ICC Jakarta
No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami
  • Login
  • Submission
ICC Jakarta
No Result
View All Result
Home Maarif Islam Al-Quran

Telaah Ringkas atas Tafsir Ilmi

by admin
February 22, 2023
in Al-Quran, Alquran
0 0
Share on FacebookShare on Twitter

ICC Jakarta – Semua sepakat bahwa Quran bukanlah buku sains (science), buku yang berisi tentang kajian-kajian ilmiah semata, Quran merupakan sebuah kitab suci yang memiliki mukhatab semua manusia, baik yang masih baru baligh, remaja, dewasa atau sudah tua. Sudah berjalan beberapa tahun dikalangan pemerhati Quran akan munculnya corak tafsir baru dengan konsep tafsir ilmi, tafsir dengan dasar melihat isyarat-isyarat keilmuan kontemporer yang ada dalam ayat-ayat Quran. Misal ayat yang berkaitan dengan ilmu kandungan, ilmu pengobatan, ilmu fisika, ilmu biologi dll. Jadi sekilas tafsir ilmi ini berusaha mengupas hubungan dari ilmu yang sudah ditemukan manusia yang saat itu secara mandiri tanpa menggali dari Alquran, dengan melakukan eksperimen, melakukan berbagai penelitian, melakukan berbagai kajian mendalam secara mandiri atau dengan tim selama bertahun-tahun hingga menemukan sebuah teori. Disisi lain ternyata teori ini sebenarnya sudah ada dalam Quran sejak awal, jadi sejak pertama kali Quran turun teori tersebut sudah ada dalam Quran. Karena alasan ini ayat yang menyebutkan teori yang sama dengan teori yang ditemukan dari penelitian para ilmuan disebut sebagai mu’jizat ilmi, konten yang bisa membuat para peneliti akhirnya menerima agama Islam.

“Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina. Kemudian Kami letakkan Dia dalam tempat yang kokoh (rahim). Sampai waktu yang ditentukan, Lalu Kami tentukan (bentuknya), Maka Kami-lah Sebaik-baik yang menentukan”. [1]

“Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik”. [2]

Sebagai contoh adalah ayat diatas. Ayat ini sudah turun sejak 14 abad yang lalu, di suatu zaman yang mana manusia dalam ilmu kedokteran atau setidaknya dalam ilmu anatomi tubuh manusia belum memiliki fasilitas yang mumpuni. Namun ayat ini secara gamblang dan detail menjelaskan rahim itu seperti apa. Proses perkembangan janin itu bagaimana, kapan janin memiliki ruh dan seterusnya.

Dalam kasus lain kita bisa melihat contoh-contoh ilmuan dibawah ini. Seorang ahli saraf dan oceanografer.

Fidelma O’Leary[3]

Fidelma merupakan ahli neurologi yang berasal dari Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Ia mendapatkan hidayah ketika meneliti saraf otak manusia.

Saat ia melakukan penelitian, ia menemukan bahwa beberapa urat saraf di otak manusia tidak dimasuki oleh darah. Padahal, setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup untuk bisa berfungsi secara normal.

Ia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak, kecuali ketika seseorang melakukan gerakan sujud sebagaimana gerakan sujud dalam salat yang dilakukan umat Muslim beberapa kali dalam sehari.

Jacques Yves Costeau[4]

Seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Prancis, Jacques-Yves Cousteau melakukan eksplorasi bawah laut. Tetiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar yang tidak bercampur dengan air laut. Seolah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Lalu, suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim dan menceritakan fenomena itu. Profesor itu teringat pada ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan pada surat Ar Rahman Ayat 19-20.

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing,“[5].

Para ilmuan punya kemampuan untuk melihat Quran dari kaca pandang keilmuan mereka. Ilmuwan Fisika bisa menilai Quran dari sisi pandang fisika, ilmuwan teknologi, ilmuwan biologi, ilmuwan kesehatan dll pun sama sesuai keilmuan masing-masing. Menurut penulis hal ini adalah hal yang lumrah. Sebab kita menerima bahwa Quran itu memiliki nilai universal. Menjadi media semua jenis manusia dengan seluruh keberagamannya untuk sampai kepada hidayah. Quran adalah hudan lil muttaqiin sebagai petunjuk bagi mereka yang beriman lalu bertaqwa. Orang-orang yang beriman lalu menjalankan kehidupan sesuai iman itu dalam wujud ketaqwaan.

I’jaz ilmi adalah jawaban bahwa kebutuhan para ilmuan dengan kelebihan dan kemampuan mereka juga diladeni dengan baik. Sehingga sebagian dari ayat-ayat Quran adalah ayat-ayat yang menjadi sample yang bisa diteliti dan menjadi bukti kebenaran Quran, pembuktian Quran dari sisi keilmiahannya, keilmiahan Zat yang telah menurunkannya.

Sebelum muncul kelompok yang aktif membuka tafsir ilmi, rahasia ilmiah sains yang ada dalam Quran tidak tersentuh dan tidak diketahui atau tidak disadari oleh masyarakat dan juga bahkan oleh kalangan elit akademis.

Jadi pembahasan yang fokus pada tema tafsir ilmi juga sangat bermanfaat khususnya untuk menyediakan jalan bagi orang-orang yang berkecimpung dalam bidang sains semata. Lebih dari itu ini akan menjadi pemicu untuk para ilmuwan sehingga mau menggali lagi dan lagi rahasia sains lain yang kebetulan belum disadari keberadaannya diatara ayat-ayat Quran.

Kesimpulannya

Alquran bukanlah kitab sains, tapi kitab alquran juga mengandung ayat-ayat tentang sains. Ini sebagai bukti bahwa Allah Maha Besar sehingga kebutuhan semua makhluk untuk mendapat hidayah disediakan begitu rupa, termasuk kebutuhan orang-orang yang berkecimpung di bidang sains.


[1] (QS. Al-Mursalat: 21-23)

[2] (QS. Al-muminun: 12-14)

[3] 4-ilmuwan-dunia-yang-masuk-islam-karena-riset-ilmiah-mereka okezone

[4] 4-ilmuwan-dunia-yang-masuk-islam-karena-riset-ilmiah-mereka okezone

[5] Ar-Rahman Ayat 19-20.

Tags: Ilmuwanqurantafsirtafsir ilmi
admin

admin

Related Posts

PERBEDAAN ANTARA MUKJIZAT DAN INOVASI ILMIAH
Alquran

PERBEDAAN ANTARA MUKJIZAT DAN INOVASI ILMIAH

September 29, 2025

Apa Itu Mukjizat? Nabi-nabi mana pun–adalah pembawa risalah (pesan) yang ingin dia sampaikan ke dalam hati dan pikiran manusia, untuk...

METODE ALQURAN DALAM MEMBUKTIKAN KEBANGKITAN (SETELAH MATI)
Alquran

METODE ALQURAN DALAM MEMBUKTIKAN KEBANGKITAN (SETELAH MATI)

September 24, 2025

Oleh: Syekh Muhammad Amin Zainuddin Metode Alquran dalam berargumentasi untuk akidah ini adalah metode yang sama yang digunakannya dalam setiap...

BAGAIMANA CARA AYAT-AYAT ALQURAN DITURUNKAN?
Alquran

BAGAIMANA CARA AYAT-AYAT ALQURAN DITURUNKAN?

September 23, 2025

Oleh: Sayid Husain Husain Thabathaba’i Tanggapan terhadap Syubhat (Keraguan): Ayat-ayat Aquran dan surah-surahnya tidak diturunkan sekaligus. Selain fakta sejarah yang...

ULIL AMRI DALAM ALQURAN
Alquran

ULIL AMRI DALAM ALQURAN

September 23, 2025

Oleh: Syekh Ibrahim Amini Masalah “Ulil Amri” atau “pemilik kekuasaan” menjadi sangat penting di kalangan para sahabat, mungkin karena ayat...

PANDANGAN ALQURAN DALAM BERINTERAKSI DENGAN SELAINNYA
Alquran

PANDANGAN ALQURAN DALAM BERINTERAKSI DENGAN SELAINNYA

September 23, 2025

Oleh: Syekh Nimir Baqir al-Nimr Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah Tuhan semesta...

SUNAH PERGANTIAN (TADAWUL) SEBAGAI SALAH SATU SUNAH PERKEMBANGAN SOSIAL DALAM ALQURAN
Al-Quran

SUNAH PERGANTIAN (TADAWUL) SEBAGAI SALAH SATU SUNAH PERKEMBANGAN SOSIAL DALAM ALQURAN

September 23, 2025

Oleh: Syekh Muhsin Araki Sunah pergantian berarti Allah Swt menggantikan umat yang gagal dalam ujian kelayakan untuk kekhalifahan Ilahi yang...

Popular

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

Kelas Tafsir Maudhu‘i ICC Jakarta: Menyingkap Akar Kesombongan dalam Perspektif Al-Qur’an

10 months ago
ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

ICC Perkuat Sinergi dengan DPW dan DPD ABI serta Pandu ABI Wilayah DKI

11 months ago
Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

Majelis Taklim Akhwat ICC Zainab al-Kubro: Makna Sabar dalam Nasihat Luqman

11 months ago
ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

ICC Jakarta Hadiri Pembukaan Simposium Internasional Pernaskahan Nusantara XX

11 months ago
ICC Jakarta

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No. 35, RT.1/RW.7, Pejaten Barat.
Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Telepon: (021) 7996767
Email: iccjakarta59@gmail.com

Term & Condition

Agenda

[tribe_events_list]

HUBUNGI KAMI

Facebook
Telegram

Jadwal Salat Hari Ini

sumber : falak-abi.id
  • Lintang: -6.1756556° Bujur: 106.8405838°
    Elevasi: 10.22 mdpl
Senin, 26 Desember 2022
Fajr04:23:34   WIB
Sunrise05:38:32   WIB
Dhuhr11:53:01   WIB
Sunset18:07:31   WIB
Maghrib18:23:39   WIB
Midnight23:15:32   WIB
  • Menurut Imam Ali Khamenei, diharuskan berhati-hati dalam hal waktu salat Subuh (tidak berlaku untuk puasa) dengan menambah 6-7 menit setelah waktu diatas

© 2022 ICC - Jakarta

No Result
View All Result
  • Home
  • Profil
    • Sambutan direktur
    • Sejarah Berdiri
  • Kegiatan
    • Berita
    • Galeri
  • Artikel
    • Akhlak
    • Alquran
    • Arsip
    • Dunia Islam
    • Kebudayan
    • Pesan Wali Faqih
    • Press Release
    • Sejarah
  • Hubungi kami

© 2022 ICC - Jakarta

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?