{"id":1317,"date":"2025-10-07T13:48:34","date_gmt":"2025-10-07T06:48:34","guid":{"rendered":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/?p=1317"},"modified":"2025-10-07T13:48:34","modified_gmt":"2025-10-07T06:48:34","slug":"ratusan-ribu-orang-gelar-aksi-red-march-di-amsterdam-dukung-palestina","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/2025\/10\/07\/ratusan-ribu-orang-gelar-aksi-red-march-di-amsterdam-dukung-palestina\/","title":{"rendered":"Ratusan Ribu Orang Gelar Aksi \u201cRed March\u201d di Amsterdam Dukung Palestina"},"content":{"rendered":"<p>Ratusan ribu demonstran turun ke jalan di ibu kota Belanda, Amsterdam, pada Minggu, 5 Oktober 2025, dalam salah satu aksi pro-Palestina terbesar dalam sejarah negara itu. Mereka menuntut diakhirinya perang Israel di Gaza dan mendesak pemerintah Belanda menjatuhkan sanksi terhadap Tel Aviv.<\/p>\n<p>Menurut penyelenggara dan kepolisian setempat, jumlah peserta mencapai sekitar 250.000 orang, sebagian besar mengenakan pakaian merah untuk menandai \u201cgaris merah\u201d terhadap blokade Gaza. Massa membawa bendera Palestina dan spanduk bertuliskan \u201cHentikan genosida\u201d serta \u201cKami tidak akan bebas sampai Gaza bebas.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap pemerintah memberlakukan sanksi terhadap Israel, menghentikan perdagangan dengannya, dan mengakui negara Palestina,\u201d ujar Sebastian Bos (68), seorang seniman asal selatan Belanda. Ia menambahkan, \u201cSaya sangat malu atas apa yang dilakukan pemerintah kami dan posisi yang mereka ambil,\u201d sambil mengenakan topi merah sebagai simbol aksi.<\/p>\n<p>Aksi \u201cRed March\u201d ini mengikuti demonstrasi serupa di Den Haag pada Mei lalu, kali ini menempuh rute enam kilometer melintasi ibu kota meski diwarnai hujan. Para peserta meneriakkan \u201cFree Palestine\u201d dan \u201cShame on Israel,\u201d menegaskan tekad mereka mempertahankan tekanan rakyat terhadap pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cKami di sini untuk mengecam semua yang terjadi di Gaza,\u201d kata Emilia Rivero (27), peserta dari Utrecht. \u201cSaya merasa ini hal paling sedikit yang bisa kami lakukan ketika menyaksikan kekejaman di Gaza.\u201d<\/p>\n<p>Direktur organisasi perdamaian Belanda PAX, Rolene Sas, menyerukan tindakan segera dari pemerintah. \u201cKami berharap akan ada gencatan senjata nyata segera, agar penduduk terlindungi, menerima bantuan kemanusiaan, dan dapat hidup aman. Tapi kami juga khawatir terhadap komitmen jangka panjang Israel untuk menghentikan genosida.\u201d<\/p>\n<p>Penyelenggara menuduh pemerintah Belanda \u201cgagal\u201d mencegah apa yang mereka sebut sebagai \u201ckejahatan perang\u201d di Gaza, serta menuntut sikap resmi yang lebih tegas terhadap Israel \u2014 hanya tiga minggu sebelum pemilihan umum yang dijadwalkan 29 Oktober mendatang.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap pesan kami jelas: sudah waktunya tindakan nyata, bukan hanya kata-kata,\u201d ujar Susan (33), karyawan penerbitan yang ikut berdemo.<\/p>\n<p>Tekanan publik ini muncul di tengah pergeseran sikap bertahap pemerintah Belanda terhadap Israel. Pada Juli lalu, pemerintah memberlakukan larangan masuk bagi dua menteri sayap kanan Israel karena dituduh \u201cmenghasut kekerasan dan menyerukan pembersihan etnis.\u201d Bulan berikutnya, Belanda juga mengumumkan niat melarang impor produk dari permukiman ilegal Israel dan mendukung rencana Komisi Eropa untuk menangguhkan beberapa perjanjian dagang dengan Tel Aviv.<\/p>\n<p>Namun, pemimpin partai populis sayap kanan Partai Kebebasan (PVV), Geert Wilders, terus menyuarakan dukungan tanpa syarat terhadap Israel.<\/p>\n<p>Aksi besar di Amsterdam ini\u2014yang disebut penyelenggara sebagai \u201cdemonstrasi terbesar dalam sejarah Belanda untuk Palestina\u201d\u2014mengikuti gelombang protes sebelumnya: sekitar 100.000 orang di Den Haag pada 18 Mei, dan 150.000 orang pada 15 Juni.<\/p>\n<p>Sementara itu, di Istanbul, puluhan ribu orang berkumpul di depan Masjid Hagia Sophia dalam solidaritas untuk Gaza. \u201cKami di sini, mendukung Palestina. Kami adalah Gaza,\u201d kata Muhammed Emin Durgun (38), seorang guru.<\/p>\n<p>\u201cProses ini tidak dimulai pada 7 Oktober 2023. Kita sedang berbicara tentang genosida yang telah berlangsung selama 80 tahun,\u201d ujar Maryam Qarqmaz (22), seorang mahasiswa. \u201cKetika kita memikirkan apa yang bisa dilakukan menghadapi genosida ini, tentu kita bisa memboikot produk dan mendukung armada kemanusiaan yang berusaha menembus blokade Gaza.\u201d<\/p>\n<p>Aksi solidaritas besar juga berlangsung di Roma, Barcelona, dan Madrid pada Sabtu, 4 Oktober 2025, menyusul tindakan Angkatan Laut Israel yang mencegat kapal \u201cGlobal Sumud Flotilla\u201d yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.<\/p>\n<p><strong>Sumber berita:\u00a0<\/strong>Al-Alam<\/p>\n<p><strong>Sumber gambar:<\/strong> Reuters<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ratusan ribu demonstran turun ke jalan di ibu kota Belanda, Amsterdam, pada Minggu, 5 Oktober 2025, dalam salah satu aksi pro-Palestina terbesar dalam sejarah negara itu. Mereka menuntut diakhirinya perang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1318,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":{"0":"post-1317","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-internasional"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1317","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1317"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1317\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1319,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1317\/revisions\/1319"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1317"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1317"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ex-server-speedypage-transit.aliridof.com\/icc\/portalmuqawamah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1317"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}