ndengan jamuan-jamuan dunia. Pada bulan ini Allah Yang Mahatahu, Mahakaya, Maha\nPencipta, Mahakekal, Mahamulia dan Mahatinggi menjadi Tuan Rumah bagi manusia\nyang bodoh, fakir, fana, hina dan selalu membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di dalam kitab <em>Wasail al-Syi\u2019ah<\/em>,<a href=\"#_ftn2\">[2]<\/a>\nberkenaan dengan akhlak orang yang berpuasa, kita membaca di sela-sela riwayat\nyang begitu panjang sebagai berikut, \u201cOrang yang berpuasa harus menjauhi dusta,\ndosa, berdebat, dengki, mengumpat, menentang kebenaran, berkata kotor,\nmemata-matai, marah, berbuat zalim dan menyakiti orang lain, lalai, bergaul\ndengan orang-orang rusak, mengadu domba dan makan makanan haram. Harus\nmemberikan perhatian yang besar kepada salat, sabar dan pertemanan yang baik,\njuga harus selalu mengingat Hari Kiamat.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Syarat hadir pada perjamuan itu bukan\nhanya menanggung rasa lapar. Kita membaca dalam hadis, \u201cBarangsiapa yang tidak\ntaat kepada pemimpin langit, berlaku kasar kepada istrinya dalam urusan pribadi\ndan rumah tangga, atau tidak memenuhi keinginan-keinginannya yang sah, atau ibu\ndan bapaknya tidak rida kepadanya, maka puasanya tidak diterima, dan dia tidak\nmempunyai syarat-syarat menghadiri perjamuan ini.\u201d <\/p>\n\n\n\n<p>Nilai bulan Ramadan terkait dengan\nturunnya al-Quran pada bulan ini, begitu juga nilai manusia setidaknya terkait\nsampai seberapa jauh al-Quran berpengaruh dalam dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p>Imam Ali as meriwayatkan bahwa pada\nhari Jumat terakhir dari bulan Syakban Rasulullah saw menyampaikan pidato.\nSetelah mengucapkan puja dan puji, kemudian Rasulullah saw bersabda, <\/p>\n\n\n\n<p>\u201cWahai\nmanusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah,\nrahmat dan ampunan. Bulan yang paling utama di sisi Allah. Hari-harinya adalah\nhari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling\nutama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Ini adalah bulan\nketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di\nbulan ini nafas kalian menjadi tasbih, amal kalian diterima dan doa kalian\ndiikabulkan. Maka, mintalah kepada Allah, Tuhan kalian dengan niat yang tulus\ndan hati yang bersih, supaya Allah membimbing kalian untuk dapat melakukan\npuasa dan membaca kitab-Nya. <\/p>\n\n\n\n<p>Sungguh\ncelaka orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan yang agung ini.\nDengan rasa lapar dan haus, kalian ingatlah rasa lapar dan haus pada Hari\nKiamat. Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin.<\/p>\n\n\n\n<p>Muliakanlah\norang yang sudah tua. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraanmu. Jagalah\nlidahmu. Tahan pandanganmu dari sesuatu yang tidak dihalalkan kamu memandangnya\ndan pendengaranmu dari sesuatu yang tidak dihalalkan kamu mendengarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasihilah\nanak-anak yatim, niscaya anak-anak yatimmu dikasihi orang lain. Bertobatlah\nkepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tanganmu untuk berdoa pada waktu salatmu\nkarena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang\nhamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka\nmenyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan doa\nmereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai\nmanusia! Sesungguhnya dirimu tergadai karena amalmu, maka bebaskanlah dengan istigfar.\nPunggung kalian berat karena beban dosa kalian, maka ringankanlah dengan\nmemperpanjang sujudmu. Ketahuilah, bahwa Allah Swt bersumpah dengan segala\nkebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang salat dan sujud,\ndan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada Hari manusia berdiri di\nhadapan Tuhan semesta alam.<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai\nmanusia! Barangsiapa di antara kalian memberi buka puasa kepada orang-orang\nmukmin yang berpuasa pada bulan ini, di sisi Allah nilainya sama dengan\nmembebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Seseorang\nbertanya, \u2018Ya Rasulullah! Tidak semua kami mampu melakukan itu.\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian\nRasulullah melanjutkan sabdanya, \u2018Jagalah diri kalian dari api neraka walau\nhanya dengan separuh buah kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walau\nhanya dengan seteguk air.<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai\nmanusia! Barangsiapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, dia akan dapat\nmelewati <em>sirath<\/em> pada Hari ketika\nkaki-kaki tergelincir. Barangsiapa yang meringankan pekerjaan para pembantunya pada\nbulan ini, Allah akan ringankan pemeriksaan-Nya pada Hari Kiamat.<\/p>\n\n\n\n<p>Barangsiapa\nyang menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada Hari\ndia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang memuliakan anak yatim pada bulan ini,\nAllah akan memuliakanya pada Hari dia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa yang\nmenyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) pada bulan ini, Allah akan\nmenghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada Hari dia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa\nyang memutuskan hubungan kekeluargaan pada bulan ini, Allah akan memutuskan\nrahmat-Nya pada Hari dia berjumpa dengan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Barangsiapa\nyang melakukan salat sunat pada bulan ini, Allah akan tetapkan baginya\nkebebasan dari api neraka. Barangsiapa yang melakukan salat wajib, baginya\npahala orang yang melakukan tujuh puluh salat wajib pada bulan lain. Barangsiapa\nyang memperbanyak salawat kepadaku pada bulan ini, Allah akan beratkan\ntimbangan amalnya pada Hari ketika timbangan-timbangan menjadi ringan. Barangsiapa\nyang membaca satu ayat al-Quran pada bulan ini, baginya pahala orang yang\nmenamatkan bacaan al-Quran pada bulan yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Wahai\nmanusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada bulan ini, maka mintalah\nkepada Tuhan kalian supaya tidak pernah menutupnya untuk kalian. Dan pintu-pintu\nneraka ditutup, maka mintalah kepada Tuhan kalian supaya tidak pernah\nmembukakannya untuk kalian. Setan-setan juga dibelenggu, maka mintalah kepada\nTuhan kalian supaya ia tidak lagi pernah dapat menguasai kalian.\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Amirul\nMukminin as berkata, Aku berdiri lalu berkata, \u2018Wahai Rasulullah! Amal apakah\nyang paling utama pada bulan ini?\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah\nsaw menjawab, \u2018Wahai Abul Hasan! Amal yang paling utama pada bulan ini adalah\nmenjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian\nRasulullah saw menangis. Lalu aku bertanya, \u2018Wahai Rasulullah! Apa yang\nmembuatmu menangis?\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah\nsaw menjawab, \u2018Wahai Ali! Aku menangis karena mereka menghalalkan darahmu pada\nbulan ini. Tampak terlihat olehku engkau sedang salat menghadap Tuhanmu. Lalu\ndatang manusia yang paling durjana, saudara kandung penyembelih unta Tsamud,\ndia menyabetkan pedangnya ke kepalamu hingga janggutmu memerah berlumuran\ndarah.\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Amirul\nMukminin as bertanya, \u2018Wahai Rasulullah! Apakah itu dengan disertai selamatnya\nagamaku?\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Rasulullah\nsaw menjawab, \u2018Tentu dengan disertai selamatnya agamamu.\u2019<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian\nRasulullah saw bersabda, \u2018Wahai Ali! Barangsiapa yang membunuhmu berarti dia\ntelah membunuhku, barangsiapa yang membencimu berarti dia telah membenciku dan barangsiapa\nyang mencacimu berarti dia telah mencaciku. Karena sesungguhnya dirimu di\nsisiku, seperti diriku, jiwamu berasal dari jiwaku, dan tanahmu dari tanahku.\u2019\u201d<a href=\"#_ftn3\">[3]<\/a>\n\nNamun\nkita harus ingat, jangan sampai doa, ibadah, teriakan dan perilaku kita\nmengganggu tetangga dan keluarga. Atau kita berbuat <em>israf<\/em> dan tidak adil\ndalam menjamu tamu ketika berbuka. Dengan berbuat itu, kita bukan hanya tidak\nmemperoleh pahala malah menambah berat dosa-dosa kita.\n\n<br><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator\"\/>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref1\">[1]<\/a>\n<em>Tafsir<\/em> <em>al-Burhan.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref2\">[2]<\/a>\n<em>Wasail al-Syi\u2019ah<\/em>, jil.7, hal.199.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"#_ftnref3\">[3]<\/a>\nSyekh Shaduq,<em> al-Amali<\/em>, hal.93-96.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ICC Jakarta &#8211; Ramadhan berasal kata ramidha yang berarti membakar, namun membakar yang tidak meninggalkan asap dan abu.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9209,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[22],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9208"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9208"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9208\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9211,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9208\/revisions\/9211"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9208"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9208"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9208"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}