{"id":9594,"date":"2019-08-19T10:16:10","date_gmt":"2019-08-19T10:16:10","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/?p=9594"},"modified":"2019-08-19T10:16:11","modified_gmt":"2019-08-19T10:16:11","slug":"khotbah-jumat-16-agustus-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/2019\/08\/19\/khotbah-jumat-16-agustus-2019\/","title":{"rendered":"Khotbah Jumat 16 Agustus 2019"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Icc jakarta<\/strong> &#8211; Puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan kepada kita sehingga pada hari ini pada siang hari ini kita dapat melaksanakan salah satu kewajiban yang ada pada kita yaitu shalat jumat. Mudah-mudahan setiap langkah dan niat kita dicatat sebagai amal ibadah yang diterima disisi-nya yang akan menjadi media semakin mendekatkan diri kita kepadanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sholawat dan salam selalu kita\nhaturkan keharibaan tercinta nabi besar muhammad saw keluarga suci beliau serta\nsahabat pengikut setia beliau sampai akhir jaman yang mudah-mudahan semua kita\ntergolong di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ma&#8217;syiral ikhwani wa akhwat\nrahimakumullah di atas mimbar pada khutbah yang pertama ini khotib mengingatkan\npribadi dan semua yang hadir untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan\nkita kepada Allah Swt marilah kita penuhi panggilan Allah Swt sebagaimana tadi\nkami bacakan ayatnya <\/p>\n\n\n\n<p>Wahai orang yang beriman bertaqwa\nlah kalian kepada Allah Swt dengan besar benar-benar taqwa dan janganlah kalian\nmati meninggalkan dunia ini kecuali dalam keadaan berserah diri kepada-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ma&#8217;syiral akhwani wa akhwat\nrahimakumullahmari mari kita melanjutkan renungan beberapa ayat suci alquran\nyang telah kita mulai pada beberapa pertemuan sebelumnya, pada khutbah jumat\nsebelumnya kita sampai pada surat atthaghabun ayat 12. Pada ayat 12 ini Allah\nSwt berfirman: <\/p>\n\n\n\n<p><em>\u201cWa Atii\u2019ullaha wa Atii\u2019urasul\nfa in tawallaitum fa innamaa \u2018ala rasulinal balaaghul mubiin\u201d<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada ayat 12 ini Allah Swt\nmemerintahkan setiap manusia untuk taat kepada Allah Swt dan taatlah kalian\npula kepada Rasul dan siapa yang berpaling diantara kalian maka sesungguhnya\ntugas seorang Rasul kami hanyalah sebagai penyampai, dengan penyampaian yang\nsangat jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada ayat ini Allah Swt\nmemerintahkan kita untuk melakukan dua hal, yang pertama adalah mentaati Allah\nSwt dan yang kedua adalah mentaati Rasul-nya. Di dalam kajian tafsir disebutkan\nbahwa Allah Swt ketika menyuruh kita untuk taat kepadanya dan juga taat kepada\nRasulnya dalam ayat ini dan juga dalam beberapa ayat yang serupa Allah Swt\nmenggunakan dua kata kerja dua kali kata kerja walaupun kata kerjanya sama\nyaitu kata taatlah tetapi kata taatlah itu diulang dua kali taatlah kalian\nkepada Allah Swt dan taatlah kalian kepada Rasul. Allah Swt tidak mencukupkan\npada ayat ini dan pada beberapa ayat yang lain hanya dengan satu kata misalnya\ntaatlah kalian kepada Allah Swt dan Rasul-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam kajian tafsir disebutkan\nbahwa penyebutan dua kata kerja itu adalah memiliki makna memiliki makna yang\nberbeda antara kata kerja yang pertama dengan kata kerja yang kedua antara kata\nperintah yang pertama dengan kata perintah yang kedua walaupun sama maknanya yaitu\ntaatlah kalian<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagian mufassir menerjemahkan\nperbedaan itu dengan perbedaan antara ketaatan kepada Allah Swt secara mutlak\ndan yang kedua adalah ketaatan kepada Rasul adalah tidak mutlak. Artinya bahwa\nketaatan kepada Allah Swt itu tidak lagi dipertanyakan apakah apa yang Allah\nSwt perintahkan kepada kita untuk kita taati itu adalah sesuatu yang benar\nataukah mungkin sesuatu yang salah yang masih perlu untuk kemudian dihubungkan\ndengan hal lain mencari pembenarannya dengan ayat lain atau dengan yang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketaatan kepada Allah Swt setiap\nperintah yang Allah Swt berikan kepada kita manusia adalah sesuatu yang mutlak\nsesuatu yang pasti benar sesuatu yang tidak ada lagi kemudian bagi kita alasan\nuntuk mengatakannya bahwa itu bukanlah sebuah kewajiban bukanlah sesuatu yang\nmengikat saya. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi ketaatan kepada Rasulullah\nsaw menurut sebagian ahli tafsir yang menerjemahkan kata perintah yang kedua\nkata perintah yang kedua itu adalah tidak mutlak artinya dibatasi dengan adanya\nkemungkinan bahwa apa yang disampaikan oleh Rasul itu sesuatu yang salah tidak\nbenar perlu diingatkan dan seterusnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah pemahaman pertama\ntentang perbedaan dari ketaatan yang disebutkan oleh Allah Swt dua kali dalam\nayat ini tetapi ada pemahaman yang kedua yang menyebutkan bahwa perbedaan\nantara keduanya bukanlah perbedaan antara ke mutlak atau tidak, bukanlah\nperbedaan antara luasnya ketaatan atau sempit nya atau tidak luasnya ketaatan,\ntetapi perbedaannya adalah kembali kepada asal atau dasar ketaatan atau dasar\nperintah untuk taat kepada Allah Swt.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketaatan yang pertama yakni perintah\nAllah Swt perintah untuk mentaati dirinya adalah berdasarkan sebuah dasar\npemikiran akal setiap kita Allah Swt tidak menggunakan perintah taatilah aku\nkarena dia sebagai tuhan yang memang layak untuk ditaati sehingga kemudian\nperintahnya menjadi wajib bagi setiap orang karena dia yang mewajibkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara ketaatan kepada\nRasulullah saw pada kata yang kedua adalah menunjukkan bahwa ketaatan itu\nbergantung kepada ketaatan kepada Allah Swt ketaatan yang kedua itu adalah\nketaatan karena ia adalah perintah Allah Swt untuk kita mentaati Rasul-nya.<\/p>\n\n\n\n<p>Yang pertama biasa disebut\nsebagai perintah Irsyad dan yang kedua biasa disebut sebagai perintah maulawi<\/p>\n\n\n\n<p>Yang pertama biasa disebut bahwa\nAllah Swt mengingatkan kita Allah Swt menunjukkan kepada kita bahwa kita dengan\nakal pikiran kita adalah mampu untuk memahami bahwa kita perlu bahwa kita wajib\nuntuk taat kepada Allah Swt<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itulah ketaatan kepada\nAllah Swt adalah ketaatan yang berdasarkan kepada akal sehat setiap kita\nketaatan kepada Allah Swt sebagai dzat yang menciptakan kita manusia dan\nmenciptakan segala kebutuhan kita adalah ketaatan yang bisa dipahami oleh\nsetiap akal sehat kita dan akal sehat kitalah yang kemudian akan menyebabkan\nkita mampu mengikat diri kita untuk taat kepadanya hanya saja Allah Swt perlu\nmengingatkan bahkan juga para nabi yang diutus oleh Allah Swt ketika para nabi\nitu mengajak manusia untuk taat kepada Allah Swt tiada lain adalah dalam rangka\nmengingatkan kita untuk kembali kepada akal sehat kita untuk kembali kepada\nfitrah yang telah Allah Swt ciptakan untuk setiap kita<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk kemudian setiap orang menghilangkan\nberbagai hal yang menyebabkan dia tidak taat kepada Allah Swt<\/p>\n\n\n\n<p>Itu disebut dengan perintah yang\nnamanya adalah irsyad perintah yang dasarnya adalah menunjukkan perintah yang\ndasarnya adalah mengingatkan. untuk lebih mudahnya mungkin kita bisa contohkan\ndengan perintah yang ada di antara kehidupan kita di setiap kehidupan kita\nbanyak sekali perintah yang kita dapatkan dari atasan atau kadang-kadang juga\nbukan dari atasan kalau perintah yang kita dapatkan dari atasan itu adalah\nperintah ketaatan yang harus kita ikuti karena memang kita terikat kontrak\nbahwa kita harus mengikuti atasan kita karena kita sebagai bawaannya<\/p>\n\n\n\n<p>Tetapi kadang-kadang kita harus\nmengikuti orang yang tidak ada kontak dengan kita misalnya ketika kita datang\nke dokter ketika kita datang berobat dokter memerintahkan kita untuk melakukan\nbeberapa hal makan minum dan seterusnya atau bahkan dokter juga melarang kita\nuntuk tidak melakukan atau untuk melakukan beberapa hal perintah dan larangan\nitu kita tak arti bukan karena kita dapat kontak dengan dokter itu bukan karena\nkita adalah terikat untuk kemudian harus melakukannya tetapi karena akal sehat\nkita yang mengatakan bahwa dokter itu adalah lebih tahu akan sesuatu yang kita\ntidak ketahui dia memiliki ilmu yang berhubungan dengan apa yang kita butuhkan\nmakanya kemudian akal kita mengatakan selayaknya untuk kemudian kita ikut dia<\/p>\n\n\n\n<p>Ini kurang lebih contoh dari pada\napa yang disebutkan oleh Allah Swt dalam surat atthaghabun ayat 12 ini di mana\nada dua perintah Allah Swt kepada manusia tak telah kalian kepada Allah Swt dan\ntaatlah kalian kepada Rasul di ulangannya dua kata perintah taatilah adalah\nkarena yang pertama itu adalah perintah di mana Allah menggunakan kata perintah\nbukan sebagai dia tuhan karena kalau sebagai dia tuhan dan kita mengikutinya\nkarena dia tuhan sementara ketaatan dan perintahnya itu dari dia maka yang ada\nadalah siklus yang ada adalah lingkaran yang itu secara logika adalah tidak\nbenar tetapi akan putus akan berhenti ketika perintah itu dari Allah Swt\nsebagai pengingat sementara yang mendasari untuk kita ikut apa yang disampaikan\noleh Allah adalah akal sehat kita dan ini berbeda dengan yang kedua yaitu\nketika Allah Swt memerintahkan kita untuk mengikuti Rasul-nya<\/p>\n\n\n\n<p>di sini baru perintahnya adalah\nperintah dia sebagai tuhan kita sebagai hambanya yang memang layak untuk\nmengikuti perintahnya sesuai dengan perintah yang pertama tadi<\/p>\n\n\n\n<p><em>wa Atii\u2019urasul <\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian ayat itu mengatakan\ndengan demikian maka pemahaman sebagian ahli tafsir yang tadi saya sebutkan\npandangan pertama bahwa perbedaannya antara mutlak dengan tidak adalah tidak\nbisa kita terima karena kalau Rasul masih juga tidak mutlak untuk diikuti\nkarena mungkin itu salah dan ketika benar baru diikuti maka saat itu yang\nterjadi adalah sebaliknya yang terjadi adalah Rasul tidak lagi mendapatkan\nketaatan yang lain yang mendapatkan ketaatan yang mengingatkan Rasul tadi<\/p>\n\n\n\n<p>yang kedua adalah konsekuensinya\nkita tidak bisa mendapatkan mana yang benar dan mana yang salah disaat Rasul\nitu masih mungkin untuk mendapatkan atau masih mungkin untuk memerintahkan\nsesuatu yang salah yang akan menyesatkan dengan demikian tidak akan murni tidak\nakan bisa dipahami mana yang bena rbagian dari agama dan mana yang bukan dari\nagama mana yang benar dari Allah Swt dan mana yang dia salah ketika mendapatkan\nsesuatu dari Allah Swt atau ketika dia menyampaikan kepada manusia karena\nitulah dalam madzhab kita Syiah imamiyah adalah mewajibkan adanya ke maksum\nRasul secara mutlak sehingga segala apa yang disampaikan oleh Rasul itu pasti\nbenar dan segala apa yang disampaikan oleh Rasul adalah merupakan juga ketaatan\nsecara mutlak sebagaimana ketaatan kepada Allah Swt<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian kelanjutan ayat itu\nmenyebutkan<\/p>\n\n\n\n<p><em>fa in tawallaitum fa innamaa\n\u2018ala rasulinal balaagul mubiin<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>dan atau maka bila saat kalian\nberpaling tidak mengikuti perintah Allah Swt dan perintah Rasul maka\nsesungguhnya tugas Rasul kami adalah penyampai semata,<\/em> penyampai yang\nsangat jelas semata ayat ini bagian akhir dari ayat ini ingin menegaskan bahwa\nAllah Swt yang telah mengingatkan kita dengan akal yang telah diberikan kepada\nkita dan juga dengan Rasul tapi tetap Allah Swt&nbsp;\nmembuka 2 jalan. Allah Swt mempersilahkan kita untuk memilih antara dua\njalan itu jalan mengikuti Allah Swt dan Rasul-nya ataukah kita tidak mengikuti\nAllah Swt dan Rasulnya dan tidak ada kemudian paksaan dalam hal mengikuti agama\nmengikuti perintah Allah Swt dan Rasul-nya walaupun kemudian tentu ada\nkonsekuensinya sebagaimana dijelaskan pada ayat-ayat sebelumnya bahwa mereka\nyang taat mengikuti jalan Allah Swt maka akibatnya adalah kebahagiaan dan surga\nsementara mereka yang ingkar mereka yang memilih jalan untuk tidak mengikuti\nAllah Swt dan Rasul-nya maka akibatnya adalah kesengsaraan dan neraka<\/p>\n\n\n\n<p>Dan ini adalah salah satu dari\npada kemaha bijaksanaan Allah Swt dan kemaha adilan Allah Swt dimana tetap\nmemberikan ruang kepada manusia untuk menggunakan akal sehatnya untuk\nmenggunakan fitrahnya dan kemudian mampu memilih mana jalan yang akan ditempuh\ndan mana jalan di yang disukai sesuai dengan akibatnya masing-masing. Allah Swt\ntidak memberikan suatu jalan karena jika diberikan satu jalan saja semuanya\nakan misalnya memilih kebaikan memilih ketaatan maka tidak ada lagi kebaikan\ntidak ada lagi keutamaan tidak ada bedanya antara manusia yang satu dengan yang\nlain tidak ada beda antara a b c dan seterusnya<\/p>\n\n\n\n<p>Karena semuanya memang diarahkan\noleh Allah Swt kepada suatu jalan tetapi sebagaimana dalam ayat yang lain Allah\nSwt berfirman dan kami Allah Swt memberikan petunjuk mendorong memberikan\narahan kepada manusia untuk kemudian manusia itu punya kebebasan memilih\ndaripada 2 jalan atau salah satu dari pada dua jalan<\/p>\n\n\n\n<p>Pada ayat yang lain Allah Swt\nmenegaskan bahwa kami Allah Swt memberikan kemampuan memberikan kekuatan kepada\nmereka dan kepada mereka. mereka yang memiliki jalan kebaikan oleh Allah Swt\ndidorong oleh Allah Swt diberi kemampuan pada saat yang sama mereka yang\nmemilih kepada kejelekan juga diberi kemampuan oleh Allah Swt swt dan ini dalam\nrangka untuk kemudian menunjukkan kepada manusia ketika mendapatkan akibatnya\nmasing-masing karena jalan yang dipilihnya dan disitulah keutamaan yang\ndidapatkan di situlah artinya ujian dan disitulah artinya ada yang lulus ujian\ndan ada yang tidak lukus ujian ada yang benar memilih dan ada yang salah\nmemilih <\/p>\n\n\n\n<p>Mudah-mudahan Allah Swt swt\nselalu membimbing kita memberikan kekuatan kepada kita bahkan ilmu ilmu\npengetahuan kepada kita sehingga hari demi hari bertambah yang mau kita dan\nsekaligus makan menambah keimanan dan ketakwaan kita membuat menjadikan kita\nmampu untuk selalu memilih jalan yang benar jalan yang akan menyampaikan kita\nkepada keridhaan Allah Swt swt<\/p>\n\n\n\n<p>Khotbah kedua<\/p>\n\n\n\n<p>Maasyiral muslimin wa muslimat\nrahimakumullah pada khutbah yang kedua kembali kami mengingatkan diri kami dan\nseluruh yang hadir untuk selalu bertaqwa kepada Allah Swt taqwa melaksanakan\nsegala perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangannya<\/p>\n\n\n\n<p>Kita berada pada bulan Dzulhijjah\npertengahan bulan Dzulhijjah yang sebentar lagi kita akan memperingati hari\nbesar di dalam kalender islam khususnya pengikut ahlul bait as yaitu yang disebut\ndengan hari raya idul ghadir pada tanggal 18 Dzulhijjah. hari raya idul ghadir\ndalam momentum di mana Rasulullah saw mengangkat imam Ali bin Abi Thalib\nsebagai pemimpin the setelah beliau beliau sampaikan dalam sebuah khutbah di\nsebuah lembah yang dikenal dengan nama ghum karena itu kemudian khutbah itu\ndisebut dengan khutbah ghadir ghum pada khutbah itu apa yang telah dilakukan\noleh Rasulullah adalah menerjemahkan dan melanjutkan ayat yang tadi kita bahas\npada khutbah pertama bahwa ketaatan kepada Allah Swt yang dibuktikan dengan\nketaatan pada Rasul-nya itu juga masih harus dilanjutkan dengan ketaatan yang\nketiga sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain<\/p>\n\n\n\n<p><em>Atiullaha waatiurRasulan wa\nulil Amri minkum<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>kataatan tidak cukup hanya kepada\nAllah Swt semata ketaatan tidak cukup hanya kepada Rasulullah saw semata tetapi\nada kelanjutannya yaitu ketaatan kepada ulil amri yang dalam penafsiran ahlul\nbait sesuai dengan banyak riwayat adalah para imam suci ahlul bait as yang di\nmulai dari pada imam Ali bin Abi Thalib as sampai kepada imam 12 yaitu imam\nMuhammad Mahdi afs<\/p>\n\n\n\n<p>Ketaatan kepada ulil amri\nsebagaimana disebutkan oleh Rasulullah ini yang kemudian pada zaman kita dimasa\nke imamahan imam yang ke 12artinya adalah dilanjutkan atau sementara waktu\nbeliau dalam keadaan gaib dimana tidak bisa setiap orang untuk punya akses\nuntuk melaksanakan ketaatan itu kepada beliau yang merupakan kepanjangan\nketaatan kepada Allah Swt dan Rasulnya adalah ketaatan kepada uli amri muslimin\nkepada ulama yang memenuhi syarat yang menjadi wakil sementara beliau<\/p>\n\n\n\n<p>yang kita menjadikan bukti atas\nketaatan kita kepada Allah Swt Rasul dan para imam adalah dengan mengamalkan\napa yang telah beliau pahami sebagai bagian ketaatan yang harus kita laksanakan\ndalam kehidupan keseharian kita dan meninggalkan segala apa yang oleh Allah Swt\nharus kita tinggalkan<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu idul ghadir adalah\nsebuah hari raya besar di mana ketaatan kepada Allah Swt dan Rasul itu adalah\ndapat dilaksanakan dapat di bumikan dengan jelas pada setiap kehidupan manusia\ndi setiap zaman disetiap tempat sampai akhir zaman<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa alghadir maka ketaatan\nkepada Allah Swt dan Rasul adalah tidak bisa dilaksanakan atau akan mengalami\nketidak jelaskan kekaburan yang kemudian itu akan menjadi sebuah atau sesuatu\nyang bisa jadi diperdebatkan sepanjang masa dan menyebabkan berbagai hal yang\ntidak diinginkan di dalam keberagamaan kita<\/p>\n\n\n\n<p>Alghadir justru adalah\nmenjelaskan apa yang harus kita lakukan atas ketaatan kepada Allah Swt dan\nRasulnya. Alghadir justru adalah mempersatukan semua kaum muslimin untuk berada\ndalam ketaatan kepada Allah Swt dan Rasulnya dengan cara mengikuti para imam\nsuci ahlul bait yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw dalam khutbah idul\nghadir dengan menyebutkan imam Ali bin Abi Thalib sebagai berlanjut beliau dan\ndalam hadits-hadits yang lain di antaranya hadis yang menjelaskan tentang ayat\nketaatan kepada Allah Swt Rasul dan ulil amri itu dengan beliau menyebutkan\nnama 12 imam sebagaimana termaktub dalam beberapa kitab standar hadis dalam\nahlul bait dalam jalur ahlul bait ataupun beberapa buku hadis ahlussunnah\nsekalipun<\/p>\n\n\n\n<p>Mudah-mudahan memperingati idul\nghadir jadi momentum baik bagi kita untuk kita gunakan kesempatan baik ini\nmendalami apa yang seharusnya kita pahami dan kita ketahui dalam khutbah idul\nqhadir dalam khutbah yang disampaikan oleh Rasulullah saw yang keberadaan\nkhutbah itu adalah sesuatu yang disepakati oleh semua ulama kau muslimin\nmenjadi hadis yang mutawattir menjadi hadits diriwayatkan oleh banyak perawi\ndari semua golongan walaupun kemudian ada perbedaan pandangan yang itulah wajib\nkita semua khususnya pengikut ahlul bait untuk menolaknya untuk memantapkan\nberbagai dalil bahwa itu adalah pengangkatan imam Ali bin Abi Thalib sebagai\npenerus Rasulullah saw<\/p>\n\n\n\n<p>Mudah-mudahan Allah Swt\nmemberikan kesempatan kepada kita memberikan waktu kepada kita memberikan\nbimbingan kepada kita untuk kita mendalaminya sehingga menjadi bagian yang kuat\ndalam memegang ajaran dan keyakinan yang kita yakini akan ke imamahan para imam\nahlul bait as.<\/p>\n\n\n\n<p>Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Icc jakarta &#8211; Puja dan puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9513,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9594"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9594"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9594\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9595,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9594\/revisions\/9595"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9513"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9594"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9594"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/iccv1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9594"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}