ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
  • Submission
ICC Jakarta
No Result
View All Result
Home Maarif Islam Fikih

APAKAH BOLEH MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM SAAT MASA HAID?

by Syafrudin mbojo
September 15, 2025
in Fikih
0 0
APAKAH BOLEH MELAKUKAN HUBUNGAN INTIM SAAT MASA HAID?
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Syekh Shaleh Karbasi

Melakukan hubungan intim (jimak)(1) selama masa haid yang dialami perempuan adalah haram bagi suami istri. Keduanya tidak boleh memaksa satu sama lain untuk berjimak. Namun, mereka masih boleh saling menikmati secara seksual tanpa melakukan hubungan intim, selama masih dalam batasan-batasan syariat.

 

Alquran dan Hukum Jimak Saat Masa Haid

Alquran telah menyatakan dengan tegas bahwa berjimak saat haid adalah haram, dan memerintahkan untuk menjauh dari istri serta tidak melakukan hubungan intim selama masa haid. Allah Swt berfirman, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Itu adalah suatu kotoran.’ Maka jauhilah wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”(2)

Kata “kotoran” di sini adalah alasan atas keharaman jimak, dan dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang tidak disukai atau membahayakan. Adapun kata “maḥiḍh” berarti tempat keluarnya darah haid, bukan sekadar haid itu sendiri. Maka maksud ayat tersebut adalah jangan campuri mereka di tempat haid itu, yakni kemaluan, selama haid masih berlangsung.(3)

Sedangkan dalam ayat tersebut, frasa “janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci” ditafsirkan secara berbeda-beda oleh para ulama. Sebagian mengatakan bahwa “suci” di sini berarti berhentinya darah haid, sehingga boleh berjimak setelah darah berhenti walau belum mandi. Namun sebagian lain menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “suci” adalah mandi wajib setelah darah haid berhenti, dan dengan demikian, jimak tidak diperbolehkan kecuali setelah darah haid berhenti dan perempuan telah mandi besar.

 

Pendapat Para Ulama Syiah

Pendapat yang terkenal di kalangan ulama Syiah Imamiyah adalah bahwa larangan jimak berakhir saat darah haid berhenti, walaupun perempuan belum mandi. Karena, menurut mereka, yang dimaksud dengan “ṭhuhr” (suci) dalam ayat adalah berhentinya darah, sedangkan “taṭhahḥur” (menyucikan diri) adalah mandi besar, yang dilakukan setelah darah berhenti. Namun tetap disunnahkan agar perempuan mencuci kemaluannya terlebih dahulu sebelum berjimak, apabila ia belum mandi haid.

 

Bahaya Jimak Saat Masa Haid

Jelas bahwa Allah SWT tidak mengharamkan sesuatu kecuali karena ada hikmah atau bahaya di baliknya. Demikian juga larangan jimak saat haid tidak lepas dari alasan tersebut, meskipun kita mungkin tidak mengetahui sepenuhnya.

Nabi Muhammad saw bersabda, “Barang siapa menjimaki istrinya saat ia haid, lalu anak yang lahir mengidap kusta atau belang, maka janganlah ia mencela siapa pun selain dirinya sendiri.”(4)

 

Kafarah Jimak Saat Masa Haid

Jimak yang dilakukan secara sengaja saat masa haid adalah haram. Namun, jika jimak tersebut dilakukan karena lupa, tidak tahu, atau tidak menyadari bahwa sedang haid, atau tidak tahu hukum keharamannya, maka tidak ada dosa dan tidak ada kafarah atas keduanya.

Namun jika jimak dilakukan dengan pengetahuan bahwa sedang haid dan bahwa hal itu haram, maka keduanya telah berdosa besar karena secara langsung melanggar perintah Alquran. Perempuan juga tidak boleh menyembunyikan status haidnya dari suaminya, atau menyetujui ajakan suami untuk berjimak saat haid. Ia wajib memberitahu bahwa ia sedang haid, dan menolak untuk berjimak.

Jika hanya satu pihak yang tahu hukum dan tahu bahwa sedang haid (misalnya suami saja atau istri saja), maka yang tahu itulah yang menanggung dosa, sedangkan yang tidak tahu tidak menanggung dosa.

Bagaimanapun, jika sudah terjadi jimak saat haid, maka orang yang tahu bahwa itu haram wajib bertaubat dan memohon ampun kepada Allah Swt.

 

Berapa Besar Kafarah (Denda) Jimak Saat Haid?

Menurut banyak ulama, kafarah untuk jimak saat haid tidak wajib, melainkan disunnahkan. Oleh karena itu, setiap orang harus mengikuti pendapat marja’ (ulama rujukannya) dalam masalah ini.

Besar kafarah juga berbeda tergantung waktu jimak dilakukan:

  • Jika dilakukan pada sepertiga pertama masa haid: kafarahnya adalah 1 dinar.
  • Jika dilakukan pada sepertiga kedua: kafarahnya adalah setengah dinar.
  • Jika dilakukan pada sepertiga terakhir: kafarahnya adalah seperempat dinar.

 

Nilai Satu Dinar

Nilai satu dinar adalah setara dengan sekitar 4,25 gram emas. Kafarah dapat dibayar langsung dengan emas, atau dibayar dalam bentuk uang sesuai nilai emas saat waktu pembayaran.

 

Penerima Kafarah Jimak Saat Haid

Kafarah diberikan kepada orang miskin. Dalam hadis disebutkan bahwa, “Orang miskin itu lebih parah keadaannya dibandingkan orang fakir.” Artinya, kafarah diberikan kepada orang yang paling membutuhkan, bahkan melebihi fakir miskin biasa.(5)

Catatan Kaki:

  1. Jimak dalam istilah fikih adalah persetubuhan antara laki-laki dan perempuan dengan memasukkan bagian kepala zakar (hasyafah) ke dalam farji (kemaluan) perempuan. Hasyafah adalah bagian atas dari zakar, yaitu kepala penis hingga batas pemotongan saat khitan. Dengan masuknya bagian ini, maka jimak dianggap telah terjadi, dan atasnya berlaku banyak hukum-hukum syariat serta hudud (hukuman-hukuman) dalam syariat Islam. Jimak dalam bahasa para fuqaha ditentukan dengan istilah “bertemunya dua khitan”, yaitu bahwa jimak dianggap terjadi ketika tempat pemotongan khitan dari kedua belah pihak —laki-laki dan perempuan— saling bertemu.
  2. al-Baqarah [2]:222, hal.35.
  3. Lihat: Taj al-‘Arus min Jawahir al-Qamus, jil.10, hal.45.
  4. Man La Yahdhuruhu al-Faqih, jil.1, hal.96, karya Syekh Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Husain bin Babawaih Qummi, yang dikenal dengan nama Syekh Shaduq, lahir pada tahun 305 Hijriah di Qom, dan wafat pada tahun 381 Hijriah. Dicetak oleh Intisyarat Islami, yang merupakan bagian dari Jama‘at al-Mudarrisin, cetakan ketiga, tahun 1413 Hijriah, Qom/Iran.

Majma‘ al-Bahrain, jil.3, hal.33, karya Allamah Fakhruddin bin Muhammad Turaihi, lahir pada tahun 979 Hijriah di Najaf Asyraf, Irak, dan wafat pada tahun 1087 Hijriah di Ramahiyah, dimakamkan di Najaf Asyraf, Irak. Cetakan kedua tahun 1365 Syamsiyah, diterbitkan oleh Maktabah al-Murtadha, Tehran/Iran.

Syafrudin mbojo

Syafrudin mbojo

Related Posts

KHUMUS (SEPERLIMA BAGIAN) ANTARA POLITIK DAN LEGISLASI (HUKUM)
Fikih

KHUMUS (SEPERLIMA BAGIAN) ANTARA POLITIK DAN LEGISLASI (HUKUM)

October 13, 2025

Oleh: Sayid Ja’far Murtadha Amili Khumus Saya telah menjanjikan kepada pembaca yang mulia untuk menyampaikan beberapa penjelasan mengenai penetapan hukum...

PANDANGAN FIKIH MENGENAI PERDAMAIAN (NORMALISASI) DENGAN ZIONIS ISRAEL
Dunia Islam

PANDANGAN FIKIH MENGENAI PERDAMAIAN (NORMALISASI) DENGAN ZIONIS ISRAEL

October 10, 2025

Oleh: Syekh Abdul Hadi Fadhli Isu perdamaian antara negara-negara Arab dan (Israel) berada di garis depan politik saat ini, terutama...

HUKUM MENYUSUI (RADHA’AH), MENYAPIH (FITHAM) DAN HAK ASUH ANAK (HADHANAH)
Fikih

HUKUM MENYUSUI (RADHA’AH), MENYAPIH (FITHAM) DAN HAK ASUH ANAK (HADHANAH)

October 7, 2025

Oleh: Ustaz Sayid Sa’id Kazhim Udzari hafizhahullah Menyusui (Radha’ah) Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling ideal untuk anak,...

KEISTIMEWAAN FIKIH SYIAH DARI SEGI KELUASAN, UNIVERSALITAS, KEDALAMAN DAN KEMAMPUAN MENGIKUTI TUNTUTAN KEHIDUPAN YANG TERBARUKAN
Fikih

KEISTIMEWAAN FIKIH SYIAH DARI SEGI KELUASAN, UNIVERSALITAS, KEDALAMAN DAN KEMAMPUAN MENGIKUTI TUNTUTAN KEHIDUPAN YANG TERBARUKAN

October 1, 2025

Oleh: Syekh Ja’far Subhani Sesungguhnya Fikih Syiah adalah pohon yang baik, yang akarnya kokoh, dan fondasinya terhubung dengan kenabian. Ia...

CIRI-CIRI KREATIVITAS FUNDAMENTALIS (USHULI) PADA DIRI SYAHID SAYID MUHAMMAD BAQIR SHADR
Fikih

CIRI-CIRI KREATIVITAS FUNDAMENTALIS (USHULI) PADA DIRI SYAHID SAYID MUHAMMAD BAQIR SHADR

October 1, 2025

Oleh: Ustaz Haidar Hubballah Pendahuluan Tidak mungkin membaca beberapa fenomena manusia dengan pemahaman yang komprehensif tanpa mempertimbangkan elemen ruang-waktu tempat...

PENDAHULUAN ILMU USHUL FIKIH: SEBUAH PEMBACAAN KRITIS BERDASARKAN METODOLOGI ILMIAH MODERN
Fikih

PENDAHULUAN ILMU USHUL FIKIH: SEBUAH PEMBACAAN KRITIS BERDASARKAN METODOLOGI ILMIAH MODERN

October 1, 2025

Oleh: Syekh Abdulhadi Fadhli Daftar Isi Definisi Objek Bahasan Faedah (Manfaat) Hukum Mempelajarinya Hubungannya dengan Ilmu-Ilmu Lain Ilmu Bahasa Arab...

Popular

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

1 year ago
ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

1 year ago
Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

1 year ago
ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

1 year ago
ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?